24 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

Yoga Wismantara by Yoga Wismantara
September 24, 2026
in Ulas Film
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

Tangkapan layar film pendek Breadsong dalam Program ENIGMA Minikino Film Week 12 tahun 2026

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa melihat masa depan?”

Pertanyaan itu hingga kini belum saya jawab. Saya merasa pertanyaan tersebut tidak terlalu penting sehingga membiarkannya mengambang di dalam pikiran. Hingga pada Minggu kemarin, saya menonton sebuah film pendek yang sekiranya memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Minggu (13/9/2026) malam menjadi tanggal ditayangkannya film-film pendek dari program “Enigma” dalam rangkaian acara Minikino Film Week Festival 12. Melalui Singaraja Menonton, para penonton dapat menikmati film-film pendek tersebut di Kedai Dekakiang. Ada enam film pendek yang ditayangkan, yaitu “Get Money”, “The Sentry”, “Mardazma”, “Lidah Api (Malevolent)”, “Cut! (Coupez!)”, dan “Breadsong”.

Dari keenam film tersebut, Breadsong menjadi film yang menarik perhatian saya. Film yang diproduksi oleh Nafta Films (Estonia) ini disutradarai oleh Katariina Aule, dengan Sven-Sander Paas sebagai penulis naskah serta Andreas Kask dan Laura Raud sebagai produser. Breadsong menjadi film terakhir yang ditayangkan dalam program “Enigma”.

Tangkapan layar film pendek Breadsong dalam Program ENIGMA Minikino Film Week 12 tahun 2026

Berlatar pada abad ke-19, film ini mengisahkan sebuah keluarga petani yang secara misterius dapat mendengar lagu-lagu pop dari masa depan setelah anak-anak mereka memakan roti berjamur. Dalam keterangan yang tertera pada poster Minikino, film ini mengangkat tema keserakahan dan harga yang harus dibayar atas hasrat yang tidak terpuaskan, serta benturan antara tradisi dan modernitas.

Salah satu adegan yang paling saya ingat adalah ketika kedua anak dari keluarga petani tersebut memakan roti yang berjamur. Tiba-tiba tubuh mereka mematung, mata mereka memutih layaknya orang yang kesurupan, lalu terdengarlah lagu-lagu pop. Lagu-lagu tersebut terdengar seperti musik yang diputar melalui radio, tetapi sumber suaranya seolah-olah berasal dari mulut kedua anak tersebut.

Kejadian itu berlangsung dua kali dalam film. Pada kejadian kedua, hal tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan atas perintah orang tua mereka. Kedua anak itu pun mengiyakan perintah tersebut tanpa ragu dan tanpa rasa takut, seolah-olah mereka tidak mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Pada saat itulah saya mulai merasa kasihan kepada kedua anak tersebut. Mereka seperti dijadikan media oleh orang tuanya agar dapat mendengarkan musik-musik dari masa depan.

Dari situ, saya berpikir bahwa film ini juga dapat disebut sebagai film satir yang absurd. Sepanjang film, kita diperlihatkan bagaimana sang ayah dari keluarga petani tersebut menjadi semakin serakah hanya karena ingin mendengarkan lagu-lagu dari masa depan. Jujur saja, saya sempat beberapa kali tertawa kecil ketika menonton film ini karena situasi yang dihadirkan begitu absurd.

Tangkapan layar film pendek Breadsong dalam Program ENIGMA Minikino Film Week 12 tahun 2026

Namun, justru ketidakmasukakalan itulah yang menurut saya membuat Breadsong memiliki nuansa absurd sekaligus satir. Film ini tidak harus dipahami sebagai gambaran realistis mengenai bagaimana manusia akan bereaksi ketika mendengar musik dari masa depan. Sebaliknya, situasi yang absurd tersebut dapat dilihat sebagai cara untuk memperbesar sifat manusia hingga terlihat dengan lebih jelas.

Dalam konteks itu, lagu tersebut pada akhirnya bukan sekadar lagu. Ia dapat dibaca sebagai sesuatu yang baru, asing, menyenangkan, sekaligus memberikan keuntungan. Ketika manusia menemukan sesuatu seperti itu, rasa ingin tahu dapat berubah menjadi keinginan untuk memiliki lebih banyak. Di situlah sesuatu yang awalnya hanya dilakukan karena rasa penasaran perlahan berubah menjadi sebuah kebutuhan baru.

Melalui Breadsong, saya mendapatkan gambaran mengenai salah satu dampak ketika seseorang dapat mengetahui masa depan. Mungkin persoalannya bukan tentang bagaimana kita melihat masa depan, melainkan apa yang akan kita lakukan setelah mengetahui masa depan tersebut.

Sebab, ketika mengetahui sesuatu yang belum terjadi, kita bisa saja mencoba memanfaatkannya. Ketika sesuatu tersebut memberikan keuntungan, tentu akan muncul keinginan untuk mendapatkan lebih banyak lagi. Dari sinilah pengetahuan tentang masa depan dapat berubah menjadi sesuatu yang tidak lagi sekadar memberikan informasi, tetapi juga memunculkan keinginan dan ambisi.

Tangkapan layar film pendek Breadsong dalam Program ENIGMA Minikino Film Week 12 tahun 2026

Itulah yang menurut saya menarik dari Breadsong. Film ini menggunakan sesuatu yang sangat tidak masuk akal—roti berjamur dan lagu dari masa depan—untuk membicarakan sesuatu yang justru cukup masuk akal dalam kehidupan manusia: keinginan untuk mendapatkan lebih banyak ketika kita menemukan sesuatu yang menguntungkan.

Selain dari ceritanya, hal lain yang menarik perhatian saya adalah pencahayaan dan color grading-nya. Saya suka melihat bagaimana Nafta Films memanfaatkan warna dalam film ini. Penggunaan warna yang cerah maupun gelap terasa ditempatkan pada momen-momen tertentu sehingga membantu membangun suasana dan memperkuat pengalaman visual selama film berlangsung.

Walaupun demikian, ada satu kekurangan yang saya rasakan dalam film ini. Menurut saya, Breadsong masih kurang kuat dalam menghadirkan suasana Estonia pada abad ke-19. Ketika pertama kali menonton, saya memang dapat merasakan bahwa film ini mengambil latar pada zaman yang berbeda. Rumah, pakaian, lingkungan, dan suasananya cukup membantu membangun kesan tersebut. Namun, latar yang ditampilkan masih lebih terasa sebagai “pedesaan Eropa pada abad ke-19” daripada “Estonia pada abad ke-19”.

Menurut saya, hal tersebut cukup disayangkan karena identitas tempat sebenarnya dapat membuat cerita menjadi lebih kuat. Apalagi film ini membicarakan benturan antara tradisi dan sesuatu yang berasal dari masa depan. Jika kehidupan tradisional Estonia dibuat lebih terasa, kemunculan lagu modern dari masa depan mungkin akan terasa semakin asing dan kontras.

Tangkapan layar film pendek Breadsong dalam Program ENIGMA Minikino Film Week 12 tahun 2026

Meski begitu, bukan berarti Breadsong harus menjelaskan sejarah Estonia secara panjang lebar. Justru, beberapa detail kecil mungkin sudah cukup untuk membuat latarnya terasa lebih spesifik. Hal itu dapat dihadirkan melalui arsitektur, pakaian, kebiasaan masyarakat, musik tradisional, atau benda-benda yang digunakan oleh para tokohnya.

Setelah itu, jam sepuluh malam, penayangan program “Enigma” akhirnya selesai. Sesi diskusi pun dimulai. Namun, dari sesi tersebut, saya tidak mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai film Breadsong.

Ketika sesi diskusi telah selesai, salah satu teman saya bertanya kepada saya, “Film apa yang menurutmu menarik?”

Tanpa ragu, saya menjawab, “Breadsong.”[T]

Penulis: Yoga Wismantara
Editor: Jaswanto

Tags: BreadsongKatariina AuleMinikino Film WeekMinikino Film Week 2026Sven-Sander
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

Yoga Wismantara

Yoga Wismantara

Siswa dari SMK N 3 Singaraja, belajar menulis puisi di Klub Rabu Puisi, Komunitas Mahima. Salah satu dari peserta workshop menulis film yang diadakan oleh Komunitas Singaraja Menonton. Anggota Komunitas Jnana, komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan literasi warga Singaraja.

Related Posts

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
0
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

Read moreDetails

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
0
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

Read moreDetails

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
0
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

Read moreDetails

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

by Satria Aditya
August 7, 2026
0
“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

ADA satu hal yang langsung terasa begitu duduk menonton Tung Tung Uma, bagaimana Amrita Dharma memetakan setiap adegannya dengan begitu...

Read moreDetails

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

by Angga Wijaya
July 31, 2026
0
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

MALAM itu, gelap menggantung di langit Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali. Debur ombak bersahutan dengan suara "cak... cak... cak..." yang...

Read moreDetails

The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

by Bayu Wira Handyan
July 19, 2026
0
The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

SUDAH tentu, Christopher Nolan bukan sutradara pertama yang mengadaptasi epos Odyssey milik Homer. Kisah itu sudah ada sekitar 2.800 tahun...

Read moreDetails

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

by Made Adnyana
May 6, 2026
0
Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co