3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
June 13, 2026
in Ulas Rupa
Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Karya Rupa Saka Rosanta

Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar. Selain lukisan, Gus Saka juga memajang hasil ngebolangnya, berupa mustika/permata yang dipadukan dengan media yang menguatkan kepermataannya, lengkap dengan nama mustika/permata dan proses pembolangannya.
Kalau beruntung, Saka Rosanta akan menjelaskan proses terbentuknya sebuah mustika/permata dengan makna dan kegunaanya. “Permata yang didapatkan laut lebih netral karena sudah dibersihkan air laut, ” jelasnya.

MANIK DAUN

Seorang manusia, seperti Saka Rosanta, dengan kesadarannya, bisa berkomunikasi dengan tubuhnya sendiri, dengan tubuh orang lain, dengan binatang, pohon, alam dan benda.

Seorang pelukis, selain berkomunikasi dengan tubuhnya sendiri (pengalaman, pengetahuan, pendalaman dan kesadarannya) pengetahuan juga harus berkomunikasi dengan media yang dipakai dalam proses menciptakan imajinasinya.

Karya Rupa Saka Rosanta

Nafas

Penanda hidup adalah nafas. Sesuatu dianggap hidup karena bernafas.

Dalam filsafat Hindu disebutkan tingkatan nafas mahluk hidup, manusia dengan tiga nafas (tri pramana), binatang dengan dua nafas (dwi pramana) dan pohon dengan satu nafas (eka pramana).

Manusia dikatakan memiliki tiga nafas (udara dalam suara, air dalam gerak, dan api dalam pikiran). Binatang dua nafas, dalam suara dan dalam gerak, sedangkan pohon satu nafas dalam suara.

Green Painting

Karya rupa Gus Saka yang bertajuk “Green Painting” tak lepas dari perjalanan hidupnya dalam pencarian jati diri.

Karya Rupa Saka Rosanta

Sebagai manusia dengan tiga nafas, pikirannya senantiasa bergolak untuk mencipta dan mencipta lagi. Esensi dari Plasma Api, yang terjebak dalam air akan menciptakan warna merah (permata merah) tapi bumi/tanah tempatnya berpijak menghadapkannya pada kenyataan. Bumi sebagai symbol kemakmuran warna esensinya kuning, tercermin dalam permata kuning.

Tarik menarik antara plasma api dan material bumi, menciptakan esensi warna orange (merah delima).

Fase merah delima ini adalah pertarungan antara kemanusiaan dan kebinatangan, dalam proses pencariannya, syukurlah plasma apinya didinginkan dan diendapkan, sehingga menjadi bau harum, cendana, sebelum ia kembali “pulang” dengan kekaguman kanak- kanak yang melihat dunia pertama kali, merasakan semuanya sebagai keajaiban.

Green Painting adalah manisfestasi dari permata hijau daun, adalah nafas awal, nafas pertama dari pohon, yang menetralisir keangkuhan dan kesombongan manusia dan binatang. Nafas paling murni dari jiwa-jiwa murni. Angkus Prana.

PERMATA KARYA RUPA

Melihat karya rupa Gus Saka kita bisa mengenali, memahami dan memaknai seorang manusia yang berpikir, dalam perkembangan kemanusiaannya. Esensi dari kemanusiaan itu adalah permata/mustika yang divisualisasikan dalam lukisan berjudul “Jayaprana-Layonsari”. Lukisan itu menampakan sebuah bidang dalam aneka warna bidang yang didominasi oleh warna merah dan orange, dan sentuhan warna kuning yang juga muncul dari samping bawah di tengah ada pigur perempuan dalam bingkai agak hitam seperti ayuanan.

“Itu perempuan (istri/sakti) seperti Layonsari, tubuh yang harum yang kelihatan di mata bumi, Jayaprana (kesempurnaan nafas) yang tidak nampak di bumi, tapi ada, menghidupi semua mahluk, ” jelas putra dari Ida Komang Setia, dengan Ketut Armika ini.

Pameran karya rupa, seniman asal Griya Banjar Melanting, desa Banjar, Kecamatan Banjar, Singaraja Bali, dimulai dengan karya berjudul “Reinkarnasi’ bergaya absurd, agak mirip karya pelukis Affandi masa-masa Akhir, juga agak mirip gaya Van Gogh.

Saat Kayun Semara Cipta bertanya kenapa ada bayang-bayang samar kepala macan, diantara goresan merah hitam. Lelaki kelahiran 27 Oktober 1981 ini mengatakan “Reinkarnasj” merupakan lukisan pertamanya yang dibuat tahun 2017. Saat itu, suami dari Ni Putu Elli Kusuma Dewi, mengaku agak bingung saat berhadapan dengan kanvas, dan melukis dalam keadaaan tidak sadar, sehingga yang muncul adalah alam bawah sadar berupa memori-memori yang karya rupa yang pernah dilihatnya saat bekerja di kapal pesiar.

Jika masuk lebih dalam pada lukisan ini yang dominan adalah warna merah, dan hitam, bernuansa merah muda. Warna-warna ini mengandung unsur, dimensi dan frekwensi, bumi, alam, kekuatan, api dan kasih.

Karya Rupa Saka Rosanta

Lewat karya “Reinkarnasi” ayah dari Ida Bagus Putu Mahotama, Ida Ayu Kade Putri Bulan Mahatami, Meli, dan Bolger ini seperti ingin menyampaikan pesan bahwa manusia berinkarnasi, lahir kembali menjadi manusia di bumi, karena kasih sayang dan kekuatan api. Kemanusian manusia akan mengalami proses dari kebinatangan menjadi macan sebagai raja binatang, yang paling kuat dan berkuasa, atau menjadi binatang-binatang lain kuda dan lain-lain. Jika sifat kebinatangan itu bisa “dibunuh” dipasupati, akan menjadi manusia. Pencapaian kemanusiaan manusia ini digambarkan dalam karya rupa “Jayaprana-Layonsari”.

Pemahaman dan kesadaran pada hakekat yang lebih dalam dicapai dalam karya berjudul ” Pohon Kasih Sayang” . Setelah ketulusan pohon dalam kasih sayang, kemudian muncul karya rula berjudul “Green Painting”.

Kesadaran itu kadang muncul dan tenggelam saat berhadapan dengan bumi dan kebanalan bumi dengan segala keinginan manusia.

Kakak dari Ida Komang Saka Ragawa, ini kini sedang berusaha selalu menyadari diri sebagai manusia, yang bertubuh, berindera, berpikir dan berperasaan, dalam berhadapan dengan manusia lain, dan alam. Dari hatinya yang paling dalam, kekuatan apinya seringkali meledak-ledak untuk menjaga bumi. Semangat dan usaha dalam diam dalam unsur, dimensi, dan frekwensi, diharapkan bervibrasi pada bumi dan segala isinya, tergambar dalam karyanya yang berjudul “Avatar Word”. [T]

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole

Tags: Seni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

Next Post

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Mantra Visual Made Wiradana

by Hartanto
August 2, 2026
0
Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

Read moreDetails

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

by Gustra Adnyana
July 31, 2026
0
SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Di tepian aliran sungai Petanu, sebuah ruang seni baru tumbuh di tengah lanskap hijau Ubud. Buki Gallery di Bumi Kinar...

Read moreDetails

Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

by Angga Wijaya
July 30, 2026
0
Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

ADA perubahan yang menarik dalam lanskap seni kriya Indonesia dalam dua dekade terakhir. Jika dahulu kriya lebih sering dipahami sebagai...

Read moreDetails

Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

by Hartanto
July 30, 2026
0
Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

EMPAT karya dari empat pelukis Bali kontemporer yang turut berpartisipasi dalam Jogja Annual Art ke-11, yakni I Made Ruta, Ida...

Read moreDetails

Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

by Angga Wijaya
July 28, 2026
0
Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

TIDAK semua peninggalan masa lalu hadir sebagai bangunan megah atau artefak yang tersimpan di museum. Ada warisan yang jauh lebih...

Read moreDetails

Orkestra Warna Kun Adnyana

by Hartanto
July 25, 2026
0
Orkestra Warna Kun Adnyana

YOGYA Annual Art ke-11 tahun 2026 dengan tema Direction (Arah) ini, menurut saya, dibuka dengan sebuah kesadaran yang tajam: bahwa...

Read moreDetails

Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

by Angga Wijaya
July 24, 2026
0
Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

BARANGKALI kita terlalu sering memandang alam sebagai sesuatu yang berada di luar diri. Gunung adalah bentang yang dikunjungi ketika musim...

Read moreDetails

Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

by Hartanto
July 24, 2026
0
Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

Pameran Yogya Annual Art ke-11 yang mengambil tema Direction (Arah) digelar di Bale Banjar Sangkring, Nitiprayan No. 88, Ngestiharjo, Kasihan,...

Read moreDetails

Kosmologi Sulur Wayan Setem

by Hartanto
July 23, 2026
0
Kosmologi Sulur Wayan Setem

PAMERAN Yogya Annual Art #11 dengan tema Direction (Arah) sangatlah menarik. Sebab, pameran ini menghadirkan medan ‘refleksi’ yang unik, terutama...

Read moreDetails

Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

by Angga Wijaya
July 23, 2026
0
Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

JIKA seni memiliki kemampuan mengembalikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, maka Sundari Rajata melakukannya melalui sebuah kebaya. Busana yang...

Read moreDetails
Next Post
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co