21 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

Jaswanto by Jaswanto
October 1, 2026
in Olahraga
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil meraih medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 | Foto: NOC Indonesia

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi kontingen Indonesia saja, keberhasilan itu juga menjadi kemenangan bagi banyak pihak, dari kampung halamannya di Sambangan, Buleleng, sampai pemerintah pusat di ibu kota.

Desak Rita berhasil meraih medali emas nomor Women’s Speed dalam perlombaan yang berlangsung di Nagoya International Exhibition Hall, Portmesse, Jepang, Rabu (30/9/2026). Ia mencatat waktu 6,062 detik pada babak final, mengungguli atlet China, Deng Lijuan, yang membukukan 6,064 detik.

Selisih 0,002 detik itu mengantarkan Desak kembali ke podium tertinggi. Tidak hanya meraih emas, ia juga memecahkan rekor Asian Games―dan di Asia―dengan catatan waktu tersebut. Rekor sebelumnya, 6,07 detik, juga tercatat atas namanya.

Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil meraih medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 | Foto: NOC Indonesia

Bagi Desak, kemenangan ini sekaligus mempertahankan gelar yang diraihnya pada Asian Games 2022 di Hangzhou. Di balik pencapaian itu, ada banyak pihak yang turut merasakan kebanggaan. Sekali lagi, dukungan tersebut datang dari berbagai lingkaran, mulai dari keluarga, sekolah, kampus, organisasi olahraga, Pemerintah Kabupaten Buleleng, hingga pemerintah pusat.

Dukungan Keluarga

Jauh sebelum berdiri di podium Asian Games, Desak telah melewati berbagai fase dalam perjalanan sebagai atlet. Salah satu dukungan terpenting datang dari keluarga.

Sang ayah menjadi salah satu sosok yang menguatkan Desak sejak awal kariernya. Ketika Desak pernah merasa berkecil hati karena mendapatkan cemoohan terkait kondisi fisiknya di tempat latihan, sang ayah justru mendorongnya untuk tidak larut dalam perkataan orang lain.

Nasihat tersebut mengarah pada satu hal: membuktikan diri melalui prestasi.

Dukungan keluarga besar juga terus mengiringi perjalanan Desak. Ketika menghadapi tekanan maupun kegagalan dalam kompetisi, keluarga menjadi tempat untuk mendapatkan kembali semangat dan keyakinan.

Karena itu, ketika menerima medali emas di Nagoya, Desak tidak hanya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia. Ia juga secara khusus menyebut keluarga dan masyarakat Buleleng sebagai bagian dari orang-orang yang selalu mengiringi langkahnya.

Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil meraih medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 | Foto: NOC Indonesia

“Medali emas ini saya persembahkan penuh rasa syukur untuk Tanah Air Indonesia dan bagi seluruh insan olahraga yang terus berjuang mengharumkan nama bangsa. Saya juga mengucapkan terima kasih mendalam kepada masyarakat Buleleng, kampung halaman tercinta, keluarga, atas setiap doa terbaik yang selalu mengiringi langkah saya,” terang Desak melalui sambungan telepon, Kamis (1/10/2026) pagi.

Menpora: Atlet Indonesia Adalah Duta Bangsa

Apresiasi datang dari pemerintah pusat. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan pujian atas konsistensi dan perjuangan Desak yang kembali mempersembahkan medali emas bagi Indonesia.

Bukan hanya medali emas, Desak juga mencatatkan rekor melalui waktu 6,062 detik. Bagi Erick, catatan tersebut menunjukkan kualitas atlet Indonesia yang mampu bersaing di level tertinggi Asia.

Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan Desak. Menurutnya, keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan peran atlet sebagai duta bangsa yang membawa nama Indonesia di panggung internasional.

Catatan waktu Desak yang hanya terpaut 0,002 detik dari Deng Lijuan memperlihatkan betapa ketatnya persaingan di nomor speed putri. Dalam situasi seperti itu, ketenangan, kecepatan, latihan, dan konsistensi menjadi bagian penting dari perjalanan menuju podium.

Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil meraih medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 | Foto: NOC Indonesia

“Alhamdulillah, Indonesia kembali meraih emas. Ini menjadi emas keempat Indonesia di Asian Games kali ini, sekaligus memenuhi target empat emas yang kita tetapkan. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Desak Made Rita yang telah berjuang luar biasa dan mempersembahkan emas keempat untuk Merah Putih,” ujar Menpora Erick.

Menpora juga menyampaikan apresiasi kepada Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) yang terus melakukan pembinaan dan mempersiapkan atlet secara berkelanjutan.

Menurutnya, prestasi Desak merupakan hasil dari kerja bersama antara atlet, pelatih, federasi, pemerintah, serta seluruh pihak yang mendukung pembinaan olahraga prestasi Indonesia.

Benar. Perjalanan Desak sebagai atlet juga tidak dapat dilepaskan dari peran pelatih dan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

Di Pelatnas, para pelatih turut membangun kepercayaan diri Desak. Ketika muncul komentar-komentar yang dapat mengganggu konsentrasinya, ia diarahkan untuk melihat potensinya, yakni kemampuan fisik, kecepatan, dan kelincahan.

Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil meraih medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 | Foto: NOC Indonesia

Fokus tersebut menjadi bagian dari proses membentuk mental bertanding. Desak tidak diarahkan untuk membuktikan dirinya melalui perdebatan, melainkan melalui performa di lintasan.

Sementara itu, FPTI berperan dalam pembinaan yang berkelanjutan. Prestasi Desak menjadi salah satu gambaran dari proses panjang pembinaan panjat tebing Indonesia hingga mampu menghasilkan atlet yang bersaing di level Asia dan dunia.

Pemerintah Republik Indonesia juga memberikan apresiasi atas keberhasilan Desak dalam mengharumkan nama Merah Putih. Dukungan tersebut tidak berhenti pada ucapan selamat, tetapi juga hadir melalui fasilitas pembinaan dan bonus atas prestasi yang diraih atlet Indonesia di berbagai ajang internasional.

Bagi seorang atlet, dukungan pemerintah menjadi bagian dari ekosistem yang memungkinkan proses latihan, pemusatan latihan, kompetisi, hingga persiapan menuju ajang yang lebih besar dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Kebanggaan dan Dukungan dari Kampung Halaman

Dari kampung halamannya, kebanggaan terhadap Desak juga disampaikan Ketua Umum FPTI Buleleng, Dr. Haji Wahjoedi. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus yang terus memberikan dukungan terhadap perjuangan Desak di pentas internasional.

“Dengan penuh haru, sujud syukur dan suka cita mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pengurus FPTI Buleleng atas team work, doa dan support tiada henti yang telah menguatkan perjuangan patriot terbaik kita Desak Made Rita Kusuma Dewi dalam menorehkan prestasi terbaik di tingkat Asia dan dunia,” ujarnya.

Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Desak mempersembahkan emas bagi Indonesia.

Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil meraih medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 | Foto: NOC Indonesia

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Buleleng dan juga KONI Kabupaten Buleleng, saya mengucapkan selamat buat Desak Rita karena pada Asian Games di Nagoya tahun 2026 ini bisa memperoleh atau mempersembahkan medali emas buat kontingen Indonesia,” kata Supriatna.

Menurutnya, keberhasilan Desak tidak hanya menambah perolehan medali Indonesia, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Buleleng. Ia berharap pencapaian tersebut dapat menginspirasi atlet-atlet muda, khususnya atlet panjat tebing Buleleng.

“Kita berharap dengan keberhasilan Desak ini bisa menginspirasi, bisa memotivasi atlet Buleleng khususnya atlet panjat tebing Buleleng untuk bisa mengikuti jejak Desak Rita ke depannya,” ujarnya.

Dukungan terhadap perjalanan Desak ternyata juga telah tumbuh sejak ia masih berada di bangku sekolah.

Sejak sekolah dasar, guru dan pihak sekolah telah memberikan perhatian terhadap karier olahraganya. Apresiasi itu hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari pemberian buku dan uang saku hingga kelonggaran dalam menyelesaikan tugas ketika Desak harus mengikuti kejuaraan.

Dukungan tersebut berlanjut ketika Desak menempuh pendidikan di SMP hingga SMK 3 Singaraja. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang memberikan kesempatan kepada Desak untuk menjalani dua tanggung jawab sekaligus: sebagai pelajar sekaligus atlet.

Di balik prestasi seorang atlet, dukungan semacam ini sering kali tidak terlihat di podium. Padahal, kesempatan untuk tetap belajar sekaligus menjalani latihan dan pertandingan merupakan bagian penting dari perjalanan panjang seorang atlet muda.

Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil meraih medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 | Foto: NOC Indonesia

Dukungan serupa juga datang dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), tempat Desak melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister.

Di tengah kesibukannya sebagai atlet nasional, Desak tetap menjalani pendidikan S1 hingga kemudian melanjutkan ke jenjang S2 Pendidikan Olahraga. Kampus turut memberikan dukungan agar perjalanan akademik dan karier profesionalnya dapat berjalan beriringan.

Kisah tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan Desak tidak hanya dibangun melalui latihan fisik dan kompetisi. Ada pula lingkungan pendidikan yang memberinya ruang untuk terus berkembang di luar arena olahraga.

Menuju Los Angeles

Bagi Desak sendiri, medali emas Asian Games 2026 bukanlah garis akhir. Setelah kembali mencatatkan namanya sebagai pemegang rekor Asian Games, ia mulai menatap tantangan berikutnya.

Menurut Desak, pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan pijakan awal untuk perjalanan selanjutnya. Ia kini kembali memusatkan perhatian pada persiapan menuju Olimpiade Los Angeles.

Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil meraih medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 | Foto: NOC Indonesia

“Saya mohon doanya selalu, semua ini bisa terwujud atas kekuatan doa masyarakat Indonesia dan kerja keras seluruh tim yang sangat hebat,” katanya.

Sampai di sini, pertanyaan tentang siapa saja yang bangga dengan prestasi Desak Rita memiliki jawaban yang panjang. Ada keluarga yang sejak awal menjadi tempatnya menguatkan diri, guru dan sekolah yang memberinya ruang mengejar prestasi, Undiksha yang mendukung perjalanan akademiknya, pelatih dan FPTI yang menempa kemampuannya, Pemerintah Kabupaten Buleleng dan KONI yang membawa keberhasilannya sebagai kebanggaan daerah, hingga pemerintah pusat yang memberikan apresiasi atas prestasinya di level internasional.

Di Nagoya, Desak memang berdiri seorang diri di lintasan. Namun, medali emas itu membawa jejak banyak orang yang selama bertahun-tahun ikut berjalan bersamanya.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Tags: Asian GamesAsian Games Aichi-Nagoya 2026Desak Made Rita Kusuma DewiDesak Rita
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

Next Post

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental

by Nyoman Budarsana
October 19, 2026
0
Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental

KETIKA musik mulai diputar, tangan para peserta terangkat di atas kepala. Mereka bertepuk tangan mengikuti irama lagu “Gemu Fa Mi...

Read moreDetails

Semangat Sportivitas dan Solidaritas Warnai UHA Futsal Competition 2026

by Julio Saputra
May 23, 2026
0
Semangat Sportivitas dan Solidaritas Warnai UHA Futsal Competition 2026

SEJAK Kamis, 21 Mei 2026 ada semangat hidup sehat dan kebersamaan yang dihadirkan di Dewata Mas Futsal di Jalan Raya...

Read moreDetails

Futsal Competition IHKA Bali, Pererat Tali Persaudaraan di Lingkungan Housekeeping

by Nyoman Budarsana
April 19, 2026
0
Futsal Competition IHKA Bali, Pererat Tali Persaudaraan di Lingkungan Housekeeping

Ukuran lapangannya memang tidak seluas lapangan sepak bola. Tetapi, para pemain yang berjumlah 5 orang tengah bersemangan bermain dengan tempo...

Read moreDetails

Ketua DPRD Harapkan Atlet Pencak Silat Buleleng Raih Hasil Maksimal di Porprov Bali 2025

by tatkala
August 30, 2025
0
Ketua DPRD Harapkan Atlet Pencak Silat Buleleng Raih Hasil Maksimal di Porprov Bali 2025

KEIKUTSERTAAN atlet pencak silat Buleleng dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali ke-16, September mendatang di Denpasar. bukan hanya soal...

Read moreDetails

911—Nomor Cantik, Semoga Nomor Keberuntungan Buleleng di Porprov Bali 2025

by Son Lomri
May 21, 2025
0
911—Nomor Cantik, Semoga Nomor Keberuntungan Buleleng di Porprov Bali 2025

ADA 48 bendera dari berbagai cabang olahraga diacungkan atlet Buleleng penuh bangga pada Apel Siaga Kebulatan Tekad Kontingen Buleleng, di...

Read moreDetails

Bimo Seno dan Dolog Gelar Pertandingan Tenis Lapangan di Denpasar

by tatkala
April 27, 2025
0
Bimo Seno dan Dolog Gelar Pertandingan Tenis Lapangan di Denpasar

WADANPOMDAM IX Udayana Letnan Kolonel Cpm Azis Hamdani meramaikan pertandingan tenis lapangan antara Dolog Tenis Club melawan Bimo Seno Tenis...

Read moreDetails

Atletnya Berprestasi, Sarana Panjat Tebing Buleleng Diperbaiki dengan Hibah 1 M

by tatkala
February 16, 2025
0
Atletnya Berprestasi, Sarana Panjat Tebing Buleleng Diperbaiki dengan Hibah 1 M

ATLET-ATLET panjat tebing dari Kabupaten Buleleng sudah banyak mengukir prestasi, bukan hanya pada event tingkat nasional, melainkan juga pada tingkat...

Read moreDetails

Mencari Teman dan Membangun Rasa Kekeluargaan | Dari BPC IHKA Legian Futsal Competition VI

by Nyoman Budarsana
February 15, 2025
0
Mencari Teman dan Membangun Rasa Kekeluargaan | Dari BPC IHKA Legian Futsal Competition VI

KOMPETISI yang dikomandani Badan Pengurus Cabang (BPC) Indonesian Housekeepers Association (IHKA) Legian tahun 2025 ini diikuti 32 peserta. Setelah dibuka...

Read moreDetails

Meriahnya Gerak Jalan HUT Kemerdekaan di Buleleng, Pj. Bupati Instruksikan Transparansi Nilai

by Redaksi Tatkala Buleleng
August 6, 2024
0
Meriahnya Gerak Jalan HUT Kemerdekaan di Buleleng, Pj. Bupati Instruksikan Transparansi Nilai

BULELENG | TATKALA.CO -- Lomba gerak jalan serangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia secara resmi dimulai. Dalam...

Read moreDetails

Bupati Cup Perisai Diri, Pj. Bupati Buleleng Harapkan Terus Berlanjut

by Redaksi Tatkala Buleleng
June 8, 2024
0
Bupati Cup Perisai Diri, Pj. Bupati Buleleng Harapkan Terus Berlanjut

BULELENG | TATKALA.CO - Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mengharapkan Kejuaraan Bupati Cup Kelatnas Indonesia Perisai Diri Buleleng terus...

Read moreDetails
Next Post
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co