25 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

Nanda Gayatri by Nanda Gayatri
September 5, 2026
in Cerpen
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal.

Ada yang bilang ia adalah sinden yang suka bernyanyi sambil telanjang. Ada juga yang bercerita, Si Gending dulu pernah disiksa hanya karena berkumpul sama orang-orang aneh.

“Si Gending itu wongedan! Dulu dia suka membawa sajam ke mana-mana,” lanjut informasi dari yang lain.

Sementara yang terakhir menimpali lebih gawat, “Si Gending pernah gigit pler jendral hingga putus.”

Sebegitunya warga mengenal kisah dan nama Si Gending sangat najis dan haram jaddah. Bahkan, tak sedikit orang tua menggunakan nama Gending untuk menakuti anak-anak mereka yang nakal dan rewel.

Sekali sebut Si Gending mau ke sini menjemputmu, anak-anak itu bisa keder dan langsung menjadi penurut. Langsung menjadi pendiam. Langsung minta sekolah besoknya.

Nama Gending seakan sihir.

Tapi soal siapa Si Gending sebenarnya, tak seorangpun benar-benar mau menceritakan sosoknya secara utuh. Hingga kini kisahnya berceceran di jalanan. Tak terpungut oleh rasa penerimaan. 

Menurut cerita Pak De depan rumah, misalnya, kabar Si Gending terkini sudah jadi hantu. Hantu berjubah merah yang suka bernyanyi sembarang. Mungkin karena itu juga perempuan itu dipanggil Si Gending.

Cerita soal Si Gending ini juga pernah dituturkan oleh Eyang Asih si pedagang bunga dan kemenyan, di ujung kompleks dekat kuburan.

”Dulu sebelum Si Gending hilang, dia suka mengajak Eyang dan para perempuan lainnya untuk kursus menjahit di rumahnya,” kenang Eyang Asih sambil menata bunga yang akan dijualnya pagi itu. “Si Gending juga suka ikut pelayanan di gereja setiap Minggu. Wah! Suara dia kalau lagi nyanyi bagus sekali, Nduk. Sudah kayak artis.”

“Terus ke mana dia sekarang, Eyang?” tanyaku.

Setiap kali pertanyaan itu muncul, Eyang Asih selalu mendadak diam atau pura-pura merapikan menyannya. Mengalihkan pada fokus yang lain, pada pembicaraan yang lain.

“Seandainya Si Gending tidak berdendang terlalu lantang mungkin hari ini, dia bisa nyanyi lagu-lagu klasik Sunda hingga ke manca negara,” sambung Ayah bercerita sewaktu dirinya berumur sepuluh tahun, yang sempat menyaksikan pentas rakyat oleh sebuah kelompok di desa.

Dan masih kata Ayah, jika Si Gending tidak saja soal bakat menyanyinya yang menonjol sehingga dikenang. Secara budi, pun, Si Gending juga sangat baik sebagai manusia.

Ia dan kawan-kawannya pernah ngajarin ibu-ibu buat baca tulis ketika itu. Eyang putrimu juga sering ikut kelas mereka dan nyaris tak pernah bolos. Selalu hadir dan datang lebih awal.

“Tapi untungnya, Eyangmu tidak sampai ikut diangkut sama orang pake baju loreng,” lanjut ayah merasa beryukur.  “Karena setelah itu, Si Gending dibawa ke mana sama orang-orang itu, ayah tidak tahu.”

Mimik wajah Ayah juga sulit diterka setiap kali menceritakan Si Gending. Tapi dari ceritanya, Ayah seakan paham jika apa yang dilakukan Si Gending adalah perbuatan yang baik. Perbuatan yang suci. Tapi setiap ada orang yang bergunjing tentangnya, Ayah memilih diam dan tidak berusaha untuk membela, ya, sama seperti eyang. Diam.

“Gending itu nggak pernah hitung-hitungan orangnya. Pernah sekali Eyang putrimu tidak punya beras untuk makan sekeluarga, lalu dia pergi ke rumah Si Gending, langsung dikasih sama Si Gending. Bahkan, Si Gending juga suka bagi-bagi lauk-pauk ke tetangga yang lain secara cuma-cuma.”

“Kalau memang Si Gending orang baik, orang ramah dan dermawan, lalu kenapa beberapa orang masih menggunjinginya sebagai pelacur? Seakan namanya najis dan haram jaddah, Ayah?”

Ayah terdiam.

***

Aku masih ingat cerita lain tentang Si Gending dari Eyang putriku, jika perempuan itu suka menulis cerita anak-anak dan dibukukan. Selain itu, Si Gending juga suka mengumpulkan anak-anak di Balai Desa ketika sore, untuk kemudian diajaknya bercerita dan bermain.


“Terus sekarang bukunya di mana, Eyang?” tanyaku penasaran ketika itu.

“Sudah tidak ada. Entah ke mana,” kata Eyang. “Padahal cerita-cerita yang ditulisnya bagus sekali. Itu ayahmu suka sekali minta dibacakan dongeng sama Si Gending sewaktu masih kanak-kanak.”

Di tengah rasa penasaranku, aku berupaya untuk mencari tahu lewat internet dengan kata kunci; “Perempuan yang Mengajarkan Baca Tulis di Tahun 60an”. Yang muncul di laman utama justru artikel berikut ini;

‘G30S: Perempuan dan propaganda terhadap Gerwani, ‘Stigma belum hilang sekalipun mereka sudah tidak memberi label lagi’

Apakah Si Gending adalah salah seorang perempuan yang tergabung dalam organisasi itu? Aku masih belum yakin. Aku belum puas dengan satu informasi, aku mencari informasi lain, dan menemuakan berita lawas dengan keterangan:

“perbuatan biadab para pelacur berupa penganiayaan yang dilakukan di luar batas perikemanusian terhadap para jendral”

Si Gending benar-benar berhasil menghantuiku setelah pencarian itu. Kepingan-kepingan cerita tentangnya membuat aku ingin mencari tahu lebih pasti—siapa Si Gending sebenarnya. Bagaimana cerita utuhnya.

Sebab kalau memang Si Gending adalah hantu yang harus ditakuti dan dijauhkan satu kompleks, tapi kenapa dia membantu Eyangku dulu? Kenapa juga dia sangat peduli dengan para perempuan yang tidak bisa baca tulis ketika itu? [T]

Penulis: Nanda Gayatri
Editor: Adnyana Ole

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Next Post

Topi Para Penyintas Kanker

Nanda Gayatri

Nanda Gayatri

Lahir pada bulan ke-9 kalender Masehi 24 tahun silam. Memiliki kesempatan bertumbuh dan menghirup udara di sebuah desa yang terletak di Kecamatan Marga, Tabanan. Senang berjalan-jalan, walau tak banyak, jejaknya dapat ditemui melalui akun sosial media Instagram @nanda.gytri

Related Posts

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails
Next Post
Topi Para Penyintas Kanker

Topi Para Penyintas Kanker

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co