12 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
in Panggung
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Penampilan sekaa balaganjur di ARMA Fest

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap yang menjadi bagian dari ARMA Fest 2026, Sabtu, 19 September 2026. Para pecinta seni baleganjur dari bebagai daerah hadir menunggu satu persatu sekaa yang tampil di atas stage tyerbuka itu.

Pada hari pertama pelaksanaan ARMA Fest, ada empat sekaa tampil mengadu kreativitas dan kepiawaian memainkan gamelan baleganjur. Mereka adalah Sekaa Baleganjur Putra Kencana, Nata Suara, Sekaa Gong Puspa Sari, dan Sekaa Gong Bina Yowana Santhi.

Para peserta ini didominasi anak-anak muda terlihat jelas di setiap penampilan. Masing-masing sekaa tampil penuh energi dan memiliki karakter tersendiri. Mereka tidak sekadar memainkan tabuh berdasarkan pakem, tetapi meracik kreativitas baru melalui permainan ritme, koreografi, ekspresi wajah, hingga penjiwaan yang kuat.

Di atas panggung, para penabuh tampak bersemangat menjaga tempo dan dinamika permainan. Pukulan kendang, ceng-ceng, dan kajar dimainkan dengan presisi di tengah tekanan waktu dan perhatian juri. Sorak penonton yang memadati arena semakin membakar semangat para peserta, membuat suasana perlombaan berlangsung meriah dan kompetitif.

“Lomba Baleganjur Ngarap ini tidak hanya menampilkan peserta di atas panggung, tetapi menjalankan prosesi ngarap hingga menuju open stage. Ini salah satu yang menjadi pembeda dari festival lainnya,” kata Ketua Panitia ARMA Fest 2026, I Made Sutama, Sutama dalam keterangan sebelum lomba berlangsung.

Penampilan sekaa balaganjur di ARMA Fest

Lomba yang belakangan semakin diminati generasi muda itu, tidak hanya mengandalkan kemampuan memainkan gending dan menyusun komposisi, tetapi juga menggabungkan teknik permainan, koreografi, ekspresi, hingga busana sebagai bagian dari pertunjukan. Baleganjur ngarap menawarkan bentuk kreativitas musikal yang lebih dinamis, tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Berbeda dengan pertunjukan baleganjur yang umumnya dimainkan dalam posisi duduk di atas panggung, konsep ngarap dalam festival ini menghadirkan prosesi yang dilakukan sambil berjalan menuju open stage. Perubahan format tersebut membuat pertunjukan terasa lebih atraktif dan dekat dengan penonton.

“Konsep yang berisi berjalan tersebut menjadi salah satu pembeda Lomba Baleganjur Ngarap tahun ini. Ada proses benar benar ngarap. Ini konsep sekaligus memberikan pengalaman kepada penonton, khususnya generasi muda, untuk mengenal lebih dekat tradisi baleganjur dan proses kreatif dalam ngarap,” imbuhnya.

ARMA Fest 2026 melibatkan sembilan sekaa baleganjur dari berbagai wilayah di Bali. Setelah empat sekaa tampil pada hari pertama, maka pada hari kedua, Minggu 20 September, (hari ini) peserta yang tampil lima sekaa. Peserta itu terdiri atas Sekaa Teruna Yowana Eka Jaya, Sanggar Tari & Tabuh Semara Girang, Gamelan Sanggita, Komunitas Seni Cak Keramas, dan Sekaa Teruna Kencana. Rangkaian kegiatan juga diisi melukis spontan, workshop melukis gaya Keliki dan Komunitas Baturulang, serta dolanan dari Sanggar ARMA Kumara Sari.

Penampilan sekaa balaganjur di ARMA Fest

Selain baleganjur, ARMA Fest 2026 menghadirkan berbagai kegiatan seni dan budaya yang melibatkan anak-anak, pelajar, pemuda, hingga seniman dewasa. Program tersebut mencakup workshop megendang, pameran seni rupa, dan berbagai pertunjukan. “Seniman dan penampilnya ada anak-anak, pemuda, dan dewasa. Ada seniman lukis, ada workshop yang pesertanya siswa SD dan SMP. Mereka belajar melukis dan megendang, bermain gendang Bali. Jadi kami adakan pembelajaran di sini,” ujar Sutama.

Menurut Sutama, ARMA Fest juga menjadi bagian dari upaya Museum ARMA untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat Bali, khususnya generasi muda. Selama sekitar 30 tahun keberadaan Museum ARMA, pengunjung masih didominasi wisatawan asing. “Sejak 30 tahun ARMA Museum didirikan, pengunjung selalu warga asing. Warga kita sendiri masih sangat jarang. Jadi, supaya mereka mengenal museum ini,” ujarnya.

Sutama berharap ARMA Fest dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat lokal untuk mengenal lebih dekat Museum ARMA, koleksi seni, serta berbagai kegiatan kebudayaan yang berlangsung di dalamnya.

General Manager ARMA Museum & Resort, Made Suhartana mengatakan, penyelenggaraan ARMA Fest juga merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan tradisi budaya Bali sekaligus membuka ruang interaksi antara masyarakat dan seni.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan nilai dan kualitas pariwisata Bali, terutama melalui pengembangan pariwisata berbasis budaya. “Melestarikan tradisi budaya Bali, masyarakat berinteraksi, tertarik dengan seni dan budaya. Harapan ke depan meningkat nilai pariwisata, kualitas pariwisata,” ujarnya.

Rangkaian ARMA Fest 2026 turut menghadirkan pameran lukisan gaya Keliki. Pameran ini memberikan ruang bagi seniman lokal dari Desa Keliki untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat yang lebih luas.

Ketua Yayasan ARMA, Agung Yudi mengatakan, keberadaan ARMA tidak terlepas dari kontribusi berbagai kalangan, terutama seniman dan budayawan. “ARMA tidak hanya milik satu orang. ARMA juga besar oleh banyak kalangan, seniman, budayawan, bisa berdiri sampai sekarang usia 30 tahun ini,” ucapnya.

Menurut Agung Yudi, tantangan ARMA ke depan adalah menjaga marwah seni dan budaya Bali sekaligus tetap mampu mengikuti perkembangan zaman. Semangat tersebut menjadi salah satu dasar pengusungan tema “Living Tradition” dalam ARMA Fest 2026.

Melalui tema tersebut, ARMA Fest tidak sekadar menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga membuka ruang bagi tradisi untuk terus hidup dan berkembang. Budayawan, seniman, komunitas, serta generasi muda dipertemukan dalam ruang yang sama untuk belajar, berinteraksi, dan berkreasi.

Penampilan sekaa balaganjur di ARMA Fest

Secara keseluruhan, ARMA Fest 2026 melibatkan hampir 1.000 seniman dari berbagai komunitas dan latar belakang seni. Lomba Baleganjur Ngarap menjadi salah satu rangkaian utama yang berlangsung selama dua hari, hingga Minggu, 20 September 2026.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: baleganjurMuseum ARMAUbud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

Next Post

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails
Next Post
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co