SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan single kedua, “Jangan Lupakanku”, dengan cerita tentang rindu dan kekhawatiran ketika jarak memisahkan.
Lagu ciptaan DJ KaK$ tersebut diproduseri Reimond Reifes dan dirilis pada 22 Agustus 2026 di kanal YouTube Thalia Gunawan Official serta berbagai platform audio digital di bawah label Lalubby Records.
Lagu ini bercerita tentang seorang perempuan yang harus berpisah dengan kekasihnya. Jarak yang terbentang kemudian menghadirkan rindu sekaligus kekhawatiran terhadap hubungan yang sedang dijalani. Perasaan itu dirangkum dalam ungkapan “jangan lupakan aku”, sebagai harapan agar cinta dan hubungan yang telah dibangun tetap terjaga meski tidak selalu bisa bersama.
Bagi Thalia, “Jangan Lupakanku” bukan sekadar lanjutan dari karya pertamanya. Lagu ini menjadi kesempatan untuk mencoba warna yang berbeda.
Pada single perdana, “Kamu yang di Bangku Depan”, Thalia memperkenalkan dirinya melalui musik pop upbeat. Kini, ia beralih ke koplo, genre yang lebih mengarah pada warna dangdut. Perubahan tersebut menjadi tantangan sekaligus ruang bagi Thalia untuk menunjukkan sisi lain dari karakter vokalnya.
Pilihan koplo juga memperlihatkan bahwa Thalia belum ingin berhenti pada satu warna musik. Di usia yang masih muda, eksplorasi menjadi bagian dari proses untuk belajar dan menemukan karakter.

Namun, eksplorasi dalam musik tidak selalu berarti harus terus berganti genre. Koplo memang memiliki ruang yang besar di industri musik Indonesia dan dekat dengan banyak pendengar. Di sisi lain, kuatnya formula pasar juga dapat membuat karya-karya dalam genre tersebut terdengar serupa ketika tidak dibarengi dengan karakter yang kuat.
Karena itu, tantangan Thalia ke depan bukan hanya mencoba berbagai warna musik, tetapi menemukan benang merah dari setiap eksplorasinya. Pop pada lagu pertama dan koplo pada lagu kedua dapat menjadi dua pengalaman yang membantunya mengenali karakter vokal dan musikal yang ingin dibangun.
Thalia saat ini masih duduk di kelas 8 SMP Negeri 1 Denpasar. Perjalanan bermusiknya masih panjang. Setiap karya menjadi bagian dari proses untuk belajar, mencoba karakter lagu yang berbeda, dan membangun kepercayaan diri sebagai penyanyi.
Eksplorasi itu juga terlihat dalam proses produksi video klip “Jangan Lupakanku”. Seluruh prosesnya dilakukan di Bali dengan mengambil sejumlah lokasi, di antaranya Pitaloka Sanur Bali, Phinisi Cruise Bali, dan Pantai Muntig Siokan. Lokasi tersebut menjadi bagian dari visual yang mendukung cerita tentang perpisahan, kerinduan, dan hubungan yang dipisahkan oleh jarak.

Sebagai lagu pertamanya dalam genre koplo, “Jangan Lupakanku” membuka pengalaman baru bagi Thalia. Ia tidak hanya mencoba bentuk musik yang berbeda, tetapi juga memperluas kemungkinan dalam perjalanan bermusiknya.
Thalia mengatakan, ia ingin lagu tersebut dapat menemani orang-orang yang sedang merindukan orang yang mereka sayangi, terutama mereka yang menjalani hubungan jarak jauh.
“Semoga lagu ini bisa menemani teman-teman yang sedang kangen dengan orang yang mereka sayang. Walaupun sedang berjauhan, semoga rasa sayang dan kepercayaan tetap bisa dijaga,” ucap Thalia.
Setelah pop dan koplo, masih ada banyak kemungkinan warna musik yang bisa dicoba Thalia. Eksplorasi itu penting, tetapi konsistensi tetap diperlukan agar perjalanan dari satu genre ke genre lain tidak membuat identitas musikalnya justru semakin kabur.
“Jangan Lupakanku” menjadi satu langkah dalam proses tersebut. Single kedua ini bukan penanda bahwa Thalia telah menemukan warna akhirnya, melainkan bagian dari perjalanan untuk mencarinya.
Dari pop menuju koplo, Thalia sedang membuka lebih banyak kemungkinan. Ke depan, tantangannya adalah bagaimana berbagai pengalaman itu dapat bertemu dalam karakter yang membuat pendengar mengenali musiknya, apa pun genre yang dipilih. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole


























![Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan](https://tatkala.co/wp-content/uploads/2026/08/andre.-cover-algoritma-350x250.png)




