1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Rusdy Ulu by Rusdy Ulu
October 1, 2026
in Khas
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Pembuka rangkaian Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026 di Bali yang diselenggarakan Alliance Française Bali (AF Bali)

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang ikut menentukan rasa, aroma, tekstur, bahkan karakter yang muncul pada setiap gigitan.

Susu menjadi titik awalnya. Jenis hewan yang menghasilkan susu, lingkungan tempat ternak dipelihara, proses pengolahan, suhu, hingga lamanya keju diperam dapat membawa perbedaan pada hasil akhirnya. Karena itu, mengenal keju tidak cukup hanya dengan mencicipinya. Ada pengetahuan yang perlu dipahami di baliknya.

Hal itu yang coba diperkenalkan kepada sekitar 100 mahasiswa perhotelan dalam kegiatan A Taste of French: The Art of Cheese. Kegiatan tersebut berlangsung di Institut Pariwisata dan Bisnis (IPB) Internasional dan Sekolah Perhotelan Bali (SPB), Denpasar, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026 di Bali yang diselenggarakan Alliance Française Bali (AF Bali). Founder Rosalie Cheese, Ayu Linggih, hadir sebagai pembicara untuk membawa peserta mengenal keju bukan sekadar sebagai bahan makanan, tetapi sebagai bagian dari pengetahuan gastronomi dan produk yang memiliki nilai ekonomi.

Bagi mahasiswa yang kelak bersentuhan langsung dengan industri hospitality, pelajaran tentang keju menjadi lebih luas dari sekadar mengetahui jenis-jenisnya. Mereka diajak melihat bagaimana sebuah produk dibuat, disimpan, disajikan, hingga dipadukan dengan bahan lain untuk menghasilkan pengalaman rasa.

Di sana, keju lokal menjadi pintu masuk untuk melihat bagaimana pengetahuan gastronomi dapat tumbuh dari bahan, lingkungan, dan kreativitas yang ada di Indonesia.

Belajar dari Produk Lokal

Suasana kegiatan sekaligus memperlihatkan bagaimana gastronomi dapat menjadi bagian dari pertukaran budaya. Denys Cennet Planchard, Direktur AF Bali, mengatakan kegiatan budaya yang mereka lakukan merupakan bagian dari upaya membangun jembatan antara Prancis dan Indonesia.

Jembatan itu, menurut Denys, tidak hanya dibangun melalui produk-produk Prancis yang diperkenalkan di Indonesia. Pengetahuan dan praktik yang berkembang di Indonesia juga menjadi bagian dari pertukaran tersebut.

Karena itu, Rosalie Cheese dilibatkan dalam kegiatan ini. Produsen keju artisan lokal tersebut dinilai dapat memperlihatkan bagaimana teknik dan pengetahuan gastronomi dapat diterapkan serta dikembangkan oleh pelaku industri di Indonesia.

“Kegiatan budaya ini kami lakukan secara berkelanjutan dengan visi membangun jembatan antara Prancis dan Indonesia. Karena itu kami mengundang Rosalie Cheese, seorang wirausaha yang menggunakan teknik yang beragam dalam membuat keju,” ujar Denys.

Bagi dunia pendidikan, pertemuan semacam ini juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat profesi yang mungkin tidak mereka temui hanya melalui pembelajaran di kelas.

Direktur SPB, Dr. I Gusti Ayu Melistyari Dewi, SST.Par., M.Par., CHE., CIT., menilai hubungan antara institusi pendidikan dan dunia industri menjadi penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

Kerja sama SPB dengan AF Bali yang telah berlangsung selama satu tahun menjadi salah satu jalannya. Kegiatan seperti A Taste of French memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman tambahan, terutama dalam memahami bidang gastronomi yang terus berkembang.

“Kami berterima kasih atas kerja sama selama satu tahun dengan AF Bali. Kegiatan seperti ini bermanfaat bagi perkembangan karier mahasiswa, dan kami berharap bisa berkolaborasi kembali tahun depan,” ujarnya.

Hubungan antara pendidikan dan industri bahkan terlihat dari sosok Ratih. Alumni IPB Internasional dan SPB tersebut kini bekerja di Rosalie Cheese. Perjalanannya menjadi contoh bahwa ruang belajar di kampus dapat berlanjut ke industri gastronomi lokal.

Dari Ilmu Pangan hingga Membuat Keju di Bali

Ketika sesi utama dimulai, perhatian peserta kemudian diarahkan kepada sesuatu yang selama ini mungkin hanya mereka kenal sebagai makanan: susu.

Ayu Linggih membawa peserta masuk lebih jauh ke dalam proses pembuatan keju. Dengan latar belakang ilmu dan teknologi pangan serta pengalaman sebagai mentor kewirausahaan, ia menjelaskan bahwa karakter sebuah keju sangat bergantung pada bahan dasarnya.

Susu sapi, kambing, dan domba, misalnya, memiliki karakter yang berbeda. Perbedaan itu kemudian ikut menentukan rasa keju yang dihasilkan.

“Sekitar 90 persen keju adalah susu, jadi susu adalah penentu utama. Rasanya bisa berbeda walaupun bahan lainnya sama,” jelas Ayu.

Dari susu, proses berlanjut dengan penggunaan kultur mikroba dan rennet hingga terbentuk dadih. Dalam proses tersebut, sekitar setengah volume awal dapat berubah menjadi whey.

Namun, membuat keju tidak berhenti ketika dadih terbentuk atau ketika produk mulai menyerupai keju yang dikenal konsumen. Ada serangkaian proses yang harus dikendalikan agar produk tetap aman dan memiliki karakter yang konsisten.

Pengendalian pH dan suhu, pengawasan titik kritis produksi, pelatihan tim, serta penerapan SOP menjadi bagian dari proses tersebut. Setiap tahap membutuhkan ketelitian karena sedikit perubahan dapat memengaruhi hasil akhir.

Membuat keju di Bali menghadirkan tantangan lain. Rosalie Cheese memperoleh susu dari peternak di Jawa Timur dan Bali. Sementara itu, kondisi Bali yang lembap membuat proses produksi membutuhkan penyesuaian tersendiri.

Iklim tidak bisa diubah. Karena itu, proses produksi yang harus menyesuaikan keadaan tanpa kehilangan konsistensi produk menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhitungkan.

Begitu pula dengan waktu.

Keju tidak semuanya siap dinikmati dalam waktu yang sama. Ada jenis yang dapat disajikan lebih cepat, sementara jenis lainnya membutuhkan proses pemeraman yang jauh lebih panjang. Sebagian keju Rosalie bahkan dapat menjalani pemeraman hingga enam bulan.

Dengan demikian, membuat keju juga berarti belajar tentang waktu. Ada bahan yang harus menunggu sebelum mencapai karakter yang diinginkan.

Ketika Keju Bertemu Jamu dan Teh

Setelah memahami perjalanan keju dari susu hingga menjadi produk yang siap disantap, peserta kemudian diajak melihat sisi lain: bagaimana keju dinikmati.

Berbagai varian Rosalie Cheese diperkenalkan. Peserta mempelajari cara penyimpanan, teknik memotong, plating, serta mengenali perbedaan tekstur dan rasa. Salah satu produk Rosalie yang pernah meraih penghargaan tingkat nasional juga menjadi bagian dari pengenalan tersebut.

Namun, pembicaraan tentang pairing tidak berhenti pada keju dan wine.

Ada jamu dan teh.

Pilihan tersebut membawa keju ke dalam konteks yang lebih dekat dengan kebiasaan dan bahan yang dikenal masyarakat Indonesia. Bagi Ayu, eksplorasi semacam itu membuka kemungkinan pengalaman gastronomi yang berbeda.

“Orang datang ke Indonesia mencari pengalaman baru, jadi pairing tidak harus selalu dengan wine karena itu sudah banyak,” kata Ayu.

Gagasan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa gastronomi tidak selalu harus mengikuti satu pola. Bahan lokal dan kebiasaan masyarakat dapat menjadi bagian dari penciptaan pengalaman baru.

Bagi mahasiswa perhotelan, pengalaman itu menjadi pelajaran bahwa bekerja di industri hospitality tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis. Ada kemampuan untuk mengenali bahan, memahami karakter rasa, membaca kebiasaan dan budaya tamu, serta mengolah semuanya menjadi sebuah pengalaman.

Sepotong keju, dengan demikian, membawa cerita yang jauh lebih panjang daripada apa yang tampak di atas piring.

Ada peternak yang menghasilkan susu, ada proses produksi yang membutuhkan ketelitian, ada waktu yang diperlukan untuk pemeraman, dan ada pengetahuan tentang bagaimana produk tersebut akhirnya disajikan kepada tamu.

Di Bali, cerita itu kemudian bertemu dengan kemungkinan-kemungkinan baru: keju lokal, teknik gastronomi, pendidikan perhotelan, serta bahan-bahan yang tumbuh dari tradisi Indonesia sendiri.

Membuka Perjalanan Rendez-vous Rasa

Pertemuan mahasiswa dengan dunia keju tersebut menjadi awal dari rangkaian Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026 di Bali.

AF Bali menjadwalkan enam kegiatan dalam rangkaian yang berlangsung hingga 3 Oktober. Gastronomi menjadi titik temu berbagai kegiatan yang menghubungkan pendidikan, bahasa, budaya, dan pengalaman kuliner.

Jika Prancis selama ini dikenal dengan tradisi kejunya, perjumpaan di Bali menunjukkan bahwa pengetahuan gastronomi tidak berjalan satu arah.

Ada teknik yang dapat dipelajari, tetapi ada pula bahan, kebiasaan, dan kreativitas lokal yang dapat menjadi bagian dari percakapan.

Dan mungkin, dari situlah sebuah gigitan keju menjadi lebih dari sekadar rasa. Ia menjadi cerita tentang bagaimana sebuah produk berpindah dari peternak, ruang produksi, tangan pembuat, hingga akhirnya bertemu dengan lidah seseorang—dan di setiap tahapnya, selalu ada pengetahuan yang ikut menyertainya.[T]

Sumber/Penulis: Rilis/Rusdy Ulu
Editor: Jaswanto

Tags: A Taste of French: The Art of CheeseAlliance Française BaliRendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

Next Post

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

Rusdy Ulu

Rusdy Ulu

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co