7 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
in Tualang
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Suasana Pantai Jimbaran | Foto: Nyoman Tingkat

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala Sekolah Seluruh Indonesia (AKSI) Pusat menggelar Kongres pada Januari 2023, misalnya, gala dinner yang digelar di Pantai Kedonganan itu disebut di Pantai Jimbaran oleh tour leader. Akibatnya, sejumlah peserta dari Bali dibuat kalang-kabut. Mereka menuju Pantai Jimbaran, tapi tidak ada gala dinner. Begitulah Jimbaran disebut orang luar kadang-kadang untuk mewakili Kedonganan dan Kelan sekaligus. Maklumlah, Jimbaran sesuai dengan namanya memang jimbar ‘luas’.

Demikian juga Kuta. Sering untuk mewakili wilayah Pantai Tuban sampai Legian. Namun, tidak seekstrem penyebutan untuk Pantai Jimbaran. Kisah tentang penyu mataluh di bawah pandan berduri adalah kisah romantik nelayan Kuta tempo doeloe. Pun, kisah penyu mataluh era milenial tidak kalah romantiknya dalam hubungan Bali-Bule. Itu pula sebabnya, orang-orang Kuta dengan pantai pasir putihnya yang membentang dari Pantai Jerman di selatan hingga Legian di utara adalah wilayah kekuasaan nelayan dengan jukung-jukung tradisionalnya. Tempat nelayan mengadu nasib demi sesuap nasi. Pariwisata Kuta mulai dari pergaulan bule dengan nelayan. Itu dulu.

Kini, jejak nelayan Kuta masih ada samar-samar. Satu dua jukung masih ada di seputar Pantai Kuta. Kalah pamornya dengan para peselancar yang menenteng papan surfing berkencan dengan ombak. Kencan mereka dengan ombak sering juga berlanjut di hotel dengan pemandangan Pantai Kuta yang menawan itu. Gambaran itu dapat dibaca di novel, cerpen, dan puisi dengan latar Kuta.

Suasana Pantai Jimbaran | Foto: Nyoman Tingkat

Idem dito Kuta dengan Jimbaran. Kedua desa ini memiliki pantai berpasir putih. Keduanya juga memiliki view sunset yang memukau. Keduanya juga pernah diledakkan bom oleh bromocorah teroris. Bedanya, ledakan bom Kuta di Paddy’s Club, tempat diskotek, sedangkan ledakan bom di Jimbaran di pantai, tempat kuliner ikan bakar. Ledakan Bom Kuta sering disebut Bom Bali I terjadi pada Sabtu Kelabu, 12 Oktober 2002, sedangkan Ledakan Bom Jimbaran, yang sering disebut Bom Bali II, terjadi pada Sabtu Kelabu, 1 Oktober 2005. Kedua ledakan bom itu membuat pariwisata Bali kolaps. Simbol pariwisata Bali hancur lebur. Berkeping-keping.

Sebagai destinasi wisata, Pantai Jimbaran dan Kuta memang berbeda dari karakteristik yang diunggulkan. Jimbaran terkenal dengan ikon ikan bakarnya. Bahkan, Ikan Bakar Jimbaran merambah hingga Jakarta sampai Bandung. Kuta terkenal dengan sunset sebagai ikon utama berdampingan dengan surfing sebagai ikon lainnya. Tentang surfing, pantai-pantai di Gumi Delod Ceking seperti Balangan, Uluwatu, Melasti, Pandawa, Timbis, Gunung Payung, bahkan Geger juga menjadi idola peselancar kini. Jadi, surfing tidak spesifik merujuk pada Pantai Kuta. Namun, surfing pertama di Bali dimulai dari Pantai Kuta.

Menarik dikulik Pantai Jimbaran dengan kuliner ikan bakarnya. Tetamu yang menonton kecak di Uluwatu, Pantai Melasti, dan Pandawa umumnya makan malam di Pantai Jimbaran dan Kedonganan. Seperti yang disebutkan di atas, Pantai Kedonganan sering kalah pamor dengan nama besar Pantai Jimbaran. Dari strategi branding, Jimbaran diuntungkan secara marketing. Dampaknya luas secara ekonomi. Jika pun Kedonganan memiliki puluhan kafe di Pasih Kauh, namanya tidak semendunia Jimbaran dengan sejumlah alasan.

Pertama, sejak dulu sebelum pariwisata booming, Jimbaran sudah terkenal dengan Pasar Jimbaran. Orang-orang krama wed Delod Ceking mameken/mamasar ke Jimbaran. Di Jimbaranlah lalu lintas perdagangan dengan sistem barter berlangsung secara intens. Hasil-hasil pertanian dari Delod Ceking, kalau tidak ke Denpasar, Jimbaranlah yang menjadi tujuan.

Kedua, Jimbaran memiliki keistimewaan. Selain memiliki bukit sebagai benteng bagian selatan, juga memiliki dataran bagian utara. Posisi datarannya persis berada di Ceking, kaki Pulau Bali. Di Ceking itu pula pusat perdagangan sebagai pasar. Persisnya di Jaba Pura Ulun Swi Jimbaran, bersebelahan dengan posisi Catus Pata Desa Adat Jimbaran yang arah baratnya adalah Pantai Jimbaran. Sampai tahun 1990-an, masih ditemukan nelayan dengan jukung tradisionalnya. Nelayan yang disebut bandega kita temukan berteduh di pohon waru dengan jukung kesayangannya sambil ngayum jaring. Jaring yang rusak ibarat pakaian robek harus ditambal (di-ayum) sehingga bila dipasang, ikan tetap terjaring. Begitulah bandega dulu merawat jaring sebagai bentuk dedikasi nelayan yang menyatu dengan perabotannya. Prabot masari, gae mataksu.

Suasana Pantai Jimbaran | Foto: Nyoman Tingkat

Ketiga, orang-orang Delod Ceking menjadikan Pantai Jimbaran tempat ngujur. Ngujur sebenarnya tidak murni magegendong dalam arti ngidih-idih. Para pengujur umumnya anak-anak sekolah dari Delod Ceking yang siaga menunggu nelayan tradisional datang dari melaut pada pagi hari. Sementara bandega bergadang di tengah laut merayu ikan dengan jaring dan pancing. Tak ubahnya sastrawan yang menjaring dan memancing mutiara kata untuk diangkat dari kedalaman samudra yang tersembunyi di lubuk-lubuk laut sunyi dalam sepi malam.

Anak-anak pengujur ini membantu mengeluarkan ikan yang terjaring yang belum sempat diselesaikan nelayan. Maklumlah, nelayan tradisional menakhodai jukungnya secara manual. Mendayung dengan sekuat tenaga melawan kantuk belum tentu cukup bekal di tengah laut yang ganas. Darmaning bandega paham betul bagaimana bersahabat dengan laut yang ombaknya tak terduga, seperti kumpulan cerpen I Made Suarsa: Gde Ombak Gde Angin.

Dari tradisi melautlah tampaknya inspirasi lahirnya kafe-kafe di sepanjang Pantai Muaya hingga batas utara Jimbaran. Pada kenyataannya, nelayan banyak berasal dari luar Bali, tetapi berlabuh di Kedonganan lalu menjual ikan-ikannya kepada pengepul. Ikan-ikan itu dijual kembali ke kafe-kafe seputar Jimbaran dan Kedonganan.

Muliawan, mantan Panyarikan Desa Adat Jimbaran, mengatakan, “Di Pantai Muaya terdapat 19 kafe yang dibangun oleh pengontrak krama ngarep Desa Adat Jimbaran, sedangkan di Jalan Pemelisan ada 9 kafe yang dibangun oleh Pemda Badung.”

Dukungan Pemda Badung dan Desa Adat tampaknya seiring sejalan walaupun secara kuantitas terkesan timpang. Namun, lebih baik daripada tidak sama sekali. Ke depan perlu didorong agar Pemda Badung lebih proaktif memfasilitasi usaha krama ngarep yang pada ujungnya akan meningkatkan PAD Badung dari pasih dengan Ikan Bakar Jimbaran.

Wisatawan belum menyebut diri sampai ke Bali bila belum sampai ke Pantai Kuta. Begitu pula, belum makan ikan di Bali jika belum makan Ikan Bakar Jimbaran. Ikan Bakar Jimbaran rasanya khas Bali yang kaya rempah. Ikan dibakar dengan arang dari batok kelapa sehingga menghasilkan aroma asap (smoky) yang menjadikannya ikon gastronomi Bali yang mendunia. Ciri khas Ikan Bakar Jimbaran adalah menggunakan bumbu oles kaya rempah dari bawang putih, bawang merah, cabai, ketumbar, kunyit, kemiri, terasi, gula merah, dan air asam jawa yang membuat bumbunya meresap. Ikan bakar yang segar dilengkapi sambal terasi dan sambal matah dengan jukut plecing kangkung plus kacang tanah goreng sebagai pelengkap.

Makanan disajikan di kafe terbuka dengan pemandangan laut. Deburan ombak saling sapa dengan kepulan asap ikan bakar. Pasir putih Pantai Jimbaran yang mengesankan berlatar sunset berwarna keperakan memberikan kenikmatan dan kelangon. Betapa indah ciptaan-Nya, betapa nikmat santapannya. Tidak berlebihan bila rombongan tamu seusai menonton kecak menjadikan kafe-kafe ikan bakar Jimbaran sebagai tempat gala dinner. Jimbaran pun menjadi objek wisata kuliner ikan bakar.

Suasana Pantai Jimbaran | Foto: Nyoman Tingkat

Gala dinner akan menjadi lengkap dan lebih nikmat bila ditutup dengan seiris buah semangka sebagai puisi epigon. Dalam konteks ini, puisi GM Sukawidana (2024) menarik untuk ditampilkan sebagai pelengkap Ikan Bakar Jimbaran. Namun, makan ikan pun perlu hati-hati dan beretika, jangan sampai sukak sebagaimana GM Sukawidana melukiskan dalam puisinya.

Sebuah Sketsa Made Budhiana Tentang Kepala Ikan

ibakar di atas meja
bumbu pedas nasi hangat
aromanya melampui batas penciuman
bercampur bau arak
membuat gairah menyantap semakin liar

hari ini
pesta sunyi orang lapar
makan besar tak terbendung
jangan sampai ada yang tersisa
bagi perut yang memendam dendam

aku menyantap ikan bakar di atas meja
semua terlahap habis
hanya tersisa tulang kerangka

sampai pada batas
bagian kepala
yang masih utuh
tak tersentuh
aku terhenyak
mata ikan itu
membelalak liar
berputar-putar
mencari siapa yang mengoyak tubuhnya

sungguh mengerikan
tatapan tajam
mengiris
menebar ancaman

jangan kau telan semua
sisakan kepalaku
siapa tahu nanti
dapat menggantikan
kepalamu yang terlepas[T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Jaswanto

Tags: Asosiasi Kepala Sekolah Seluruh IndonesiaPantai Jimbaran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Rumah”, Seni Instalasi Ni Nyoman Sani

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  
Tualang

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
“Rumah”, Seni Instalasi Ni Nyoman Sani
Ulas Rupa

“Rumah”, Seni Instalasi Ni Nyoman Sani

PADA 10 April hingga 30 Juni 2026 lalu digelar pameran 12 Perupa Perempuan Indonesia. Perhelatan ini diinisiasi Indonesian Women Artists...

by Hartanto
August 7, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“Gigolo Pendidikan”, Oemar Bakrie, dan Saat Kasih Sayang Guru Menjadi Barang Premium

BEBERAPA hari lalu saya iseng melontarkan istilah yang terdengar keterlaluan.  Gigodik, “Gigolo Pendidikan”. Bayangan saya sederhana. Jangan-jangan sekarang ada "profesi"...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 7, 2026
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak
Khas

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

by Jaswanto
August 7, 2026
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan
Khas

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

by tatkala
August 6, 2026
Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis
Esai

Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis

Dampak Pembangunan Brutal dan Ugal-ugalan, Ledakan Kendaraan Tanpa Jeda, atau Buruknya Transportasi Umum? "Sanur makin macet, namun kenapa fasilitas wisata...

by Agung Sudarsa
August 6, 2026
Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi
Esai

Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi

COBA hentikan sejenak geseran jempol Anda di atas layar gawai. Di luar sana, dunia hari ini bergerak dalam ritme yang...

by Arief Rahzen
August 6, 2026
Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana
Esai

Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana

KALIMAT itu masih saya ingat dengan jelas. Mendiang Bang D.S. Putra mengucapkannya suatu sore, ketika kami berbincang santai bersama beberapa...

by Angga Wijaya
August 6, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kencan Pertama di Kafe Pinggir Sungai

KENCAN pertama untuk sebagian besar orang dianggap sesuatu yang mendebarkan. Begitu pun yang dirasakan Heru Pambudi dan Tuty Rosdiana. Belum...

by Chusmeru
August 6, 2026
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur
Ulas Musik

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
Sepiring Nasi, Sekeping Legitimasi
Esai

Pertemuan Rutin, Agenda Lama: Pilkada Lewat DPRD, Lagi

PERTEMUAN itu seharusnya selesai sebagai berita protokoler. Pada Senin, 3 Agustus 2026, jajaran pimpinan MPR datang ke Istana Kepresidenan. Mereka...

by Luthfi Hasanal Bolqiah
August 5, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co