12 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

Pasek Agung Wicaksana by Pasek Agung Wicaksana
June 28, 2026
in Ulas Musik
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

Aksi panggung Sekaa Balaganjur Lengka Swara, Banjar Dinas Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem | Foto: Ist

RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat dikenali secara utuh dalam epik Ramayana. Barangkali kita dengan mudah menunjuk Rahwana hanya sebagai raksasa tanpa moral, penuh kejahatan, dan nafsu liar tak terkendali.

Prasangka ini diwariskan terus menerus sebagai narasi tunggal yang terasa benar atas eksistensi Rahwana. Namun dari sinilah pertanyaan bermula, apakah pemahaman atas Rahwana benar-benar berhenti pada bayang-bayang ini? Atau justru ada atmosfir pembacaan yang sepenuhnya berbeda?

Pembacaan terhadap Rahwana dipertunjukkan melalui garapan baleganjur yang dimainkan Sekaa Balaganjur Lengka Swara, Banjar Dinas Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem, di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar,  19 Juni 2026.  Sekaa ini menjadi duta Kabupaten Karangasem dalam lomba baleganjuur serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026.

Baleganjur itu diberi judul Praticaya dan digarap I Komang Tri Sandyasa Putra, S.Sn. alias Nyoman Monot sebagai komposer, I Komang Adi Pranata, S.Pd.,M.Sn., dari Manubada Art sebagai koreagrafer, dan Pasek Agung Wicaksana, S.Ag sebagai konseptor.

Apa hubungan Rahwana dengan Baleganjur Praticaya yang dimainkan anak-anak dari Banjar Wates Tengah itu?

Aksi panggung Sekaa Balaganjur Lengka Swara, Banjar Dinas Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem | Foto: Ist

Selama ini, masyarakat Banjar Wates Tengah, Desa Duda Timur, melihat Rahwana dengan cara yang berbeda. Alih-alih sebagai sosok raksasa yang penuh nafsu liar, Rahwana justru dimuliakan sebagai sesuhunan Ida Batara Sakti Rahwana sebagai simbol perlindungan, keteguhan, keseimbangan, dan keberanian.

Realitas ini membuka ruang bagi pembacaan yang lebih utuh terhadap Sang Dasamuka . Tidak untuk tenggelam dan larut dalam prasangka, tetapi justru berani menunda prasangka untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih luas. Lebih dari itu, pemuliaan Ida Sesuhunan Batara Sakti Rahwana sebagaimana dilakukan oleh masyarakat menjadi momentum kontemplasi yang dalam, bahwa pemuliaan jiwa (atma kertih) tidak hanya dapat dimengerti melalui kisah-kisah yang telah mapan, tetapi juga melalui kearifan lokal yang berani menginterpretasi seorang figure sebagai kebijaksanaan, perlindungan, dan keseimbangan hidup.

Pada titik ini atma kertih menemukan wajah yang paling jujur. Tidak hanya pemuliaan terhadap kesempurnaan yang mudah dikagumi, melainkan pemuliaan yang lahir dari keberanian untuk memahami lebih dalam; menyingkapi apa yang selama ini telah telanjur disangkakan. Sebab jiwa yang telah sungguh mengerti kemuliaan mampu melihat cahaya di tempat terang dan gelap atau juga menemukannya di tempat yang selama ini dibiarkan gelap.

Karya seni baleganjur ini lahir dari refleksi itu. Bukan untuk menggeser Rahwana ke sisi paling terang tetapi sebagai jembatan untuk melakukan hal yang lebih jujur dan sulit yakni melihat. Sebuah undangan untuk membangun keyakinan melalui penundaan prasangka dan proses melihat sisi lain yang tidak kalah dalam. Inilah yang kemudian disebut sebagai Praticaya.

Undangan itu dituangkan melalui bahasa yang paling jujur yang kami miliki yakni bunyi, gerak, dan rasa. Fokus artistik baleganjur ini terletak pada kualitas warna bunyi, dan kolotom yang sejalan dengan interpretasi terhadap kehadiran Ida Rahwana Sakti sesuhunan mayarakat Wates Tengah. Sepuluh wajah Dasamuka, dalam karya ini dibaca sebagai simbolisasi kecerdasan yang paripurna.

Hal itu tercermin pada kolotom dibangun dalam hitungan sepuluh, setiap siklus sepuluh jalinan musikal ditegaskan melalui aksen, dinamika, dan pengembangan melodi yang berbeda. Ekspresi ini dihadirkan untuk sekali lagi menunjukkan Sang Dasamukha sebagai representasi ketegasan, kegagahan, daya cipta, dan kecerdasan.

Selain menawarkan gagasan musikal, karya ini juga menghadirkan konsep visual yang ramah lingkungan tanpa mengurangi kekuatan artistiknya. Ketegasan warna bunyi (timbre) menjadi fokus utama, sehingga perwujudannya menuntut kualitas sumber daya yang kuat, pemilihan pemain terbaik, serta yang paling mendasar adalah niat yang baik. Sebab bagi pencipta, kualitas musikal tidak hanya dibentuk oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kesadaran batin para pelakunya

Kemudian, pada penggarapan koreografi ini bermuara pada intuisi gaya lampau yang dikemas dengan energi masa kini. Lampau dalam konteks sejarah sesolahan Ida Sesuhunan Bhatara Sakti Rahwana dalam beberapa arsip dokumentasi, dicoba diadopsi dengan style atau gaya gerak ke dalam komponen gerak balaganjur.

Aksi panggung Sekaa Balaganjur Lengka Swara, Banjar Dinas Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem | Foto: Ist

Hampir tidak  ada narasi dalam bentang koreografinya, murni menghadirkan spirit Bhatara Sakti Rahwana dengan nilai spiritualitas masyarakat wates tengah dalam pemujaannya. Pengalaman etnografis koreografer di Banjar Wates Tengah terlihat dalam tahap penuangan materi gerak dari kehadiran pola gerak kearifan lokal seperti gerak tajen dan genjek.  Tegas, agung, dan berwibawa merupakan refleksi yang dihadirkan melalui koreografi gerak Balagajur Praticaya.

Keseluruhan refleksi dan karya Baleganjur Praticaya ini menegaskan satu pesan penting, bahwa Atma Kerthi bukan tentang siapa yang dimuliakan. Melainkan bagaimana manusia belajar memuliakan jiwanya. Memuliakan jiwa berarti membebaskan diri dari kebiasaan menghakimi sebelum memahami. Sebab jiwa yang masih dipenuhi prasangka akan sulit menemukan kebijaksanaan.

Pada akhirnya, Praticaya bukan sekadar komposisi musik, melainkan sebuah ajakan untuk memuliakan jiwa melalui keberanian memahami sebelum menghakimi. Rahwana hadir bukan untuk diperdebatkan sebagai pahlawan atau penjahat, tetapi sebagai medium refleksi agar manusia mampu melihat lebih dari satu sudut pandang. Dalam semangat Atma Kerthi, pemuliaan jiwa tumbuh ketika keyakinan lahir dari pemahaman, bukan dari prasangka. [T]

Penulis: Pasek Agung Wicaksana
Editor: Adnyana Ole

Tags: baleganjurBanjar Wates TengahDesa Duda TimurkarangasemKecamatan Selat Karangasemlomba baleganjurPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bulan Juni Milik Empat Presiden

Next Post

Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

Pasek Agung Wicaksana

Pasek Agung Wicaksana

Lahir di Banjar Wates Tengah, Karangasem, tahun 1999. Bekerja tidak tetap. Pernah jadi pemateri kepemimpinan, pernah diundang ke Jepang sebagai narasumber tentang penanggulangan bencana gunung berapi, Kadang jadi event organizer juga,

Related Posts

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
0
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

Read moreDetails

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
0
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

Read moreDetails

Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

by Ahmad Sihabudin
September 20, 2026
0
Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

ADA suatu fase dalam kehidupan manusia ketika dunia terasa sederhana dan penuh makna. Masa kecil adalah ruang di mana pengalaman...

Read moreDetails

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

by I Made Kartawan
August 16, 2026
0
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

Read moreDetails

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

by Mahesa Putra
August 13, 2026
0
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

Read moreDetails

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
0
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

Read moreDetails

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
0
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

Read moreDetails

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

by Mahesa Putra
August 2, 2026
0
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

Read moreDetails

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
0
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

Read moreDetails

Ketika Waktu Berpindah Tangan

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
0
Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

Read moreDetails
Next Post
Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co