21 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bulan Juni Milik Empat Presiden

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
June 28, 2026
in Esai
Bulan Juni Milik Empat Presiden

Soekarno, Soeharto, Habibie, Joko Widodo | Foto dari berbagai sumber

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno).

PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster merayakan Bulan Bung Karno sebulan penuh pada bulan Juni. Pada 2026, Bulan Bung Karno memasuki tahun ke-8.  Perayaannya mirip bulan Bahasa Bali sebulan penuh sepanjang Februari. Kedua perayaan itu juga dilakukan berjenjang dan serempak dari Desa, Kecamatan, Kabupaten, sampai Provinsi melibatkan siswa secara berjenjang dari siswa Pendidikan Dasar  sampai mahasiswa Perguruan Tinggi ikut berpartisipasi.

Padahal, kalau ditelisik, ada 4 Presiden Indonesia yang lahir pada bulan Juni : Soekarno, Soeharto, B.J. Habibie, dan Joko Widodo. Soekarno lahir di Surabaya Jawa Timur, pada 6 Juni 1901 dan wafat 21 Juni 1970 dalam usia 69 tahun. Soeharto lahir di Kemusuk Desa Argomulyo Sedayu Bantul  Yogyakarta pada 8 Juni 1921 dan wafat 27 Januari 2006 dalam usia 85 tahun. B.J. Habibie lahir di Pare-Pare Sulawesi pada 25 Juni 1936 dan wafat pada 11 September 2019 dalam usia 83 tahun. Selanjutnya, Joko Widodo lahir di Solo, pada 21 Juni 1961 dan kini masih aktif berpolitik bahkan menyatakan siap berkeliling Indonesia menyambut Pemilu 2029.

Mencermati bulan kelahiran 4 Presiden pada Juni, hanya Soekarno yang dipilih Semesta menjadikan Juni sebagai bulan kelahiran dan kewafatannya. Selain itu, pada 1 Juni 1945 Soekarno juga berhasil merumuskan Dasar Negara Pancasila dua bulan sebelum Indonesia merdeka. Itulah alasan pertama, Juni dirayakan sebagai Bulan Bung Karno.

Alasan kedua, Soekarno adalah satu-satunya Presiden RI yang keluar masuk penjara demi Indonesia merdeka. Ia dipenjara Belanda karena dianggap mengganggu pemerintah Belanda di Indonesia. Pidatonya, Indonesia Menggugat adalah bentuk perlawanan kepada penjajahan Belanda.  Presiden setelahnya, tidak satu pun yang pernah masuk penjara. Hebatnya, Bung Karno produktif di penjara. Semangat literasinya menyala. Ide-ide besar pikirannya tidak pernah terpenjara. Penjara menjadi tempatnya merenung dan berkontemplasi tentang arah masa depan Indonesia bila kelak merdeka. Bung Karno bisa menyederhanakan gagasan besar dengan bahasa sederhana, seperti slogan-slogannya yang merakyat : Merdeka atau Mati !

Alasan ketiga, diplomasi Soekarno sangat berani dan menakutkan bagi negeri adidaya Amerika Serikat. Pada zamannya, Gerakan Nonblok lahir, Konferensi Asia-Afrika (KAA)  digelar di Bandung. Bung Karno menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin Asia yang garang sebuas macan. Melalui Gerakan Nonblok, Bung Karno memosisikan diri sebagai wasit yang netral tetapi dengan semangat senasib sepenanggungan untuk bersama-sama menggalang kemerdekaan. Bersama 4 koleganya, Bung Karno menjadi orkestrator Gerakan Nonblok. Keempatnya adalah  Josip Broz Tito (Presiden Yugoslavia), Gamal Abdel Nasser (Presiden Mesir), Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India), Kwame Nkrumah (Presiden Ghana). Bung Karno juga salah satu pencetus KAA I di Bandung (1955) yang melahirkan Dasa Sila Bandung. KAA Bandung terinspirasi dari kesamaan senasib sepenanggungan sesama bangsa yang pernah terjajah dan baru sama-sama merdeka. Hebatnya, Bung Karno menggelar KAA I di Bandung di tengah persiapan Pemilu I yang dalam catatan sejarah disebut Pemilu paling demokratis.

Taufiq Ismail penyair Indonesia mencatat Pemilu I pada 1955 dalam puisi berjudul, “Ketika Indonesai Dihormati Dunia”. Taufiq Ismail menulis,  “Dengan rasa rindu kukenang pemilihan umum setengah abad yang lewat/Dengan rasa kangen, pemilihan umum pertama kucatat/Peristiwa itu berlangsung tepatnya di tahun lima puluh lima”.

Namun demikian, Goenawan Mohammad juga menulis sajak kesaksian pada Pemilu 1955 yang terkesan antithesis dengan kesaksian Taufiq Ismail.  Goenawan Mohamad menulis puisi berjudul, “Tentang Seorang yang Terbunuh di Sekitar Hari Pemilihan Umum”. Tulis Goenawan Muhammad, “Di bawah petromaks kelurahan mereka menemukan liang luka yang lebih/Bayang-bayang bergoyang sibuk dan beranda meninggalkan bisik/Orang ini tak berkartu. Ia tak bernama. Ia tak berpartai. Ia tak bertanda gambar/ Ia tak ada yang menangisi karena kita tak bisa menangisi. Apa gerangan agamanya ?…”

Kesaksian kedua tokoh penyair bangsa ini terkesan paradoks mengingatkan kita pada cara pandang Chairil Anwar, yang baik dan yang buruk dicatat, sebagaimana Bung Karno dikutip pada awal tulisan ini. Sejarah itu tidak selamanya hitam putih, kadang-kadang abu-abu membuat kabar menjadi kabur. Ingatlah Supersemar yang supersumir. Dokumen aslinya, sampai kini menjadi bahan perdebatan. Ibarat puisi, sejarah  itu  multitafsir, bergantung pada penulis yang umumnya pemenang. Histori versi pemenang perlu diimbangi dengan histori versi pecundang karena keduanya punya hak suara. Menyuarakan kesaksian masing-masing pada zamannya. Di sinilah peran editor yang netral untuk mengonvergensikannya, sebagaimana gagasan Ki Hadjar Dewantara dalam Trikonnya.

Begitulah kita memberikan catatan kepada empat Presiden RI yang lahir pada bulan Juni. Mereka semuanya menjadi pengingat bagi perjalanan sejarah bangsa yang oleh Gus Dur disebut negara yang bukan-bukan secara humoris. Kata Gus Dur, adil saja tidak cukup tanpa makmur. Oleh karena itu, negara ini dicita-citakan menjadi masyarakat yang adil dan makmur. Bahkan, terhadap tiga pendahulunya pun Gus Dur berkelakar, “Soekarno itu negarawan, Soeharto itu hartawan, B.J. Habibie itu ilmuwan, sedangkan saya sendiri hanya wisatawan”, sembari menyindir dirinya sering melakukan kunjungan kerja keluar negeri.

Walaupun keempat Presiden Indonesia terdahulu lahir pada bulan Juni, publik tentu dapat menilai peran mereka masing-masing dengan zaman dan tantangan yang berbeda. Mereka semua punya kelebihan dan kekurangan sebagai konsekuensi dari manusia yang tidak sempurna. Orang bijak akan selalu memetik pelajaran  kebaikan dari mereka untuk memajukan bangsanya. Bangsa yang terkenal religius dan ramah tamah mensyaratkan adanya rekonsiliasi nasional untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan bangsa. Intinya perlu bergotong royong dan musyawarah mufakat dalam membuat keputusan sebagaimana dicita-citakan sejak awal. Soekarno – Hatta adalah duet hasil musyawarah mufakat yang ditetapkan oleh sidang PPKI sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia sehari setelah Kemerdekaan diproklamasikan.

Senyampang dalam suasana Hari Suci Galungan dan Kuningan bagi umat Hindu, masih dalam suasana Bulan Karno yang juga bulan kelahiran 4 Presiden Indonesia, ada baiknya kita merenung sejenak seraya memasang tamiang dan endongan. Eling ring kauningan sebagai bangsa yang besar berbhineka tidak mudah untuk mengelola tanpa persatuan dan kesatuan. Ibarat paragraf, bangsa ini perlu memiliki ide pokok yang jelas arahnya didukung oleh kalimat-kalimat penjelas yang memenuhi syarat kohesi dan dan koherensi  menyambut Indonesia Emas 2045. Rahajeng Galungan dan Kuningan. Rahayu sekala niskala. [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

Tags: HabibieJoko WidodoSoehartoSoekarno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ishavasyam Idam Sarvam: Ketika Seluruh Alam Semesta Adalah Wujud Ilahi

Next Post

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikir Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 20, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikir Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

by I Ketut Suar Adnyana
September 19, 2026
0
Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Di antara pepohonan kopi yang tumbuh di lereng dan kebun-kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, terdapat sebuah pengetahuan...

Read moreDetails

Ramai Penulis Menjadi Pelukis

by Angga Wijaya
September 19, 2026
0
Ramai Penulis Menjadi Pelukis

SAYA mulai curiga ketika beberapa nama penulis yang biasa saya temui di halaman buku, koran, dan media sosial tiba-tiba muncul...

Read moreDetails

Tato: Menjadikan Tubuh Tempat Ingatan

by Tri Nugroho Adi
September 19, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Kita melihat tato seseorang, tetapi kita tidak pernah benar-benar melihat cerita yang membuatnya memilih tato itu. ADA sesuatu yang menarik...

Read moreDetails

“Mindfulness, Privilege”, dan LPDP: Ketika “Self-Care” Bertemu Realitas Sosial

by Isran Kamal
September 18, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Beberapa waktu terakhir, nama Maudy Ayunda kembali ramai diperbincangkan. Kali ini bukan karena film, musik, atau pendidikan di luar negeri,...

Read moreDetails

Menulis Kok Seperti Muntah?

by Angga Wijaya
September 18, 2026
0
Menulis Kok Seperti Muntah?

SEJAK kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masuk semakin jauh ke dalam kehidupan sehari-hari, semua orang tampaknya bisa menulis. Tidak...

Read moreDetails

Lalat Pengganggu Kebijakan MBG

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 18, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, pernahkah singgah ke kedai makanan sederhana di pinggir jalan atau pojok pasar? Kadang banyak lalat ya?...

Read moreDetails

Teater Bali dan Kehidupan Orang Bali —Catatan Pengalaman Kecil Saya di Teater Bali

by Nanoq da Kansas
September 18, 2026
0
Teater Bali dan Kehidupan Orang Bali —Catatan Pengalaman Kecil Saya di Teater Bali

TEATER Bali adalah pertunjukan kesenian-kesenian, tempat para penjual es ganefo, kacang rebus, rokok eceran, serta permen pedas cap Semar tetap...

Read moreDetails
Next Post
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  ---Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikir Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikir Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 20, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026
Khas

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]
Ulas Musik

Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

ADA suatu fase dalam kehidupan manusia ketika dunia terasa sederhana dan penuh makna. Masa kecil adalah ruang di mana pengalaman...

by Ahmad Sihabudin
September 20, 2026
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur
Pameran

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026
Panggung

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak
Budaya

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

by Rusdy Ulu
September 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co