25 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara, dokter asal Jepang yang tetap dikenal aktif hingga usia sangat lanjut.

Namun, pelajaran yang dapat kita ambil dari perjalanan hidup seseorang seperti Hinohara bukanlah mencari “rahasia” untuk hidup sampai usia tertentu.

Pesannya justru lebih sederhana: bagaimana kita menjaga agar hidup tetap aktif, memiliki tujuan, terhubung dengan orang lain, dan tetap bermakna ketika usia terus bertambah?

Semakin bertambah usia, kemampuan bergerak menjadi semakin berharga.

Aktivitas fisik membantu mempertahankan kekuatan otot, keseimbangan, kesehatan jantung dan pembuluh darah, metabolisme, serta kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Sebab, sejatinya, tubuh kita dibuat untuk bergerak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memandang penuaan sehat bukan semata-mata sebagai keadaan tanpa penyakit, tetapi sebagai proses mempertahankan kemampuan fungsional yang memungkinkan seseorang tetap hidup dengan baik ketika usia bertambah.

WHO juga menempatkan aktivitas fisik sebagai salah satu komponen penting dalam mempertahankan fungsi, mobilitas, dan kemandirian pada kelompok usia lanjut.

Inilah salah satu inti dari konsep healthy ageing atau penuaan sehat.

Namun, aktif bukan berarti setiap orang harus melakukan olahraga berat.

Berjalan kaki, berdiri lebih sering, menggunakan tangga ketika memungkinkan, berkebun, melakukan pekerjaan rumah, bermain bersama cucu, ataupun mengurangi waktu duduk terlalu lama sudah merupakan bagian dari kehidupan yang lebih aktif.

Olahraga terstruktur tetap sangat baik. Namun, jangan sampai kita menganggap seseorang “aktif” hanya karena ia berolahraga selama satu jam, sementara hampir seluruh sisa harinya dihabiskan dengan duduk.

Tubuh manusia membutuhkan gerakan sepanjang hari. Ketika usia bertambah, tujuannya bukan semata-mata menjadi semakin kuat.

Tujuan yang jauh lebih penting adalah mempertahankan kemampuan untuk tetap mandiri selama mungkin.

Stres yang Tidak Pernah Selesai Juga Membebani Tubuh

Kita semua pernah mengalami kemarahan, kecemasan, kesedihan, konflik, atau tekanan.

Itu merupakan bagian normal dari kehidupan.

Masalah muncul ketika keadaan tersebut berlangsung terus-menerus dan tubuh seolah tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk keluar dari kondisi siaga.

Stres kronis berkaitan dengan perubahan fungsi sistem imun dan proses peradangan. Dalam ilmu mengenai penuaan, bahkan dikenal istilah immunosenescence, yaitu perubahan fungsi sistem imun yang terjadi seiring bertambahnya usia, serta inflammaging, yaitu kecenderungan terjadinya peradangan tingkat rendah yang berlangsung kronis selama proses penuaan. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa stres berkepanjangan dapat berinteraksi dengan proses penuaan sistem imun tersebut.

Bukan berarti kita harus selalu bahagia.

Tidak realistis apabila seseorang dituntut untuk tidak pernah marah, sedih, takut, atau kecewa. Yang perlu dipelajari adalah bagaimana kita merespons dan mengelola emosi tersebut.

Ada persoalan yang perlu diselesaikan. Ada keadaan yang perlu diterima. Ada pula sesuatu yang memang sudah waktunya dilepaskan.

Berbicara dengan orang yang dipercaya, melakukan aktivitas yang menyenangkan, berolahraga, memberikan waktu kepada diri sendiri, atau mencari bantuan profesional ketika dibutuhkan merupakan bagian dari menjaga kesehatan.

Sebab, kesehatan bukan hanya ditentukan oleh makanan yang masuk ke dalam tubuh. Terkadang, kesehatan juga dipengaruhi oleh beban yang terlalu lama kita simpan di dalam pikiran.

Ada satu aspek penuaan sehat yang sering terlewat ketika kita terlalu sibuk membicarakan tekanan darah, gula darah, kolesterol, vitamin, dan obat-obatan, yaitu tujuan hidup.

Tujuan hidup tidak selalu berarti memiliki ambisi besar. Bagi seseorang, alasannya mungkin pekerjaan. Bagi orang lain, mungkin keluarga, anak dan cucu, organisasi sosial, berkebun, mengajar, menulis, berolahraga, menjalankan hobi, atau sekadar masih ingin mempelajari sesuatu yang baru.

Penelitian pada kelompok usia lanjut menunjukkan bahwa memiliki purpose in life atau rasa bahwa kehidupan mempunyai arah dan makna berhubungan dengan berbagai indikator kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik. Namun, hubungan ini perlu dipahami sebagai suatu asosiasi yang dipengaruhi oleh banyak faktor, bukan berarti tujuan hidup merupakan “obat” yang dengan sendirinya menjamin umur panjang.

Yang penting adalah tetap mempunyai sesuatu untuk dinantikan, sesuatu untuk dikerjakan, sesuatu untuk dipelajari, dan sesuatu yang masih ingin kita berikan kepada orang lain.

Hal-hal seperti itulah yang menjadi alasan untuk tetap terlibat dalam kehidupan.

Hubungan Sosial dan Interaksi di Masyarakat Juga Bagian dari Kesehatan

Manusia bukan makhluk yang dirancang untuk hidup sendiri.

Ketika usia bertambah, lingkungan sosial dapat berubah. Anak mungkin tinggal jauh, teman mulai berkurang, seseorang dapat pensiun dari pekerjaan, atau kehilangan pasangan hidup.

Karena itu, menjaga hubungan sosial menjadi semakin penting.

Penelitian pada kelompok usia lanjut menunjukkan bahwa kesepian dan isolasi sosial berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan kesehatan mental, penyakit kardiovaskular, penurunan kognitif, serta perubahan pada fungsi imun. Sebaliknya, tetap terlibat dalam aktivitas sosial yang bermakna dapat mendukung kesejahteraan dan fungsi kognitif.

Artinya, menjaga kesehatan tidak hanya berarti memeriksa hasil laboratorium secara berkala.

Terkadang, menjaga kesehatan juga dapat dilakukan melalui interaksi sosial, seperti menemui teman, makan bersama keluarga, mengikuti kegiatan masyarakat, berbicara, tertawa, dan tetap merasa bahwa keberadaan kita dibutuhkan oleh orang lain.

Kehidupan modern membuat kita hampir tidak pernah benar-benar berhenti menerima rangsangan.

Baru bangun tidur, kita sudah melihat telepon. Ada notifikasi, pekerjaan, pesan, media sosial, berita, dan berbagai tuntutan sepanjang hari.

Akibatnya, pikiran dapat terus berada dalam keadaan aktif, bahkan ketika tubuh sedang tidak melakukan apa-apa. Padahal, sistem tubuh tidak dirancang untuk terus berada dalam keadaan siaga.

Ada waktunya tubuh harus bekerja. Ada waktunya tubuh harus bergerak. Tetapi, ada pula waktunya tubuh membutuhkan pemulihan. Memang, tubuh memerlukan aktivitas, tetapi juga memerlukan pemulihan.

Salah satu bentuk pemulihan terpenting adalah tidur. Hubungan antara tidur dan sistem imun berjalan dua arah. Tidur memengaruhi berbagai proses imun dan inflamasi, sementara gangguan tidur berkepanjangan berhubungan dengan peningkatan proses peradangan serta perubahan respons imun.

Karena itu, tidur jangan dianggap sebagai waktu yang “terbuang”. Tidur merupakan bagian dari proses biologis yang diperlukan tubuh untuk melakukan pemulihan.

Selain tidur, pemulihan juga dapat diperoleh melalui kegiatan sederhana: menikmati suasana yang tenang, melakukan rekreasi, berjalan di alam, mendengarkan musik, berbicara dengan keluarga, berdoa sesuai keyakinan masing-masing, atau menjauh sejenak dari layar dan berbagai rangsangan untuk memperoleh kondisi yang lebih tenang.

Tenang bukan berarti tidak produktif. Terkadang, ketenangan justru memberi tubuh dan pikiran kesempatan untuk kembali bekerja dengan lebih baik.

Pertambahan usia adalah sesuatu yang tidak dapat kita hentikan. Namun, bertambahnya usia tidak harus berarti berhenti belajar.

Membaca buku, mengikuti perkembangan zaman, berdiskusi, mempelajari teknologi, mencoba olahraga baru, belajar memasak, bermain musik, mempelajari bahasa, atau sekadar berani mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya dapat menjadi cara untuk terus belajar.

Semua itu membuat kita tetap berinteraksi dengan dunia.

Aktivitas yang menyenangkan dan bermakna, termasuk kegiatan sosial serta mempelajari sesuatu yang baru, juga dianjurkan sebagai bagian dari menjaga keterlibatan dan kesejahteraan pada usia lanjut.

Kita tidak harus menjadi ahli dalam setiap hal yang kita pelajari.

Tujuannya adalah menjaga agar pikiran tidak kehilangan satu hal yang sangat penting, yaitu rasa ingin tahu.

Usia boleh bertambah. Tetapi, rasa ingin tahu tidak harus ikut menua.

Dalam berbagai media, kita sering menemukan klaim mengenai makanan tertentu, minuman tertentu, vitamin tertentu, atau kebiasaan tertentu yang dianggap sebagai rahasia panjang umur.

Padahal, kehidupan manusia jauh lebih kompleks. Tidak ada satu makanan, satu vitamin, satu jenis olahraga, ataupun satu kebiasaan yang dapat menjamin seseorang hidup panjang dan sehat.

Kesehatan dibentuk oleh banyak faktor: genetik, lingkungan, pelayanan kesehatan, kondisi sosial, aktivitas fisik, pola makan, tidur, kebiasaan, hubungan sosial, dan berbagai keadaan yang kita alami sepanjang kehidupan.

Karena itu, mungkin kita tidak perlu terlalu sibuk mencari satu “rahasia” untuk umur panjang. Lebih baik kita memperbaiki hal-hal kecil yang memang berada dalam kendali kita, seperti aktif bergerak, tidur cukup, makan tidak berlebihan, menjaga berat badan, mengontrol tekanan darah dan penyakit kronis, bertemu orang lain, mengelola stres, serta tetap melakukan sesuatu yang kita sukai.

Memang kelihatannya sederhana. Tetapi, apabila dilakukan berulang kali selama puluhan tahun, keputusan-keputusan kecil tersebut dapat memiliki arti yang sangat besar.

Penuaan yang sehat bukanlah hasil dari satu keputusan besar. Ia merupakan akumulasi dari banyak keputusan kecil yang dilakukan sepanjang kehidupan.

Hal-hal sederhana yang kita lakukan juga sangat berdampak pada salah satu sistem tubuh yang perannya sangat penting, yaitu sistem imun.

Imun Tidak Sekadar Harus “Kuat”

Istilah “meningkatkan imun” atau “memperkuat imun” sangat sering kita dengar. Namun, sebenarnya sistem imun jauh lebih kompleks daripada sekadar kuat atau lemah.

Kita membutuhkan sistem imun yang mampu mengenali ancaman, seperti mikroorganisme penyebab penyakit, kemudian memberikan respons yang cukup untuk mengatasinya.

Namun, setelah ancaman tersebut selesai, respons tersebut juga harus dapat dikendalikan. Sebab, respons imun yang berlebihan atau berlangsung terlalu lama juga dapat merugikan tubuh.

Pada proses penuaan, sistem imun mengalami berbagai perubahan. Sebagian kemampuan respons imun dapat menurun, sementara pada saat yang sama kecenderungan terhadap peradangan kronis tingkat rendah dapat meningkat—dua konsep yang sering dibahas sebagai immunosenescence dan inflammaging.

Itulah sebabnya, tujuan kita seharusnya bukan sekadar memiliki “imun yang kuat”. Yang lebih tepat adalah memiliki sistem imun yang bekerja dengan baik dan seimbang.

Mampu merespons ketika dibutuhkan, sekaligus mampu mengendalikan respons ketika ancaman sudah berlalu.

Pada akhirnya, kita tidak dapat memilih untuk berhenti menua. Namun, kita dapat memilih bagaimana menjalani masa tua agar tetap berguna.

Hal yang tidak boleh hilang dari diri kita adalah tetap memiliki sesuatu yang ingin kita lakukan dan berikan kepada kehidupan.

Umur panjang bukan sekadar menambahkan tahun ke dalam kehidupan. Yang jauh lebih berarti adalah sebisa mungkin menambahkan kehidupan ke dalam tahun-tahun yang kita miliki.

Menua tidak berarti berhenti bertumbuh. Menua tidak berarti berhenti berkontribusi. Dan menua tidak berarti berhenti berguna.

Selama tubuh masih kita rawat, pikiran masih kita gunakan, hubungan dengan sesama masih kita jaga, dan kehidupan masih mempunyai tujuan, mari kita jalani usia dengan penuh makna.

Biarkan usia bertambah. Tetapi, tetaplah bergerak. Tetaplah berpikir. Tetaplah belajar. Dan tetaplah berbagi.[T]

Penulis: Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
Editor: Jaswanto

Tags: Esai kesehatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Next Post

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

Read moreDetails

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails
Next Post
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co