7 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali, Lepas 67 Sarjana dan Magister—‘Jangan Jadi Sarjana Kertas!

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 7, 2026
in Pendidikan
Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali, Lepas 67 Sarjana dan Magister—‘Jangan Jadi Sarjana Kertas!

Pelepasan Sarjana dan Magister FBS UPMI Bali 2026. Rabu, (5/8)│Foto: Regina

“HARI ini saya tidak sedang melihat sekelompok calon wisudawan. Saya sedang melihat sekumpulan wajah yang menyimpan cerita perjalanan yang berbeda-beda.”

Kalimat itu membuka sambutan Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), Dr. I Made Sujaya, S.S., M.Hum., dalam Pelepasan Sarjana dan Magister Tahun 2026 di Auditorium Redha Gunawan, UPMI Bali, Rabu, 5 Agustus 2026. Ia tidak mengajak hadirin larut dalam euforia kelulusan. Sebaliknya, Sujaya mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya justru dimulai ketika para lulusan meninggalkan bangku kuliah.

Pesan itulah yang kemudian mewarnai seluruh rangkaian pelepasan 67 calon sarjana dan magister FBS, UPMI Bali. Di tengah seremoni akademik yang menandai berakhirnya masa studi, para lulusan diajak memandang kehidupan setelah kampus ꟷ dunia yang berubah cepat, ketika kemampuan berpikir dan berkarya lebih penting tinimbang sekadar memiliki ijazah.

Pelepasan tersebut menjadi tahapan akhir sebelum para lulusan mengikuti wisuda tingkat universitas yang dijadwalkan pada 18 Agustus 2026. Sebanyak 67 calon wisudawan itu berasal dari empat program studi, yakni 6 orang Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Magister (S2), 15 orang Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, 37 orang Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), serta 9 orang dari Program Studi Pendidikan Seni Rupa.

Pelepasan Sarjana dan Magister FBS UPMI Bali 2026. Rabu, (5/8)│Foto: Regina

Ketua panitia, Dr. Pande Putu Yogi Arista Pratama, S.Sn., M.Pd., melaporkan bahwa para lulusan mencatat capaian akademik yang baik. Rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) program magister maupun sarjana mencapai 3,88 dengan IPK tertinggi 3,96. Predikat lulusan terbaik diraih I Ketut Budiarta dari Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Ni Luh Widya Antari dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Magdalena Sitka Desari dari Program Studi Pendidikan Sendratasik, serta I Komang Yogi Swidarta dari Program Studi Pendidikan Seni Rupa.

Kendati demikian, angka-angka tersebut tidak menjadi pusat perhatian dalam sambutan Sujaya. Baginya, nilai akademik hanyalah salah satu penanda perjalanan. Di balik toga yang akan dikenakan beberapa pekan lagi, setiap lulusan membawa kisah yang berbeda. Ada yang menjalani kuliah sambil bekerja, ada yang bertahan di tengah keterbatasan, ada pula yang nyaris menyerah sebelum akhirnya menyelesaikan studi. Perjalanan itu, menurutnya, jauh lebih menentukan daripada sekadar angka yang tercetak pada transkrip akademik.

Untuk menggambarkan pandangannya, Sujaya menyebut novel ‘Kami (Bukan) Sarjana Kertas’ karya J.S. Khairen. Novel tersebut mengisahkan mahasiswa-mahasiswa yang bergulat dengan kegagalan, tekanan hidup, dan pencarian jati diri. Mereka bukan tokoh yang sempurna. Justru melalui berbagai persoalan itulah mereka bertumbuh hingga menyadari bahwa kampus bukan tempat mencetak manusia tanpa cela, melainkan ruang untuk menempa diri.

“Pendidikan tidak pernah diukur hanya dari selembar ijazah, tetapi dari perubahan diri yang terjadi selama proses belajar,” ucapnya.

Pesan tersebut berangkat dari kenyataan bahwa dunia kerja kini tidak lagi hanya mempertimbangkan gelar akademik. Pengalaman, portofolio, sertifikasi, kemampuan praktis, dan kecakapan memecahkan persoalan menjadi faktor yang sama pentingnya. Gelar sarjana memang tetap memiliki arti, tetapi nilainya akan terus diuji ketika seseorang memasuki dunia profesional.

Karena itu, menurut Sujaya, pendidikan tinggi seharusnya tidak berhenti pada pemberian gelar. Selama bertahun-tahun menempuh perkuliahan, mahasiswa dibentuk untuk membaca persoalan secara sistematis, mencari bukti, menganalisis, menyusun argumentasi, mengambil keputusan, hingga melahirkan solusi dan karya. Proses itulah yang menjadi modal sesungguhnya ketika mereka meninggalkan kampus.

Dr. I Made Sujaya, S.S., M.Hum., Dekan FBS UPMI Bali 2026. Rabu, (5/8)│Foto: UPMI 

Sujaya mengatakan, perubahan itu akan kian terasa ketika dunia memasuki era kecerdasan buatan. Artificial Intelligence (AI) kini mampu menulis, menerjemahkan, menghasilkan gambar, membuat musik, mengolah data, bahkan membantu penelitian hanya dalam hitungan detik. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak membuat peran manusia berakhir, tetapi justru menuntut kemampuan yang tidak dimiliki mesin.

“Ketika mesin semakin mudah menghasilkan jawaban, manusia semakin membutuhkan kemampuan untuk menentukan pertanyaan mana yang layak diajukan dan jawaban mana yang layak dipercaya,” ujarnya.

Berangkat dari tantangan itu, Sujaya menyebut FBS UPMI Bali terus mengembangkan pembelajaran yang bertumpu pada tiga nilai utama, yakni Kritis, Kreatif, dan Humanis. Ketiganya menjadi karakter yang diharapkan melekat pada setiap lulusan. Sikap kritis dibutuhkan agar mampu memilah informasi dan menguji kebenarannya. Kreativitas mendorong lahirnya gagasan dan karya baru, sedangkan humanis menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi harus tetap berpihak kepada manusia.

Komitmen itu tidak berhenti pada ruang kelas. FBS juga memberi ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk menentukan bentuk tugas akhirnya sesuai bakat dan minat. Selain skripsi dan tesis, mahasiswa dapat memilih jalur nonskripsi atau nontesis melalui proyek inovatif berupa karya seni pertunjukan, seni rupa, karya jurnalistik, maupun karya sastra yang tetap mengacu pada capaian pembelajaran lulusan (CPL) di masing-masing program studi.

Pelepasan Sarjana dan Magister FBS UPMI Bali 2026. Rabu, (5/8)│Foto: Regina

Setelah meluluskan lima mahasiswa dengan program nonskripsi pada tahun sebelumnya, tahun ini FBS UPMI Bali kembali meluluskan mahasiswa melalui skema tersebut, mulai dari Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia hingga sejumlah program sarjana. Menurut Sujaya, kehadiran tugas akhir nonskripsi bukan dimaksudkan menggantikan skripsi, melainkan memperkaya cara perguruan tinggi menilai kompetensi mahasiswa. 

“Pendidikan tinggi perlu memberi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan melalui karya yang paling sesuai dengan bidang keahliannya,” tegasnya.

Ia berharap inovasi itu tidak berhenti di FBS. Sujaya mengajak fakultas-fakultas lain di lingkungan UPMI Bali mengembangkan tugas akhir nonskripsi sesuai karakter program studi masing-masing. Baginya, perubahan tersebut merupakan salah satu peluang untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih adaptif tanpa meninggalkan standar akademik yang telah ditetapkan.

Menjelang akhir sambutannya, Sujaya menyampaikan pesan yang menjadi penutup sekaligus pengingat bagi seluruh calon wisudawan.

“Hari ini Saudara berhenti menjadi mahasiswa, tapi jangan berhenti menjadi pembelajar. Hari ini Saudara selesai mengejar nilai, tapi jangan pernah selesai mengejar makna.”

Pelepasan calon wisudawan siang itu akhirnya usai. Beberapa pekan lagi, para lulusan akan mengenakan toga dalam prosesi wisuda tingkat universitas. Namun, ketika satu per satu mereka meninggalkan ruangan, yang dibawa pulang bukan hanya gelar akademik. Masing-masing membawa cerita perjuangan yang berbeda-beda, persis seperti yang dilihat I Made Sujaya ketika memandang wajah mereka dari atas mimbar.

Tak lama lagi, mereka akan memasuki babak baru. Dunia kerja, perkembangan AI, dan perubahan zaman akan menguji apa yang telah mereka pelajari selama bertahun-tahun di bangku kuliah. Yang membedakan mereka bukan sekadar gelar di belakang nama, melainkan kemampuan untuk terus belajar, berpikir kritis, melahirkan karya, dan tetap berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

Sebab, seperti pesan yang bergema sepanjang pelepasan itu, tantangan terbesar seorang lulusan tidak hanya memperoleh gelar, tetapi juga membuktikan bahwa ia ‘bukan sarjana kertas’.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Tags: Fakultas Bahasa dan SeniUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

Next Post

Indonesia dalam Secangkir Kopi

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Mengangkat Kearifan Lokal Melalui Drama Tari Berbahasa Inggris ——Dari FGD ISI Bali

by Dewi Yulianti
July 29, 2026
0
Mengangkat Kearifan Lokal Melalui Drama Tari Berbahasa Inggris ——Dari FGD ISI Bali

DENPASAR | TATKALA.CO -- Tim Penelitian Fundamental menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Formulasi Konsep Drama Tari Berbahasa Inggris Berbasis...

Read moreDetails

Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

BANYAK program pengabdian masyarakat berakhir sebagai seremoni. Datang, memberi pelatihan, lalu pulang. Namun, program Bina Desa yang digagas Badan Eksekutif...

Read moreDetails

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

by tatkala
June 25, 2026
0
Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

Read moreDetails

Perkuat Kompetensi Berbahasa Indonesia, 449 Siswa SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Ikuti UKBI Adaptif

by Dede Putra Wiguna
June 15, 2026
0
Perkuat Kompetensi Berbahasa Indonesia, 449 Siswa SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Ikuti UKBI Adaptif

JARI-jari mereka bergerak cepat di atas layar gawai dan laptop. Di beberapa ruang kelas SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam),...

Read moreDetails

Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa

by tatkala
June 12, 2026
0
Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa

DESA Pedawa di Kecamatan banjar, Buleleng, yang dikenal dengan adat dan budaya yang unik kembali menjadi tujuan pengabdian akademik. Pada...

Read moreDetails

OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali

by Dede Putra Wiguna
June 12, 2026
0
OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali

Hari itu, Kamis, 11 Juni 2026, para siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMK Kesehatan Bali...

Read moreDetails

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
0
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

Read moreDetails

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

by tatkala
June 8, 2026
0
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

Read moreDetails

Talkshow Virtual YLAI dan Penerbit Pelangi: Literasi Lingkungan Anak, Peduli Bumi Sejak Dini

by tatkala
June 6, 2026
0
Talkshow Virtual YLAI dan Penerbit Pelangi: Literasi Lingkungan Anak, Peduli Bumi Sejak Dini

PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan anak di Indonesia. Melalui kolaborasi antara Yayasan...

Read moreDetails

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

by Son Lomri
May 15, 2026
0
‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

Read moreDetails
Next Post
Indonesia dalam Secangkir Kopi

Indonesia dalam Secangkir Kopi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia dalam Secangkir Kopi
Esai

Indonesia dalam Secangkir Kopi

PAGI itu saya duduk di sebuah cafe kecil di pinggiran kota. Tidak ada yang istimewa. Meja kayu yang mulai kusam,...

by Ahmad Fatoni
August 7, 2026
Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali, Lepas 67 Sarjana dan Magister—‘Jangan Jadi Sarjana Kertas!
Pendidikan

Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali, Lepas 67 Sarjana dan Magister—‘Jangan Jadi Sarjana Kertas!

“HARI ini saya tidak sedang melihat sekelompok calon wisudawan. Saya sedang melihat sekumpulan wajah yang menyimpan cerita perjalanan yang berbeda-beda.”...

by Dede Putra Wiguna
August 7, 2026
“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan
Ulas Film

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

ADA satu hal yang langsung terasa begitu duduk menonton Tung Tung Uma, bagaimana Amrita Dharma memetakan setiap adegannya dengan begitu...

by Satria Aditya
August 7, 2026
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  
Tualang

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
“Rumah”, Seni Instalasi Ni Nyoman Sani
Ulas Rupa

“Rumah”, Seni Instalasi Ni Nyoman Sani

PADA 10 April hingga 30 Juni 2026 lalu digelar pameran 12 Perupa Perempuan Indonesia. Perhelatan ini diinisiasi Indonesian Women Artists...

by Hartanto
August 7, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“Gigolo Pendidikan”, Oemar Bakrie, dan Saat Kasih Sayang Guru Menjadi Barang Premium

BEBERAPA hari lalu saya iseng melontarkan istilah yang terdengar keterlaluan.  Gigodik, “Gigolo Pendidikan”. Bayangan saya sederhana. Jangan-jangan sekarang ada "profesi"...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 7, 2026
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak
Khas

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

by Jaswanto
August 7, 2026
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan
Khas

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

by tatkala
August 6, 2026
Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis
Esai

Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis

Dampak Pembangunan Brutal dan Ugal-ugalan, Ledakan Kendaraan Tanpa Jeda, atau Buruknya Transportasi Umum? "Sanur makin macet, namun kenapa fasilitas wisata...

by Agung Sudarsa
August 6, 2026
Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi
Esai

Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi

COBA hentikan sejenak geseran jempol Anda di atas layar gawai. Di luar sana, dunia hari ini bergerak dalam ritme yang...

by Arief Rahzen
August 6, 2026
Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana
Esai

Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana

KALIMAT itu masih saya ingat dengan jelas. Mendiang Bang D.S. Putra mengucapkannya suatu sore, ketika kami berbincang santai bersama beberapa...

by Angga Wijaya
August 6, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kencan Pertama di Kafe Pinggir Sungai

KENCAN pertama untuk sebagian besar orang dianggap sesuatu yang mendebarkan. Begitu pun yang dirasakan Heru Pambudi dan Tuty Rosdiana. Belum...

by Chusmeru
August 6, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co