29 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
in Panggung
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

Tomi Wibisono (kiri) & Henry Manampiring (kanan) dalam sesi peluncuran buku Penasaran pada UWRF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen pertamanya, Penasaran: Cinta, Dendam, dan Obsesi di Zaman AI, Henry justru menemukan ruang untuk meluapkan kemarahan. Sesuatu yang menurutnya sulit dilakukan secara terbuka karena citranya sebagai penulis yang lekat dengan Stoikisme.

“Kalau saya marah-marah di forum lain, rasanya tidak bisa. Jadi, lewat kumpulan cerpen ini saya bisa marah-marah. Menurut saya, ini karya tergelap saya,” ungkap Henry saat memperkenalkan buku terbarunya dalam Ubud Writers & Readers Festival (UWRF), di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, Minggu, 25 Oktober 2026.

Dalam perbincangan yang dipandu Tomi Wibisono (founder Buku Akik), Henry mengungkap proses kreatif sekaligus kegelisahan di balik 12 cerita pendek yang mengangkat persoalan manusia di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Pertemuan di Ubud menjadi kesempatan pertama Henry memperkenalkan Penasaran kepada publik, mendahului peluncuran resminya yang dijadwalkan di Jakarta. “UWRF memang punya magisnya, bisa tiba-tiba masuk,” selorohnya.

Beralih ke fiksi merupakan eksperimen baru bagi Henry yang telah lama berkecimpung dalam penulisan nonfiksi. Filosofi Teras telah mencapai cetakan ke-100, terjual lebih dari 500.000 eksemplar, meraih penghargaan Book of the Year pada Indonesia International Book Fair 2019, dan telah diadaptasi menjadi film yang akan tayang perdana pada 24 Desember 2026.

Sementara The Alpha Girl’s Guide sudah terjual lebih dari 180.000 eksemplar dan terus dicetak ulang selama sepuluh tahun. Setelah 25 tahun berkarier sebagai profesional pemasaran, Henry kini menjadi penulis penuh waktu sembari menyelesaikan pendidikan Magister Filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara.

Tomi Wibisono (kiri) & Henry Manampiring (kanan) dalam sesi peluncuran buku Penasaran pada UWRF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Di tengah perjalanan kepenulisannya, Henry ingin mencoba sesuatu yang belum pernah dikerjakannya. Ia mengaku gemar menikmati fiksi dan menyukai eksperimen. Ia juga melihat belum banyak penulis cerpen yang berhasil secara komersial di Indonesia. Menurut pengamatannya, Dee Lestari salah satu yang berhasil.

“Saya memang suka bereksperimen. Jadi, saya penasaran ingin mencoba menulis cerpen. Ternyata, saya mendapatkan kenikmatan dalam prosesnya,” ujar Henry penuh semangat.

Eksperimen tersebut berkembang menjadi 12 kisah berlatar masa depan ketika AI telah menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Robot mengambil alih pekerjaan, algoritma memengaruhi hubungan asmara, hingga manusia buatan terlibat pembunuhan.

Kendati demikian, Henry tidak ingin pembaca terpaku pada teknologi yang menjadi latar cerita. Baginya, AI hanyalah jalan masuk untuk membicarakan persoalan manusia yang lebih mendasar.

“Saya sebenarnya tidak ingin Penasaran disebut sebagai buku tentang AI, tetapi tentang kita. Bagaimana ketika kita hidup bersama AI,” katanya.

Melalui kisah-kisahnya, Henry mengeksplorasi persoalan relasi, kesepian, ambisi, keadilan, kematian, hingga ketuhanan. Kemarahan, dendam, dan obsesi menjadi bagian dari pergulatan para tokohnya.

Salah satu cerita favorit Henry berjudul Penasaran, yang kemudian dipilih menjadi judul buku. Cerita tersebut berangkat dari keresahannya terhadap korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang tidak pernah mendapatkan keadilan.

Tomi Wibisono (kiri) & Henry Manampiring (kanan) dalam sesi peluncuran buku Penasaran pada UWRF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Premisnya mengisahkan seorang aktivis yang diculik dan dibunuh. Arwah korban kemudian kembali untuk membunuh para pelaku satu per satu. Dari gagasan tentang ‘arwah penasaran’ itulah judul cerita tersebut berasal.

Kemarahan yang mewarnai sejumlah cerita membuat Henry menyebut Penasaran sebagai karya tergelapnya. Buku ini bahkan diberi label usia 21 tahun ke atas karena mengandung kekerasan brutal, kesadisan, dan konten seksual.

Dari keseluruhan cerita, sebelas cerpen memang ditulis sebagai sebuah rangkaian. Satu cerita lainnya, Tugas Karin, telah lahir lebih dahulu sebagai cerpen pertama yang pernah ditulis Henry. Karena alasan itu, cerita tersebut sengaja ditempatkan pada bagian pembuka.

Di balik kemasan fiksi ilmiah, Henry berharap pembaca menemukan persoalan yang lebih mendalam. Mulai dari pertanyaan tentang siapa yang berhak hidup, kekerasan seksual oleh oknum pemuka agama, hingga berbagai persoalan kemanusiaan lainnya yang diangkat melalui cerita-cerita dalam Penasaran.

“Kalau teman-teman hanya membacanya sebagai fiksi ilmiah, itu bisa. Tapi kalau mau merenungkannya lebih jauh, akan jauh lebih baik. Sebenarnya setiap cerita punya topik yang lebih serius daripada AI itu sendiri,” ujar Henry.

Tomi Wibisono (kiri) & Henry Manampiring (kanan) dalam sesi peluncuran buku Penasaran pada UWRF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Melalui kumpulan cerpen pertamanya, Henry Manampiring ingin mengajak pembaca tidak sekadar menikmati cerita, tetapi juga mendiskusikan persoalan moral dan kemanusiaan yang ada di baliknya. Sebab, bagi Henry, yang paling penting dalam Penasaran bukan semata kecanggihan AI, melainkan bagaimana manusia hidup bersamanya.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bukubuku cerpenHenry ManampiringUbud Writers and Readers FestivalUWRFUWRF 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

Next Post

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

by tatkala
October 28, 2026
0
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

Read moreDetails

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails
Next Post
Melancaran ke Desa Les: Melihat Les dari Sisi yang Lain

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Melancaran ke Desa Les: Melihat Les dari Sisi yang Lain
Liputan Khusus

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...

by Jaswanto
October 29, 2026
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen
Panggung

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara
Pameran

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) 2026 resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Neka Art Museum (NAM), Ubud,...

by Nyoman Budarsana
October 28, 2026
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya
Panggung

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

by tatkala
October 28, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

by Chusmeru
October 28, 2026
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen
Tualang

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji
Liputan Khusus

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...

by Jaswanto
October 28, 2026
Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara
Opini

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara

SENIN pagi, 26 Oktober 2026, saya mengikuti sebuah diskusi di Markas Besar UNESCO, Paris, yang bertajuk Artists at Risk: Voices...

by I.G.A.K. Satrya Wibawa
October 27, 2026
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri
Esai

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

by Angga Wijaya
October 27, 2026
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung
Esai

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
Membaca  Ulang “Ubud is Winter”
Ulas Rupa

Membaca  Ulang “Ubud is Winter”

SORE menjelang senja di Gajah Mas Gallery, Pengosekan, Ubud-Gianyar, matahari kian sorong ke batas laut. Cahaya jingga yang kerap memantul...

by I Wayan Westa
October 27, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co