B.H. | Cerpen Angga Wijaya
PERNIKAHAN kami tinggal seminggu lagi. Ada yang tidak berubah darinya, gemar merokok. Itu jadi beban pikiran bagiku. Tidak cukup sebungkus ...
Read moreDetailsPERNIKAHAN kami tinggal seminggu lagi. Ada yang tidak berubah darinya, gemar merokok. Itu jadi beban pikiran bagiku. Tidak cukup sebungkus ...
Read moreDetailsHUJAN sore itu turun dengan lembut, seperti jemari langit yang sedang mengusap luka bumi. Di bawah rinainya yang bening, seorang ...
Read moreDetailsDARI kota Malang, Aga melanjutkan perjalanannya ke Semarang. Sebuah kota pergerakan yang tak kalah ramainya dengan kisah perjuangan menuju bangsa ...
Read moreDetailsSIAPA yang tidak kenal dengan Partinah? Pemilik tubuh aduhai dengan paras cantik bertabur wangi dunia. Kalau kalian bukan lelaki hidung ...
Read moreDetailsTOKO jam itu selalu tutup setengah hari. Terletak di pojok Jalan Salemba, diapit warung kopi dan toko plastik, toko itu ...
Read moreDetailsHUJAN tak kunjung turun, tapi langit tampak malas untuk bersinar sejak sore tadi. Warnanya abu-abu serupa kaus kaki yang sudah ...
Read moreDetailsSYEKH Abdullah memandangi poto tanpa kepala di baliho yang melekat di sebuah pohon besar itu. Ia tak habis pikir, kenapa ...
Read moreDetailsDI Kota Lama, waktu seolah berjalan pelan. Bangunan tua berarsitektur kolonial berdiri anggun di tepi jalan batu. Di antara kedai ...
Read moreDetails"Kamu nggak lupa jas hujan kan?" tanyaku. Dengan gaya khasnya yang tergesa-gesa, Satria mengambil dua jas hujan, warna biru untuknya, ...
Read moreDetailsSEPULUH penulis terpilih dari berbagai wilayah di Indonesia diumumkan lolos untuk mengikuti program Emerging Writers Ubud Writers & Readers Festival ...
Read moreDetailsMALAM itu, hujan tipis mengguyur Kota Malang. Sebuah kota kecil yang mempunyai daya pikat wisata dan budaya tersendiri dengan ikon ...
Read moreDetailsPAGI itu merupakan momen di mana aku mencicipi kopi yang membuatku tenang di kota yang cukup padat ini. Musik instrumen ...
Read moreDetailsLANGKAH kaki kecil samar tapi sangat jelas di sunyi malam membangunkan Lastri dari tidur tak lelap. Ini malam keempat ia ...
Read moreDetailsPAGI di kota kecil itu selalu datang dengan langkah lembut. Kabut tipis menari di antara sawah yang baru disiram embun. ...
Read moreDetailsCERMIN itu retak di sisi kanan atas, seperti hatiku yang dulu. Tiap pagi aku menatap pantulanku, mencari bagian dari diriku ...
Read moreDetailsSORE itu, udara di pesisir Seruni terasa sangat dingin meski matahari menggantung redup di cakrawala. Anna, bocah sepuluh tahun, sedang ...
Read moreDetailsHUBUNGAN Papa dan Mama sangat aneh. Mereka tidak pernah bertengkar, tapi juga tidak pernah tampil mesra. Mereka bersikap sopan terhadap ...
Read moreDetails"Ketika para intelektual, penguasa pengetahuan, para pengelola pemerintahan, para pedagang, yang menguasai prana, nafas hidup di bumi, tidak memanfaatkannya untuk ...
Read moreDetailsTAHUN pertamaku di bangku SMA sudah berakhir. Besok, para orang tua akan datang ke sekolah untuk mengambil rapor. Malam itu, ...
Read moreDetailsLANGIT abu-abu tua, serupa warna tembok yang belum dicat. Angin membawa bau tanah lembap dan sesuatu yang lebih tajam, seperti ...
Read moreDetailsAKU terbangun dengan napas terengah-engah. Barangkali begitukah rasanya selepas berlari sejauh seribu kilometer. Tak pernah kubayangkan, sisa malamku akan seperti ...
Read moreDetailsNamaku Kafir. Begitulah orang-orang memanggilku sejak kecil. Tak ada yang tahu siapa orang tuaku. Tidak ada yang pernah mengaku melahirkanku. ...
Read moreDetailsSUDAH sepuluh tahun Bara hidup di rumah itu—rumah besar peninggalan mertua yang temboknya selalu lembab dan menguarkan aroma kapur yang ...
Read moreDetailsWARUNG nasi campur ala Bali ini sangat sederhana, namun Putu selalu datang ke warung itu untuk menikmati sepiring nasi yang ...
Read moreDetailsJudul: Dokter Gila -- Kumpulan Cerpen Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putu Arya Nugraha ISBN: 978-623-98282-3-3 Tebal: 198 halaman ...
Read moreDetailsDenpasar, 2002. Terminal Ubung ramai oleh bis-bis dan angkutan umum. Hari menjelang siang, saat aku tiba di sana, menjemput adik ...
Read moreDetailsBatbayar tahu betul bahwa kesepian adalah penyakit menular seksual, meskipun ia sudah pensiun dari urusan ranjang sejak sepuluh tahun lalu. ...
Read moreDetailsDI dalam ruang kelas yang sepi, Nara duduk sendiri sambil menatap jam dinding yang terus berputar. Nara adalah gadis yang ...
Read moreDetailsKERAJAAN Rantawulung dikenal sebagai negeri yang makmur, namun di dalam istana, benih pengkhianatan tumbuh di hati Raja Bhre Manendra. Ia ...
Read moreDetailsAKU berdiam diri di rumah ketika seluruh sanak saudara sibuk di Sanggah, menyiapkan banten dan perlengkapan upacara. Aku sudah menawarkan ...
Read moreDetailsSAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...
Read moreDetailsADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....
Read moreDetailsSETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....
Read moreDetails

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...
CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...
Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...
“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...
TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co