21 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

Pasek Agung Wicaksana by Pasek Agung Wicaksana
June 28, 2026
in Ulas Musik
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

Aksi panggung Sekaa Balaganjur Lengka Swara, Banjar Dinas Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem | Foto: Ist

RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat dikenali secara utuh dalam epik Ramayana. Barangkali kita dengan mudah menunjuk Rahwana hanya sebagai raksasa tanpa moral, penuh kejahatan, dan nafsu liar tak terkendali.

Prasangka ini diwariskan terus menerus sebagai narasi tunggal yang terasa benar atas eksistensi Rahwana. Namun dari sinilah pertanyaan bermula, apakah pemahaman atas Rahwana benar-benar berhenti pada bayang-bayang ini? Atau justru ada atmosfir pembacaan yang sepenuhnya berbeda?

Pembacaan terhadap Rahwana dipertunjukkan melalui garapan baleganjur yang dimainkan Sekaa Balaganjur Lengka Swara, Banjar Dinas Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem, di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar,  19 Juni 2026.  Sekaa ini menjadi duta Kabupaten Karangasem dalam lomba baleganjuur serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026.

Baleganjur itu diberi judul Praticaya dan digarap I Komang Tri Sandyasa Putra, S.Sn. alias Nyoman Monot sebagai komposer, I Komang Adi Pranata, S.Pd.,M.Sn., dari Manubada Art sebagai koreagrafer, dan Pasek Agung Wicaksana, S.Ag sebagai konseptor.

Apa hubungan Rahwana dengan Baleganjur Praticaya yang dimainkan anak-anak dari Banjar Wates Tengah itu?

Aksi panggung Sekaa Balaganjur Lengka Swara, Banjar Dinas Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem | Foto: Ist

Selama ini, masyarakat Banjar Wates Tengah, Desa Duda Timur, melihat Rahwana dengan cara yang berbeda. Alih-alih sebagai sosok raksasa yang penuh nafsu liar, Rahwana justru dimuliakan sebagai sesuhunan Ida Batara Sakti Rahwana sebagai simbol perlindungan, keteguhan, keseimbangan, dan keberanian.

Realitas ini membuka ruang bagi pembacaan yang lebih utuh terhadap Sang Dasamuka . Tidak untuk tenggelam dan larut dalam prasangka, tetapi justru berani menunda prasangka untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih luas. Lebih dari itu, pemuliaan Ida Sesuhunan Batara Sakti Rahwana sebagaimana dilakukan oleh masyarakat menjadi momentum kontemplasi yang dalam, bahwa pemuliaan jiwa (atma kertih) tidak hanya dapat dimengerti melalui kisah-kisah yang telah mapan, tetapi juga melalui kearifan lokal yang berani menginterpretasi seorang figure sebagai kebijaksanaan, perlindungan, dan keseimbangan hidup.

Pada titik ini atma kertih menemukan wajah yang paling jujur. Tidak hanya pemuliaan terhadap kesempurnaan yang mudah dikagumi, melainkan pemuliaan yang lahir dari keberanian untuk memahami lebih dalam; menyingkapi apa yang selama ini telah telanjur disangkakan. Sebab jiwa yang telah sungguh mengerti kemuliaan mampu melihat cahaya di tempat terang dan gelap atau juga menemukannya di tempat yang selama ini dibiarkan gelap.

Karya seni baleganjur ini lahir dari refleksi itu. Bukan untuk menggeser Rahwana ke sisi paling terang tetapi sebagai jembatan untuk melakukan hal yang lebih jujur dan sulit yakni melihat. Sebuah undangan untuk membangun keyakinan melalui penundaan prasangka dan proses melihat sisi lain yang tidak kalah dalam. Inilah yang kemudian disebut sebagai Praticaya.

Undangan itu dituangkan melalui bahasa yang paling jujur yang kami miliki yakni bunyi, gerak, dan rasa. Fokus artistik baleganjur ini terletak pada kualitas warna bunyi, dan kolotom yang sejalan dengan interpretasi terhadap kehadiran Ida Rahwana Sakti sesuhunan mayarakat Wates Tengah. Sepuluh wajah Dasamuka, dalam karya ini dibaca sebagai simbolisasi kecerdasan yang paripurna.

Hal itu tercermin pada kolotom dibangun dalam hitungan sepuluh, setiap siklus sepuluh jalinan musikal ditegaskan melalui aksen, dinamika, dan pengembangan melodi yang berbeda. Ekspresi ini dihadirkan untuk sekali lagi menunjukkan Sang Dasamukha sebagai representasi ketegasan, kegagahan, daya cipta, dan kecerdasan.

Selain menawarkan gagasan musikal, karya ini juga menghadirkan konsep visual yang ramah lingkungan tanpa mengurangi kekuatan artistiknya. Ketegasan warna bunyi (timbre) menjadi fokus utama, sehingga perwujudannya menuntut kualitas sumber daya yang kuat, pemilihan pemain terbaik, serta yang paling mendasar adalah niat yang baik. Sebab bagi pencipta, kualitas musikal tidak hanya dibentuk oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kesadaran batin para pelakunya

Kemudian, pada penggarapan koreografi ini bermuara pada intuisi gaya lampau yang dikemas dengan energi masa kini. Lampau dalam konteks sejarah sesolahan Ida Sesuhunan Bhatara Sakti Rahwana dalam beberapa arsip dokumentasi, dicoba diadopsi dengan style atau gaya gerak ke dalam komponen gerak balaganjur.

Aksi panggung Sekaa Balaganjur Lengka Swara, Banjar Dinas Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem | Foto: Ist

Hampir tidak  ada narasi dalam bentang koreografinya, murni menghadirkan spirit Bhatara Sakti Rahwana dengan nilai spiritualitas masyarakat wates tengah dalam pemujaannya. Pengalaman etnografis koreografer di Banjar Wates Tengah terlihat dalam tahap penuangan materi gerak dari kehadiran pola gerak kearifan lokal seperti gerak tajen dan genjek.  Tegas, agung, dan berwibawa merupakan refleksi yang dihadirkan melalui koreografi gerak Balagajur Praticaya.

Keseluruhan refleksi dan karya Baleganjur Praticaya ini menegaskan satu pesan penting, bahwa Atma Kerthi bukan tentang siapa yang dimuliakan. Melainkan bagaimana manusia belajar memuliakan jiwanya. Memuliakan jiwa berarti membebaskan diri dari kebiasaan menghakimi sebelum memahami. Sebab jiwa yang masih dipenuhi prasangka akan sulit menemukan kebijaksanaan.

Pada akhirnya, Praticaya bukan sekadar komposisi musik, melainkan sebuah ajakan untuk memuliakan jiwa melalui keberanian memahami sebelum menghakimi. Rahwana hadir bukan untuk diperdebatkan sebagai pahlawan atau penjahat, tetapi sebagai medium refleksi agar manusia mampu melihat lebih dari satu sudut pandang. Dalam semangat Atma Kerthi, pemuliaan jiwa tumbuh ketika keyakinan lahir dari pemahaman, bukan dari prasangka. [T]

Penulis: Pasek Agung Wicaksana
Editor: Adnyana Ole

Tags: baleganjurBanjar Wates TengahDesa Duda TimurkarangasemKecamatan Selat Karangasemlomba baleganjurPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bulan Juni Milik Empat Presiden

Next Post

Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

Pasek Agung Wicaksana

Pasek Agung Wicaksana

Lahir di Banjar Wates Tengah, Karangasem, tahun 1999. Bekerja tidak tetap. Pernah jadi pemateri kepemimpinan, pernah diundang ke Jepang sebagai narasumber tentang penanggulangan bencana gunung berapi, Kadang jadi event organizer juga,

Related Posts

Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

by Ahmad Sihabudin
September 20, 2026
0
Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

ADA suatu fase dalam kehidupan manusia ketika dunia terasa sederhana dan penuh makna. Masa kecil adalah ruang di mana pengalaman...

Read moreDetails

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

by I Made Kartawan
August 16, 2026
0
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

Read moreDetails

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

by Mahesa Putra
August 13, 2026
0
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

Read moreDetails

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
0
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

Read moreDetails

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
0
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

Read moreDetails

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

by Mahesa Putra
August 2, 2026
0
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

Read moreDetails

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
0
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

Read moreDetails

Ketika Waktu Berpindah Tangan

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
0
Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

Read moreDetails

Melepas Dunia, Mengetuk Langit

by Ahmad Sihabudin
June 27, 2026
0
Melepas Dunia, Mengetuk Langit

DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s...

Read moreDetails

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
0
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

Read moreDetails
Next Post
Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026
Khas

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co