SINGARAJA pernah menjadi pintu masuk bagi Gede Angga Prasaja untuk memperkenalkan musiknya. Lewat “Singaraja Kota Kita” dan “Senja di Singaraja”, musisi dan pencipta lagu asal Bali ini merekam kedekatannya dengan kota kelahiran dalam bentuk lagu. Ada kota yang dihadirkan sebagai tempat, ada pula kenangan yang diselipkan di antara nada dan lirik.
Kini, Angga memilih bergerak lebih jauh dari sana.
Ia menyiapkan sebuah album bertajuk FASE BARU, yang memuat 10 karya musik dan akan dirilis secara bertahap dalam tiga volume. Volume pertama, Fase Baru Vol. 1, dijadwalkan hadir pada 30 September 2026 dengan tiga lagu: “Siapkan Hati”, “Menahan Bayangmu”, dan “Terlalu Sulit”.


Perubahan itu bukan hanya perkara judul album. FASE BARU menandai babak yang berbeda dalam perjalanan bermusik Angga. Jika karya-karya sebelumnya banyak bersentuhan dengan identitas dan romantisme Singaraja, album ini bergerak ke wilayah yang lebih personal: tentang hubungan, kerinduan, penerimaan, dan keberanian menghadapi perubahan.
Ada pengalaman hidup yang ikut masuk ke dalam proses tersebut. Angga menyebut album ini sebagai bagian dari pendewasaan dirinya, sekaligus cara untuk melihat kembali berbagai dinamika yang telah dilewati.
“Album ini adalah cermin dari pendewasaan saya pribadi dan cara saya berdamai dengan dinamika hidup. Lewat ‘Fase Baru Vol. 1’, khususnya single ‘Siapkan Hati’, saya berharap pesan ini sampai ke hati pendengar dan menjadi teman bagi siapa pun yang sedang melangkah ke babak baru dalam hidup mereka,” ungkap Gede Angga Prasaja.
Tiga Lagu untuk Membuka Cerita
Lagu “Siapkan Hati” menjadi pembuka sekaligus fokus track dalam volume pertama. Dari judulnya saja, ada semacam ajakan untuk bersiap menghadapi sesuatu yang belum sepenuhnya diketahui. Lagu ini berbicara tentang kesiapan mental dan ketabahan ketika seseorang berhadapan dengan perubahan rasa serta ketidakpastian hidup.
Dua lagu lainnya membawa cerita ke arah yang berbeda.
“Menahan Bayangmu” berangkat dari kerinduan dan perpisahan. Ada pengalaman tentang seseorang yang masih tertinggal dalam ingatan, meskipun hubungan atau kebersamaan telah berakhir.
Sementara itu, “Terlalu Sulit” mengangkat dinamika hubungan yang rumit dan proses menerima kenyataan. Ketiganya menjadi pintu masuk menuju tema besar FASE BARU: perubahan yang tidak selalu mudah, tetapi harus dihadapi.

Angga tidak memilih merilis seluruh album sekaligus. Sepuluh karya tersebut dibagi ke dalam tiga tahap. Fase Baru Vol. 1 berisi tiga lagu, disusul Vol. 2 dengan tiga lagu berikutnya. Vol. 3 akan memuat tiga lagu tambahan sekaligus satu bonus track.
Format tersebut membuat perjalanan album terasa seperti cerita yang dibuka sedikit demi sedikit. Pendengar tidak langsung mendapatkan keseluruhan isi, tetapi diajak mengikuti perkembangan album dari satu bagian ke bagian berikutnya.
Bagi Angga, pembagian itu juga memberi kesempatan kepada setiap lagu untuk memiliki ruangnya sendiri di telinga pendengar.
Jika FASE BARU adalah sebuah cerita tentang perubahan, maka cara merilisnya pun menjadi bagian dari cerita tersebut.
Dari Kota Kelahiran Menuju Ruang Personal
Perjalanan Angga menarik karena titik berangkatnya sangat dekat dengan identitas tempat. “Singaraja Kota Kita” dan “Senja di Singaraja” membuat nama kota tersebut melekat dalam perjalanan musiknya. Kali ini, ia membuka wilayah yang lebih intim.
Ada pergeseran dari tempat menuju pengalaman personal.
Kerinduan, perpisahan, hubungan yang tidak sederhana, serta keberanian menghadapi babak baru menjadi materi yang diolah ke dalam lagu. Perubahan warna aransemen dan kedalaman lirik juga menjadi bagian dari upaya Angga memperluas wilayah musikalnya.
Dengan begitu, FASE BARU tidak sekadar menjadi kumpulan lagu baru. Album ini merupakan penanda bahwa seorang musisi sedang membaca ulang dirinya sendiri.

Barangkali itu pula yang membuat “Siapkan Hati” ditempatkan sebagai lagu utama. Lagu tersebut berbicara tentang kesiapan menghadapi perubahan—sebuah tema yang sekaligus merangkum alasan mengapa album ini diberi nama FASE BARU.
Tiga lagu pertama akan tersedia secara serentak di berbagai layanan musik digital, termasuk Spotify, Apple Music, dan YouTube Music, pada 30 September 2026. Lagu-lagu tersebut juga disiapkan untuk digunakan melalui fitur audio di TikTok, Instagram Reels, dan Facebook. Untuk kebutuhan radio, materi audio dalam format berkualitas tinggi juga telah disediakan.
Setelah Singaraja menjadi bagian penting dari cerita awalnya, Gede Angga Prasaja kini membuka halaman berikutnya. Ia tidak lagi hanya bercerita tentang sebuah kota, tetapi tentang manusia yang berada di dalam perjalanan hidupnya sendiri.
Dan seperti judul yang dipilihnya, babak itu dimulai dengan satu hal sederhana: bersiap menghadapi apa yang akan datang.[T]
Sumber/Penulis: Rilis/Rusdy Ulu
Editor: Jaswanto































