SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung. Di depan mereka, dua pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS bergantian berorasi, menyampaikan gagasan, lalu berdebat. Tepuk tangan dan sorak dukungan sesekali memecah suasana.
Hari itu, demokrasi tidak hadir sebagai teori di ruang kelas. Para siswa mengalaminya sendiri, mulai dari mendengarkan visi dan misi kandidat, menimbang pilihan, hingga menentukan siapa yang akan memimpin Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Dua pasangan calon bersaing dalam pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026-2027. Pasangan pertama, Indri Octavia dan Ayu Mas, berhadapan dengan pasangan kedua, Dihari Purnama dan Hanin Azzahra. Keduanya menawarkan visi, misi, serta program untuk membawa OSIS menjadi lebih aktif, kreatif, dan berdampak.
Kontestasi berlangsung hangat dan sportif. Masing-masing kandidat berusaha meyakinkan pemilih dengan gagasan dan gaya mereka sendiri. Dukungan siswa pun bergemuruh setiap kali nama salah satu pasangan calon disebut.


Keesokan harinya, Jumat, 18 September 2026, aula berubah menjadi tempat pemungutan suara. Meja petugas, bilik, kotak, dan kertas suara disiapkan layaknya pemilu sesungguhnya. Satu per satu warga sekolah datang memberikan hak suara.
Proses tak berhenti pada pencoblosan. Penghitungan suara dilakukan secara terbuka dan berlangsung paralel melalui Zoom Meeting yang menghubungkan tiga ruangan terpisah. Cara itu digunakan untuk mengefisienkan waktu sekaligus menjaga transparansi. Para siswa mengikuti penghitungan melalui layar di aula.
Ketegangan baru mereda setelah suara terakhir dihitung. Pasangan Dihari Purnama dan Hanin Azzahra meraih suara terbanyak dan terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026-2027.
Bagi Dihari Purnama, kemenangan itu datang dari perjalanan yang bahkan sebelumnya tidak pernah ia bayangkan. Ia mengaku semula tidak berani bermimpi menjadi kandidat. Kepercayaan yang diberikan kepadanya kemudian mendorong Dihari bersama Hanin menyusun visi, misi, dan program kerja.
“Hingga tadi pencoblosan dan penghitungan suara, rasanya sangat deg-degan. Namun, astungkara kami diberikan kepercayaan oleh seluruh warga sekolah. Saya senang karena perjuangan saya ternyata membuahkan hasil yang baik,” ujarnya.


Pergantian kepemimpinan tersebut sekaligus menjadi ujung perjalanan panjang pengurus sebelumnya. Adelia Trianti selaku Ketua OSIS periode 2025-2026 mengatakan, persiapan regenerasi telah dilakukan sejak Juli hingga September. Tantangannya tidak ringan karena pengurus harus mempersiapkan rangkaian kegiatan di tengah kesibukan praktik kerja lapangan (PKL). Menurutnya, kekompakan dan kerja keras OSIS Angkatan 17 membuat seluruh proses dapat berjalan lancar.
Adelia mengaku senang sekaligus terharu melihat kepengurusannya segera berakhir. Namun, ada pula kebanggaan menyaksikan lahirnya pemimpin baru.
“Perjalanan kalian baru dimulai hari ini, jadi jalani setiap prosesnya dengan penuh tanggung jawab dan semangat. Jika lelah, beristirahatlah sejenak, tetapi jangan menyerah,” pesannya kepada Dihari dan Hanin di atas panggung.
Adelia pun menyerahkan tongkat estafet kepengurusan dengan harapan pemimpin baru mampu meneruskan hal-hal baik yang sudah dibangun sekaligus membawa OSIS menjadi lebih baik.


Kompiang Merta Yasa selaku Pembina OSIS menilai pemilihan tahun ini berjalan baik dengan antusiasme tinggi. Ia melihat para kandidat menunjukkan semangat, tanggung jawab, dan keberanian sepanjang tahapan pemilihan.
“Semoga Ketua dan Wakil OSIS terpilih dapat menjalankan amanah dengan baik, menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta mendengarkan aspirasi siswa,” ujarnya.
Pada akhirnya, pesta demokrasi itu bukan semata perkara siapa memperoleh suara terbanyak. Dari menyusun visi-misi, berorasi, mencoblos, hingga menerima hasil penghitungan, siswa mendapat pengalaman langsung tentang bagaimana demokrasi bekerja. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole































