14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
January 11, 2026
in Kuliner
Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

Nasi tahu Ni Sarti│Foto: tatkala.co/Dede

LANGIT masih gelap ketika aroma kayu bakar mulai menyelinap dari sebuah dapur sederhana di Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar. Matahari belum membuka matanya, tapi Ni Wayan Murni sudah lebih dulu terjaga. Dengan kaus oblong dan rambut terikat rapi, perempuan paruh baya itu memulai ritual yang diwariskan turun-temurun: menyalakan api, menakar bumbu, dan meracik kenangan dari generasi silam.

Di balik senyum tipis dan gerak tubuh yang tenang, Murni memanggul warisan tak ternilai: Nasi Tahu Ni Sarti, sepiring hidangan sederhana yang bukan hanya mengenyangkan, tapi juga mengisahkan cinta, tradisi, dan ketekunan.

Nama “Ni Sarti” yang kini lekat di ingatan pelanggan bukanlah nama sang pendiri. Bukan Nenek Mirin, yang pertama kali membuka warung ini pada 1963. “Nama Ni Sarti diambil dari nama kakak ipar,” kata Murni.

Ni Wayan Murni menyiapkan sebungkus nasi tahu│Foto: tatkala.co/Dede

Tradisi itu terus hidup, diwariskan dari generasi ke generasi, yang kini dijaga sepenuhnya oleh Murni. Setiap hari, di dapur tradisional yang menghadap ke pekarangan rumah, Murni menekuni rutinitasnya dengan setia: mengaduk wajan, menyiangi sayur, dan meracik sambal dengan gerakan nyaris seperti doa yang terus dipanjatkan.

“Dari dulu, tidak ada yang ditambah atau dikurangi. Pelanggan bilang, rasanya tetap sama,” ujarnya pelan sambil menata nasi hangat.

Murni memang ramah. Sambil menyiapkan nasi, ia mempersilakan pelanggannya duduk. “Silakan duduk dulu. Mau minum apa?” katanya sambil tersenyum.

Karena tempatnya di dalam rumah, pelanggan bisa memilih duduk di mana saja – di bale, di kursi kayu panjang, atau bahkan di undakan dapur yang hangat oleh uap masakan. Rasanya seperti berkunjung ke rumah kerabat, bukan ke sebuah warung makan.

Pembeli antre demo rasa yang tetap sama sejak zaman dulu│Foto: tatkala.co/Dede

Warisan rasa dan kehangatan rumah

Memang, rasa itulah yang membuat warung kecil di pekarangan rumah ini bukan hanya bertahan, tapi terus tumbuh. Seporsi nasi tahu disajikan sederhana: nasi putih hangat, potongan tahu goreng khas Sukawati yang empuk, kerupuk tahu yang renyah, urap segar, dan tiga jenis sambal yang jadi primadona: sambal matah yang tajam, sambal ketela yang manis-pedas, dan sambal tomat yang menggoda.

Murni menata nasi di piring anyaman bambu yang dilapisi daun pisang. Tangannya cekatan, tapi tak terburu-buru. Ada kehati-hatian dalam setiap geraknya, seolah setiap piring adalah bentuk penghormatan, bukan sekadar jualan.

Saat suapan pertama menyentuh lidah, penikmat langsung paham mengapa warung ini punya pelanggan setia. Rasanya enak, tahunya lembut, perpaduan sambalnya mantap, nasi mengepul hangat, kerupuknya renyah, urapnya gurih, dan guyuran kecap di atasnya membuat semuanya berpadu sempurna. Bukan hanya kenyang, tapi juga puas.

Seporsi nasi tahu Ni Sarti│Foto: tatkala.co/Dede

Wayan Balik (bukan nama asli), pelanggan setia, menyebut sambal dan sayurnya dengan satu kata “enak.” Sementara Ketut Cirya (bukan nama asli), yang mengenal rasa ini sejak kecil, menyebutnya sehat sekaligus sarat nostalgia. “Dari dulu saya makan ini, sekarang pun masih. Lebih baik makan tahu-tempe daripada daging. Ringan di badan,” katanya dengan senyum kecil.

Ada kejujuran dalam cara pelanggan menyampaikan rasa, seperti berbicara tentang kenangan lama. Di pojok meja, seorang bapak dengan kemeja lusuh duduk sambil menyeruput teh hangat. “Saya ke sini hampir tiap hari. Rasanya tetap sama, seperti zaman dulu,” ucapnya.

Nasi Tahu Ni Sarti buka setiap hari, dari pukul tujuh pagi hingga satu siang. Tapi, kalau ingin berkunjung, sebaiknya datang lebih awal. Karena 50 hingga 100 porsi bisa ludes hanya dalam beberapa jam. Ada yang makan di tempat, merasakan hangatnya suasana rumah. Ada pula yang membawa pulang untuk keluarga, atau sekadar bekal kerja.

Dapur Nasi Tahu Ni Sarti│Foto: tatkala.co/Dede

Berjualan di pekarangan rumah membawa keintiman yang tak tergantikan. Tak ada musik latar, tak ada pendingin ruangan. Hanya pekarangan yang rapi dan hijau, serta angin pagi yang berdesir pelan. Tapi justru itu yang membuat para pelanggan betah. Ada rasa yang tidak bisa dibeli di restoran besar: rasa pulang ke rumah.

Dari dapur tradisionalnya, Murni menyajikan nasi tahu yang selalu fresh from the kitchen – hangat, harum, dan penuh jiwa.

Dari bisnis kecil inilah, Murni dan keluarganya mampu membangun rumah bertingkat, menata pekarangan, dan menjalani hidup yang layak. Sebuah pencapaian yang bukan hanya soal ekonomi, tapi juga tentang konsistensi, kerja sunyi, dan kesetiaan terhadap warisan leluhur.

Di tengah dunia yang serba cepat, bising, dan instan, kesederhanaan yang jujur dan rasa yang tak berubah justru menjadi penawar rindu. Nasi Tahu Ni Sarti bukan sekadar makanan, tapi penanda identitas kuliner khas Sukawati yang diburu bukan hanya oleh warga lokal, tetapi juga pelancong yang mencari kehangatan dalam bentuk paling sederhana.

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Gde Aryantha Soethama

Catatan: Tulisan ini merupakan salah satu karya dalam buku Kumpulan Berita Kisah “Sukawati, Ya Seni” karya Dede Putra Wiguna (Prasasti, 2025).

Tags: baliDesa Adat SukawatiDesa SukawatiGianyarkulinerkuliner bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Aluh San’

Next Post

Di Tengah Gempuran Algoritma | Cerpen Made Bryan Mahararta

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails

Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

by Ni Putu Vira Astri Agustini
December 21, 2025
0
Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

PAGI di Pasar Blahkiuh selalu dimulai dengan suara yang sama sejak puluhan tahun lalu. Bukan teriakan pedagang, bukan pula deru...

Read moreDetails

Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

by Dede Putra Wiguna
November 22, 2025
0
Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

“Mbok, nasi lawarnya tiga porsi, ekstra sate, minumnya temulawak ya!” ucap seorang pemuda saat memesan makanan, lalu tergesa masuk ke...

Read moreDetails

Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

by I Gede Teddy Setiadi
November 11, 2025
0
Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

KESAN friendly langsung terasa saat bertemu dengan Muhamad Faisal. Ia pemuda asal Pekanbaru, Riau, tapi kami bertemu di di Jalan...

Read moreDetails

Kisah Bu Jero, Penjual Jaja Laklak yang Tetap Bertahan dengan Tungku Kayu di Desa Banjar

by Putu Ayu Ariani
October 16, 2025
0
Kisah Bu Jero, Penjual Jaja Laklak yang Tetap Bertahan dengan Tungku Kayu di Desa Banjar

DINI hari di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, suasana masih diselimuti udara dingin. Namun di depan sebuah warung sederhana, cahaya api...

Read moreDetails

“Warung di Kebun”: Menemukan Teduh di Tengah Riuh Denpasar

by Ni Wayan Suwini
October 10, 2025
0
“Warung di Kebun”: Menemukan Teduh di Tengah Riuh Denpasar

JALAN Hayam Wuruk, Denpasar, pagi itu. Deru kendaraan, suara klakson yang saling bersahutan, dan rutinitas kota yang jarang berhenti terasa...

Read moreDetails
Next Post
Di Tengah Gempuran Algoritma | Cerpen Made Bryan Mahararta

Di Tengah Gempuran Algoritma | Cerpen Made Bryan Mahararta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co