27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
in Panggung
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

Penulis bersama Spiderman dari Marvel | Foto Dok.Penulis

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan dengan komik, anime, gim, film, cosplay, merchandise, komunitas, serta berbagai bentuk hiburan lainnya. Kehadiran event semacam ini menunjukkan bahwa budaya populer telah berkembang menjadi sebuah ruang sosial yang memungkinkan masyarakat dengan minat yang sama untuk bertemu dan berinteraksi.

Perkembangan budaya populer di Indonesia semakin terlihat seiring dengan meningkatnya penggunaan media digital dan berkembangnya berbagai komunitas penggemar. Anime, manga, film, gim, cosplay, komik, hingga berbagai karakter fiksi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda. Budaya tersebut tidak hanya dikonsumsi melalui media seperti televisi dan internet, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan dan pertemuan komunitas.

Salah satu hal yang menarik dari Indonesia Comic Con adalah keberadaan cosplay. Cosplay bukan sekadar aktivitas mengenakan kostum karakter tertentu, tetapi juga dapat menjadi bentuk komunikasi nonverbal. Melalui kostum, gaya, karakter, dan penampilan, seseorang dapat menyampaikan identitas serta menunjukkan ketertarikannya terhadap suatu karya atau komunitas. Seorang cosplayer dapat memilih karakter tertentu karena memiliki hubungan emosional dengan karakter tersebut atau karena ingin mengekspresikan dirinya melalui karakter yang diperankan.

Luffy dan Brook dari One Piece | Foto Dok.Penulis

Selain cosplay, komunitas juga memiliki peran penting dalam event budaya populer. Penggemar anime, manga, gim, film, dan komik dapat bertemu dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan serupa. Interaksi tersebut menciptakan rasa kebersamaan dan identitas kelompok. Seseorang yang sebelumnya hanya menikmati suatu karya secara individual melalui media digital dapat menemukan komunitas yang memiliki minat yang sama secara langsung.

Ini menunjukkan bahwa komunikasi dalam budaya populer tidak hanya berlangsung antara media dan audiens. Komunikasi juga terjadi antar penggemar. Mereka saling berbagi informasi, pengalaman, pendapat, rekomendasi, hingga membangun hubungan sosial. Media sosial kemudian memperluas komunikasi tersebut. Pengunjung dapat membagikan pengalaman mereka melalui Instagram, TikTok, YouTube, X, dan berbagai platform lainnya. Dengan demikian, pengalaman yang awalnya berlangsung di sebuah event dapat terus berkembang di media digital.

Kehadiran aktor Jepang Mackenyu, yang dikenal sebagai pemeran Roronoa Zoro dalam serial live-action One Piece, menjadi salah satu contoh nyata tersebut. Dalam sesi interaksinya dengan penggemar di Indonesia Comic Con, Mackenyu menyampaikan apresiasinya terhadap sambutan yang diberikan kepadanya. Ketika diminta memberikan pesan kepada penggemar Indonesia, ia mengatakan, “Love you guys.” Ia juga menyampaikan bahwa dirinya mengambil banyak foto dan selfie selama berada di Indonesia. Momen tersebut menunjukkan adanya komunikasi dua arah antara figur publik dan penggemar, sekaligus memperlihatkan bagaimana budaya populer Jepang dapat menciptakan kedekatan emosional dengan masyarakat Indonesia.

Prajurit Sparta | Foto Dok.Penulis

Indonesia Comic Con juga memperlihatkan hubungan antara budaya populer dengan industri kreatif. Kehadiran berbagai booth, merchandise, kreator, ilustrator, penerbit, pengembang gim, dan brand menunjukkan bahwa budaya populer memiliki nilai ekonomi. Penggemar tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem industri melalui pembelian merchandise, karya kreator, tiket event, hingga berbagai produk yang berkaitan dengan karakter dan fandom juga bisa bertanya tanya dengan penulis tersebut.

Di sisi lain, budaya populer Jepang dan amerika memiliki posisi yang cukup menonjol dalam berbagai event semacam ini. Anime, manga, cosplay, dan gim Jepang menjadi bagian dari budaya penggemar di Indonesia, dari amerika seperti komik dari marvel DC contoh seperti Spiderman dan Batman. Fenomena tersebut menarik karena menunjukkan adanya proses komunikasi lintas budaya. Produk budaya yang berasal dari luar diterima oleh masyarakat Indonesia, kemudian diinterpretasikan dan diekspresikan kembali sesuai dengan lingkungan sosial masyarakat Indonesia.

Proses tersebut tidak selalu berarti bahwa masyarakat Indonesia menerima budaya lain secara keseluruhan tanpa perubahan. Penggemar dapat memilih unsur tertentu yang mereka sukai, menggabungkannya dengan budaya lokal, serta menciptakan bentuk ekspresi baru. Karena itu, budaya populer dapat dipahami sebagai proses pertukaran dan negosiasi makna antara budaya yang berbeda.

Chewbacca dari Star Wars | Foto Dok.Penulis

Dari perspektif komunikasi, Indonesia Comic Con dapat dilihat sebagai ruang tempat berbagai pesan, identitas, dan makna dipertukarkan. Pengunjung berkomunikasi melalui percakapan, kostum, karya seni, konten digital, maupun aktivitas komunitas. Brand dan kreator juga berkomunikasi dengan audiens melalui booth, produk, pertunjukan, dan berbagai aktivitas interaktif. Sementara itu, media sosial memperluas jangkauan komunikasi tersebut kepada masyarakat yang tidak hadir secara langsung.

Ini menunjukkan bahwa event budaya populer memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar hiburan. Indonesia Comic Con dapat menjadi ruang pertemuan antara individu, komunitas, kreator, industri, dan berbagai budaya. Di dalamnya terjadi proses komunikasi yang membentuk identitas, hubungan sosial, serta pertukaran budaya.

Zoro dari One Piece | Foto Dok.Penulis

Pada akhirnya, perkembangan Indonesia Comic Con dan event sejenis memperlihatkan bahwa budaya populer telah menjadi bagian dari dinamika komunikasi masyarakat modern. Anime, manga, cosplay, gim, komik, dan berbagai bentuk budaya populer lainnya tidak hanya dikonsumsi sebagai hiburan, tetapi juga digunakan untuk berkomunikasi, membangun komunitas, mengekspresikan identitas, dan menciptakan peluang ekonomi. Kehadiran Mackenyu menjadi salah satu gambaran bagaimana budaya populer tersebut dapat mempertemukan aktor, karya, dan penggemar dari latar belakang negara yang berbeda dalam satu ruang komunikasi. [T]

Penulis: Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
Editor: Adnyana Ole

Tags: cosplay animeIndonesia Comic Con
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

Next Post

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi

Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi

Alumni Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP Untirta, Banten

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails
Next Post
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co