5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
in Panggung
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

Penulis bersama Spiderman dari Marvel | Foto Dok.Penulis

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan dengan komik, anime, gim, film, cosplay, merchandise, komunitas, serta berbagai bentuk hiburan lainnya. Kehadiran event semacam ini menunjukkan bahwa budaya populer telah berkembang menjadi sebuah ruang sosial yang memungkinkan masyarakat dengan minat yang sama untuk bertemu dan berinteraksi.

Perkembangan budaya populer di Indonesia semakin terlihat seiring dengan meningkatnya penggunaan media digital dan berkembangnya berbagai komunitas penggemar. Anime, manga, film, gim, cosplay, komik, hingga berbagai karakter fiksi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda. Budaya tersebut tidak hanya dikonsumsi melalui media seperti televisi dan internet, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan dan pertemuan komunitas.

Salah satu hal yang menarik dari Indonesia Comic Con adalah keberadaan cosplay. Cosplay bukan sekadar aktivitas mengenakan kostum karakter tertentu, tetapi juga dapat menjadi bentuk komunikasi nonverbal. Melalui kostum, gaya, karakter, dan penampilan, seseorang dapat menyampaikan identitas serta menunjukkan ketertarikannya terhadap suatu karya atau komunitas. Seorang cosplayer dapat memilih karakter tertentu karena memiliki hubungan emosional dengan karakter tersebut atau karena ingin mengekspresikan dirinya melalui karakter yang diperankan.

Luffy dan Brook dari One Piece | Foto Dok.Penulis

Selain cosplay, komunitas juga memiliki peran penting dalam event budaya populer. Penggemar anime, manga, gim, film, dan komik dapat bertemu dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan serupa. Interaksi tersebut menciptakan rasa kebersamaan dan identitas kelompok. Seseorang yang sebelumnya hanya menikmati suatu karya secara individual melalui media digital dapat menemukan komunitas yang memiliki minat yang sama secara langsung.

Ini menunjukkan bahwa komunikasi dalam budaya populer tidak hanya berlangsung antara media dan audiens. Komunikasi juga terjadi antar penggemar. Mereka saling berbagi informasi, pengalaman, pendapat, rekomendasi, hingga membangun hubungan sosial. Media sosial kemudian memperluas komunikasi tersebut. Pengunjung dapat membagikan pengalaman mereka melalui Instagram, TikTok, YouTube, X, dan berbagai platform lainnya. Dengan demikian, pengalaman yang awalnya berlangsung di sebuah event dapat terus berkembang di media digital.

Kehadiran aktor Jepang Mackenyu, yang dikenal sebagai pemeran Roronoa Zoro dalam serial live-action One Piece, menjadi salah satu contoh nyata tersebut. Dalam sesi interaksinya dengan penggemar di Indonesia Comic Con, Mackenyu menyampaikan apresiasinya terhadap sambutan yang diberikan kepadanya. Ketika diminta memberikan pesan kepada penggemar Indonesia, ia mengatakan, “Love you guys.” Ia juga menyampaikan bahwa dirinya mengambil banyak foto dan selfie selama berada di Indonesia. Momen tersebut menunjukkan adanya komunikasi dua arah antara figur publik dan penggemar, sekaligus memperlihatkan bagaimana budaya populer Jepang dapat menciptakan kedekatan emosional dengan masyarakat Indonesia.

Prajurit Sparta | Foto Dok.Penulis

Indonesia Comic Con juga memperlihatkan hubungan antara budaya populer dengan industri kreatif. Kehadiran berbagai booth, merchandise, kreator, ilustrator, penerbit, pengembang gim, dan brand menunjukkan bahwa budaya populer memiliki nilai ekonomi. Penggemar tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem industri melalui pembelian merchandise, karya kreator, tiket event, hingga berbagai produk yang berkaitan dengan karakter dan fandom juga bisa bertanya tanya dengan penulis tersebut.

Di sisi lain, budaya populer Jepang dan amerika memiliki posisi yang cukup menonjol dalam berbagai event semacam ini. Anime, manga, cosplay, dan gim Jepang menjadi bagian dari budaya penggemar di Indonesia, dari amerika seperti komik dari marvel DC contoh seperti Spiderman dan Batman. Fenomena tersebut menarik karena menunjukkan adanya proses komunikasi lintas budaya. Produk budaya yang berasal dari luar diterima oleh masyarakat Indonesia, kemudian diinterpretasikan dan diekspresikan kembali sesuai dengan lingkungan sosial masyarakat Indonesia.

Proses tersebut tidak selalu berarti bahwa masyarakat Indonesia menerima budaya lain secara keseluruhan tanpa perubahan. Penggemar dapat memilih unsur tertentu yang mereka sukai, menggabungkannya dengan budaya lokal, serta menciptakan bentuk ekspresi baru. Karena itu, budaya populer dapat dipahami sebagai proses pertukaran dan negosiasi makna antara budaya yang berbeda.

Chewbacca dari Star Wars | Foto Dok.Penulis

Dari perspektif komunikasi, Indonesia Comic Con dapat dilihat sebagai ruang tempat berbagai pesan, identitas, dan makna dipertukarkan. Pengunjung berkomunikasi melalui percakapan, kostum, karya seni, konten digital, maupun aktivitas komunitas. Brand dan kreator juga berkomunikasi dengan audiens melalui booth, produk, pertunjukan, dan berbagai aktivitas interaktif. Sementara itu, media sosial memperluas jangkauan komunikasi tersebut kepada masyarakat yang tidak hadir secara langsung.

Ini menunjukkan bahwa event budaya populer memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar hiburan. Indonesia Comic Con dapat menjadi ruang pertemuan antara individu, komunitas, kreator, industri, dan berbagai budaya. Di dalamnya terjadi proses komunikasi yang membentuk identitas, hubungan sosial, serta pertukaran budaya.

Zoro dari One Piece | Foto Dok.Penulis

Pada akhirnya, perkembangan Indonesia Comic Con dan event sejenis memperlihatkan bahwa budaya populer telah menjadi bagian dari dinamika komunikasi masyarakat modern. Anime, manga, cosplay, gim, komik, dan berbagai bentuk budaya populer lainnya tidak hanya dikonsumsi sebagai hiburan, tetapi juga digunakan untuk berkomunikasi, membangun komunitas, mengekspresikan identitas, dan menciptakan peluang ekonomi. Kehadiran Mackenyu menjadi salah satu gambaran bagaimana budaya populer tersebut dapat mempertemukan aktor, karya, dan penggemar dari latar belakang negara yang berbeda dalam satu ruang komunikasi. [T]

Penulis: Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
Editor: Adnyana Ole

Tags: cosplay animeIndonesia Comic Con
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

Next Post

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi

Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi

Alumni Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP Untirta, Banten

Related Posts

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails
Next Post
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co