31 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 11, 2026
in Pop
‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali

Rejuna Koplo│Dok. RK

Sube tawang, bajang care adine

Mepayas seksi, ngalih bapak medasi

Dini ditu setate ngaku perawan

Nanging mare cobak, hey… jeg mecelempung!

Begitulah lagu ‘Bajang Care Adine’ oleh Rejuna Koplo dibuka. Liriknya mudah diingat, berisi kelakar, serta mengangkat kisah yang dekat dengan fenomena keseharian masyarakat masa kini. Ketika dinyanyikan bersama, bagian ini menjadi penggalan yang mudah diikuti pendengar.

Lagu yang dirilis pada Senin, 10 Agustus 2026 itu tidak datang dengan cerita cinta yang berakhir manis. Tokohnya seorang pemuda lajang, sebut saja Kacut. Ia bermimpi digigit ular. Dalam kepercayaan masyarakat, hal tersebut kerap dikaitkan sebagai pertanda datangnya jodoh. Mimpi itu dipercaya. Harapan pun tumbuh.

Ketika sedang berolahraga pagi, Kacut melihat seorang perempuan. Ia tertarik. Pertemuan itu kemudian berulang setiap kali ia jogging. Dari sekadar melihat, tumbuh rasa suka. Dari rasa suka, muncul harapan kalau perempuan itu mungkin saja jodoh yang selama ini dinanti.

Tetapi harapan punya cara sendiri untuk mempermainkan orang yang terlalu cepat percaya.

Suatu hari, Kacut melihat perempuan itu bersama seorang lelaki yang usianya jauh lebih tua. Harapannya runtuh. Mimpi yang semula ia yakini sebagai pertanda jodoh ternyata tidak membawa dirinya ke akhir cerita yang ia bayangkan.

Cerita semacam ini sebenarnya bukan sesuatu yang asing dalam musik populer Bali. Terlebih belakangan ini, koplo menjadi salah satu bahasa musik yang mudah dijumpai dalam berbagai ruang hiburan. Ia menawarkan suatu inovasi baru dalam belantika musik Bali. Daya tariknya bukan semata-mata pada dentuman ritmisnya, tetapi pada kemampuan membuat lagu segera dikenali, mudah diikuti, dan cepat menjadi milik bersama.

Risikonya, ketika sebuah formula sudah terlalu sering dipakai, musik itu mudah terdengar seperti pengulangan dari apa yang telah lebih dulu populer. Rejuna Koplo pun masuk ke wilayah itu, tetapi tidak sepenuhnya tergerus pada hal yang sama.

Mereka sendiri menyebut musik yang dimainkan sebagai folk koplo. Formasinya pun tidak berhenti pada susunan band dengan gitar, bass, dan drum sebagaimana lazimnya kelompok musik populer. Rejuna Koplo terdiri atas enam personel: Yancul sebagai vokalis sekaligus gitaris ritme, Suwena pada kendang, Lionx pada bass, Ryan pada ukulele, Dek Yon pada lead guitar, serta Fajar pada simbal dan tamborin.

Susunan tersebut memberi gambaran tentang karakter musik yang ingin mereka bangun. Kendang menjadi salah satu penggerak utama ritme koplo, sementara ukulele menghadirkan warna yang berbeda dari dominasi gitar elektrik. Simbal dan tamborin memperkaya pukulan ritmis, sementara dua gitar membagi fungsi antara pengiring dan melodi. Hasilnya bukan sekadar lagu yang dipasangi irama koplo. Ada usaha untuk mempertemukan karakter musik folk dengan energi koplo.

Rejuna Koplo│Dok. RK

Rejuna Koplo sendiri bukan kelompok yang tiba-tiba muncul. Band ini terbentuk pada 2022 dan pertama kali tampil pada dalam perayaan ulang tahun organisasi pemuda-pemudi di Banjar Telabah, Desa Sukawati, Gianyar. Keenam personelnya berasal dari lingkungan yang sama.

‘Bajang Care Adine’ kemudian menjadi langkah mereka masuk lebih jauh ke proses produksi rekaman. Lagu itu digarap sekitar delapan bulan, sejak Desember 2025 hingga Juli 2026. Namun, sebelum masuk studio, lagu tersebut telah lebih dulu diuji di ruang yang paling dekat dengan mereka, yaitu panggung pernikahan seorang teman di Banjar Telabah.

“Sebelum memasuki tahap rekaman, lagu ini pertama kali dibawakan dalam acara pernikahan salah seorang teman di Banjar Telabah, Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar. Sambutan hangat dan antusiasme masyarakat setiap kali lagu ini dibawakan menjadi penyemangat bagi Rejuna Koplo untuk menggarapnya secara lebih serius hingga memasuki proses produksi di dapur rekaman,” ujar Yancul.

Proses menuju rekaman juga membuat lagu ini mengalami perubahan. Pada awalnya, judulnya adalah ‘Bajang Care Janine’. Pada Juni 2026, judul tersebut diubah menjadi ‘Bajang Care Adine’, sekaligus diikuti penyesuaian sejumlah bagian lirik. Perubahan itu dilakukan agar pesan yang disampaikan lebih santun, komunikatif, dan mudah diterima tanpa menghilangkan karakter lagu.

Rekaman audio kemudian dikerjakan Made Pasek Krisna atau De Krisna di studio rekamannya di Banjar Jungut, Desa Batuan. Pada bagian lead guitar, Rejuna Koplo dibantu Hermanlly, gitaris band Matanai, untuk memperkaya aransemen.

Ada hal lain yang menarik dari proses kelahiran lagu ini. Hampir seluruh produksinya bergerak dari lingkungan yang sama. Video klip diarahkan Rafly J’Flames (Rafly), yang juga berasal dari Sukawati. Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi di Desa Sukawati, seperti Sudamala Jogging Track, kediaman Wayan Qi, dan Warung Bubun. Talenta yang terlibat pun sebagian besar merupakan warga setempat.

Dengan begitu, ‘Bajang Care Adine’ tidak hanya bercerita tentang seorang pemuda yang salah membaca pertanda. Ia juga memperlihatkan bagaimana sebuah band tumbuh dari lingkungan sosialnya sendiri. Lagu dibuat, dimainkan, diuji, kemudian diproduksi dengan melibatkan orang-orang yang berada di sekitar mereka.

Itu pula yang membuat karakter Rejuna Koplo menarik untuk diamati di tengah menjamurnya musik koplo di Bali. Mereka tidak mencoba menjauh dari musik yang sedang digemari. Sebaliknya, mereka masuk ke dalamnya dengan membawa cerita lokal, humor sehari-hari, formasi instrumen yang tidak sepenuhnya lazim untuk koplo, dan pendekatan folk yang memberi ruang lebih besar bagi gitar, ukulele, serta permainan ritmis non-drum.

Ketika bagian pembuka ‘Bajang Care Adine’ dinyanyikan bersama-sama, kisah Kacut tidak lagi menjadi milik Kacut. Ia berubah menjadi bahan tertawaan bersama. Sebuah cerita tentang berharap terlalu jauh, salah membaca keadaan, lalu tetap bisa menyanyi setelah semuanya tidak berjalan seperti yang diinginkan.

Selain ‘Bajang Care Adine’, Rejuna Koplo sendiri telah menyiapkan sejumlah lagu lain yang akan dirilis bertahap. Jika mendapat sambutan baik, karya-karya tersebut direncanakan dihimpun menjadi sebuah mini album (EP).

Musik bernuansa koplo di Bali memang sudah terlalu ramai. Namun, sepertinya masih tersisa ruang untuk satu nama lagi, yakni Rejuna Koplo. Kini, ‘Bajang Care Adine’ sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital. Video klipnya juga dapat disaksikan di kanal YouTube Rejuna Koplo, dengan visual yang mengemas cerita Kacut dalam adegan-adegan penuh humor.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: Lagu Pop Balimusikmusik baliRejuna Koplo
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli

Next Post

Manusia Bukan Unggahan Terakhirnya

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
0
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

Read moreDetails

Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

by Dede Putra Wiguna
June 18, 2026
0
Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

KESERIUSAN Wikan Satya terhadap musik rupanya tidak berhenti pada “Anacaraka”. Setelah karya itu mendapat banyak sorotan sebagai lagu anak-anak yang...

Read moreDetails

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

by tatkala
May 14, 2026
0
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

Read moreDetails

Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

by Dede Putra Wiguna
May 8, 2026
0
Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

SETELAH mencuri perhatian sebagai unit rock tunanetra asal Bali lewat single “Keidela”, “I’m a Fire”, dan “3”, kini Filla memasuki...

Read moreDetails

SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

by Dede Putra Wiguna
May 1, 2026
0
SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

SETELAH hampir satu dekade tenggelam dalam kesibukan masing-masing, SWR Bali akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru bertajuk “Palas”. Band...

Read moreDetails

“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

by Angga Wijaya
April 29, 2026
0
“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

PADA banyak lagu tentang perselingkuhan, yang kita dengar biasanya hanya dua suara, mereka yang terlibat, mereka yang saling menyakiti. Jarang...

Read moreDetails

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

Read moreDetails

Lolot Band Rilis ‘Tajir Melintir’: Album ke-11 yang Ringkas dan Mengena

by Dede Putra Wiguna
April 3, 2026
0
Lolot Band Rilis ‘Tajir Melintir’: Album ke-11 yang Ringkas dan Mengena

SETELAH keberhasilan album ke-10 ‘Bali Metangi’ pada 2022, Lolot Band kembali menegaskan eksistensinya lewat rilisan terbaru mereka, ‘Tajir Melintir’. Album...

Read moreDetails

‘Linglung’, Debut Solo Rahtwo Rock Bali yang Enerjik, Jenaka, dan Penuh Warna

by Dede Putra Wiguna
March 29, 2026
0
‘Linglung’, Debut Solo Rahtwo Rock Bali yang Enerjik, Jenaka, dan Penuh Warna

RAHTWO ROCK BALI, musisi yang selama ini dikenal sebagai bagian dari grup Triple X Bali, kini melangkah ke jalur solo...

Read moreDetails

Filla Rilis ‘I’m a Fire’, Langkah Baru Tegaskan Energi dan Eksistensi

by Dede Putra Wiguna
March 21, 2026
0
Filla Rilis ‘I’m a Fire’, Langkah Baru Tegaskan Energi dan Eksistensi

UNIT rock tunanetra Filla kembali menegaskan eksistensinya di kancah musik lewat perilisan single terbaru berjudul I’m a Fire yang kini...

Read moreDetails
Next Post
Telenovela

Manusia Bukan Unggahan Terakhirnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Apakah Buku Fisik Masih Asik?
Esai

Apakah Buku Fisik Masih Asik?

KITA mungkin mengingat bahwa pandemi membekaskan banyak hal dalam kehidupan hari ini. Saat-saat dimana secara fisik tubuh kita diharuskan terpisah...

by Made Chandra
August 31, 2026
Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota
Esai

Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota

KOTA ini tidak pernah benar-benar tidur; ia hanya ditenangkan oleh dongeng-dongeng yang ditulis oleh jemari tak berwajah. Di atas aspalnya...

by Wayan Gde Yudane
August 31, 2026
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan
Tualang

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
Berhenti Menjadikan Hidup Sebagai Ruang Tunggu
Esai

Berhenti Menjadikan Hidup Sebagai Ruang Tunggu

SEMAKIN kita menginginkan sesuatu, semakin jelas pula rasanya bahwa kita tidak memilikinya. Ada ironi yang cukup melelahkan dalam cara kerja...

by T.H. Hari Sucahyo
August 31, 2026
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana
Khas

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan
Khas

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
Perkara Anarkis dan Anarkistis
Bahasa

Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

by I Made Sudiana
August 30, 2026
Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?
Esai

Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?

SAYA memiliki seorang keponakan perempuan, ia kini memasuki umur 5 tahun. Beberapa bulan terakhir keponakan saya mulai belajar membaca, menggabungkan...

by Teguh Wahyu Pranata,
August 30, 2026
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto
Cerpen

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas
Puisi

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

by Supali Kasim
August 30, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [8]: Ketika AI Ikut Menulis: Kata-kata Tanpa Manusia

SETIAP era memiliki ancamannya masing-masing terhadap proses berpikir yang dalam. Pada masa otoritarianisme, ancamannya adalah sensor. Negara menentukan apa yang...

by Andre Syahreza
August 30, 2026
Apa yang (Sebaiknya) Kita Bicarakan saat Membicarakan Masa Depan Transportasi Publik di Bali?
Esai

Apa yang (Sebaiknya) Kita Bicarakan saat Membicarakan Masa Depan Transportasi Publik di Bali?

KAMI duduk di ruangan auditorium. Di atas panggung, seorang moderator memandu diskusi dengan empat orang narasumber yang secara bergantian memaparkan...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co