22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Gustra Adnyana by Gustra Adnyana
July 31, 2026
in Ulas Rupa
SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Di tepian aliran sungai Petanu, sebuah ruang seni baru tumbuh di tengah lanskap hijau Ubud. Buki Gallery di Bumi Kinar membuka pameran kelompok SAMATRA: Quiet Gestures, yang berlangsung hingga 3 Oktober 2026. Menghadirkan karya A. Jasmine, Dyah Ayu Wulandari, Made Virgie Avianthy, Novieta Tourisia, dan Studio Estéh, pameran ini mengajak pengunjung kembali memperhatikan hubungan manusia dengan alam melalui hal-hal sederhana yang sering kali luput dari perhatian.

Dalam bahasa Bali, samatra memiliki beragam makna: suguhan sederhana, sapaan singkat, sambutan yang tulus, hingga sesuatu yang diberikan secukupnya. Dari pengertian inilah pameran bertolak, menghadirkan karya-karya yang berbicara tentang keseharian, ruang hidup, ingatan, dan relasi manusia dengan lingkungan melalui gestur-gestur yang tenang.

Alih-alih menawarkan gagasan yang besar atau spektakuler, SAMATRA justru mengajak pengunjung memperhatikan isyarat-isyarat kecil yang menopang kehidupan. Kepedulian, perhatian, rasa syukur, dan tindakan sederhana menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh karya. Melalui beragam medium, para seniman menunjukkan bahwa perubahan sering kali berawal dari kesadaran yang tumbuh dalam keseharian.

Setiap seniman menghadirkan pendekatan yang berbeda

Melalui instalasi Sebuah Kerangka Berpikir, Studio Estéh, duo seniman Esmeralda Purwa Kustari dan Putu Teja Kesuma, mengajak publik menelusuri paradoks berpikir. Bagi mereka, berpikir bukan sekadar mencari jawaban, melainkan mempertentangkan berbagai pengetahuan yang selalu memiliki keterbatasan. Akal sehat berhadapan dengan sains, sains berdialog dengan spiritualitas, sementara setiap cara pandang membuka kemungkinan sekaligus menyisakan ruang untuk dipertanyakan kembali.

A Thinking Framework (Sebuah Kerangka Berpikir) karya Studio Estéh

Berbeda dengan Studio Estéh, Novieta Tourisia menghadirkan hubungan yang lebih intim antara tubuh dan alam melalui karya Tanah, Tingi, dan Tubuh. Seniman sekaligus pendiri Cinta Bumi Artisans ini melihat kain sebagai “kulit kedua” manusia, benda pertama yang dikenakan saat lahir dan yang terakhir menyelimuti tubuh ketika meninggal. Karyanya memperlihatkan percakapan yang terus berlangsung antara tanah, tumbuhan, mineral, air, kain, dan tubuh, mengingatkan bahwa manusia merupakan bagian dari siklus alam yang tak pernah terputus.

Karya-karya Novieta Tourisia dan pengunjung

Ingatan menjadi titik berangkat karya Made Virgie Avianthy. Melalui instalasi Melaut Melayat / Grief To The Sea, ia menelusuri bagaimana seseorang tetap hidup melalui cerita, ritual, dan memori yang diwariskan. Berawal dari pencarian personal terhadap sosok ayahnya yang meninggal ketika ia baru berusia tiga bulan, karya ini berkembang selama lima tahun melalui film eksperimental dan eksplorasi salt printing menggunakan air laut dari lokasi pelarungan abu kremasi masyarakat Hindu Bali. Proyeksi gambar bergerak dan televisi dua kanal menghadirkan dua cara mengingat yang berbeda, sekaligus mengajak pengunjung menyusun kembali fragmen-fragmen ingatan yang tersisa.

“Melaut Melayat” / “Grief To The Sea” karya Made Virgie A

Sementara itu, A. Jasmine menghadirkan seri gambar Hide and Ascend, yang mengeksplorasi mark-making melalui proses menghapus, bukan menambahkan. Jejak yang perlahan dihilangkan justru memungkinkan cahaya muncul dan membentuk gambar. Dalam proses tersebut, tindakan menghapus menjadi cara mengingat, sebuah pencarian akan cahaya yang perlahan hadir dari dalam kegelapan.

“Hide and Ascend” karya A Jasmine

Keterhubungan manusia dengan bumi hadir kuat dalam karya Dyah Ayu Wulandari (Wellwul) berjudul Lelampahan Menapak Bumi. Lelampahan berarti perjalanan, kisah, atau lakon. Berangkat dari kesadaran bahwa manusia bukan pusat alam, karya ini mengingatkan bahwa setiap langkah selalu berpijak pada bumi yang sama dan setiap tindakan memiliki kuasa untuk menghidupi ataupun menghabisi kehidupan. Dua sosok manusia, kain yang memudar, serta sepasang kaki gerabah menjadi simbol hubungan antara masa lalu, masa depan, dan bumi sebagai asal sekaligus tujuan akhir manusia. Seperti diungkapkan sang seniman, hidup pada akhirnya adalah praktik untuk terus menghidupi.

“Lelampahan Menapak Bumi” karya Wellwull

Selain pameran, Buki Gallery juga akan menghadirkan rangkaian program publik sepanjang periode penyelenggaraan, mulai dari temu seniman, diskusi, hingga lokakarya yang memperluas percakapan mengenai seni, lingkungan, dan praktik keseharian. Seluruh program berlangsung di kawasan Bumi Kinar, sebuah resor yang memadukan arsitektur tradisional Bali dengan desain kontemporer di tengah lanskap hijau Ubud.

Melalui SAMATRA, Buki Gallery membuka ruang dialog antara seni, alam, dan masyarakat. Pameran ini mengingatkan bahwa merawat bumi tidak selalu dimulai dari tindakan-tindakan besar, melainkan dari perhatian terhadap isyarat-isyarat kecil yang hadir dalam keseharian. Sebab, perubahan sering kali tumbuh perlahan, bermula dari gestur yang sederhana, dilakukan dengan kesadaran, dan dirawat bersama.

SAMATRA: Quiet Gestures dapat dikunjungi hingga 3 Oktober 2026 di Buki Gallery at Bumi Kinar, Ubud, Bali.[T]

Penulis: Gustra Adnyana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Buki GalleryBumi Kinar UbudPameran Seni RupaSeni RupaUbud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Next Post

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

Gustra Adnyana

Gustra Adnyana

Lelaki Ubud yang kalem, alep, bagus. Pekerjaannya sebagai Program Coordinator di Ubud Writers & Readers Festival membuatnya punya pergaulan luas dengan penulis, bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Itu membuatnya makin cinta buku, cinta pada Bahasa, dan tentu saja pada tulisan semacam sastra, esai, dan sejenisnya.

Related Posts

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

by Emi Suy
October 19, 2026
0
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

Read moreDetails

Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

by Wayan Jengki Sunarta
October 18, 2026
0
Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

DALAM karya-karya I Nyoman Darmawan, akrab disapa Kuek, tubuh manusia tidak selalu hadir sebagai sosok utuh dengan batas-batas jelas. Tubuh...

Read moreDetails

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

by Made Chandra
October 10, 2026
0
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

Read moreDetails

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails
Next Post
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

"Niskala yang Menari": Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co