Seniman multidisipliner asal Makassar yang dikenal sebagai performans, aktris, penari tradisi, penulis dan Juru Bahasa Isyarat. Melalui komunitas seni 4 titik, ia menggabungkan seni tari dengan advokasi bagi komunitas Tuli untuk menciptakan ruang berkesenian yang inklusif dan setara.Nama Rezky Chiki tercatat dalam beberapa ruang diskusi mengenai representasi gender, di mana ia berperan dalam konteks yang menyoroti patriarki dan kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan. Kiprahnya berfokus pada upaya penghapusan diskriminasi gender dan membangun inklusi sosial, terutama bagi kelompok rentan.
PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...
Read moreDetails“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...
Read moreDetailsJUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...
Read moreDetails

“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...
JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang...
PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang...

KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...
“RASANYA legit, gurih, dan lebih bertekstur,” ujar I Wayan Agus Saputra di suatu siang yang mendung di Kantor Desa Jatiluwih,...
LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co