30 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
in Pop
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

Satria N Band

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk berbahasa Bali melalui single keduanya, “Bukan Pemenang Hatimu”.

Band yang digawangi Satria (vokalis), Obin (gitaris), Arsia (gitaris), Erin (bassist), serta Yuda (drummer) tersebut resmi merilis single lengkap dengan video klip. Bagi Satria N Band, karya terbaru ini bukan sekadar kelanjutan perjalanan bermusik, melainkan ruang untuk mengeksplorasi identitas musikal sekaligus menyampaikan cerita personal kepada pendengar.

Proses pengerjaan “Bukan Pemenang Hatimu” berlangsung sekitar lima minggu. Sebulan digunakan untuk menata aransemen musik, sementara produksi video klip dikerjakan selama satu minggu.

“Lewat balutan cerita kehidupan dan dinamika emosi, Satria N Band bertekad memperkenalkan identitas musikal yang autentik kepada publik,” ujar Satria (vokalis) saat konferensi pers, Jumat, 4 September 2026.

Cerita personal itu terasa kuat dalam “Bukan Pemenang Hatimu”. Lagu tersebut diangkat dari pengalaman Satria ketika masih remaja. Liriknya bercerita tentang seseorang yang berusaha mempertahankan hubungan asmara, tetapi terus dihantui keberadaan mantan kekasih pasangannya.

Perjuangan mempertahankan cinta itu perlahan berubah menjadi luka. Ada perasaan kalah dari seseorang yang bahkan sudah menjadi bagian dari masa lalu. Posisi sebagai pasangan yang hadir di masa kini terasa tidak cukup ketika bayang-bayang masa lalu masih mendominasi hubungan.

“Secara filosofis, karya ini merangkum keraguan mendasar seseorang saat berada dalam hubungan yang tidak seimbang. Satria N Band ingin membedah dinamika perasaan di saat seseorang merasa hanya dijadikan sebagai pelampiasan sementara. Lagu ini menjadi cerminan rasa lelah atas pembandingan yang tidak adil dalam sebuah jalinan kasih,” tutur Satria.

Pilihan pop-punk menempatkan Satria N Band ke dalam skena yang sebenarnya sudah cukup lama tumbuh di Bali. Sejumlah band telah memainkan genre ini, tetapi tidak semuanya berhasil mendapatkan tempat yang kuat di industri musik Bali. Karena itu, tantangan Satria N Band bukan sekadar memainkan pop-punk, tetapi juga membangun identitas yang kuat agar musik mereka dapat menemukan pendengarnya.

Di titik ini, keputusan membawa bahasa Bali ke dalam pop-punk menjadi menarik. Perpaduan tersebut memberikan ruang bagi Satria N Band untuk mencari karakter sendiri, sekaligus menjadi upaya memperluas kemungkinan musik berbahasa Bali di tengah lanskap musik yang dinamis.

Satria sendiri berharap agar musik mereka dapat menjangkau pendengar lebih luas, tidak hanya di Bali. Mereka juga berencana menjaga kesinambungan karya dengan menyiapkan single ketiga yang dijadwalkan meluncur pada akhir tahun ini.

“Lagu yang kami bawakan bergenre pop-punk. Melalui proyek ini, saya ingin memperkenalkan identitas serta karakter musikal secara lebih dekat kepada para pendengar. Dan saya ingin menambah suasana baru lagu Bali, Satria N Band memadukan cerita kehidupan, dinamika emosi, dan warna musik yang autentik. Astungkara, kami berharap musik dengan lirik bahasa Bali bisa diterima oleh semua,” ucap Satria.

“Bukan Pemenang Hatimu” tidak berhenti pada musik. Lagu tersebut juga diterjemahkan ke dalam video klip yang disutradarai Dika Pratama.

Visualnya mengambil gambar di Dragon Sound Bali Denpasar, Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Klungkung, Bedugul Tabanan, dan Shortcut Buleleng–Denpasar. Proses tersebut menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menentukan sudut pengambilan gambar yang tepat agar visual yang dihasilkan tetap memiliki nilai estetika.

“Kami buat sesuai dengan musik agar lebih berkesan. Kesulitannya saat mengambil shoot yang masih kurang menarik. So far, aman,” kata Dika.

Video klip turut diperkuat Pebria Satyani sebagai model utama. Ia memerankan karakter egois yang menjadi bagian dari alur cerita. Kemampuannya di depan kamera disebut membantu proses pengarahan sekaligus membangun dinamika peran.

Namun, karakter tersebut bukan peran yang sederhana. Pebria mengaku perlu melakukan pendalaman agar hubungan antarkarakter dapat terasa meyakinkan di depan kamera.

“Butuh pendalaman peran agar chemistry antara saya dan vokalis dapat menyatu dalam satu frame. Untuk ke depannya tentu saya berharap dapat berkolaborasi kembali dengan Satria N Band,” ujar Pebria Satyani.

Antara Kesegaran Musik dan Kebahasaan

Kehadiran Satria N Band patut diapresiasi. Bukan karena mereka membawa pop-punk, melainkan karena mereka berani mengambil bagian dalam skena yang sudah memiliki banyak pelaku, tetapi belum semuanya memperoleh tempat di industri musik Bali.

Satria N Band

Di tengah kecenderungan musik Bali yang kerap bergerak dalam pola-pola yang klise, Satria N Band dengan pop-punk berbahasa Bali menawarkan alternatif. Tantangannya pun tidak ringan. Genre ini sudah memiliki ekosistemnya sendiri, sehingga Satria N Band perlu menemukan pembeda agar tidak sekadar menjadi nama lain di antara banyak band yang bermain di genre serupa.

Ketika pertama kali mendengar “Bukan Pemenang Hatimu”, ada sesuatu yang terasa sedikit mengganjal. Salah satunya terletak pada pilihan bahasa. Upaya mencampurkan bahasa Bali dan bahasa Indonesia—atau dalam istilah kebahasaan disebut campur kode—sebenarnya merupakan strategi yang masuk akal untuk mendekatkan lagu kepada generasi masa kini.

Persoalannya kemudian bukan pada campur kode itu sendiri, melainkan pada ketepatan kosakata ketika ditempatkan sebagai lirik lagu.

Misalnya pada bagian, “Jujur beli capek”. Dalam percakapan sehari-hari, frasa tersebut terdengar wajar. Namun ketika dinyanyikan dalam konstruksi lagu yang dominan menggunakan bahasa Bali, pilihan ‘capek’ terasa sedikit mengganjal. Secara musikal dan kebahasaan, kata ‘lelah’ mungkin terasa lebih menyatu, atau jika ingin mempertahankan bahasa Bali, pilihan ‘kenyel’ bisa menjadi alternatif.

Tentu, penilaian tersebut bersifat subjektif. Bisa saja pemilihan kata ‘capek’ memang sengaja dipertahankan untuk menghadirkan kedekatan dengan bahasa percakapan generasi sekarang.

Hal serupa terasa pula pada bagian reff, “Dia mula dadi pemenang hatimu”. Penggunaan kata ‘Dia’ kembali menghadirkan sedikit jarak dengan konstruksi bahasa Bali yang digunakan pada bagian lain. Pilihan “Iya mula dadi pemenang hatimu” mungkin terdengar lebih menyatu secara kebahasaan.

Di luar persoalan lirik, aransemen musik menjadi salah satu kekuatan “Bukan Pemenang Hatimu”. Balutan pop-punk memberikan suasana yang lebih segar dan membuat lagu ini memiliki karakter berbeda dibandingkan karya-karya lain yang lebih konvensional.

Satria N Band memang belum menawarkan sebuah formula yang sepenuhnya sempurna. Ada beberapa bagian yang masih dapat dipertajam, terutama dalam pemilihan diksi agar bahasa dan karakter musiknya dapat menyatu lebih natural.

Tetapi keberanian mereka untuk mencoba patut diapresiasi. “Bukan Pemenang Hatimu” setidaknya menunjukkan bahwa bahasa Bali tidak harus selalu hadir dalam warna musik yang sama. Ia bisa dibawa ke wilayah pop-punk, membawa kisah patah hati yang sangat personal, sekaligus membuka kemungkinan baru bagi musik Bali.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: lagu bahasa baliLagu Pop Balimusikmusik pop balipunk
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

Next Post

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

by Rusdy Ulu
September 27, 2026
0
Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

SINGARAJA pernah menjadi pintu masuk bagi Gede Angga Prasaja untuk memperkenalkan musiknya. Lewat “Singaraja Kota Kita” dan “Senja di Singaraja”,...

Read moreDetails

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
0
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

Read moreDetails

Morbid Monke Membawa “Feel Alive” ke Seoul: Tiga Panggung, Satu Napas dari Hongdae

by Dede Putra Wiguna
September 19, 2026
0
Morbid Monke Membawa “Feel Alive” ke Seoul: Tiga Panggung, Satu Napas dari Hongdae

SEBULAN setelah pulang dari Prancis, Morbid Monke belum berniat mengendurkan langkah. Unit art punk asal Denpasar, Bali, itu kembali membawa...

Read moreDetails

Dari Kehilangan hingga Memulai Kembali, Dialog Dini Hari Hadirkan “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi”

by Dede Putra Wiguna
September 18, 2026
0
Dari Kehilangan hingga Memulai Kembali, Dialog Dini Hari Hadirkan “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi”

RUMAH tidak selalu berupa tempat. Ia bisa menjadi ruang untuk beristirahat, menjadi diri sendiri, atau sekadar merasa aman. Namun, rumah...

Read moreDetails

Jangar Kembali Bersuara Melawan Represi Lewat “Air Keras”

by Dede Putra Wiguna
September 18, 2026
0
Jangar Kembali Bersuara Melawan Represi Lewat “Air Keras”

KATA-kata bisa lebih menggentarkan kekuasaan ketimbang pedang atau senjata api. Gagasan itulah yang menjadi denyut utama “Air Keras”, single terbaru...

Read moreDetails

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

Read moreDetails

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
0
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

Read moreDetails

‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali

by Dede Putra Wiguna
August 11, 2026
0
‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali

Sube tawang, bajang care adine Mepayas seksi, ngalih bapak medasi Dini ditu setate ngaku perawan Nanging mare cobak, hey… jeg...

Read moreDetails

Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

by Dede Putra Wiguna
June 18, 2026
0
Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

KESERIUSAN Wikan Satya terhadap musik rupanya tidak berhenti pada “Anacaraka”. Setelah karya itu mendapat banyak sorotan sebagai lagu anak-anak yang...

Read moreDetails

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

by tatkala
May 14, 2026
0
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

Read moreDetails
Next Post
490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya
Esai

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co