2 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 11, 2026
in Pop
‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali

Rejuna Koplo│Dok. RK

Sube tawang, bajang care adine

Mepayas seksi, ngalih bapak medasi

Dini ditu setate ngaku perawan

Nanging mare cobak, hey… jeg mecelempung!

Begitulah lagu ‘Bajang Care Adine’ oleh Rejuna Koplo dibuka. Liriknya mudah diingat, berisi kelakar, serta mengangkat kisah yang dekat dengan fenomena keseharian masyarakat masa kini. Ketika dinyanyikan bersama, bagian ini menjadi penggalan yang mudah diikuti pendengar.

Lagu yang dirilis pada Senin, 10 Agustus 2026 itu tidak datang dengan cerita cinta yang berakhir manis. Tokohnya seorang pemuda lajang, sebut saja Kacut. Ia bermimpi digigit ular. Dalam kepercayaan masyarakat, hal tersebut kerap dikaitkan sebagai pertanda datangnya jodoh. Mimpi itu dipercaya. Harapan pun tumbuh.

Ketika sedang berolahraga pagi, Kacut melihat seorang perempuan. Ia tertarik. Pertemuan itu kemudian berulang setiap kali ia jogging. Dari sekadar melihat, tumbuh rasa suka. Dari rasa suka, muncul harapan kalau perempuan itu mungkin saja jodoh yang selama ini dinanti.

Tetapi harapan punya cara sendiri untuk mempermainkan orang yang terlalu cepat percaya.

Suatu hari, Kacut melihat perempuan itu bersama seorang lelaki yang usianya jauh lebih tua. Harapannya runtuh. Mimpi yang semula ia yakini sebagai pertanda jodoh ternyata tidak membawa dirinya ke akhir cerita yang ia bayangkan.

Cerita semacam ini sebenarnya bukan sesuatu yang asing dalam musik populer Bali. Terlebih belakangan ini, koplo menjadi salah satu bahasa musik yang mudah dijumpai dalam berbagai ruang hiburan. Ia menawarkan suatu inovasi baru dalam belantika musik Bali. Daya tariknya bukan semata-mata pada dentuman ritmisnya, tetapi pada kemampuan membuat lagu segera dikenali, mudah diikuti, dan cepat menjadi milik bersama.

Risikonya, ketika sebuah formula sudah terlalu sering dipakai, musik itu mudah terdengar seperti pengulangan dari apa yang telah lebih dulu populer. Rejuna Koplo pun masuk ke wilayah itu, tetapi tidak sepenuhnya tergerus pada hal yang sama.

Mereka sendiri menyebut musik yang dimainkan sebagai folk koplo. Formasinya pun tidak berhenti pada susunan band dengan gitar, bass, dan drum sebagaimana lazimnya kelompok musik populer. Rejuna Koplo terdiri atas enam personel: Yancul sebagai vokalis sekaligus gitaris ritme, Suwena pada kendang, Lionx pada bass, Ryan pada ukulele, Dek Yon pada lead guitar, serta Fajar pada simbal dan tamborin.

Susunan tersebut memberi gambaran tentang karakter musik yang ingin mereka bangun. Kendang menjadi salah satu penggerak utama ritme koplo, sementara ukulele menghadirkan warna yang berbeda dari dominasi gitar elektrik. Simbal dan tamborin memperkaya pukulan ritmis, sementara dua gitar membagi fungsi antara pengiring dan melodi. Hasilnya bukan sekadar lagu yang dipasangi irama koplo. Ada usaha untuk mempertemukan karakter musik folk dengan energi koplo.

Rejuna Koplo│Dok. RK

Rejuna Koplo sendiri bukan kelompok yang tiba-tiba muncul. Band ini terbentuk pada 2022 dan pertama kali tampil pada dalam perayaan ulang tahun organisasi pemuda-pemudi di Banjar Telabah, Desa Sukawati, Gianyar. Keenam personelnya berasal dari lingkungan yang sama.

‘Bajang Care Adine’ kemudian menjadi langkah mereka masuk lebih jauh ke proses produksi rekaman. Lagu itu digarap sekitar delapan bulan, sejak Desember 2025 hingga Juli 2026. Namun, sebelum masuk studio, lagu tersebut telah lebih dulu diuji di ruang yang paling dekat dengan mereka, yaitu panggung pernikahan seorang teman di Banjar Telabah.

“Sebelum memasuki tahap rekaman, lagu ini pertama kali dibawakan dalam acara pernikahan salah seorang teman di Banjar Telabah, Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar. Sambutan hangat dan antusiasme masyarakat setiap kali lagu ini dibawakan menjadi penyemangat bagi Rejuna Koplo untuk menggarapnya secara lebih serius hingga memasuki proses produksi di dapur rekaman,” ujar Yancul.

Proses menuju rekaman juga membuat lagu ini mengalami perubahan. Pada awalnya, judulnya adalah ‘Bajang Care Janine’. Pada Juni 2026, judul tersebut diubah menjadi ‘Bajang Care Adine’, sekaligus diikuti penyesuaian sejumlah bagian lirik. Perubahan itu dilakukan agar pesan yang disampaikan lebih santun, komunikatif, dan mudah diterima tanpa menghilangkan karakter lagu.

Rekaman audio kemudian dikerjakan Made Pasek Krisna atau De Krisna di studio rekamannya di Banjar Jungut, Desa Batuan. Pada bagian lead guitar, Rejuna Koplo dibantu Hermanlly, gitaris band Matanai, untuk memperkaya aransemen.

Ada hal lain yang menarik dari proses kelahiran lagu ini. Hampir seluruh produksinya bergerak dari lingkungan yang sama. Video klip diarahkan Rafly J’Flames (Rafly), yang juga berasal dari Sukawati. Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi di Desa Sukawati, seperti Sudamala Jogging Track, kediaman Wayan Qi, dan Warung Bubun. Talenta yang terlibat pun sebagian besar merupakan warga setempat.

Dengan begitu, ‘Bajang Care Adine’ tidak hanya bercerita tentang seorang pemuda yang salah membaca pertanda. Ia juga memperlihatkan bagaimana sebuah band tumbuh dari lingkungan sosialnya sendiri. Lagu dibuat, dimainkan, diuji, kemudian diproduksi dengan melibatkan orang-orang yang berada di sekitar mereka.

Itu pula yang membuat karakter Rejuna Koplo menarik untuk diamati di tengah menjamurnya musik koplo di Bali. Mereka tidak mencoba menjauh dari musik yang sedang digemari. Sebaliknya, mereka masuk ke dalamnya dengan membawa cerita lokal, humor sehari-hari, formasi instrumen yang tidak sepenuhnya lazim untuk koplo, dan pendekatan folk yang memberi ruang lebih besar bagi gitar, ukulele, serta permainan ritmis non-drum.

Ketika bagian pembuka ‘Bajang Care Adine’ dinyanyikan bersama-sama, kisah Kacut tidak lagi menjadi milik Kacut. Ia berubah menjadi bahan tertawaan bersama. Sebuah cerita tentang berharap terlalu jauh, salah membaca keadaan, lalu tetap bisa menyanyi setelah semuanya tidak berjalan seperti yang diinginkan.

Selain ‘Bajang Care Adine’, Rejuna Koplo sendiri telah menyiapkan sejumlah lagu lain yang akan dirilis bertahap. Jika mendapat sambutan baik, karya-karya tersebut direncanakan dihimpun menjadi sebuah mini album (EP).

Musik bernuansa koplo di Bali memang sudah terlalu ramai. Namun, sepertinya masih tersisa ruang untuk satu nama lagi, yakni Rejuna Koplo. Kini, ‘Bajang Care Adine’ sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital. Video klipnya juga dapat disaksikan di kanal YouTube Rejuna Koplo, dengan visual yang mengemas cerita Kacut dalam adegan-adegan penuh humor.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: Lagu Pop Balimusikmusik baliRejuna Koplo
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli

Next Post

Manusia Bukan Unggahan Terakhirnya

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

Read moreDetails

Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

by Rusdy Ulu
September 27, 2026
0
Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

SINGARAJA pernah menjadi pintu masuk bagi Gede Angga Prasaja untuk memperkenalkan musiknya. Lewat “Singaraja Kota Kita” dan “Senja di Singaraja”,...

Read moreDetails

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
0
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

Read moreDetails

Morbid Monke Membawa “Feel Alive” ke Seoul: Tiga Panggung, Satu Napas dari Hongdae

by Dede Putra Wiguna
September 19, 2026
0
Morbid Monke Membawa “Feel Alive” ke Seoul: Tiga Panggung, Satu Napas dari Hongdae

SEBULAN setelah pulang dari Prancis, Morbid Monke belum berniat mengendurkan langkah. Unit art punk asal Denpasar, Bali, itu kembali membawa...

Read moreDetails

Dari Kehilangan hingga Memulai Kembali, Dialog Dini Hari Hadirkan “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi”

by Dede Putra Wiguna
September 18, 2026
0
Dari Kehilangan hingga Memulai Kembali, Dialog Dini Hari Hadirkan “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi”

RUMAH tidak selalu berupa tempat. Ia bisa menjadi ruang untuk beristirahat, menjadi diri sendiri, atau sekadar merasa aman. Namun, rumah...

Read moreDetails

Jangar Kembali Bersuara Melawan Represi Lewat “Air Keras”

by Dede Putra Wiguna
September 18, 2026
0
Jangar Kembali Bersuara Melawan Represi Lewat “Air Keras”

KATA-kata bisa lebih menggentarkan kekuasaan ketimbang pedang atau senjata api. Gagasan itulah yang menjadi denyut utama “Air Keras”, single terbaru...

Read moreDetails

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

Read moreDetails

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
0
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk...

Read moreDetails

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
0
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

Read moreDetails

Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

by Dede Putra Wiguna
June 18, 2026
0
Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

KESERIUSAN Wikan Satya terhadap musik rupanya tidak berhenti pada “Anacaraka”. Setelah karya itu mendapat banyak sorotan sebagai lagu anak-anak yang...

Read moreDetails
Next Post
Telenovela

Manusia Bukan Unggahan Terakhirnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026
Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital
Esai

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

by tatkala
October 31, 2026
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co