1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
October 1, 2026
in Esai
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

Pelaksanaan upacara bendera Hari Kesaktian Pancasila

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan berbagai pesan tentang pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Semua itu penting. Namun, ada pertanyaan yang lebih menarik, “Setelah upacara selesai, ke mana Pancasila dibawa oleh anak-anak kita?”

Pertanyaan ini menjadi penting bagi siswa SMK sebab setelah lulus, mereka akan segera memasuki dunia yang berbeda dari ruang kelas. Mereka akan berhadapan dengan target, pelanggan, atasan, rekan kerja, teknologi, persaingan, dan tuntutan untuk terus belajar. Di sanalah Pancasila seharusnya menemukan tempat yang lebih nyata, bukan hanya di dinding sekolah, melainkan dalam perilaku ketika bekerja. Selama ini, keberhasilan SMK sering dikaitkan dengan hasil tracer study, yakni seberapa banyak lulusan terserap di dunia kerja. Ukuran itu tentu penting. Namun, diterima bekerja hanyalah awal. Hal yang dituntut berikutnya adalah kemampuan untuk bertahan, berkembang, dan mendapatkan kepercayaan. Sebab, dunia kerja tidak hanya membutuhkan orang yang bisa bekerja, tetapi juga orang yang dapat dipercaya dalam menjalankan pekerjaannya.

Pelaksanaan upacara bendera Hari Kesaktian Pancasila

Seorang lulusan mungkin memiliki sertifikat kompetensi, mampu mengoperasikan peralatan modern, menguasai teknologi digital, bahkan memiliki kemampuan berbahasa asing. Semua itu menjadi kurang berarti jika ia tidak disiplin, tidak jujur, sulit bekerja sama, tidak bertanggung jawab, atau tidak mampu menghargai orang lain. Di sinilah Pancasila menjadi relevan.

Nilai-nilai Pancasila dapat menjadi fondasi karakter kerja, terutama dalam hal kejujuran ketika tidak diawasi, tanggung jawab ketika melakukan kesalahan, penghargaan terhadap rekan kerja, kemampuan menyelesaikan perbedaan melalui dialog, kemauan bekerja dalam tim, serta sikap untuk tidak mencari keuntungan pribadi dengan merugikan orang lain.

Kompetensi membuat seseorang mampu mengerjakan pekerjaan. Karakter membuat seseorang dipercaya untuk mengerjakannya. Persoalannya, dunia kerja sedang berubah dengan cepat. Otomasi, kecerdasan artifisial, digitalisasi, dan perubahan model bisnis membuat jenis pekerjaan serta tuntutan kompetensi terus bergerak. Keterampilan yang relevan hari ini belum tentu cukup untuk lima atau sepuluh tahun mendatang.

Kegiatan praktik pembelajaran di sekolah

Oleh karena itu, pendidikan SMK tidak cukup hanya menyiapkan siswa untuk sebuah pekerjaan. SMK perlu menyiapkan mereka untuk menghadapi perubahan dalam dunia kerja. Artinya, siswa tidak hanya perlu belajar menggunakan sebuah alat atau aplikasi, tetapi juga belajar memecahkan masalah, beradaptasi, berkomunikasi, berkolaborasi, dan mempelajari teknologi baru. Di sinilah pendidikan karakter dan kompetensi seharusnya berjalan beriringan.

Karier pun sebaiknya tidak baru dibicarakan ketika siswa sudah berada di kelas akhir. Sejak awal, siswa perlu mengenali potensi diri, memahami dunia kerja, mengenal berbagai profesi, membangun portofolio, memperoleh pengalaman industri, dan menyusun rencana karier. Bimbingan karier tidak cukup hanya dengan menunjukkan daftar lowongan pekerjaan. Siswa perlu belajar menghadapi wawancara, berkomunikasi secara profesional, membangun jejaring, memahami etika kerja, mengelola penghasilan pertama, bahkan mengenal peluang berwirausaha. Yang juga penting, mereka harus belajar menghadapi penolakan.

Tidak diterima di sebuah perusahaan bukan berarti masa depan berakhir. Dunia kerja memang membutuhkan ketangguhan. Penolakan hari ini bisa menjadi pengalaman untuk memperbaiki diri sebelum mengetuk pintu berikutnya.

Bimbingan di dunia kerja kepada murid PKL

Karena itu, hubungan SMK dengan dunia usaha dan dunia industri juga perlu diperkuat. Industri tidak hanya hadir ketika membutuhkan tenaga kerja. Sekolah dan industri perlu bersama-sama membangun proses pembelajaran melalui praktik kerja, guru tamu, teaching factory, penyelarasan kurikulum, sertifikasi, magang guru, dan pembimbingan karier.

Dengan demikian, pertanyaan link and match tidak berhenti pada “berapa lulusan yang diterima bekerja”, tetapi berkembang menjadi “seberapa relevan kompetensi dan karakter yang dibangun sekolah dengan kebutuhan dunia kerja?”

Pancasila juga tidak perlu diajarkan hanya melalui ceramah. Nilainya harus dialami. Siswa belajar kejujuran ketika mengerjakan tugas tanpa menyontek. Mereka belajar tanggung jawab ketika menyelesaikan proyek, bekerja sama ketika menghadapi pekerjaan kelompok, menghargai orang lain ketika menghadapi perbedaan, dan disiplin ketika menjalani praktik kerja. Dengan cara itu, Pancasila tidak menjadi hafalan yang selesai setelah ujian. Ia menjadi kebiasaan.

Penguatan penguasaan ilmu pengetahuan melalui pendidikan lanjut

Kini, kita perlu memperluas ukuran keberhasilan SMK. Jangan hanya bertanya, “Apakah lulusan kita sudah bekerja?” Kita juga perlu bertanya, “Apakah mereka sudah siap dipercaya?” Teknologi dapat berubah. Pekerjaan dapat berubah. Perusahaan dapat berubah. Akan tetapi, kejujuran, tanggung jawab, kemanusiaan, kerja sama, dan kepedulian tidak pernah kehilangan nilai.

Pada Hari Kesaktian Pancasila ini, barangkali pertanyaan terpenting kepada siswa SMK bukan lagi sekadar, “Apakah kamu hafal Pancasila?” Melainkan, “Ketika kelak memasuki dunia kerja, nilai apa yang akan kamu bawa?”

Jika jawabannya adalah kompetensi yang kuat, karakter yang baik, semangat belajar, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama, maka Pancasila tidak berhenti di ruang kelas. Ia ikut berjalan bersama mereka—ke bengkel, hotel, lahan pertanian, dapur produksi, kantor, perusahaan, dan dunia kewirausahaan.

Pancasila bukan hanya dasar negara yang dihafalkan ketika menjadi siswa. Ia dapat menjadi kompas ketika seorang anak SMK menentukan bagaimana ia ingin bekerja, membangun karier, dan menjadi manusia profesional.[T]

Tags: Hari Kesaktian PancasilaSMK
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co