12 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Putu Agus Eka Pradnyana by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
in Khas
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah setelah hujan itu menjadi saksi tumbuhnya semangat dan kerja keras guru dan murid yang terus menyalakan asa di tengah perjalanan pendidikan. Prestasi demi prestasi hadir bukan sekadar sebagai piala dan piagam, melainkan sebagai jejak perjuangan yang lahir dari disiplin, doa, dan ketulusan belajar.

SMPN 2 Banjar, sekolah yang terletak di Banjar Dinas Tabog, Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar kembali membuktikan dirinya  bukan sekadar tempat berteduh untuk mengejar angka, melainkan sebuah tempat lahirnya para kreator, pujangga, dan penjaga api peradaban. Dari balik gerbang sekolah ini, deretan prestasi mengalir laksana air yang menyuburkan tanah gersang di bulan mei. Sepanjang tahun 2025 yang penuh dinamika hingga memasuki paruh awal tahun 2026, ksatria-ksatria SMPN 2 Banjar baik para murid yang bermata binar maupun guru yang berhati ikhlas telah menggoreskan tinta emas. Mereka melompati batas-batas keraguan, menembus panggung nasional Nyalanesia, hingga mengguncang panggung estetik Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) serta ajang inovasi pendidikan di tingkat Kabupaten Buleleng.

Mahkota Literasi Nasional “Nyala Api dalam Goresan Pena”

Kegiatan literasi bersama Nyalanesia pada tahun 2025 menjadi salah satu perjalanan penuh makna bagi keluarga besar SMPN 2 Banjar dalam menyusun antologi cerpen karya guru dan murid yang diketuai oleh Nyoman Edy Supartawan, M.Pd. Diawali dengan tahapan seleksi peserta yang menghadirkan semangat dan kreativitas dari para murid, kegiatan kemudian berlanjut pada pelatihan menulis secara daring yang dilaksanakan dengan penuh antusias.

Dalam setiap pertemuan, guru dan murid bersama-sama belajar merangkai imajinasi, menyusun kisah, dan menanamkan rasa percaya diri melalui untaian kata yang hidup. Proses panjang tersebut bukan hanya melahirkan karya sastra, tetapi juga mempererat kolaborasi antara pendidik dan peserta didik dalam dunia literasi.

Hingga akhirnya, pada tahun 2026 di panggung megah Nyalanesia, sebuah perhelatan literasi akbar tingkat nasional, SMP N 2 Banjar memancarkan sinarnya yang paling benderang melalui dua generasi sang penuntun dan sang penerus. Suasana haru dan bangga menyelimuti sekolah saat pengumuman juara disampaikan secara live di chanel youtube nyalanesia, menjadi penanda bahwa setiap perjuangan, ketekunan, dan doa telah tumbuh menjadi prestasi yang mengharumkan nama sekolah Luh Putu Stri Ayu Ratna Mulya, S.Pd. dan Tristian Annora Virzaskia Alya Widodo.

Sebagai seorang pendidik, Luh Putu Stri Ayu Ratna Mulya, S.Pd. Guru yang mengajar mata pelajaran seni budaya dan prakarya di kelas IX, beliau tidak hanya bertugas menuangkan ilmu, tetapi juga mencontohkan bagaimana jiwa harus diekspresikan, dengan kepekaan rasa yang tajam terhadap dinamika kehidupan dan kedalaman bahasa yang memikat, beliau berhasil menembus tirai persaingan yang begitu  ketat seluruh Indonesia dan dinobatkan dalam “Nominasi 100 Cerpen Terbaik Kategori Guru Nyalanesia 2025”. Tantangan yang ia rasakan ketika ikut ajang Nyalanesia yaitu menstabilkan mood di tengah waktu mengajar, mengurus anak, sehingga ide muncul tatkala malam menjelang katanya ketika ditanya saat memeriksa jawaban sumatif murid. Pena di jemari beliau merupakan bukti nyata bahwa seorang guru adalah mata air inspirasi yang tak pernah kering ia bergerak melampaui papan tulis, merambah dunia imajinasi yang mengedukasi batin.

Tristian Annora Virzaskia Alya Widodo murid yang biasa dipanggil Annora saat ini duduk di bangku kelas IX yang ingin melanjutkan sekolah di SMAN 1 Singaraja.  Jika ada yang meragukan kekuatan imajinasi generasi muda, maka tataplah mata  Annora yang mampu merajut untaian kalimat pilihan yang begitu puitis, tajam, namun sarat akan makna mendalam. Dedikasi dan bakat alamnya yang diasah dengan disiplin tinggi membawanya naik ke podium tertinggi sebagai “Juara 1 Menulis Cerpen Kategori Siswa Nyalanesia 2025”.

“Tentunya rasa bahagia dan juga emosional karena tidak menyangka cerpen membawa nama saya di kancah nasional, tentu juga meskipun tidak bisa hadir secara langsung di Kota Surakarta tetapi dari pengalaman ini mengajarkan saya untuk belajar menerima, mengikhlaskan, dan memahami bahwa tidak semua kebahagiaan harus dirasakan dengan cara yang sama,” katanya.

Ketertarikannya membaca tidak serta merta hadir begitu saja, sejak duduk di bangku sekolah dasar dia sudah terbiasa membaca buku khususnya novel. Tere Liye, Pramoedya Ananta Toer, dan Sapardi Djoko Damono, dari ketiga penulis tersebut pengaruh yang paling kuat baginya datang dari konsep cerita Tere Liye yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. 

Di sisi lain, puisi “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono juga memberikan dampak yang sangat membekas baginya. Karya tersebut terasa sederhana, namun mampu menyampaikan perasaan yang begitu dalam dan melekat, dari perpaduan itulah Annora terdorong untuk menulis cerpen, sebagai cara saya menyampaikan rasa melalui kata-kata. Di tangannya, sebuah cerita pendek tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan sebuah dunia baru yang utuh, yang berhasil memukau para kurator literasi tingkat nasional.

Panggung FLS3N Kabupaten Buleleng 2026

Panggung Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Kabupaten Buleleng tahun 2026 menjadi saksi bisu betapa estetika dan kecintaan terhadap akar budaya telah mendarah daging dalam nadi murid SMP N 2 Banjar.

Ni Luh Putu Galuh Pramesti

Galuh Pramesti adalahmurid yang saat ini duduk di bangku kelas VII. Melalui lomba kategori ilustrasi, ia membuktikan bahwa sebuah gambar mampu bercerita lebih banyak daripada ribuan kata, dengan jemari yang menari anggun di atas media, ia memadukan warna, bayangan, dan perspektif hingga melahirkan sebuah karya visual yang emosional.

Anak yang biasa dipanggil Galuh ini tentunya anak yang begitu luar biasa kebiasaan menggunakan kiri dari lahir, memengaruhi kemampuan ide-ide kreatifitasnya terasa dapat tersalurkan dalam media gambar. Galuh juga terbiasa menggambar sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.  Keberhasilannya meraih Juara Harapan 3 tingkat kabupaten adalah sebuah pengakuan bahwa ia adalah aset masa depan dalam dunia seni rupa Buleleng.

Putu Neelam Sekar Wangi

Sekar Wangi  biasa dipanggil Neelam dan saat ini duduk di bangku kelas VIII. Suara yang merdu, gestur yang memikat, dan penjiwaan yang mendalam adalah senjata utama Putu Neelam Sekar Wangi dalam kategori mendongeng. Di depan kamera kompetisi yang dilaksanakan secara daring, Neelam tidak sekadar bercerita ia menarik menembus lorong waktu, menghidupkan karakter-karakter legendaris, dan menyampaikan petuah bijak masa lalu tentang kisah Ni Calon Arang dengan cara yang sangat magis.

“FLS3N merupakan lomba yang bergengsi, sehingga saya merasa bersyukur dapat masuk ke dalam tiga besar. Hasil yang saya peroleh terasa sangat memuaskan karena semua usaha dan perjuangan selama proses persiapan akhirnya terbayarkan. Saya harus menghadapi berbagai tantangan, seperti naskah yang sering berubah, melatih vokal tokoh Calon Arang, menghafal cerita, serta keterbatasan waktu dan perangkat saat proses perekaman. Meskipun banyak kendala yang dihadapi, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga dan membuat saya semakin menghargai pencapaian yang telah diraih,” kata Neelam, setelah menyelesaikan sumatif akhir tahun.

Penghargaan sebagai Juara 3 tingkat kabupaten menjadi penanda bahwa tradisi lisan kita tetap hidup dan abadi di tangan generasi muda yang tepat.

Tim Musik Tradisional 

Seni adalah cermin jiwa sebuah bangsa, dan musik tradisional adalah detak jantungnya. Ketika tim Musik Tradisional SMP N 2 Banjar yang beranggotakan murid kelas VII dan VIII yaitu Gede Budjana Anandhdeva, I Gede Reyindra Dwi Permana, Komang Revan Arya Pradnya Dhynatha, Ida Bagus Kade Gita Iswara Nata, Ida Komang Gede Gita Adnyana  melangkah ke atas panggung serangkaian Buleleng Education Expo (BEE) yang dilaksanakan di Gedung Gde Manik Singaraja, suasana seketika berubah. Kombinasi ketukan batu yang tegas, alunan bilah-bilah gamelan yang dinamis, serta keselarasan rasa antar pemain melahirkan harmoni yang menggetarkan sukma. 

Gelar Juara 2 Tingkat Kabupaten Buleleng berhasil didekap, menegaskan bahwa modernisasi zaman sama sekali tidak menggerus kecintaan mereka pada warisan adi luhur leluhur Bali.

Inovasi dan Praktik Baik dari Ruang Kelas

Di balik murid-murid yang hebat, selalu ada guru-guru yang hebat. Keberhasilan SMP N 2 Banjar adalah buah dari ekosistem pembelajaran yang sehat, inovatif, dan penuh kasih. Hal ini terbukti nyata dalam ajang Lomba Praktik Baik Pembelajaran Tingkat Kabupaten Buleleng Tahun 2026.

Putu Dika Pratiwi, M.Pd.

Putu Dika,  guru yang saat ini mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.  Mengajar, kata dia, bukan lagi tentang mendikte, melainkan tentang memantik rasa ingin tahu. Melalui pendekatan pembelajaran yang mendalam yang kreatif, dan berpusat pada murid, guru yang biasa di panggil Mrs. Dika ini berhasil merumuskan sebuah formula pembelajaran menggaungkan literasi yang berjudul “Transformasi Literasi Melalui Integrasi Silent Reading dan Jurnal Reflektif Bermuara pada Antologi Teks Rekon Murid”.

Ia mengajak murid untuk tidak takut berkarya menghasilkan dua buah antologi karya original murid yang tak hanya menjadi karya biasa namun juga trofi literasi yang terekognisi khususnya bagi para murid. “Tantangan saat menyusun berbagi praktik baik writer’s block, jadwal yang terkadang padat dan tidak bisa meluangkan waktu utk menyusun naskah. Tantangan saat mengimplementasikan program terbesar adalah mengubah mindset murid menjadikan literasi sebagai sebuah budaya, bukan tekanan.

Dan masih ada beberapa studi kasus di lapangan yang melibatkan AI/plagiarisme saat penyusunan naskah antologi” jelasnya. Prestasi  sebagai Juara 3 Tingkat Kabupaten Buleleng adalah bukti konkret dari dedikasi tanpa batasnya dalam memajukan mutu pendidikan.

“Hewan mati meninggalkan gading, manusia mati bukan meninggalkan nama ataupun hutang, namun karya, karya, dan karya. Hidup ini sangat singkat untuk menjadi tidak unik dan tidak berdampak,” ujar Putu Dika dengan senyum sungging penuh optimisme.

Putu Dika Pratiwi, M.Pd. (kanan) bersama Kepala Dinas Pendidikan Buleleng Ida Bagus Surya Berata

Kadek Rika Arsita, S.Pd.

Tak kalah memukau, Kadek Rika Arsita, S.Pd. guru mengajar mata pelajaran matematika juga mengibarkan bendera SMP N 2 Banjar di ajang yang sama. Dengan menyodorkan model pembelajaran yang berjudul “MABAR (Matematika Asyik Berbasis Aktivitas Riil) di Pasar Mini dalam Pembelajaran Mendalam” tentunya menjadi model pembelajaran yang segar, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman, beliau sukses menembus posisi 10 Besar Lomba Praktik Baik Pembelajaran. Langkah inovatif ini menjadi potret nyata bahwa guru-guru di sekolah ini adalah para pembelajar sepanjang hayat yang tak pernah lelah berbenah demi masa depan anak didiknya.

“Dapat mencapai 10 besar dalam lomba best practice menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Capaian ini mengingatkan bahwa yang terpenting bukan hanya naskah yang tersusun di atas kertas, melainkan bagaimana pembelajaran itu benar-benar terlaksana dan bermakna di dalam kelas bersama murid. Momen ini juga menjadi motivasi bagi saya untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang diberikan kepada murid di sekolah,” ujar Rika di sela waktu memeriksa hasil Sumatif Akhir Tahun.

Kadek Rika Arsita, S.Pd.

Sebait Pesan Dari Kepala Sekolah SMPN 2 Banjar

Bulan Mei 2026 menjadi momentum emas bagi SMPN 2 Banjar. Rentetan prestasi yang berhasil ditorehkan, baik oleh para guru maupun siswa, menjadi bukti nyata dari sebuah dedikasi yang tidak pernah surut. Menanggapi capaian luar biasa ini, I Dewa Gede Agung, S.Pd.,M.Pd., selaku Kepala SMPN 2 Banjar menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar sekolah yang telah berjuang bersama.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar angka atau piala, melainkan cerminan dari meningkatnya kualitas mutu pendidikan di SMPN 2 Banjar yang semakin dipercaya dan diakui oleh masyarakat luas.

“Saya merasa sangat kagum sekaligus bangga melihat ketekunan yang luar biasa dari para guru di SMPN 2 Banjar. Mereka tidak hanya fokus membimbing para murid hingga mencapai titik tertinggi potensinya, tetapi juga tidak pernah lelah untuk terus belajar dan mengembangkan diri mereka sendiri,” kata Dewa Gede Agung .

Menurutnya, prestasi yang diraih oleh para guru bulan ini adalah sebuah kebanggaan besar. Hal ini memberikan dampak positif yang luar biasa karena guru mampu berdiri sebagai role model nyata bagi para murid. Ketika siswa melihat gurunya berprestasi, gairah untuk ikut berkompetisi dan berprestasi pun akan menular. Ini semakin mempertegas kualitas SMP N 2 Banjar di mata masyarakat.

“Ke depan, kita tidak boleh berpuas diri. Rencana strategis kami berikutnya adalah menyusun program khusus untuk memaksimalkan potensi murid di bidang non-akademik, utamanya melalui penguatan kegiatan ekstrakurikuler. Kami ingin setiap bakat anak, sekecil apa pun, mendapat wadah yang tepat. Selain itu, sekolah berkomitmen penuh untuk merancang sistem apresiasi dan rekognisi yang lebih baik bagi setiap guru dan murid yang berhasil meraih juara, sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka membawa nama baik sekolah,“ ujar Dewa Gede Agung, Selasa, 26 Mei 2026, seusai pelaksanaan Sumatif Akhir Tahun di hari itu.

I Dewa Gede Agung, S.Pd.,M.Pd.

                                                                    

Rangkaian prestasi yang berjejer rapi ini bukanlah sebuah kebetulan yang jatuh dari langit. Ia adalah sebuah proses tatkala air mata kelelahan yang disembunyikan malam-malam panjang, dihabiskan untuk membaca dan berlatih, serta untaian doa yang mengetuk pintu langit, ini juga adalah hasil dari sinergi yang indah antara pihak sekolah, orang tua, dan semangat  para juara.

Setiap penghargaan adalah sebuah tanggung jawab baru. SMPN 2 Banjar merayakannya dengan dengan rasa syukur yang mendalam dan kepala yang menunduk laksana padi. Ini adalah titian tangga untuk mengepakkan sayap lebih lebar lagi demi membawa nama sekolah yang lebih tinggi

Senja boleh saja tenggelam di ufuk barat Kabupaten Buleleng, membawa malam yang dingin. Namun, cahaya yang dinyalakan oleh Luh Putu Stri Ayu Ratna, Tristian Annora, Galuh Pramesti, Neelam Sekar Wangi, Putu Dika Pratiwi, Kadek Rika Arsita, dan Tim Musik Tradisional akan tetap menyala. Cahaya itu akan menjadi suluh, abadi menerangi lorong waktu, memanggil anak-anak lainnya untuk berani bermimpi, berani berjuang, dan berani menjadi pemenang berikutnya. Selamat atas pencapaian luar biasa ini, SMPN 2 Banjar. [T]

Tags: bulelengPendidikanSMPN 2 Banjar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

Next Post

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

Putu Agus Eka Pradnyana

Putu Agus Eka Pradnyana

Biasa dipanggil dengan nama Gus Èka. Lahir dan tinggal di Banyuatis Buleleng

Related Posts

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails

Fingerboard, Lebih dari Sekadar Mainan Anak-Anak

by Jaswanto
July 6, 2026
0
Fingerboard, Lebih dari Sekadar Mainan Anak-Anak

UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan...

Read moreDetails
Next Post
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

HAL pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana
Esai

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
Mahindu, Si Perempuan Tembikar
Ulas Buku

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali
Khas

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan
Khas

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co