Hujan, Payung, dan Sekuntum Mawar Berduri | Cerpen Khairul A. El Maliky
HUJAN sore itu turun dengan lembut, seperti jemari langit yang sedang mengusap luka bumi. Di bawah rinainya yang bening, seorang ...
Read moreDetailsHUJAN sore itu turun dengan lembut, seperti jemari langit yang sedang mengusap luka bumi. Di bawah rinainya yang bening, seorang ...
Read moreDetailsDARI kota Malang, Aga melanjutkan perjalanannya ke Semarang. Sebuah kota pergerakan yang tak kalah ramainya dengan kisah perjuangan menuju bangsa ...
Read moreDetailsSIAPA yang tidak kenal dengan Partinah? Pemilik tubuh aduhai dengan paras cantik bertabur wangi dunia. Kalau kalian bukan lelaki hidung ...
Read moreDetailsTOKO jam itu selalu tutup setengah hari. Terletak di pojok Jalan Salemba, diapit warung kopi dan toko plastik, toko itu ...
Read moreDetailsHUJAN tak kunjung turun, tapi langit tampak malas untuk bersinar sejak sore tadi. Warnanya abu-abu serupa kaus kaki yang sudah ...
Read moreDetailsSYEKH Abdullah memandangi poto tanpa kepala di baliho yang melekat di sebuah pohon besar itu. Ia tak habis pikir, kenapa ...
Read moreDetailsDI Kota Lama, waktu seolah berjalan pelan. Bangunan tua berarsitektur kolonial berdiri anggun di tepi jalan batu. Di antara kedai ...
Read moreDetails"Kamu nggak lupa jas hujan kan?" tanyaku. Dengan gaya khasnya yang tergesa-gesa, Satria mengambil dua jas hujan, warna biru untuknya, ...
Read moreDetailsSEPULUH penulis terpilih dari berbagai wilayah di Indonesia diumumkan lolos untuk mengikuti program Emerging Writers Ubud Writers & Readers Festival ...
Read moreDetailsMALAM itu, hujan tipis mengguyur Kota Malang. Sebuah kota kecil yang mempunyai daya pikat wisata dan budaya tersendiri dengan ikon ...
Read moreDetailsPAGI itu merupakan momen di mana aku mencicipi kopi yang membuatku tenang di kota yang cukup padat ini. Musik instrumen ...
Read moreDetailsLANGKAH kaki kecil samar tapi sangat jelas di sunyi malam membangunkan Lastri dari tidur tak lelap. Ini malam keempat ia ...
Read moreDetailsPAGI di kota kecil itu selalu datang dengan langkah lembut. Kabut tipis menari di antara sawah yang baru disiram embun. ...
Read moreDetailsCERMIN itu retak di sisi kanan atas, seperti hatiku yang dulu. Tiap pagi aku menatap pantulanku, mencari bagian dari diriku ...
Read moreDetailsSORE itu, udara di pesisir Seruni terasa sangat dingin meski matahari menggantung redup di cakrawala. Anna, bocah sepuluh tahun, sedang ...
Read moreDetailsHUBUNGAN Papa dan Mama sangat aneh. Mereka tidak pernah bertengkar, tapi juga tidak pernah tampil mesra. Mereka bersikap sopan terhadap ...
Read moreDetails"Ketika para intelektual, penguasa pengetahuan, para pengelola pemerintahan, para pedagang, yang menguasai prana, nafas hidup di bumi, tidak memanfaatkannya untuk ...
Read moreDetailsTAHUN pertamaku di bangku SMA sudah berakhir. Besok, para orang tua akan datang ke sekolah untuk mengambil rapor. Malam itu, ...
Read moreDetailsLANGIT abu-abu tua, serupa warna tembok yang belum dicat. Angin membawa bau tanah lembap dan sesuatu yang lebih tajam, seperti ...
Read moreDetailsAKU terbangun dengan napas terengah-engah. Barangkali begitukah rasanya selepas berlari sejauh seribu kilometer. Tak pernah kubayangkan, sisa malamku akan seperti ...
Read moreDetailsNamaku Kafir. Begitulah orang-orang memanggilku sejak kecil. Tak ada yang tahu siapa orang tuaku. Tidak ada yang pernah mengaku melahirkanku. ...
Read moreDetailsSUDAH sepuluh tahun Bara hidup di rumah itu—rumah besar peninggalan mertua yang temboknya selalu lembab dan menguarkan aroma kapur yang ...
Read moreDetailsWARUNG nasi campur ala Bali ini sangat sederhana, namun Putu selalu datang ke warung itu untuk menikmati sepiring nasi yang ...
Read moreDetailsJudul: Dokter Gila -- Kumpulan Cerpen Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putu Arya Nugraha ISBN: 978-623-98282-3-3 Tebal: 198 halaman ...
Read moreDetailsDenpasar, 2002. Terminal Ubung ramai oleh bis-bis dan angkutan umum. Hari menjelang siang, saat aku tiba di sana, menjemput adik ...
Read moreDetailsBatbayar tahu betul bahwa kesepian adalah penyakit menular seksual, meskipun ia sudah pensiun dari urusan ranjang sejak sepuluh tahun lalu. ...
Read moreDetailsDI dalam ruang kelas yang sepi, Nara duduk sendiri sambil menatap jam dinding yang terus berputar. Nara adalah gadis yang ...
Read moreDetailsKERAJAAN Rantawulung dikenal sebagai negeri yang makmur, namun di dalam istana, benih pengkhianatan tumbuh di hati Raja Bhre Manendra. Ia ...
Read moreDetailsAKU berdiam diri di rumah ketika seluruh sanak saudara sibuk di Sanggah, menyiapkan banten dan perlengkapan upacara. Aku sudah menawarkan ...
Read moreDetailsPELAYAN yang biasanya menyapa mereka tidak ada malam itu. Nadine memperhatikan pintu sebentar, seolah menunggu seseorang yang tidak akan datang. ...
Read moreDetailsKEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...
Read moreDetailsKITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...
Read moreDetails"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...
Read moreDetails

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...
MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...
KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...
TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....
KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co