25 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

Putu Gangga Pradipta by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
in Kuliner
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

Faisal menuang saus ke atas adonan maklor yang matang di gerobaknya, Jalan Merak, Singaraja.

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar hilir mudik, sebagian mengangkut muatan menuju pelabuhan, sebagian lagi baru saja pulang dari perjalanan malam. Deru mesin dan kepulan asap knalpot bersahutan dengan bunyi motor yang parkir berjejer di bahu jalan. Di tengah keramaian itu, seorang pemuda berkaus merah marun dengan topi krem berdiri tenang di samping gerobaknya, tangannya sibuk membolak-balik adonan kecil berwarna kuning di atas cetakan logam berlubang bundar.

Gerobak itu bertuliskan dua kata yang mungkin sudah jarang didengar generasi baru: Maklor dan Cilor. Di bawahnya, sebaris slogan menegaskan alasan gerobak itu masih setia mangkal di sudut kota: “Jajanan Boleh Jadul, Rasa Tetap Milenial.”

“Monggo, Mas, mau yang maklor apa cilor? Bisa dicampur juga,” sapanya ramah begitu saya mendekat, tanpa menoleh sepenuhnya karena tangannya masih sibuk menata makaroni di cetakan.

Racikan yang Menembus Zaman

Pemuda itu memperkenalkan diri sebagai Faisal, nama panjangnya Muhammad Faisal. Ia sudah dua tahun berjualan maklor dan cilor keliling beberapa titik di Singaraja, dan belakangan memilih menetap setiap pagi di Jalan Merak karena ramai dilalui pekerja dan pelajar.

“Maklor itu makaroni telor, Mas. Cilor ya cilok telor, cilok yang digoreng pakai telur. Dulu pas saya SD, jajanan ini rajanya di depan sekolah. Sekarang jarang yang jual, makanya saya coba angkat lagi,” tuturnya sambil menuang makaroni rebus ke cetakan logam berlubang enam.

Ia menjelaskan, makaroni terlebih dahulu direbus hingga lunak, dicampur telur dan bumbu racikannya sendiri, lalu dituang ke cetakan yang dipanaskan di atas kompor kecil. Begitu pinggirannya berubah kecokelatan dan aromanya menguar ke udara pagi, adonan itu siap disiram saus sesuai selera pembeli.

Truk-truk besar hilir mudik di belakang gerobak Faisal setiap pagi di Jalan Merak.

“Yang penting sausnya jangan pelit, Mas. Itu kunci orang mau balik lagi,” ujarnya sambil terkekeh, lalu menunjuk deretan botol saus yang berjejer di ujung gerobak: saus sambal merah menyala, saus keju kekuningan, mayones putih pucat, hingga saus oranye lembut racikan sendiri.

Bertahan di Antara Deru Kendaraan

Aneka saus dan bahan maklor cilor tertata di atas gerobak milik Faisal

Berjualan di pinggir jalan besar bukan perkara mudah. Gerobak Faisal harus berbagi ruang dengan motor yang berhenti sembarangan, truk besar yang kadang menutupi pandangan pembeli dari kejauhan, dan debu jalanan yang beterbangan setiap kali kendaraan besar melintas.

“Kadang asap knalpot truk numpuk, Mas, mata jadi perih. Tapi ya saya syukuri saja, di sini ramai orang lewat pas jam berangkat kerja dan sekolah,” katanya, sembari sesekali mengipas asap tipis yang mengepul dari cetakan.

Tas pinggang kecil yang melingkar di badannya berisi uang kembalian, sekaligus, katanya, sebagian dari harapan hari itu. Faisal bercerita, hasil berjualan maklor dan cilor menjadi salah satu sumber nafkah untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarganya. “Alhamdulillah cukup buat makan dan sedikit ditabung, Mas. Rezeki itu jalannya macam-macam, yang penting halal dan berkah,” ujarnya, menunjuk stiker logo halal kecil yang ditempel di sisi gerobaknya.

Camilan yang Tak Lekang oleh Waktu

Slogan “Jajanan Boleh Jadul, Rasa Tetap Milenial” tertempel di gerobak Faisal, Jalan Merak, Singaraja

Di tengah gempuran jajanan kekinian yang datang silih berganti, jajanan seperti maklor dan cilor barangkali tak lagi berada di garis depan tren kuliner anak muda. Namun keberadaannya di sudut-sudut kota seperti Jalan Merak membuktikan satu hal: rasa yang sederhana dan harga yang bersahabat masih punya tempatnya sendiri di hati orang-orang yang enggan meninggalkan kenangan masa kecil.

“Saya pengin generasi sekarang juga tahu, jajanan zaman dulu itu enggak kalah enak sama yang viral-viral sekarang. Cuma beda kemasan saja,” kata Faisal sambil menyerahkan satu bungkus maklor hangat bersaus kepada saya, sebelum kembali sibuk melayani pembeli berikutnya yang baru turun dari motor.

Slogan yang tertempel di gerobaknya, “Jajanan Boleh Jadul, Rasa Tetap Milenial,” seolah menjadi pengingat bahwa sesuatu yang lama tidak selalu harus ditinggalkan. Ia bisa saja dikemas ulang, disesuaikan dengan lidah zaman sekarang, lalu dijajakan kembali di pinggir jalan yang sama—menemani siapa saja yang sekadar lewat, lalu berhenti sejenak untuk sarapan pagi yang murah dan mengenyangkan. [T]

Reporter/Penulis: Putu Gangga Pradipta
Editor: Adnyana Ole

Tags: kulinerkuliner jadulSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Trilogi Kejujuran Wong Banyumas dari Dapur, Panggung, dan Mulut

Next Post

Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

Putu Gangga Pradipta

Putu Gangga Pradipta

Lahir di Surabaya, kini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja.

Related Posts

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails

Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

by Dede Putra Wiguna
January 11, 2026
0
Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

LANGIT masih gelap ketika aroma kayu bakar mulai menyelinap dari sebuah dapur sederhana di Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar. Matahari belum...

Read moreDetails

Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

by Ni Putu Vira Astri Agustini
December 21, 2025
0
Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

PAGI di Pasar Blahkiuh selalu dimulai dengan suara yang sama sejak puluhan tahun lalu. Bukan teriakan pedagang, bukan pula deru...

Read moreDetails
Next Post
Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co