27 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali, Lepas 67 Sarjana dan Magister—‘Jangan Jadi Sarjana Kertas!

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 7, 2026
in Pendidikan
Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali, Lepas 67 Sarjana dan Magister—‘Jangan Jadi Sarjana Kertas!

Pelepasan Sarjana dan Magister FBS UPMI Bali 2026. Rabu, (5/8)│Foto: Regina

“HARI ini saya tidak sedang melihat sekelompok calon wisudawan. Saya sedang melihat sekumpulan wajah yang menyimpan cerita perjalanan yang berbeda-beda.”

Kalimat itu membuka sambutan Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), Dr. I Made Sujaya, S.S., M.Hum., dalam Pelepasan Sarjana dan Magister Tahun 2026 di Auditorium Redha Gunawan, UPMI Bali, Rabu, 5 Agustus 2026. Ia tidak mengajak hadirin larut dalam euforia kelulusan. Sebaliknya, Sujaya mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya justru dimulai ketika para lulusan meninggalkan bangku kuliah.

Pesan itulah yang kemudian mewarnai seluruh rangkaian pelepasan 67 calon sarjana dan magister FBS, UPMI Bali. Di tengah seremoni akademik yang menandai berakhirnya masa studi, para lulusan diajak memandang kehidupan setelah kampus ꟷ dunia yang berubah cepat, ketika kemampuan berpikir dan berkarya lebih penting tinimbang sekadar memiliki ijazah.

Pelepasan tersebut menjadi tahapan akhir sebelum para lulusan mengikuti wisuda tingkat universitas yang dijadwalkan pada 18 Agustus 2026. Sebanyak 67 calon wisudawan itu berasal dari empat program studi, yakni 6 orang Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Magister (S2), 15 orang Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, 37 orang Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), serta 9 orang dari Program Studi Pendidikan Seni Rupa.

Pelepasan Sarjana dan Magister FBS UPMI Bali 2026. Rabu, (5/8)│Foto: Regina

Ketua panitia, Dr. Pande Putu Yogi Arista Pratama, S.Sn., M.Pd., melaporkan bahwa para lulusan mencatat capaian akademik yang baik. Rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) program magister maupun sarjana mencapai 3,88 dengan IPK tertinggi 3,96. Predikat lulusan terbaik diraih I Ketut Budiarta dari Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Ni Luh Widya Antari dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Magdalena Sitka Desari dari Program Studi Pendidikan Sendratasik, serta I Komang Yogi Swidarta dari Program Studi Pendidikan Seni Rupa.

Kendati demikian, angka-angka tersebut tidak menjadi pusat perhatian dalam sambutan Sujaya. Baginya, nilai akademik hanyalah salah satu penanda perjalanan. Di balik toga yang akan dikenakan beberapa pekan lagi, setiap lulusan membawa kisah yang berbeda. Ada yang menjalani kuliah sambil bekerja, ada yang bertahan di tengah keterbatasan, ada pula yang nyaris menyerah sebelum akhirnya menyelesaikan studi. Perjalanan itu, menurutnya, jauh lebih menentukan daripada sekadar angka yang tercetak pada transkrip akademik.

Untuk menggambarkan pandangannya, Sujaya menyebut novel ‘Kami (Bukan) Sarjana Kertas’ karya J.S. Khairen. Novel tersebut mengisahkan mahasiswa-mahasiswa yang bergulat dengan kegagalan, tekanan hidup, dan pencarian jati diri. Mereka bukan tokoh yang sempurna. Justru melalui berbagai persoalan itulah mereka bertumbuh hingga menyadari bahwa kampus bukan tempat mencetak manusia tanpa cela, melainkan ruang untuk menempa diri.

“Pendidikan tidak pernah diukur hanya dari selembar ijazah, tetapi dari perubahan diri yang terjadi selama proses belajar,” ucapnya.

Pesan tersebut berangkat dari kenyataan bahwa dunia kerja kini tidak lagi hanya mempertimbangkan gelar akademik. Pengalaman, portofolio, sertifikasi, kemampuan praktis, dan kecakapan memecahkan persoalan menjadi faktor yang sama pentingnya. Gelar sarjana memang tetap memiliki arti, tetapi nilainya akan terus diuji ketika seseorang memasuki dunia profesional.

Karena itu, menurut Sujaya, pendidikan tinggi seharusnya tidak berhenti pada pemberian gelar. Selama bertahun-tahun menempuh perkuliahan, mahasiswa dibentuk untuk membaca persoalan secara sistematis, mencari bukti, menganalisis, menyusun argumentasi, mengambil keputusan, hingga melahirkan solusi dan karya. Proses itulah yang menjadi modal sesungguhnya ketika mereka meninggalkan kampus.

Dr. I Made Sujaya, S.S., M.Hum., Dekan FBS UPMI Bali 2026. Rabu, (5/8)│Foto: UPMI 

Sujaya mengatakan, perubahan itu akan kian terasa ketika dunia memasuki era kecerdasan buatan. Artificial Intelligence (AI) kini mampu menulis, menerjemahkan, menghasilkan gambar, membuat musik, mengolah data, bahkan membantu penelitian hanya dalam hitungan detik. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak membuat peran manusia berakhir, tetapi justru menuntut kemampuan yang tidak dimiliki mesin.

“Ketika mesin semakin mudah menghasilkan jawaban, manusia semakin membutuhkan kemampuan untuk menentukan pertanyaan mana yang layak diajukan dan jawaban mana yang layak dipercaya,” ujarnya.

Berangkat dari tantangan itu, Sujaya menyebut FBS UPMI Bali terus mengembangkan pembelajaran yang bertumpu pada tiga nilai utama, yakni Kritis, Kreatif, dan Humanis. Ketiganya menjadi karakter yang diharapkan melekat pada setiap lulusan. Sikap kritis dibutuhkan agar mampu memilah informasi dan menguji kebenarannya. Kreativitas mendorong lahirnya gagasan dan karya baru, sedangkan humanis menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi harus tetap berpihak kepada manusia.

Komitmen itu tidak berhenti pada ruang kelas. FBS juga memberi ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk menentukan bentuk tugas akhirnya sesuai bakat dan minat. Selain skripsi dan tesis, mahasiswa dapat memilih jalur nonskripsi atau nontesis melalui proyek inovatif berupa karya seni pertunjukan, seni rupa, karya jurnalistik, maupun karya sastra yang tetap mengacu pada capaian pembelajaran lulusan (CPL) di masing-masing program studi.

Pelepasan Sarjana dan Magister FBS UPMI Bali 2026. Rabu, (5/8)│Foto: Regina

Setelah meluluskan lima mahasiswa dengan program nonskripsi pada tahun sebelumnya, tahun ini FBS UPMI Bali kembali meluluskan mahasiswa melalui skema tersebut, mulai dari Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia hingga sejumlah program sarjana. Menurut Sujaya, kehadiran tugas akhir nonskripsi bukan dimaksudkan menggantikan skripsi, melainkan memperkaya cara perguruan tinggi menilai kompetensi mahasiswa. 

“Pendidikan tinggi perlu memberi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan melalui karya yang paling sesuai dengan bidang keahliannya,” tegasnya.

Ia berharap inovasi itu tidak berhenti di FBS. Sujaya mengajak fakultas-fakultas lain di lingkungan UPMI Bali mengembangkan tugas akhir nonskripsi sesuai karakter program studi masing-masing. Baginya, perubahan tersebut merupakan salah satu peluang untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih adaptif tanpa meninggalkan standar akademik yang telah ditetapkan.

Menjelang akhir sambutannya, Sujaya menyampaikan pesan yang menjadi penutup sekaligus pengingat bagi seluruh calon wisudawan.

“Hari ini Saudara berhenti menjadi mahasiswa, tapi jangan berhenti menjadi pembelajar. Hari ini Saudara selesai mengejar nilai, tapi jangan pernah selesai mengejar makna.”

Pelepasan calon wisudawan siang itu akhirnya usai. Beberapa pekan lagi, para lulusan akan mengenakan toga dalam prosesi wisuda tingkat universitas. Namun, ketika satu per satu mereka meninggalkan ruangan, yang dibawa pulang bukan hanya gelar akademik. Masing-masing membawa cerita perjuangan yang berbeda-beda, persis seperti yang dilihat I Made Sujaya ketika memandang wajah mereka dari atas mimbar.

Tak lama lagi, mereka akan memasuki babak baru. Dunia kerja, perkembangan AI, dan perubahan zaman akan menguji apa yang telah mereka pelajari selama bertahun-tahun di bangku kuliah. Yang membedakan mereka bukan sekadar gelar di belakang nama, melainkan kemampuan untuk terus belajar, berpikir kritis, melahirkan karya, dan tetap berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

Sebab, seperti pesan yang bergema sepanjang pelepasan itu, tantangan terbesar seorang lulusan tidak hanya memperoleh gelar, tetapi juga membuktikan bahwa ia ‘bukan sarjana kertas’.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Tags: Fakultas Bahasa dan SeniUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

Next Post

Indonesia dalam Secangkir Kopi

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

by Nyoman Budarsana
August 27, 2026
0
Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

SEMUA berawal dari kesungguhan, keteguhan, disiplin dan upaya kreatif dalam menggapai sebuah kemuliaan. Tidak mudah melewati dan menghadapi  tantangan dalam...

Read moreDetails

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
0
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

Read moreDetails

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
0
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

Read moreDetails

UPMI Bali Lepas 237 Wisudawan, Rektor Ingatkan Gelar Bukan Sekadar untuk Dipajang

by Dede Putra Wiguna
August 19, 2026
0
UPMI Bali Lepas 237 Wisudawan, Rektor Ingatkan Gelar Bukan Sekadar untuk Dipajang

 “Gelar ini bukan untuk dipajang tapi untuk dibuktikan dengan karya.” Pesan Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta,...

Read moreDetails

FGD Penelitian ISI Bali: Menggali Nilai-Nilai Karakter Kearifan Lokal untuk Pengembangan Drama Tari Berbahasa Inggris

by Dewi Yulianti
August 19, 2026
0
FGD Penelitian ISI Bali: Menggali Nilai-Nilai Karakter Kearifan Lokal untuk Pengembangan Drama Tari Berbahasa Inggris

DENPASAR | TATKALA.CO -- Institut Seni Indonesia (ISI) Bali melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Focus Group...

Read moreDetails

Wujudkan Desa Ramah Lingkungan ——Intip Keseruan KKN Udayana di Desa Sanding Gianyar

by tatkala
August 16, 2026
0
Wujudkan Desa Ramah Lingkungan ——Intip Keseruan KKN Udayana di Desa Sanding Gianyar

MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Udayana tahun 2026 melaksanakan serangkaian program kerja di Desa Sanding, Kecamatan...

Read moreDetails

Sinergi Universitas Udayana dan Desa Lebih: Bekali Keluarga Hadapi Tantangan Kesehatan Mental Remaja di Era Digital

by tatkala
August 16, 2026
0
Sinergi Universitas Udayana dan Desa Lebih: Bekali Keluarga Hadapi Tantangan Kesehatan Mental Remaja di Era Digital

KESEHATAN mental remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan atau sekolah. Keluarga memiliki peran penting dalam mengenali perubahan yang...

Read moreDetails

AWINDO Perkuat Legalitas UMKM Disabilitas, Pelatihan Dilanjutkan Pendampingan

by Angga Wijaya
August 14, 2026
0
AWINDO Perkuat Legalitas UMKM Disabilitas, Pelatihan Dilanjutkan Pendampingan

Asosiasi Wirausaha Inklusif Indonesia (AWINDO) memperkuat dukungan bagi pelaku UMKM disabilitas melalui training legalitas usaha. Kegiatan ini menjadi bagian dari...

Read moreDetails

Mengangkat Kearifan Lokal Melalui Drama Tari Berbahasa Inggris ——Dari FGD ISI Bali

by Dewi Yulianti
July 29, 2026
0
Mengangkat Kearifan Lokal Melalui Drama Tari Berbahasa Inggris ——Dari FGD ISI Bali

DENPASAR | TATKALA.CO -- Tim Penelitian Fundamental menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Formulasi Konsep Drama Tari Berbahasa Inggris Berbasis...

Read moreDetails

Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

BANYAK program pengabdian masyarakat berakhir sebagai seremoni. Datang, memberi pelatihan, lalu pulang. Namun, program Bina Desa yang digagas Badan Eksekutif...

Read moreDetails
Next Post
Indonesia dalam Secangkir Kopi

Indonesia dalam Secangkir Kopi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru
Pendidikan

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

SEMUA berawal dari kesungguhan, keteguhan, disiplin dan upaya kreatif dalam menggapai sebuah kemuliaan. Tidak mudah melewati dan menghadapi  tantangan dalam...

by Nyoman Budarsana
August 27, 2026
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar
Esai

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Kebudayaan tidak pernah benar-benar hidup hanya karena diwariskan. Sebuah tradisi akan tetap hidup apabila pengetahuan, nilai, simbol, dan ingatan yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 27, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun...

by Chusmeru
August 27, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [7]: Rezim Algoritma dan Pembubaran Standar Sastra

Semua tekanan yang sudah diuraikan dalam bagian-bagian sebelumnya bisa dibaca sebagai masalah-masalah yang terpisah. Namun semuanya adalah gejala dari satu...

by Andre Syahreza
August 26, 2026
Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede
Esai

Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

RANGKAIAN Karya Pedudusan Agung, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang berpusat di Pura Puseh Sibanggede sudah mencapai akhir melalui upacara...

by Dharma Yuda
August 26, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya
Ulas Rupa

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

by Hartanto
August 26, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
Ibu Memasak di Kota
Esai

Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

by Angga Wijaya
August 25, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co