2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

I Gede Teddy Setiadi by I Gede Teddy Setiadi
November 11, 2025
in Kuliner
Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

Ical di kedai kopinya di Jalan Dewi Sartika Singaraja | Foto-foto: Teddy Setiadi

KESAN friendly langsung terasa saat bertemu dengan Muhamad Faisal. Ia pemuda asal Pekanbaru, Riau, tapi kami bertemu di di Jalan Dewi Sartika, tepatnya di sebelah barat kampus FBS Undiksha Singaraja.

Di tepi jalan itu, Faisal sedang jenak untuk berjualan kopi. Ia berjualan dengan menggunakan mobil. Kok bisa berjualan di Singaraja?

Bung Ical, begitu sapaan akrabnya, sejak lama memang memutuskan hidup mengembara alias nomaden. Ical memilih berkeliling, dari kota ke kota. Ia berkeliling dengan sebuah mobil tua yang diubah menjadi kedai kopi. Ia tidur di mobil itu, berjualan juga di mobil itu.

Nama kedai kopinya, Twntytoo Coffee. Di atas mobil tuanya, ical bercerita tentang mengapa ia memilih meninggalkan kampung halamannya untuk mengembara sambari berjualan kopi dengan cara berpindah ke satu tempat ke tempat lainnya.

Twntytoo Coffee jenak di Jalan dewi Sartika Singaraja

Ia mengaku terinpirasi dari sebuah film yang bercerita tentang kehidupan nomaden. Judul filmnya Nomadland. Itu sebuah film yang mengisahkan seorang wanita paruhbaya kehilangan segalanya setelah negaranya mengalami resesi hebat. Perempuan itu memutuskan memulai perjalanan melalui Amerika Barat dan hidup sebagai pengembara modern yang tinggal di van.

Film Nomadland telah mempengaruhi hidupnya. Dan, ia membulatkan tekadnya mewujudkan cita-cita untuk memulai perjalanan. Setelah berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan swasta pada tahun 2019, Ical memutuskan untuk membuka usaha kedai kopi di kampung halamannya.

Keputusannya untuk membuka usaha kedai kopi ini bukanlah tujuan utamanya. Tetapi ia harus mempersiapkan usaha itu untuk adiknya, sebelum ia sendiri merealisasikan mimpinya hidup nomaden.

Setelah semua dirasa sudah siap, akhirnya Ical memulai mimpinya. Perjalanan Ical bersama Twntytoo Coffee dimulai dari Kota Pekanbaru, lalu berpindah ke Sumatera Barat, berlanjut ke Pulau Jawa sampai akhirnya ke Bali.

Di Pulau Bali Ical dan Twntytoo Coffee pertama kali singgah di Kabupaten Jembrana. Di sini Ical tidak mau terburu-buru. Ical mengaku selalu ingin merasakan bagaimana suasana di setiap tempat yang dikunjungi.

Setelah dirasa cukup, barulah ia lanjutkan perjalanan. Sebelum tiba di Kota Singaraja, Ical ternyata juga sempat singgah di Kota Denpasar, lalu ke beberapa tempat di Kabupaten Badung seperti Uluwatu, Kuta dan juga tempat wisata lainnya.

Datang menggunakan mobil Daihatsu Zebra tua berwarna putih kombinasi biru muda yang ditambah dengan printilan untuk menonjolkan kesan klasik dan retro. Kehadiran Twntycoffee di Singaraja cukup berhasil menjadi perhatian.

Twntytoo Coffee jenak di Jalan dewi Sartika Singaraja

Lampu remang di dalam mobilnya pun menambah romansa yang sangat klasik. Tidak jarang banyak di antara pelanggan tertarik naik ke dalam mobil ingin merasakann sensasinya sambari melihat proses meracik kopi yang sedang mereka pesan.

“Di Singaraja saya berjualan mulai sore sampai malam, kadang sampai jam satu pagi kalau weekend. Tempatnya pun berpindah-pindah seperti di kawasan Pantai Penimbangan, di depan SMA N 1 Singaraja dan sekarang di Dewi Sartika,” kata Ical.

Di halaman media sosial Instagram yang diberi nama @twntytoo.coffee Ical selalu melakukan interaksi dan mengabadikan perjalannya sehingga para follower Twntytoo Coffee mengetahui update lokasi perjalannya serta memberitahu menu apa saja yang tersedia saat itu.

Twntytoo Coffee menyediakan menu kopi yang cukup beragam, kita bisa memilih mulai dari kopi lokal daerah yang dikunjungi hingga pilihan kopi seperti espresso, latte, cappuccino dan lainnya.

Untuk yang tidak suka meminum kopi, Ical harus berdamai dengan fakta seperti itu. Ia pun sudah menyediakan menu non kopi serta tambahan roti bakar yang bisa dipesan.

Untuk kopi lokal Singaraja, Ical memilih kopi robusta dari Desa Lemukih. Selain menjadi salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Buleleng, kopi Desa Lemukih ini memiliki kadar kafein yang lebih tinggi dari pada kopi arabika sehingga cocok dijadikan bahan dasar untuk membuat espresso terutama jika dicampur dengan jenis kopi lain atau susu.

Kawasan Jalan Dewi Sartika Singaraja saat malam hari biasanya sepi, lampu penerangan jalan yang jumlahnya tidak banyak membuat kawasan itu muram. Setelah Twntycoffee hadir setidaknya suasana sedikit berubah. Selepas senja kawasan sebelah barat kampus FBS Undiksha ini menjadi hidup dan bermetamorfosis menjadi episentrum baru bagi para pecinta kopi di Singaraja.

Banyak mahasiswa atau warga yang datang membeli kopi di sana. Harganya yang terjangkau, dan lokasi yang strategis juga membuat Twntytoo Coffee dijadikan pilihan karena konsumen bisa langsung grab-and-go tanpa harus berjalan jauh atau terlalu lama mengantri di coffee shop konvensional.

Konsumen juga bisa dengan akrab berinteraksi dengan Ical sebagai barista kopi. Interaksi yang tidak hanya tentang memesan, tetapi juga terciptanya suasana yang fun yang bisa menjadi jeda singkat yang menyegarkan dari padatnya rutinitas kuliah atau pekerjaan.

Ical juga sering menciptakan elemen kejutan-kejutan kecil kepada pelanggannya. Pada kunjungan saya pertama misalnya, Ical memberikan shot espresso serta dua buah stiker kecil untuk kenang-kenangan. 

Hal itu jarang ditemukan di barista coffee shop konvensional. Keakraban yang dibangun secara cepat, tulus dan juga konsisten. Hubungan yang personal inilah yang membuat kita ingin datang dan datang lagi.

Tetapi sayang sekali, pencinta Twntytoo harus menyadari bahwa kalimat yang ditulis pada kaca sebelah kiri mobilnya tentang  “Kopi dan Perjalanan” memang harus dilakukan. Ical harus melanjutkan perjalannya.

Mobil yang dijadikan kedai kopi

Ditemani mobil kesayangannya, di penghujung bulan Nopember ini ia mengaku harus melanjutkan perjalanan kembali ke Pulau Jawa. Perjalanan yang harus meninggalkan Singaraja, perjalanan yang mungkin sedikit panjang, sedikit pelan- pelan, dan tidak berujung.

Melanjutkan sebuah perjalanan tanpa batasan waktu, setiap kilometer seakan membawanya tidak hanya ke tempat yang baru, tetapi juga ke sisi lain dari tempat yang sudah pernah dikunjungi.

Perjalanan yang bukan hanya mementingkan jarak, melainkan keberanian untuk terus melaju maju, tidak takut berhenti sampai saatnya benar- benar harus kembali.

Kembali karena pedal gas tidak diinjak lagi, mesin mobil yang sudah tidak ada yang menghidupkan, sampai saat kepulangan abadi benar benar memanggilnya kembali.

Sampai bertemu lagi Bung Ical, di lain waktu, di lain kesempatan, dengan perjalanan yang masih sama, dengan rasa kopi yang tidak berubah, di kota Singaraja yang asik ini. [T]

Penulis: I Gede Teddy Setiadi
Editor: Adnyana Ole

Tags: coffee shopkopiSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Soul Art Exhibition’: Memaknai Jejak Spiritual di Persimpangan Dialog antara Tuhan, Manusia, dan Alam

Next Post

‘Purusa: Wedding Sacred’, Film Berbahasa Bali Karya Sineas Bali Tayang di Korea Selatan

I Gede Teddy Setiadi

I Gede Teddy Setiadi

Lahir di Desa Pedawa. Kini tinggal di Singaraja

Related Posts

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails
Next Post
‘Purusa: Wedding Sacred’, Film Berbahasa Bali Karya Sineas Bali Tayang di Korea Selatan

'Purusa: Wedding Sacred', Film Berbahasa Bali Karya Sineas Bali Tayang di Korea Selatan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co