6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
in Ulas Musik
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun 2026 melalui LPPM ISI BALI mementaskan Fragmentari Anyar bertajuk Ranu-Saraswati-Rena di Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli. Fragmentari Anyar bertajuk Ranu-Saraswati-Rena dipentaskan dalam rangka memaknai sejarah perayaan 100 tahun Rarud Batur. Selain pemaknaan terhadap peristiwa sejarah, tajuk Ranu-Saraswati-Rena oleh ISI BALI sesuai apa yang disampaikan oleh Rektor Prof. Dr. I Wayan Adnyana, M.Sn dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Dewi Danuh dengan dasanama Ratu Ayu Mas Membah bertransformasi sebagai Saraswati. Saraswati mengalir sebagai pengetahuan konservasi lingkungan salah satunya seperti yang telah tercetuskan dalam konsep pasihan. Selain itu Rarud Batur dipandang sebagai pengetahuan mitigasi dan penanganan bencana yang dilandasi dengan prinsip kebijaksanaan. Ranu-Saraswati-Rena ialah aliran pengetahuan dari sumber kehidupan (tirta, danau, sungai, segara-laut) yang membangun peradaban.

Pelinggih Jero Panyarikan Duhuran Batur dalam sambutannya selaku pengemong Pura Ulun Danu Batur Desa Adat Batur sekaligus mewakili Pelinggih Jero Gede Duhuran Batur menyambut baik tajuk Ranu-Saraswati-Rena yang memposisikan Ida Betari Dewi Danuh sebagai entitas pengetahuan yang tidak terputus. Bahkan Pelinggih Jero Panyarikan Duhuran Batur mengajak para akademisi pendidikan tinggi di Bali agar hadir ke Batur untuk melalukan kajian-kajian mendalam yang berpijak pada peradaban kebudayaan Desa Adat Batur. Tabuh Pat Parianom adalah salah satu kekayaan pengetahuan audial yang dimiliki oleh Desa Adat Batur teraktualisasi dalam repertoar Gamelan Gong Gede yang dilaksanakan oleh tempekan jero gambel. Tabuh Pat Parianom sebagai kekayaan intelektual kraman Batur dalam bidang karawitan khususnya jenis instrumentalia dikaji secara mendalam untuk melahirkan karya karawitan instrumental garapan baru.

Karawitan sebagai instrumentalia menyajikan olahan musikal murni. Sebagai cipta komposisi gamelan, karawitan memiliki peranan penting untuk memberikan pola, gramatikal, struktur dan bentuk musikal murni. Sebagai cipta komposisi gamelan/karawitan dalam konteks ini memiliki formulasi mencipta, aransemen dan orkestrasi dalam penciptaannya. Dalam penciptaan karawitan rancang garapnya seyogyanya dapat menstimulus dan memperkuat pengembangan aransemen dan orkestrasi. Dalam cipta komposisi gamelan/karawitan dalam konteks instrumentalia yang memiliki independensi dalam pengolahan pola garap musikalnya.

   Sesuai dengan perkembangannya karawitan sebagai cipta komposisi murni sudah sampai pada kebutuhan kreasi baru yang terikat oleh tema spesifik. Tema spesifik yang dimaksud adalah sudah mengerucut pada tematik khusus seperti progresi melodi. Penciptaan karya komposisi gamelan.karawitan memberikan ruang untuk mengolah progresi unik dari bagian gilak tabuh Pat Parianom gaya Batur yang disebut dengan “ngelangkahin gunung”. Tabuh Pat Parianom Batur adalah salah satu repertoar pegongan pada gamelan Gong Gede sesuai dengan dialektik musikal Desa Adat Batur. Pada bagian gending gilak sebagai struktur pekaad gending memiliki keunikan progresi melodi yang disebut dengan “ngelangkahin gunung”.             

Progresi melodi melompat-lompat dari gending gilak tabuh pat Parianom sangat unik. Keunikannya dapat disimak melalui analisa mengenai progresi melodi yang melompat-lompat pada bagian gending gilak ini memiliki formulasi khusus dalam penyusunannya nada-nada. Meskipun para pendahulu tidak menjelaskan secara teoritis maupun deskriftif, namun melalui pisau bedah analisis melodi formulasi progresi melodi yang melompat lompat tersebut dapat diurai. Hasil dari mengurai progresi melodi melompat-lompat dari gilak tabuh pat Parianom dapat digunakan sebagai referensi dalam menyusun bentuk gending gilak kedepannya oleh para komposer gamelan Bali. Dalam penciptaan ini berupaya mengolah hasil analisis melodi melompat-lompat bagian gilak dari gending tabuh pat parianom.  Progresi melompat-lompat inilah yang disebut dengan “ngelangkahin gunung”.

Dari keunikan unsur musikal “ngelangkahin gunung” pada bagian gending gilak dalam Tabuh Pat Parianom Batur menstimulasinya menjadi tajuk Tabuh Pategak Saraswati. Saraswati adalah lambang ilmu pengetahuan yang harus ditempa disaat masa muda. Parianom penulis maknai sebagai pari yang berarti padi dan anom berarti muda. Padi yang muda memiliki ketajaman daun yang sering dianalogikan pada anak muda yang sedang tepat untuk menangkap seluruh ilmu. Tabuh PategakSaraswati hadir sebagai sebuah hasil kajian musikal mendalam melalui analisia melodi dan struktur gending Tabuh Pat Parianom Batur.

Tabuh Pategak Saraswati

Tabuh Pategak Saraswati adalah tabuh instrumentalia atau disebut dengan tabuh pategak dengan media gamelan Gong Gede. Sebagai sebuah tabuh instrumentalia atau pategak penyajiannya murni mengolah unsur musikal yang tidak dikaitkan dengan tarian dan drama. Tabuh Pategak Saraswati merupakan karya tabuh berbasis tradisi dengan pengolahan matra, ornamentasi dan aksen baru. Tabuh Pategak Saraswati berpijak dari karya klasik tabuh pegongan tabuh Pat Parianom gaya Batur yang kemudian ditafsir baru.

Tabuh Pategak Saraswati menggunakan struktur tabuh konvesional yaitu pengawit, pengawak dan pengecet. Pada bagian pengawit disusun atas tiga bagian yaitu pengrangrang, gegenderan dan gegangsaran. Bagian pengawak mengolah dan mereintepretasi pengawak dari Tabuh Pat Parianom Gaya Batur. Terakhir bagian pengecet disusun atas gegilakan, sesimbaran dan kebyar. Secara utuh Tabuh PategakSaraswati mendedahkan perjalanan progresi melodi yang bersumber pada bagian pengawak untuk dipecah menjadi kawitan dan pengecet. Secara alami progresi melodi dari bagian pengawak mengaliri progresi melodi pada bagian kawitan dan pengecet.

Tabuh Pategak Saraswati juga memasukkan tembang gerongan. Tembang gerongan disusun pada bagian kawitan dan pengecet. Tembang gerongan selain memberikan narasi dari tema Saraswati kaitannya dengan kemulian Betari Danu yang berstana di Danau Batur juga menambah estetika warna bunyi selain gamelan. Adapun lirik dari tembang gerongan dalam Tabuh PategakSaraswati adalah sebagai berikut:

  • Kawitan

“Saraswati widya suci
Betari Danu mawisesa
Ring toya urip amerta”

  • Gegangsaran

“Om Sang Hyang Saraswati kasembah, make pancer sinar kaweruhan
Nuntuk buwana ring margi utama, lontar pustaka saluwir sastra
Ngupadi widya tanpa lali ngastiti Hyang
Saraswati sinar kahurian”

  • Vokal Penabuh

“Hyang Betari rupa ayu nyunar galang, sujud bhakti micayang wara nugraha, Buwana genah ripah kag jagat
Carma mule raine semu sumringah, manyunarin toya danu lan segara
Mapancer sinar asih kawelas”

Adapun tim peneliti dari penciptaan Tabuh Pategak Saraswati diketuai oleh I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn dengan anggota peneliti Dr. I Nyoman Kariasa, S.Sn., M.Sn dan I Made Dwi Andika Putra, S.Sn., M.Sn. Tembang gerongan disusun oleh Ni Komang Sekar Marheni, SSP., M.Si. Tabuh Pategak Saraswati dimainkan oleh tenaga kependidikan, mahasiswa Program Studi Karawitan, dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan. Selain itu tim produksi dari Tabuh Pategak Saraswati melibatkan unsur tenaga kependidikan ISI BALI. [T]

Tags: Baturkarawitan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pertemuan Rutin, Agenda Lama: Pilkada Lewat DPRD, Lagi

Next Post

Kencan Pertama di Kafe Pinggir Sungai

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
0
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

Read moreDetails

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
0
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

Read moreDetails

Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

by Ahmad Sihabudin
September 20, 2026
0
Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

ADA suatu fase dalam kehidupan manusia ketika dunia terasa sederhana dan penuh makna. Masa kecil adalah ruang di mana pengalaman...

Read moreDetails

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

by I Made Kartawan
August 16, 2026
0
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

Read moreDetails

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

by Mahesa Putra
August 13, 2026
0
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

Read moreDetails

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
0
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

Read moreDetails

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

by Mahesa Putra
August 2, 2026
0
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

Read moreDetails

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
0
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

Read moreDetails

Ketika Waktu Berpindah Tangan

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
0
Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

Read moreDetails

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

by Pasek Agung Wicaksana
June 28, 2026
0
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat...

Read moreDetails
Next Post
Meninggal Seperti Pepes Ikan

Kencan Pertama di Kafe Pinggir Sungai

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co