2 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bulan Juni Milik Empat Presiden

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
June 28, 2026
in Esai
Bulan Juni Milik Empat Presiden

Soekarno, Soeharto, Habibie, Joko Widodo | Foto dari berbagai sumber

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno).

PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster merayakan Bulan Bung Karno sebulan penuh pada bulan Juni. Pada 2026, Bulan Bung Karno memasuki tahun ke-8.  Perayaannya mirip bulan Bahasa Bali sebulan penuh sepanjang Februari. Kedua perayaan itu juga dilakukan berjenjang dan serempak dari Desa, Kecamatan, Kabupaten, sampai Provinsi melibatkan siswa secara berjenjang dari siswa Pendidikan Dasar  sampai mahasiswa Perguruan Tinggi ikut berpartisipasi.

Padahal, kalau ditelisik, ada 4 Presiden Indonesia yang lahir pada bulan Juni : Soekarno, Soeharto, B.J. Habibie, dan Joko Widodo. Soekarno lahir di Surabaya Jawa Timur, pada 6 Juni 1901 dan wafat 21 Juni 1970 dalam usia 69 tahun. Soeharto lahir di Kemusuk Desa Argomulyo Sedayu Bantul  Yogyakarta pada 8 Juni 1921 dan wafat 27 Januari 2006 dalam usia 85 tahun. B.J. Habibie lahir di Pare-Pare Sulawesi pada 25 Juni 1936 dan wafat pada 11 September 2019 dalam usia 83 tahun. Selanjutnya, Joko Widodo lahir di Solo, pada 21 Juni 1961 dan kini masih aktif berpolitik bahkan menyatakan siap berkeliling Indonesia menyambut Pemilu 2029.

Mencermati bulan kelahiran 4 Presiden pada Juni, hanya Soekarno yang dipilih Semesta menjadikan Juni sebagai bulan kelahiran dan kewafatannya. Selain itu, pada 1 Juni 1945 Soekarno juga berhasil merumuskan Dasar Negara Pancasila dua bulan sebelum Indonesia merdeka. Itulah alasan pertama, Juni dirayakan sebagai Bulan Bung Karno.

Alasan kedua, Soekarno adalah satu-satunya Presiden RI yang keluar masuk penjara demi Indonesia merdeka. Ia dipenjara Belanda karena dianggap mengganggu pemerintah Belanda di Indonesia. Pidatonya, Indonesia Menggugat adalah bentuk perlawanan kepada penjajahan Belanda.  Presiden setelahnya, tidak satu pun yang pernah masuk penjara. Hebatnya, Bung Karno produktif di penjara. Semangat literasinya menyala. Ide-ide besar pikirannya tidak pernah terpenjara. Penjara menjadi tempatnya merenung dan berkontemplasi tentang arah masa depan Indonesia bila kelak merdeka. Bung Karno bisa menyederhanakan gagasan besar dengan bahasa sederhana, seperti slogan-slogannya yang merakyat : Merdeka atau Mati !

Alasan ketiga, diplomasi Soekarno sangat berani dan menakutkan bagi negeri adidaya Amerika Serikat. Pada zamannya, Gerakan Nonblok lahir, Konferensi Asia-Afrika (KAA)  digelar di Bandung. Bung Karno menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin Asia yang garang sebuas macan. Melalui Gerakan Nonblok, Bung Karno memosisikan diri sebagai wasit yang netral tetapi dengan semangat senasib sepenanggungan untuk bersama-sama menggalang kemerdekaan. Bersama 4 koleganya, Bung Karno menjadi orkestrator Gerakan Nonblok. Keempatnya adalah  Josip Broz Tito (Presiden Yugoslavia), Gamal Abdel Nasser (Presiden Mesir), Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India), Kwame Nkrumah (Presiden Ghana). Bung Karno juga salah satu pencetus KAA I di Bandung (1955) yang melahirkan Dasa Sila Bandung. KAA Bandung terinspirasi dari kesamaan senasib sepenanggungan sesama bangsa yang pernah terjajah dan baru sama-sama merdeka. Hebatnya, Bung Karno menggelar KAA I di Bandung di tengah persiapan Pemilu I yang dalam catatan sejarah disebut Pemilu paling demokratis.

Taufiq Ismail penyair Indonesia mencatat Pemilu I pada 1955 dalam puisi berjudul, “Ketika Indonesai Dihormati Dunia”. Taufiq Ismail menulis,  “Dengan rasa rindu kukenang pemilihan umum setengah abad yang lewat/Dengan rasa kangen, pemilihan umum pertama kucatat/Peristiwa itu berlangsung tepatnya di tahun lima puluh lima”.

Namun demikian, Goenawan Mohammad juga menulis sajak kesaksian pada Pemilu 1955 yang terkesan antithesis dengan kesaksian Taufiq Ismail.  Goenawan Mohamad menulis puisi berjudul, “Tentang Seorang yang Terbunuh di Sekitar Hari Pemilihan Umum”. Tulis Goenawan Muhammad, “Di bawah petromaks kelurahan mereka menemukan liang luka yang lebih/Bayang-bayang bergoyang sibuk dan beranda meninggalkan bisik/Orang ini tak berkartu. Ia tak bernama. Ia tak berpartai. Ia tak bertanda gambar/ Ia tak ada yang menangisi karena kita tak bisa menangisi. Apa gerangan agamanya ?…”

Kesaksian kedua tokoh penyair bangsa ini terkesan paradoks mengingatkan kita pada cara pandang Chairil Anwar, yang baik dan yang buruk dicatat, sebagaimana Bung Karno dikutip pada awal tulisan ini. Sejarah itu tidak selamanya hitam putih, kadang-kadang abu-abu membuat kabar menjadi kabur. Ingatlah Supersemar yang supersumir. Dokumen aslinya, sampai kini menjadi bahan perdebatan. Ibarat puisi, sejarah  itu  multitafsir, bergantung pada penulis yang umumnya pemenang. Histori versi pemenang perlu diimbangi dengan histori versi pecundang karena keduanya punya hak suara. Menyuarakan kesaksian masing-masing pada zamannya. Di sinilah peran editor yang netral untuk mengonvergensikannya, sebagaimana gagasan Ki Hadjar Dewantara dalam Trikonnya.

Begitulah kita memberikan catatan kepada empat Presiden RI yang lahir pada bulan Juni. Mereka semuanya menjadi pengingat bagi perjalanan sejarah bangsa yang oleh Gus Dur disebut negara yang bukan-bukan secara humoris. Kata Gus Dur, adil saja tidak cukup tanpa makmur. Oleh karena itu, negara ini dicita-citakan menjadi masyarakat yang adil dan makmur. Bahkan, terhadap tiga pendahulunya pun Gus Dur berkelakar, “Soekarno itu negarawan, Soeharto itu hartawan, B.J. Habibie itu ilmuwan, sedangkan saya sendiri hanya wisatawan”, sembari menyindir dirinya sering melakukan kunjungan kerja keluar negeri.

Walaupun keempat Presiden Indonesia terdahulu lahir pada bulan Juni, publik tentu dapat menilai peran mereka masing-masing dengan zaman dan tantangan yang berbeda. Mereka semua punya kelebihan dan kekurangan sebagai konsekuensi dari manusia yang tidak sempurna. Orang bijak akan selalu memetik pelajaran  kebaikan dari mereka untuk memajukan bangsanya. Bangsa yang terkenal religius dan ramah tamah mensyaratkan adanya rekonsiliasi nasional untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan bangsa. Intinya perlu bergotong royong dan musyawarah mufakat dalam membuat keputusan sebagaimana dicita-citakan sejak awal. Soekarno – Hatta adalah duet hasil musyawarah mufakat yang ditetapkan oleh sidang PPKI sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia sehari setelah Kemerdekaan diproklamasikan.

Senyampang dalam suasana Hari Suci Galungan dan Kuningan bagi umat Hindu, masih dalam suasana Bulan Karno yang juga bulan kelahiran 4 Presiden Indonesia, ada baiknya kita merenung sejenak seraya memasang tamiang dan endongan. Eling ring kauningan sebagai bangsa yang besar berbhineka tidak mudah untuk mengelola tanpa persatuan dan kesatuan. Ibarat paragraf, bangsa ini perlu memiliki ide pokok yang jelas arahnya didukung oleh kalimat-kalimat penjelas yang memenuhi syarat kohesi dan dan koherensi  menyambut Indonesia Emas 2045. Rahajeng Galungan dan Kuningan. Rahayu sekala niskala. [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

Tags: HabibieJoko WidodoSoehartoSoekarno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ishavasyam Idam Sarvam: Ketika Seluruh Alam Semesta Adalah Wujud Ilahi

Next Post

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

by I Wayan Artika
November 1, 2026
0
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

Read moreDetails

Saraswati dan Kenaikan Kelas

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
0
Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

Read moreDetails

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

by tatkala
October 31, 2026
0
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

Read moreDetails

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

Read moreDetails

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
0
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

Read moreDetails

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

Read moreDetails

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
0
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

Read moreDetails

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

Read moreDetails
Next Post
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  ---Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026
Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital
Esai

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

by tatkala
October 31, 2026
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co