24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
June 13, 2026
in Ulas Rupa
Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Karya Rupa Saka Rosanta

Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar. Selain lukisan, Gus Saka juga memajang hasil ngebolangnya, berupa mustika/permata yang dipadukan dengan media yang menguatkan kepermataannya, lengkap dengan nama mustika/permata dan proses pembolangannya.
Kalau beruntung, Saka Rosanta akan menjelaskan proses terbentuknya sebuah mustika/permata dengan makna dan kegunaanya. “Permata yang didapatkan laut lebih netral karena sudah dibersihkan air laut, ” jelasnya.

MANIK DAUN

Seorang manusia, seperti Saka Rosanta, dengan kesadarannya, bisa berkomunikasi dengan tubuhnya sendiri, dengan tubuh orang lain, dengan binatang, pohon, alam dan benda.

Seorang pelukis, selain berkomunikasi dengan tubuhnya sendiri (pengalaman, pengetahuan, pendalaman dan kesadarannya) pengetahuan juga harus berkomunikasi dengan media yang dipakai dalam proses menciptakan imajinasinya.

Karya Rupa Saka Rosanta

Nafas

Penanda hidup adalah nafas. Sesuatu dianggap hidup karena bernafas.

Dalam filsafat Hindu disebutkan tingkatan nafas mahluk hidup, manusia dengan tiga nafas (tri pramana), binatang dengan dua nafas (dwi pramana) dan pohon dengan satu nafas (eka pramana).

Manusia dikatakan memiliki tiga nafas (udara dalam suara, air dalam gerak, dan api dalam pikiran). Binatang dua nafas, dalam suara dan dalam gerak, sedangkan pohon satu nafas dalam suara.

Green Painting

Karya rupa Gus Saka yang bertajuk “Green Painting” tak lepas dari perjalanan hidupnya dalam pencarian jati diri.

Karya Rupa Saka Rosanta

Sebagai manusia dengan tiga nafas, pikirannya senantiasa bergolak untuk mencipta dan mencipta lagi. Esensi dari Plasma Api, yang terjebak dalam air akan menciptakan warna merah (permata merah) tapi bumi/tanah tempatnya berpijak menghadapkannya pada kenyataan. Bumi sebagai symbol kemakmuran warna esensinya kuning, tercermin dalam permata kuning.

Tarik menarik antara plasma api dan material bumi, menciptakan esensi warna orange (merah delima).

Fase merah delima ini adalah pertarungan antara kemanusiaan dan kebinatangan, dalam proses pencariannya, syukurlah plasma apinya didinginkan dan diendapkan, sehingga menjadi bau harum, cendana, sebelum ia kembali “pulang” dengan kekaguman kanak- kanak yang melihat dunia pertama kali, merasakan semuanya sebagai keajaiban.

Green Painting adalah manisfestasi dari permata hijau daun, adalah nafas awal, nafas pertama dari pohon, yang menetralisir keangkuhan dan kesombongan manusia dan binatang. Nafas paling murni dari jiwa-jiwa murni. Angkus Prana.

PERMATA KARYA RUPA

Melihat karya rupa Gus Saka kita bisa mengenali, memahami dan memaknai seorang manusia yang berpikir, dalam perkembangan kemanusiaannya. Esensi dari kemanusiaan itu adalah permata/mustika yang divisualisasikan dalam lukisan berjudul “Jayaprana-Layonsari”. Lukisan itu menampakan sebuah bidang dalam aneka warna bidang yang didominasi oleh warna merah dan orange, dan sentuhan warna kuning yang juga muncul dari samping bawah di tengah ada pigur perempuan dalam bingkai agak hitam seperti ayuanan.

“Itu perempuan (istri/sakti) seperti Layonsari, tubuh yang harum yang kelihatan di mata bumi, Jayaprana (kesempurnaan nafas) yang tidak nampak di bumi, tapi ada, menghidupi semua mahluk, ” jelas putra dari Ida Komang Setia, dengan Ketut Armika ini.

Pameran karya rupa, seniman asal Griya Banjar Melanting, desa Banjar, Kecamatan Banjar, Singaraja Bali, dimulai dengan karya berjudul “Reinkarnasi’ bergaya absurd, agak mirip karya pelukis Affandi masa-masa Akhir, juga agak mirip gaya Van Gogh.

Saat Kayun Semara Cipta bertanya kenapa ada bayang-bayang samar kepala macan, diantara goresan merah hitam. Lelaki kelahiran 27 Oktober 1981 ini mengatakan “Reinkarnasj” merupakan lukisan pertamanya yang dibuat tahun 2017. Saat itu, suami dari Ni Putu Elli Kusuma Dewi, mengaku agak bingung saat berhadapan dengan kanvas, dan melukis dalam keadaaan tidak sadar, sehingga yang muncul adalah alam bawah sadar berupa memori-memori yang karya rupa yang pernah dilihatnya saat bekerja di kapal pesiar.

Jika masuk lebih dalam pada lukisan ini yang dominan adalah warna merah, dan hitam, bernuansa merah muda. Warna-warna ini mengandung unsur, dimensi dan frekwensi, bumi, alam, kekuatan, api dan kasih.

Karya Rupa Saka Rosanta

Lewat karya “Reinkarnasi” ayah dari Ida Bagus Putu Mahotama, Ida Ayu Kade Putri Bulan Mahatami, Meli, dan Bolger ini seperti ingin menyampaikan pesan bahwa manusia berinkarnasi, lahir kembali menjadi manusia di bumi, karena kasih sayang dan kekuatan api. Kemanusian manusia akan mengalami proses dari kebinatangan menjadi macan sebagai raja binatang, yang paling kuat dan berkuasa, atau menjadi binatang-binatang lain kuda dan lain-lain. Jika sifat kebinatangan itu bisa “dibunuh” dipasupati, akan menjadi manusia. Pencapaian kemanusiaan manusia ini digambarkan dalam karya rupa “Jayaprana-Layonsari”.

Pemahaman dan kesadaran pada hakekat yang lebih dalam dicapai dalam karya berjudul ” Pohon Kasih Sayang” . Setelah ketulusan pohon dalam kasih sayang, kemudian muncul karya rula berjudul “Green Painting”.

Kesadaran itu kadang muncul dan tenggelam saat berhadapan dengan bumi dan kebanalan bumi dengan segala keinginan manusia.

Kakak dari Ida Komang Saka Ragawa, ini kini sedang berusaha selalu menyadari diri sebagai manusia, yang bertubuh, berindera, berpikir dan berperasaan, dalam berhadapan dengan manusia lain, dan alam. Dari hatinya yang paling dalam, kekuatan apinya seringkali meledak-ledak untuk menjaga bumi. Semangat dan usaha dalam diam dalam unsur, dimensi, dan frekwensi, diharapkan bervibrasi pada bumi dan segala isinya, tergambar dalam karyanya yang berjudul “Avatar Word”. [T]

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole

Tags: Seni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

Next Post

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

by Emi Suy
October 19, 2026
0
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

Read moreDetails

Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

by Wayan Jengki Sunarta
October 18, 2026
0
Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

DALAM karya-karya I Nyoman Darmawan, akrab disapa Kuek, tubuh manusia tidak selalu hadir sebagai sosok utuh dengan batas-batas jelas. Tubuh...

Read moreDetails

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

by Made Chandra
October 10, 2026
0
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

Read moreDetails

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails
Next Post
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co