17 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

Putu Gangga Pradipta by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
in Ulas Musik
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

Album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah | Sumber: Kompas.com

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang atau paling mudah dihafal sejak putaran pertama, yaitu Hitam dan Biru. Lagu ini justru bergerak pelan, menyusup diam-diam, dan baru terasa maknanya setelah didengarkan berulang kali.

Karakter semacam ini sudah menjadi ciri khas Barasuara sejak band ini memperkenalkan diri lewat album debut Taifun pada 2015, kemudian Pikiran dan Perjalanan pada 2019, hingga akhirnya Jalaran Sadrah dirilis secara mandiri melalui label Hu Shah Records pada 21 Juni 2024.

Album Jalaran Sadrah sendiri lahir dari proses panjang yang dimulai sejak Januari 2021, saat pandemi masih membayangi dan Barasuara justru berada tanpa manajer maupun perusahaan rekaman.

Untuk menyatukan kembali arah bermusik mereka, keenam personel, yaitu Iga Massardi pada vokal dan gitar, Puti Chitara pada vokal, serta sesekali gitar dan synthesizer, Asteriska pada vokal, TJ Kusuma pada gitar, Gerald Situmorang pada bas, serta Marco Steffiano pada drum, berkumpul selama sepekan di sebuah vila di kawasan Puncak, Bogor, untuk menulis dan mematangkan materi baru.

Dalam berbagai kesempatan wawancara, Iga Massardi menjelaskan bahwa judul Jalaran Sadrah bermakna “karena pasrah”, sebuah gambaran tentang bagaimana album ini akhirnya dapat diselesaikan justru ketika mereka belajar menerima ketidakberdayaan dan kecilnya peran manusia di hadapan takdir.

Semangat pasrah dan menerima itulah yang kemudian menjadi benang merah yang menyatukan seluruh lagu dalam album ini, termasuk Hitam dan Biru.

Judul Hitam dan Biru sendiri menyimpan lapisan makna yang kaya. Dalam bahasa sehari-hari, ungkapan biru lebam atau memar yang menghitam kerap menjadi penanda luka fisik, bekas benturan yang tidak selalu terlihat oleh orang lain, tetapi terasa nyeri bagi yang mengalaminya.

Barasuara tampak sengaja meminjam citra tubuh yang memar untuk berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam, yaitu luka batin, penyangkalan, dan pergulatan seseorang dengan masa lalunya sendiri.

Sejak baris pembuka, lagu ini sudah memosisikan diri sebagai semacam pengakuan yang tertunda, sebuah pertemuan yang sebenarnya sudah lama dihindari oleh salah satu pihak.

Nuansa ini terasa jujur, bahkan sedikit menegangkan, karena Barasuara tidak buru-buru memberikan jawaban atau penyelesaian. Mereka membiarkan pertanyaan-pertanyaan itu menggantung, sebagaimana pertanyaan yang memang jarang memiliki jawaban tunggal dalam kehidupan nyata.

Yang menarik dari Hitam dan Biru adalah bagaimana lagu ini bergerak di antara dua kutub: penyangkalan dan penerimaan.

Ada sosok yang terus menghindar, enggan membicarakan luka dan pikiran gelapnya secara terbuka. Namun, di sisi lain, ada ajakan yang terus diulang untuk berhenti sejenak, benar-benar duduk bersama, dan mengakui bahwa di jalan hidup yang sedang dijalani, tidak ada satu pihak pun yang benar-benar suci.

Pengulangan ajakan untuk berhenti dan berbicara di sepanjang lagu ini terasa seperti mantra, sebuah usaha yang tidak selalu berhasil sepenuhnya, tetapi terus diulang karena itulah satu-satunya jalan menuju pemulihan.

Barasuara seolah hendak menyampaikan bahwa proses menerima kesalahan, luka, atau kegagalan bukanlah peristiwa yang selesai sekali jadi, melainkan sesuatu yang harus terus-menerus diupayakan, bahkan ketika upaya itu berkali-kali menemui jalan buntu.

Bagian yang paling menohok dari lagu ini muncul menjelang akhir, ketika disebutkan bahwa benar dan salah pada akhirnya tidak lagi penting.

Yang penting adalah keberanian untuk berhenti berbicara demi membela diri dan mulai menerima kenyataan dunia apa adanya.

Pernyataan ini terasa berani sekaligus getir karena mengakui bahwa hidup tidak selalu bisa dibagi rapi menjadi hitam dan putih, benar dan salah.

Kadang, hidup hanya berwarna hitam dan biru, yaitu luka yang harus diterima tanpa perlu terus mencari siapa yang patut disalahkan.

Pesan ini sejalan dengan semangat pasrah yang menjadi jiwa dari seluruh album Jalaran Sadrah, tempat Barasuara berulang kali mengangkat tema tentang keterbatasan manusia dan pentingnya menerima apa yang tidak bisa diubah.

Dari sisi musikalitas, Hitam dan Biru mencerminkan kematangan Barasuara sebagai band yang telah melalui perjalanan panjang lebih dari satu dekade di industri musik Indonesia.

Aransemen yang dibangun cenderung berat dan atmosferik, mendukung suasana muram yang dibawa oleh liriknya, tetapi tetap dikendalikan dengan rapi agar tidak jatuh pada kesan berlebihan.

Interaksi vokal antara Iga Massardi, Puti Chitara, dan Asteriska, yang memang menjadi identitas kuat Barasuara sejak awal, memberi lagu ini dimensi dialogis.

Seolah-olah bukan hanya satu suara yang berbicara, melainkan beberapa sisi dari satu jiwa yang sedang bertengkar dengan dirinya sendiri: sisi yang menghindar, sisi yang menuntut kejujuran, dan sisi yang akhirnya lelah lalu memilih menerima.

Dalam konteks album Jalaran Sadrah yang juga menghadirkan kolaborasi dengan musisi senior seperti Erwin Gutawa melalui aransemen orkestra untuk lagu Merayakan Fana, serta memuat Fatalis yang meraih penghargaan Duo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik pada AMI Awards 2023, Hitam dan Biru dapat dibaca sebagai salah satu titik paling gelap sekaligus paling jujur dalam keseluruhan album.

Ia menjadi jeda reflektif di tengah warna-warni musikal yang lebih beragam. Pada saat yang sama, lagu ini menegaskan bahwa di balik pencapaian-pencapaian besar Barasuara sebagai band, ada pergulatan personal yang jauh lebih senyap dan manusiawi.

Di tengah budaya masa kini yang serba cepat menghakimi, baik di media sosial, dalam pergaulan sehari-hari, maupun dalam relasi pribadi, Hitam dan Biru menawarkan sesuatu yang jarang ditawarkan oleh lagu-lagu populer.

Lagu ini memberikan ruang untuk tidak langsung menyalahkan atau membenarkan, melainkan ruang untuk berhenti sejenak dan benar-benar mendengarkan luka orang lain, sekaligus luka diri sendiri.

Lagu ini mengingatkan bahwa banyak konflik, baik dalam relasi personal maupun dalam skala yang lebih luas, sering kali tidak terselesaikan bukan karena tidak ada pihak yang mau mengalah, melainkan karena tidak ada yang benar-benar mau berhenti dan berbicara.

Dalam arti ini, Hitam dan Biru bukan sekadar lagu galau tentang hubungan yang retak, melainkan semacam undangan filosofis untuk berdamai dengan ambiguitas hidup itu sendiri.

Sebagai penutup, Hitam dan Biru adalah contoh bagaimana Barasuara terus konsisten menghadirkan karya yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga sarat perenungan.

Lagu ini tidak menawarkan jawaban mudah atas pertanyaan tentang kesalahan dan penerimaan, dan justru di situlah letak kekuatannya.

Sebagaimana luka yang berubah warna sebelum akhirnya sembuh, lagu ini mengajak pendengarnya untuk sabar menjalani proses. Menerima kenyataan, seburuk apa pun warnanya, merupakan salah satu langkah menuju pemulihan.[T]

Referensi:

Barasuara Berserah Diri Lewat Album Jalaran Sadrah, JPNN.com, 21 Juni 2024.

Barasuara Bongkar Rahasia Jalaran Sadrah, JPNN.com, 24 April 2025.

Album Jalaran Sadrah Siap Sapa 5 Kota Lewat Tur Barasuara, Detik.com, 15 Oktober 2025.

Alasan Barasuara Bawakan Trek B-Side di Tur Jalaran Sadrah 2025, Medcom.id, 14 Oktober 2025.

Barasuara: Kami Band Viral dari Masa Depan, Medcom.id, 8 Agustus 2025.

Barasuara, Wikipedia bahasa Inggris, diakses September 2026.

Fernanda Slamet Wahyudi, “Representasi Alam dalam Lirik Lagu Album Jalaran Sadrah Karya Barasuara: Analisis Ekokritik Greg Garrard”, Universitas Muhammadiyah Surabaya, 2026.

Penulis: Putu Gangga Pradipta
Editor: Jaswanto

Tags: BarasuaraJalaran Sadrah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

Next Post

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

Putu Gangga Pradipta

Putu Gangga Pradipta

Lahir di Surabaya, kini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja.

Related Posts

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
0
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

Read moreDetails

Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

by Ahmad Sihabudin
September 20, 2026
0
Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

ADA suatu fase dalam kehidupan manusia ketika dunia terasa sederhana dan penuh makna. Masa kecil adalah ruang di mana pengalaman...

Read moreDetails

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

by I Made Kartawan
August 16, 2026
0
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

Read moreDetails

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

by Mahesa Putra
August 13, 2026
0
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

Read moreDetails

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
0
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

Read moreDetails

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
0
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

Read moreDetails

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

by Mahesa Putra
August 2, 2026
0
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

Read moreDetails

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
0
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

Read moreDetails

Ketika Waktu Berpindah Tangan

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
0
Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

Read moreDetails

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

by Pasek Agung Wicaksana
June 28, 2026
0
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat...

Read moreDetails
Next Post
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar
Esai

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

SUASANA di sekitar Lapangan Puputan padat seperti biasa ketika saya dan rekan-rekan tim lainnya mengakhiri tugas di salah satu kawasan...

by Pande Susan
October 17, 2026
Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali
Esai

Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

Ada yang berbeda dari jalanan Denpasar pada pertengahan Oktober ini. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi sepeda motor dan mobil terlihat lebih...

by Angga Wijaya
October 17, 2026
Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir
Buku Tatkala

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir

Judul: Panduan Lumut -- Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putri Wijaya ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM
Esai

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

by I Wayan Artika
October 16, 2026
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow
Esai

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan
Esai

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali
Bahasa

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

by I Made Sudiana
October 16, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
Hukum Tanah Air Bali
Buku Tatkala

Hukum Tanah Air Bali

Judul: Hukum Tanah Air Bali Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Made Pria Dharsana ISBN: Masih dalam proses Tebal:...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kemping yang Mencekam

LIBUR semester telah tiba. Mahasiswa dan anak sekolah dapat bersantai. Agung Santoso berencana memanfaatkan libur itu bersama keluarga. Ia ingin...

by Chusmeru
October 15, 2026
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈
Pameran

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

by tatkala
October 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co