4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
in Kuliner
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Pameran kuliner di Bulan bahasa Bali 2026

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung Kriya atau di depan Wantilan, Taman Budaya Provisni Bali. Stand ini ditata indah, dilengkapi dengan meja dan kursi sebagai tempat makan. Stand kuliner berderet di sebelah utara dan barat, sedangkan tempat makan itu berada di depan stand kuliner itu. Keluarga ataupun rombongan cukup makan di stand kuliner itu.

“Pameran kuliner ini menjadi program baru dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Sebelumnya hanya pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadikan aksara Bali sebagai dasar dari usaha mereka, misalnya kaos dan kolaborasi dengan teknologi,” kata Ketua Tim Kerja Pembinaan SDM, Lembaga dan Pranata Kebudayaan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, IGN. Wiriawan, Jumat 27 Pebruari 2026.

Sebanyak 6 stand menyajikan berbagai jenis makanan ataupun camilan dan minuman. Mulai dari Ketan Susu Jaen, Warung Babi Genyol Nanang, Warung Sutama menjual nasi, steak, kentang, berbagai jenis sate dan minuman berupa es jeruk, es teh dan air mineral. Warung Demen menjual berbagai camilan Bali, seperti lalapan ayam, rujak, tipat cantok, berbagai rujak serta minuman es campur, orange juice dan air mineral.

Sementara Bakso Genep Panjer itu menyajikan berbagai jenis bakso dengan base genep sebagai ciri khasnya. Semua itu diangkat ke dalam ajang Bulan Bahasa Bali, dan tentu sudah distandarkan, bahwa itu kuliner Bali yang menjadi ciri khas masakan Bali. “Tenant-tenant yang diajak berpameran di Bulan Bahasa Bali kali ini berdasarkan koordinasi bersama Dinas Koperasi Provinsi Bali, sehingga kami mendapatkan rekomendasi enam usaha ini,” jelas IGN. Wiriawan.

Pameran kuliner mungkin secara penjualan belum maksimal karena masih menjadi program baru. Program kuliner ini, mungkin juga belum dikenal, kalau ada pameran kuliner di ajang Bulan Bahasa Bali. “Tetapi, kami berharap kedepannya akan ada lebih banyak tenant yang terlibat dan lebih banyak ragam masakan Bali yang bisa ditampilkan,” harapnya.

Pameran kuliner di Bulan Bahasa Bali 2026

Walau menampilkan masakan Bali, tetapi stand-stan itu menyajikan hidangan yang memang menjadi tren bagi generasi milenial. Misalnya, stand Ketan Susu Jaen yang menampilkan jajan Bali yang dipadu dengan susu dan keju yang memang disukai anak-amak di jaman kini. Bakso genep yang memadukan dengan bumbu base genep, sehingga memiliki aroma yang enak dan sedap. Berbagai jaja Bali itu banyak jenisnya, diantaranya laklak, pisang rai, giling dan lainnya yang bisa diperkenalkan dalam ajang ini.

Menu-menu yang ada, diolah sesuai jaman kekinian, namun tidak meninggalkan ke Bali-annya. “Ini sebuah kolaborasi dengan makanan kekinian, tetapi tidak meninggakan ciri khas Bali-nya. Stand Ketan Susu Jaen itu menawarkan yang modern, jaja ketan dasarnya lalu diisi susu dan keju, sehingga menarik bagi anak-anak muda. Ini pengelaman bagi anak-anak, kalau ternyata jajan Bali itu bisa dikombinasikan dengan makanan di jaman kini,” paparnya.

IGN. Wiriawan mengaku, kunjungan kali ini memang belum maksimal, baik dari segi beragam jenis masakan yang ditampilkan atau mungkin dari segi kunjungan. Tetapi, ini merupakan tahun pertama dan bisa berkolaborasi dengan pengusaha kuliner sudah cukup bagus. Sebab, dibeberapa tanggal, hidangan yang disajikan itu terkadang habis. Sebelum jam 14.00 Wita kuliner yang disajikan terkadang habis. Itu artinya tidak hanya pengunjung Bulan Bahasa Bali yang menikmati, tetapi juga pihak luar atau masyarakat umum. Mereka mungkin mengetahui pameran kuliner itu melalui media social, karena panitia kencangh melakukan promosi melalui media social.

Pameran kuliner di Bulan Bahasa Bali 2026

Pada ajang Bulan Bahasa Bali tahun depan, IGN. Wiriawan berharap bisa menempilkan lebih banyak, semisal 10 stand. Namun, tetap akan diatur ada agar menonjolkan kuliner khas, seperti memperkenalkan jenis sambel, dan komponen dalam nasi be guling, seperti oret, lawar, samsam dan lainnya. Selain itu, semua menu itu diisi tulisan aksara Bali, sehingga menjadi ajang untuk mengenalkan aksara Bali kepada masyarakat. “Ini akan bagus, karena tradisi kuliner itu jelas tradisi kebudayaan yang ada di setiap daerah, dan itu menunjukan Bali memilikin keunikan,” tutupnya [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Bulan Bahasa BaliBulan Bahasa Bali 2026kulinerkuliner bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

Next Post

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails
Next Post
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Cerpen 'Mangmung Langit Bukarés' Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah ----Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co