Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah setelah hujan itu menjadi saksi tumbuhnya semangat dan kerja keras guru dan murid yang terus menyalakan asa di tengah perjalanan pendidikan. Prestasi demi prestasi hadir bukan sekadar sebagai piala dan piagam, melainkan sebagai jejak perjuangan yang lahir dari disiplin, doa, dan ketulusan belajar.
SMPN 2 Banjar, sekolah yang terletak di Banjar Dinas Tabog, Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar kembali membuktikan dirinya bukan sekadar tempat berteduh untuk mengejar angka, melainkan sebuah tempat lahirnya para kreator, pujangga, dan penjaga api peradaban. Dari balik gerbang sekolah ini, deretan prestasi mengalir laksana air yang menyuburkan tanah gersang di bulan mei. Sepanjang tahun 2025 yang penuh dinamika hingga memasuki paruh awal tahun 2026, ksatria-ksatria SMPN 2 Banjar baik para murid yang bermata binar maupun guru yang berhati ikhlas telah menggoreskan tinta emas. Mereka melompati batas-batas keraguan, menembus panggung nasional Nyalanesia, hingga mengguncang panggung estetik Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) serta ajang inovasi pendidikan di tingkat Kabupaten Buleleng.
Mahkota Literasi Nasional “Nyala Api dalam Goresan Pena”
Kegiatan literasi bersama Nyalanesia pada tahun 2025 menjadi salah satu perjalanan penuh makna bagi keluarga besar SMPN 2 Banjar dalam menyusun antologi cerpen karya guru dan murid yang diketuai oleh Nyoman Edy Supartawan, M.Pd. Diawali dengan tahapan seleksi peserta yang menghadirkan semangat dan kreativitas dari para murid, kegiatan kemudian berlanjut pada pelatihan menulis secara daring yang dilaksanakan dengan penuh antusias.
Dalam setiap pertemuan, guru dan murid bersama-sama belajar merangkai imajinasi, menyusun kisah, dan menanamkan rasa percaya diri melalui untaian kata yang hidup. Proses panjang tersebut bukan hanya melahirkan karya sastra, tetapi juga mempererat kolaborasi antara pendidik dan peserta didik dalam dunia literasi.
Hingga akhirnya, pada tahun 2026 di panggung megah Nyalanesia, sebuah perhelatan literasi akbar tingkat nasional, SMP N 2 Banjar memancarkan sinarnya yang paling benderang melalui dua generasi sang penuntun dan sang penerus. Suasana haru dan bangga menyelimuti sekolah saat pengumuman juara disampaikan secara live di chanel youtube nyalanesia, menjadi penanda bahwa setiap perjuangan, ketekunan, dan doa telah tumbuh menjadi prestasi yang mengharumkan nama sekolah Luh Putu Stri Ayu Ratna Mulya, S.Pd. dan Tristian Annora Virzaskia Alya Widodo.
Sebagai seorang pendidik, Luh Putu Stri Ayu Ratna Mulya, S.Pd. Guru yang mengajar mata pelajaran seni budaya dan prakarya di kelas IX, beliau tidak hanya bertugas menuangkan ilmu, tetapi juga mencontohkan bagaimana jiwa harus diekspresikan, dengan kepekaan rasa yang tajam terhadap dinamika kehidupan dan kedalaman bahasa yang memikat, beliau berhasil menembus tirai persaingan yang begitu ketat seluruh Indonesia dan dinobatkan dalam “Nominasi 100 Cerpen Terbaik Kategori Guru Nyalanesia 2025”. Tantangan yang ia rasakan ketika ikut ajang Nyalanesia yaitu menstabilkan mood di tengah waktu mengajar, mengurus anak, sehingga ide muncul tatkala malam menjelang katanya ketika ditanya saat memeriksa jawaban sumatif murid. Pena di jemari beliau merupakan bukti nyata bahwa seorang guru adalah mata air inspirasi yang tak pernah kering ia bergerak melampaui papan tulis, merambah dunia imajinasi yang mengedukasi batin.

Tristian Annora Virzaskia Alya Widodo murid yang biasa dipanggil Annora saat ini duduk di bangku kelas IX yang ingin melanjutkan sekolah di SMAN 1 Singaraja. Jika ada yang meragukan kekuatan imajinasi generasi muda, maka tataplah mata Annora yang mampu merajut untaian kalimat pilihan yang begitu puitis, tajam, namun sarat akan makna mendalam. Dedikasi dan bakat alamnya yang diasah dengan disiplin tinggi membawanya naik ke podium tertinggi sebagai “Juara 1 Menulis Cerpen Kategori Siswa Nyalanesia 2025”.
“Tentunya rasa bahagia dan juga emosional karena tidak menyangka cerpen membawa nama saya di kancah nasional, tentu juga meskipun tidak bisa hadir secara langsung di Kota Surakarta tetapi dari pengalaman ini mengajarkan saya untuk belajar menerima, mengikhlaskan, dan memahami bahwa tidak semua kebahagiaan harus dirasakan dengan cara yang sama,” katanya.
Ketertarikannya membaca tidak serta merta hadir begitu saja, sejak duduk di bangku sekolah dasar dia sudah terbiasa membaca buku khususnya novel. Tere Liye, Pramoedya Ananta Toer, dan Sapardi Djoko Damono, dari ketiga penulis tersebut pengaruh yang paling kuat baginya datang dari konsep cerita Tere Liye yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, puisi “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono juga memberikan dampak yang sangat membekas baginya. Karya tersebut terasa sederhana, namun mampu menyampaikan perasaan yang begitu dalam dan melekat, dari perpaduan itulah Annora terdorong untuk menulis cerpen, sebagai cara saya menyampaikan rasa melalui kata-kata. Di tangannya, sebuah cerita pendek tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan sebuah dunia baru yang utuh, yang berhasil memukau para kurator literasi tingkat nasional.

Panggung FLS3N Kabupaten Buleleng 2026
Panggung Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Kabupaten Buleleng tahun 2026 menjadi saksi bisu betapa estetika dan kecintaan terhadap akar budaya telah mendarah daging dalam nadi murid SMP N 2 Banjar.
Ni Luh Putu Galuh Pramesti
Galuh Pramesti adalahmurid yang saat ini duduk di bangku kelas VII. Melalui lomba kategori ilustrasi, ia membuktikan bahwa sebuah gambar mampu bercerita lebih banyak daripada ribuan kata, dengan jemari yang menari anggun di atas media, ia memadukan warna, bayangan, dan perspektif hingga melahirkan sebuah karya visual yang emosional.
Anak yang biasa dipanggil Galuh ini tentunya anak yang begitu luar biasa kebiasaan menggunakan kiri dari lahir, memengaruhi kemampuan ide-ide kreatifitasnya terasa dapat tersalurkan dalam media gambar. Galuh juga terbiasa menggambar sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Keberhasilannya meraih Juara Harapan 3 tingkat kabupaten adalah sebuah pengakuan bahwa ia adalah aset masa depan dalam dunia seni rupa Buleleng.
Putu Neelam Sekar Wangi
Sekar Wangi biasa dipanggil Neelam dan saat ini duduk di bangku kelas VIII. Suara yang merdu, gestur yang memikat, dan penjiwaan yang mendalam adalah senjata utama Putu Neelam Sekar Wangi dalam kategori mendongeng. Di depan kamera kompetisi yang dilaksanakan secara daring, Neelam tidak sekadar bercerita ia menarik menembus lorong waktu, menghidupkan karakter-karakter legendaris, dan menyampaikan petuah bijak masa lalu tentang kisah Ni Calon Arang dengan cara yang sangat magis.
“FLS3N merupakan lomba yang bergengsi, sehingga saya merasa bersyukur dapat masuk ke dalam tiga besar. Hasil yang saya peroleh terasa sangat memuaskan karena semua usaha dan perjuangan selama proses persiapan akhirnya terbayarkan. Saya harus menghadapi berbagai tantangan, seperti naskah yang sering berubah, melatih vokal tokoh Calon Arang, menghafal cerita, serta keterbatasan waktu dan perangkat saat proses perekaman. Meskipun banyak kendala yang dihadapi, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga dan membuat saya semakin menghargai pencapaian yang telah diraih,” kata Neelam, setelah menyelesaikan sumatif akhir tahun.
Penghargaan sebagai Juara 3 tingkat kabupaten menjadi penanda bahwa tradisi lisan kita tetap hidup dan abadi di tangan generasi muda yang tepat.

Tim Musik Tradisional
Seni adalah cermin jiwa sebuah bangsa, dan musik tradisional adalah detak jantungnya. Ketika tim Musik Tradisional SMP N 2 Banjar yang beranggotakan murid kelas VII dan VIII yaitu Gede Budjana Anandhdeva, I Gede Reyindra Dwi Permana, Komang Revan Arya Pradnya Dhynatha, Ida Bagus Kade Gita Iswara Nata, Ida Komang Gede Gita Adnyana melangkah ke atas panggung serangkaian Buleleng Education Expo (BEE) yang dilaksanakan di Gedung Gde Manik Singaraja, suasana seketika berubah. Kombinasi ketukan batu yang tegas, alunan bilah-bilah gamelan yang dinamis, serta keselarasan rasa antar pemain melahirkan harmoni yang menggetarkan sukma.
Gelar Juara 2 Tingkat Kabupaten Buleleng berhasil didekap, menegaskan bahwa modernisasi zaman sama sekali tidak menggerus kecintaan mereka pada warisan adi luhur leluhur Bali.

Inovasi dan Praktik Baik dari Ruang Kelas
Di balik murid-murid yang hebat, selalu ada guru-guru yang hebat. Keberhasilan SMP N 2 Banjar adalah buah dari ekosistem pembelajaran yang sehat, inovatif, dan penuh kasih. Hal ini terbukti nyata dalam ajang Lomba Praktik Baik Pembelajaran Tingkat Kabupaten Buleleng Tahun 2026.
Putu Dika Pratiwi, M.Pd.
Putu Dika, guru yang saat ini mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Mengajar, kata dia, bukan lagi tentang mendikte, melainkan tentang memantik rasa ingin tahu. Melalui pendekatan pembelajaran yang mendalam yang kreatif, dan berpusat pada murid, guru yang biasa di panggil Mrs. Dika ini berhasil merumuskan sebuah formula pembelajaran menggaungkan literasi yang berjudul “Transformasi Literasi Melalui Integrasi Silent Reading dan Jurnal Reflektif Bermuara pada Antologi Teks Rekon Murid”.
Ia mengajak murid untuk tidak takut berkarya menghasilkan dua buah antologi karya original murid yang tak hanya menjadi karya biasa namun juga trofi literasi yang terekognisi khususnya bagi para murid. “Tantangan saat menyusun berbagi praktik baik writer’s block, jadwal yang terkadang padat dan tidak bisa meluangkan waktu utk menyusun naskah. Tantangan saat mengimplementasikan program terbesar adalah mengubah mindset murid menjadikan literasi sebagai sebuah budaya, bukan tekanan.
Dan masih ada beberapa studi kasus di lapangan yang melibatkan AI/plagiarisme saat penyusunan naskah antologi” jelasnya. Prestasi sebagai Juara 3 Tingkat Kabupaten Buleleng adalah bukti konkret dari dedikasi tanpa batasnya dalam memajukan mutu pendidikan.
“Hewan mati meninggalkan gading, manusia mati bukan meninggalkan nama ataupun hutang, namun karya, karya, dan karya. Hidup ini sangat singkat untuk menjadi tidak unik dan tidak berdampak,” ujar Putu Dika dengan senyum sungging penuh optimisme.

Kadek Rika Arsita, S.Pd.
Tak kalah memukau, Kadek Rika Arsita, S.Pd. guru mengajar mata pelajaran matematika juga mengibarkan bendera SMP N 2 Banjar di ajang yang sama. Dengan menyodorkan model pembelajaran yang berjudul “MABAR (Matematika Asyik Berbasis Aktivitas Riil) di Pasar Mini dalam Pembelajaran Mendalam” tentunya menjadi model pembelajaran yang segar, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman, beliau sukses menembus posisi 10 Besar Lomba Praktik Baik Pembelajaran. Langkah inovatif ini menjadi potret nyata bahwa guru-guru di sekolah ini adalah para pembelajar sepanjang hayat yang tak pernah lelah berbenah demi masa depan anak didiknya.
“Dapat mencapai 10 besar dalam lomba best practice menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Capaian ini mengingatkan bahwa yang terpenting bukan hanya naskah yang tersusun di atas kertas, melainkan bagaimana pembelajaran itu benar-benar terlaksana dan bermakna di dalam kelas bersama murid. Momen ini juga menjadi motivasi bagi saya untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang diberikan kepada murid di sekolah,” ujar Rika di sela waktu memeriksa hasil Sumatif Akhir Tahun.

Sebait Pesan Dari Kepala Sekolah SMPN 2 Banjar
Bulan Mei 2026 menjadi momentum emas bagi SMPN 2 Banjar. Rentetan prestasi yang berhasil ditorehkan, baik oleh para guru maupun siswa, menjadi bukti nyata dari sebuah dedikasi yang tidak pernah surut. Menanggapi capaian luar biasa ini, I Dewa Gede Agung, S.Pd.,M.Pd., selaku Kepala SMPN 2 Banjar menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar sekolah yang telah berjuang bersama.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar angka atau piala, melainkan cerminan dari meningkatnya kualitas mutu pendidikan di SMPN 2 Banjar yang semakin dipercaya dan diakui oleh masyarakat luas.
“Saya merasa sangat kagum sekaligus bangga melihat ketekunan yang luar biasa dari para guru di SMPN 2 Banjar. Mereka tidak hanya fokus membimbing para murid hingga mencapai titik tertinggi potensinya, tetapi juga tidak pernah lelah untuk terus belajar dan mengembangkan diri mereka sendiri,” kata Dewa Gede Agung .
Menurutnya, prestasi yang diraih oleh para guru bulan ini adalah sebuah kebanggaan besar. Hal ini memberikan dampak positif yang luar biasa karena guru mampu berdiri sebagai role model nyata bagi para murid. Ketika siswa melihat gurunya berprestasi, gairah untuk ikut berkompetisi dan berprestasi pun akan menular. Ini semakin mempertegas kualitas SMP N 2 Banjar di mata masyarakat.
“Ke depan, kita tidak boleh berpuas diri. Rencana strategis kami berikutnya adalah menyusun program khusus untuk memaksimalkan potensi murid di bidang non-akademik, utamanya melalui penguatan kegiatan ekstrakurikuler. Kami ingin setiap bakat anak, sekecil apa pun, mendapat wadah yang tepat. Selain itu, sekolah berkomitmen penuh untuk merancang sistem apresiasi dan rekognisi yang lebih baik bagi setiap guru dan murid yang berhasil meraih juara, sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka membawa nama baik sekolah,“ ujar Dewa Gede Agung, Selasa, 26 Mei 2026, seusai pelaksanaan Sumatif Akhir Tahun di hari itu.

Rangkaian prestasi yang berjejer rapi ini bukanlah sebuah kebetulan yang jatuh dari langit. Ia adalah sebuah proses tatkala air mata kelelahan yang disembunyikan malam-malam panjang, dihabiskan untuk membaca dan berlatih, serta untaian doa yang mengetuk pintu langit, ini juga adalah hasil dari sinergi yang indah antara pihak sekolah, orang tua, dan semangat para juara.
Setiap penghargaan adalah sebuah tanggung jawab baru. SMPN 2 Banjar merayakannya dengan dengan rasa syukur yang mendalam dan kepala yang menunduk laksana padi. Ini adalah titian tangga untuk mengepakkan sayap lebih lebar lagi demi membawa nama sekolah yang lebih tinggi
Senja boleh saja tenggelam di ufuk barat Kabupaten Buleleng, membawa malam yang dingin. Namun, cahaya yang dinyalakan oleh Luh Putu Stri Ayu Ratna, Tristian Annora, Galuh Pramesti, Neelam Sekar Wangi, Putu Dika Pratiwi, Kadek Rika Arsita, dan Tim Musik Tradisional akan tetap menyala. Cahaya itu akan menjadi suluh, abadi menerangi lorong waktu, memanggil anak-anak lainnya untuk berani bermimpi, berani berjuang, dan berani menjadi pemenang berikutnya. Selamat atas pencapaian luar biasa ini, SMPN 2 Banjar. [T]






























