1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
in Pop
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

Personel Zat Kimia, band alternative rock asal Bali

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah benar-benar dilepaskan, sakit hati yang disimpan terlalu lama, atau ingatan tentang masa lalu yang terus kembali. Ia mungkin tidak selalu hadir dalam kesadaran sehari-hari, tetapi perlahan mengambil ruang.

Dari kegelisahan semacam itulah Zat Kimia menemukan jalan menuju “Karsinoma”, single terbaru yang menjadi pembuka perjalanan band alternative rock asal Bali tersebut menuju album kedua. Lagu ini akan dirilis secara independen pada 2 Oktober 2026, setelah sekitar dua tahun mereka mengerjakan materi album baru.

“Karsinoma” menggunakan istilah medis untuk kanker sebagai metafora. Bukan semata-mata tentang penyakit, melainkan tentang sesuatu yang tersembunyi, menetap, kemudian tumbuh tanpa disadari hingga perlahan menggerogoti kehidupan.

Sampul single Karsinoma dari Zat Kimia

“Kalau secara spesifik, ‘Karsinoma’ memang berbicara tentang kanker. Tapi secara umum, lagu ini juga tentang racun masa lalu, dendam, sakit hati, atau apa pun yang terus kita pendam. Kalau dibiarkan, hal-hal itu bisa tumbuh dan menggerogoti diri. Itu sebenarnya inti dari lagu ini,” jelas Ian Joshua Stevenson, vokalis dan gitaris Zat Kimia.

Gagasan itu segera terasa sejak baris pembuka lagu, “Di dalam diriku, ada yang sembunyi.” Kalimat tersebut seperti membuka pintu menuju sesuatu yang selama ini berada di ruang paling dalam. Yang ditemukan bukan sekadar kenangan, melainkan “sisa bisa masa lalu”—residu pengalaman yang masih menetap dan berubah menjadi beban ketika terus dipelihara.

Namun, Zat Kimia tidak membiarkan lagu ini berhenti sebagai pengakuan tentang luka. Ada sebuah titik ketika seseorang memilih untuk mengambil kembali kendali atas dirinya.

“Saatnya kupegang kendali” menjadi semacam penanda perubahan arah. Dari sekadar menyadari keberadaan racun, lagu bergerak menuju keinginan untuk menghadapinya. Kata-kata seperti “lepaskan”, “urai”, dan “leburkan” muncul sebagai tindakan yang harus dilakukan sebelum sesuatu yang semula tersembunyi berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Pengulangan pada bagian reff memperkuat kesan tersebut. Ia terdengar seperti seseorang yang terus mengingatkan dirinya sendiri agar tidak kembali terperangkap. Sebab, melepaskan sesuatu dari masa lalu tidak selalu berlangsung dalam satu keputusan. Ada kalanya seseorang harus mengatakannya kembali, menghadapinya kembali, lalu mencoba melepaskannya sekali lagi.

Personel Zat Kimia, band alternative rock asal Bali

Di situlah “Karsinoma” menemukan kaitannya dengan album kedua Zat Kimia. Lagu ini dipilih sebagai single pembuka karena dianggap mampu memperlihatkan salah satu benang merah yang sedang dibangun band tersebut: pergulatan emosional, mental, dan spiritual manusia ketika berhadapan dengan pengalaman yang mengguncang hidup.

Pengalaman-pengalaman tersebut tidak selalu diterjemahkan secara harfiah. Bagi Zat Kimia, sebuah emosi dapat menjadi pintu masuk menuju cerita yang lebih luas. Ia bisa berbicara tentang pergulatan pribadi, perubahan besar dalam kehidupan, hingga persoalan sosial.

Dalam proses kreatif album ini, Zat Kimia menggunakan sembilan keadaan emosional sebagai semacam kerangka untuk menjaga arah penulisan. Kesembilan keadaan tersebut tidak ditempatkan sebagai tahapan yang harus dilewati secara berurutan. Ia lebih menyerupai titik bidik yang membantu setiap lagu memiliki pusat emosi.

“Setiap kali menulis lirik, aku biasanya memegang satu tema atau emosi sebagai titik bidiknya supaya arah lagunya tidak ke mana-mana. Emosi itu tidak harus menjadi cerita yang harfiah. Misalnya, kemarahan (Anger) bisa berkembang menjadi lagu tentang persoalan sosial dan politik. Jadi, yang aku ambil adalah daya dorong emosinya, lalu dari sana ceritanya bisa bergerak lebih luas,” ujar Ian.

Pendekatan itu membuat pengalaman personal tidak harus berhenti sebagai pengalaman personal. Emosi dapat bergerak keluar dari diri seseorang dan bersentuhan dengan keadaan di sekitarnya. Karena itu, lagu-lagu yang sedang disiapkan Zat Kimia untuk album kedua tidak dikunci pada satu peristiwa atau cerita tertentu.

Pendengar justru diberi ruang untuk menemukan pengalaman mereka sendiri di dalamnya.

Dalam “Karsinoma”, ruang tersebut muncul melalui gambaran tentang sesuatu yang dipendam terlalu lama. Ia bisa berupa sakit hati, dendam, kenangan buruk, atau persoalan lain yang tidak pernah benar-benar diselesaikan. Semakin lama dibiarkan, semakin besar kemungkinan hal itu mengambil alih kendali.

Secara musikal, “Karsinoma” masih membawa watak alternative rock yang menjadi identitas Zat Kimia. Jejak rock era 1990-an juga tetap terasa dalam karya terbaru ini. Lagu tersebut direkam secara mandiri di home studio milik Ian, sebuah metode kerja yang sekaligus menunjukkan bagaimana semangat independen tetap menjadi bagian dari perjalanan band.

Personel Zat Kimia, band alternative rock asal Bali

Perjalanan itu sendiri bukan sesuatu yang baru dimulai. Zat Kimia dirintis sejak 2010. Album pertama mereka, “Candu Baru”, baru dirilis pada 2017 setelah melewati proses pengerjaan yang panjang. Album tersebut kemudian masuk nominasi Anugerah Musik Indonesia 2018 dalam kategori Album Rock Terbaik.

Dua tahun kemudian, Zat Kimia sempat vakum. Baru pada September 2024 mereka kembali dengan single “Mata Hari”. Kembalinya band tersebut menjadi semacam pembuka menuju fase berikutnya yang kini berlanjut lewat “Karsinoma”.

Ada jarak waktu yang cukup panjang antara album pertama dan album kedua. Namun, jarak tersebut justru menjadi bagian dari perjalanan Zat Kimia dalam menemukan kembali arah musikal dan gagasan yang ingin mereka bawa.

Kini, melalui “Karsinoma”, perjalanan itu memasuki babak baru. Jika album pertama menjadi pijakan awal, single ini memperlihatkan sebuah band yang sedang menengok ke dalam diri—mencari apa yang selama ini disimpan, mengurai yang masih membelenggu, lalu mencoba melepaskannya.

Pada akhirnya, “Karsinoma” bukan hanya tentang sesuatu yang tumbuh di dalam diri. Ia juga tentang keputusan untuk tidak membiarkannya terus tumbuh.

Zat Kimia akan merilis “Karsinoma” secara independen pada 2 Oktober 2026 di berbagai layanan streaming digital. Single ini menjadi materi pertama yang diperkenalkan sebelum album kedua mereka dirilis.[T]

Sumber/Penulis: Rilis/Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: band rock baliKarsinomaZat Kimia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Manusia Purba di Kota Denpasar

Next Post

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

by Rusdy Ulu
September 27, 2026
0
Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

SINGARAJA pernah menjadi pintu masuk bagi Gede Angga Prasaja untuk memperkenalkan musiknya. Lewat “Singaraja Kota Kita” dan “Senja di Singaraja”,...

Read moreDetails

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
0
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

Read moreDetails

Morbid Monke Membawa “Feel Alive” ke Seoul: Tiga Panggung, Satu Napas dari Hongdae

by Dede Putra Wiguna
September 19, 2026
0
Morbid Monke Membawa “Feel Alive” ke Seoul: Tiga Panggung, Satu Napas dari Hongdae

SEBULAN setelah pulang dari Prancis, Morbid Monke belum berniat mengendurkan langkah. Unit art punk asal Denpasar, Bali, itu kembali membawa...

Read moreDetails

Dari Kehilangan hingga Memulai Kembali, Dialog Dini Hari Hadirkan “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi”

by Dede Putra Wiguna
September 18, 2026
0
Dari Kehilangan hingga Memulai Kembali, Dialog Dini Hari Hadirkan “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi”

RUMAH tidak selalu berupa tempat. Ia bisa menjadi ruang untuk beristirahat, menjadi diri sendiri, atau sekadar merasa aman. Namun, rumah...

Read moreDetails

Jangar Kembali Bersuara Melawan Represi Lewat “Air Keras”

by Dede Putra Wiguna
September 18, 2026
0
Jangar Kembali Bersuara Melawan Represi Lewat “Air Keras”

KATA-kata bisa lebih menggentarkan kekuasaan ketimbang pedang atau senjata api. Gagasan itulah yang menjadi denyut utama “Air Keras”, single terbaru...

Read moreDetails

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

Read moreDetails

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
0
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk...

Read moreDetails

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
0
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

Read moreDetails

‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali

by Dede Putra Wiguna
August 11, 2026
0
‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali

Sube tawang, bajang care adine Mepayas seksi, ngalih bapak medasi Dini ditu setate ngaku perawan Nanging mare cobak, hey… jeg...

Read moreDetails

Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

by Dede Putra Wiguna
June 18, 2026
0
Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

KESERIUSAN Wikan Satya terhadap musik rupanya tidak berhenti pada “Anacaraka”. Setelah karya itu mendapat banyak sorotan sebagai lagu anak-anak yang...

Read moreDetails
Next Post
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co