7 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
June 13, 2026
in Ulas Rupa
Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Karya Rupa Saka Rosanta

Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar. Selain lukisan, Gus Saka juga memajang hasil ngebolangnya, berupa mustika/permata yang dipadukan dengan media yang menguatkan kepermataannya, lengkap dengan nama mustika/permata dan proses pembolangannya.
Kalau beruntung, Saka Rosanta akan menjelaskan proses terbentuknya sebuah mustika/permata dengan makna dan kegunaanya. “Permata yang didapatkan laut lebih netral karena sudah dibersihkan air laut, ” jelasnya.

MANIK DAUN

Seorang manusia, seperti Saka Rosanta, dengan kesadarannya, bisa berkomunikasi dengan tubuhnya sendiri, dengan tubuh orang lain, dengan binatang, pohon, alam dan benda.

Seorang pelukis, selain berkomunikasi dengan tubuhnya sendiri (pengalaman, pengetahuan, pendalaman dan kesadarannya) pengetahuan juga harus berkomunikasi dengan media yang dipakai dalam proses menciptakan imajinasinya.

Karya Rupa Saka Rosanta

Nafas

Penanda hidup adalah nafas. Sesuatu dianggap hidup karena bernafas.

Dalam filsafat Hindu disebutkan tingkatan nafas mahluk hidup, manusia dengan tiga nafas (tri pramana), binatang dengan dua nafas (dwi pramana) dan pohon dengan satu nafas (eka pramana).

Manusia dikatakan memiliki tiga nafas (udara dalam suara, air dalam gerak, dan api dalam pikiran). Binatang dua nafas, dalam suara dan dalam gerak, sedangkan pohon satu nafas dalam suara.

Green Painting

Karya rupa Gus Saka yang bertajuk “Green Painting” tak lepas dari perjalanan hidupnya dalam pencarian jati diri.

Karya Rupa Saka Rosanta

Sebagai manusia dengan tiga nafas, pikirannya senantiasa bergolak untuk mencipta dan mencipta lagi. Esensi dari Plasma Api, yang terjebak dalam air akan menciptakan warna merah (permata merah) tapi bumi/tanah tempatnya berpijak menghadapkannya pada kenyataan. Bumi sebagai symbol kemakmuran warna esensinya kuning, tercermin dalam permata kuning.

Tarik menarik antara plasma api dan material bumi, menciptakan esensi warna orange (merah delima).

Fase merah delima ini adalah pertarungan antara kemanusiaan dan kebinatangan, dalam proses pencariannya, syukurlah plasma apinya didinginkan dan diendapkan, sehingga menjadi bau harum, cendana, sebelum ia kembali “pulang” dengan kekaguman kanak- kanak yang melihat dunia pertama kali, merasakan semuanya sebagai keajaiban.

Green Painting adalah manisfestasi dari permata hijau daun, adalah nafas awal, nafas pertama dari pohon, yang menetralisir keangkuhan dan kesombongan manusia dan binatang. Nafas paling murni dari jiwa-jiwa murni. Angkus Prana.

PERMATA KARYA RUPA

Melihat karya rupa Gus Saka kita bisa mengenali, memahami dan memaknai seorang manusia yang berpikir, dalam perkembangan kemanusiaannya. Esensi dari kemanusiaan itu adalah permata/mustika yang divisualisasikan dalam lukisan berjudul “Jayaprana-Layonsari”. Lukisan itu menampakan sebuah bidang dalam aneka warna bidang yang didominasi oleh warna merah dan orange, dan sentuhan warna kuning yang juga muncul dari samping bawah di tengah ada pigur perempuan dalam bingkai agak hitam seperti ayuanan.

“Itu perempuan (istri/sakti) seperti Layonsari, tubuh yang harum yang kelihatan di mata bumi, Jayaprana (kesempurnaan nafas) yang tidak nampak di bumi, tapi ada, menghidupi semua mahluk, ” jelas putra dari Ida Komang Setia, dengan Ketut Armika ini.

Pameran karya rupa, seniman asal Griya Banjar Melanting, desa Banjar, Kecamatan Banjar, Singaraja Bali, dimulai dengan karya berjudul “Reinkarnasi’ bergaya absurd, agak mirip karya pelukis Affandi masa-masa Akhir, juga agak mirip gaya Van Gogh.

Saat Kayun Semara Cipta bertanya kenapa ada bayang-bayang samar kepala macan, diantara goresan merah hitam. Lelaki kelahiran 27 Oktober 1981 ini mengatakan “Reinkarnasj” merupakan lukisan pertamanya yang dibuat tahun 2017. Saat itu, suami dari Ni Putu Elli Kusuma Dewi, mengaku agak bingung saat berhadapan dengan kanvas, dan melukis dalam keadaaan tidak sadar, sehingga yang muncul adalah alam bawah sadar berupa memori-memori yang karya rupa yang pernah dilihatnya saat bekerja di kapal pesiar.

Jika masuk lebih dalam pada lukisan ini yang dominan adalah warna merah, dan hitam, bernuansa merah muda. Warna-warna ini mengandung unsur, dimensi dan frekwensi, bumi, alam, kekuatan, api dan kasih.

Karya Rupa Saka Rosanta

Lewat karya “Reinkarnasi” ayah dari Ida Bagus Putu Mahotama, Ida Ayu Kade Putri Bulan Mahatami, Meli, dan Bolger ini seperti ingin menyampaikan pesan bahwa manusia berinkarnasi, lahir kembali menjadi manusia di bumi, karena kasih sayang dan kekuatan api. Kemanusian manusia akan mengalami proses dari kebinatangan menjadi macan sebagai raja binatang, yang paling kuat dan berkuasa, atau menjadi binatang-binatang lain kuda dan lain-lain. Jika sifat kebinatangan itu bisa “dibunuh” dipasupati, akan menjadi manusia. Pencapaian kemanusiaan manusia ini digambarkan dalam karya rupa “Jayaprana-Layonsari”.

Pemahaman dan kesadaran pada hakekat yang lebih dalam dicapai dalam karya berjudul ” Pohon Kasih Sayang” . Setelah ketulusan pohon dalam kasih sayang, kemudian muncul karya rula berjudul “Green Painting”.

Kesadaran itu kadang muncul dan tenggelam saat berhadapan dengan bumi dan kebanalan bumi dengan segala keinginan manusia.

Kakak dari Ida Komang Saka Ragawa, ini kini sedang berusaha selalu menyadari diri sebagai manusia, yang bertubuh, berindera, berpikir dan berperasaan, dalam berhadapan dengan manusia lain, dan alam. Dari hatinya yang paling dalam, kekuatan apinya seringkali meledak-ledak untuk menjaga bumi. Semangat dan usaha dalam diam dalam unsur, dimensi, dan frekwensi, diharapkan bervibrasi pada bumi dan segala isinya, tergambar dalam karyanya yang berjudul “Avatar Word”. [T]

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole

Tags: Seni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

Next Post

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

BARIK: Catatan Mengunjungi Pameran Sparsa Rupa

by Dewa Purwita Sukahet
July 7, 2026
0
BARIK: Catatan Mengunjungi Pameran Sparsa Rupa

“Ring wwang haywa nirāśrayeka gawayen tekeng mahānaśraya” – Niti Sastra SENI rupa kontemporer tidak lagi menekankan pada aspek pemaknaan sebuah...

Read moreDetails

Membongkar Praktik Artistik Pada Puisi Sebatang Kara: Dalam Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

by Mahesa Putra
July 6, 2026
0
Membongkar Praktik Artistik Pada Puisi Sebatang Kara: Dalam Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

SEPERTI sajian pada menu makan bergizi, yang ditimbang, ditakar, hingga diukur kepada siapa porsi makan ini layak dihidangkan. Kepada tubuh...

Read moreDetails

Unconditional Love: Cinta Tanpa Syarat

by Hartanto
July 4, 2026
0
Unconditional Love: Cinta Tanpa Syarat

PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni...

Read moreDetails

Dari Plaju ke Hawkins: Membaca Puisi Dahlia Rasyad Melalui Pendekatan Serial Televisi “Stranger Things” pada Pameran Ferdi

by Mahesa Putra
June 30, 2026
0
Dari Plaju ke Hawkins: Membaca Puisi Dahlia Rasyad Melalui Pendekatan Serial Televisi “Stranger Things” pada Pameran Ferdi

PEMBACA tak perlu mengukur jarak antara Plaju dan Hawkins, apalagi harus repot-repot mencari tahu apa yang hendak dihidangkan di sana,...

Read moreDetails

‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya

by Hartanto
June 29, 2026
0
‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya

PADA tahun 1999 sampai 2005 saya sempat membantu Bre Redana, mengkurasi karya-karya seni rupa yang berdialog dengan cerpen. Waktu itu,...

Read moreDetails

Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

by Mahesa Putra
June 18, 2026
0
Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

SEJAK pagi langit mendung, angin membuat barisan pohon kelapa di halaman Roemah Tumbuh Kembang menari. Padahal sudah satu minggu ini...

Read moreDetails

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

by Oka Rusmini
June 15, 2026
0
Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

SEBUAH pertanyaan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di balik kalimat pendek, “What’s for Dinner?” atau “Mau makan malam apa?”,...

Read moreDetails

Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

by Made Chandra
June 8, 2026
0
Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan,...

Read moreDetails

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

by Made Chandra
June 2, 2026
0
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

Read moreDetails

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

by I Gede Made Surya Darma
May 7, 2026
0
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

DI tengah geliat seni rupa kontemporer yang semakin cair dan lintas disiplin, pameran “Roots & Routes” yang berlangsung di Biji...

Read moreDetails
Next Post
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
BARIK: Catatan Mengunjungi Pameran Sparsa Rupa
Ulas Rupa

BARIK: Catatan Mengunjungi Pameran Sparsa Rupa

“Ring wwang haywa nirāśrayeka gawayen tekeng mahānaśraya” – Niti Sastra SENI rupa kontemporer tidak lagi menekankan pada aspek pemaknaan sebuah...

by Dewa Purwita Sukahet
July 7, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

by Sugi Lanus
July 7, 2026
Wajah Baru, Jiwa yang Tertinggal —Catatan dari Titik Nol Kota Singaraja
Esai

Wajah Baru, Jiwa yang Tertinggal —Catatan dari Titik Nol Kota Singaraja

ADA yang janggal dari cara kita merayakan pembangunan hari ini. Setiap kali sebuah kawasan dipoles, dicat ulang, ditata dengan lampu-lampu...

by Satria Aditya
July 7, 2026
Era Chatting Telah Berlalu
Esai

Era Chatting Telah Berlalu

MENGOBROL, berdiskusi, atau berdebat secara daring, yang dalam bahasa Inggris lazim disebut chatting, pelan-pelan ingin saya tinggalkan. Bukan karena saya...

by Angga Wijaya
July 7, 2026
Memaknai Singaraja Literary Festival –Mengubur Sekat Kedisinian dan Kedisanaan
Esai

Memaknai Singaraja Literary Festival –Mengubur Sekat Kedisinian dan Kedisanaan

SINGARAJA Literary Festival (SLF)  IV   berlangsung sangat meriah selama 3 hari (Jumat-Minggu, 3-5 Juli 2026) di Kawasan Pusat Peradaban Bali...

by I Nyoman Tingkat
July 7, 2026
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar
Khas

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Negeri yang Sakit dan Ambulans yang Berbelok-Belok

PENGALAMAN mendengar Ambulan Zig Zag karya Iwan Fals memang seperti mendengar sirene yang tak pernah benar-benar berhenti. Sirene itu tidak...

by Ahmad Sihabudin
July 7, 2026
Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya
Pameran

Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya

PAMERAN seni rupa bertajuk Prakriti–Pustaka–Padma 2026 di Museum ARMA, Ubud, menghadirkan ruang apresiasi yang kaya akan keberagaman medium, gagasan, dan...

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
Disobedience Day dan For Hati Baki, Ketika Keberanian Bertanya Menjadi Bentuk Cinta kepada Bali
Esai

Disobedience Day dan For Hati Baki, Ketika Keberanian Bertanya Menjadi Bentuk Cinta kepada Bali

TIDAK semua bentuk ketidakpatuhan merupakan tindakan negatif. Dalam sejarah peradaban manusia, justru banyak perubahan besar lahir dari keberanian seseorang mengatakan...

by Agung Sudarsa
July 6, 2026
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK
Esai

Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

BISA jadi akan muncul celetukan ‘kalo gak cocok sama gaji yah keluar saja, cari perguruan tinggi yang gajinya besar’. Celetukan...

by Nur Inayah Yushar
July 6, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co