6 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
in Khas
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

Diskusi mengenal dunia editorial bersama Andi Tarigan di Beranda Pustaka, Festival Seni Bali Jani 2026│Foto: Dok. Beranda Pustaka & FSBJ 2026

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21 Juli 2026. Di hadapan para peserta, sebuah layar besar menampilkan wajah Andi Tarigan yang berbicara dari Jakarta melalui sambungan daring. Rencana awal menghadirkannya secara langsung harus berubah menjadi diskusi hibrida karena suatu hal. Kendati demikian, antusiasme peserta tidak surut. Justru ada pengalaman baru yang membuat sesi itu terasa berbeda.

Di sisi panggung, dua juru bahasa isyarat (JBI), Stary Brasnan dan Eka Pudji Astuti, menerjemahkan setiap kalimat yang saya ucapkan dan setiap penjelasan yang disampaikan narasumber. Itu adalah pengalaman pertama saya memandu sebuah diskusi yang didampingi juru bahasa isyarat. Rasanya menyenangkan menyaksikan bagaimana percakapan tentang buku dan dunia editorial dapat diakses lebih luas, termasuk oleh kawan-kawan Tuli—membuat diskusi hari itu menjadi ruang yang lebih inklusif. 

Sesi yang diselenggarakan Beranda Pustaka dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026 itu mengangkat tema “Mengenal Dunia Editorial: Dari Naskah Menjadi Buku”. Topik yang terdengar ringan, tetapi sesungguhnya menyimpan banyak pertanyaan yang acap muncul di kalangan penulis: mengapa sebuah naskah diterima penerbit, sementara naskah lain ditolak? Apa sebenarnya yang dilakukan editor? Sejauh mana editor ikut menentukan lahirnya sebuah buku?

Dari kiri ke kanan, Stary Brasnan, Eka Pudji Astuti, Dede Putra Wiguna (saya)│Foto: Dok. Beranda Pustaka & FSBJ 2026

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang dijawab satu per satu oleh Andi Tarigan, Kepala Redaksi Gramedia Pustaka Utama (GPU), yang telah lebih dari satu dekade berkecimpung di dunia penerbitan. Selama kariernya, ia menangani berbagai naskah, mulai dari filsafat, sejarah, politik, biografi, hingga bisnis. Pengalamannya memperlihatkan bahwa perjalanan sebuah buku ternyata jauh lebih panjang daripada sekadar selesai ditulis. 

Andi membuka paparannya dengan membongkar gambaran yang selama ini kerap luput dari perhatian penulis. Banyak orang mengira buku lahir setelah naskah selesai ditulis. Padahal, penulisan justru baru merupakan titik awal.

“Satu naskah biasanya menempuh lima tahap utama, mulai dari akuisisi, penyuntingan, produksi, cetak dan distribusi, hingga pemasaran. Proses itu bisa memakan waktu enam sampai dua belas bulan,” jelasnya.

Tahapan tersebut menunjukkan bahwa sebuah buku merupakan hasil kerja panjang banyak orang, bukan hanya penulisnya. 

Lantas, apa sebenarnya dicari editor ketika membaca sebuah naskah?

Andi mengatakan, editor tidak langsung terpikat oleh tebal-tipisnya naskah ataupun nama besar penulis. Ada enam pertanyaan mendasar yang selalu mereka ajukan sejak halaman pertama.

“Apakah premisnya kuat? Apakah penulis memiliki suara yang khas? Siapa target pembacanya? Apakah strukturnya rapi? Apa orisinalitasnya? Dan, apakah naskah ini punya potensi pasar?” paparnya.

Enam pertanyaan itu menjadi gerbang awal sebelum editor memutuskan apakah sebuah naskah layak diteruskan ke tahap berikutnya.

Stary Brasnan dan Eka Pudji Astuti (Juru Bahasa Isyarat) saat membersamai diskusi│Foto: Dok. Beranda Pustaka & FSBJ 2026

Bagian tentang premis menjadi salah satu pembahasan menarik. Andi menilai masih banyak penulis yang menyamakan premis dengan tema, padahal keduanya berbeda.

“Premis bukan sekadar tema. Premis adalah inti cerita atau argumen yang bisa diringkas dalam satu atau dua kalimat, tetapi langsung membuat orang ingin tahu lebih jauh.”

Menurutnya, premis yang baik harus menghadirkan ketegangan, memiliki arah yang jelas, serta menawarkan sudut pandang yang berbeda. Namun, ia mengingatkan bahwa premis yang kuat saja belum cukup.

“Premis yang kuat perlu dieksekusi dengan tuntas dan meyakinkan,” tegas Andi.

Pembahasan kemudian bergeser pada persoalan yang acap disalahpahami penulis, yakni orisinalitas. Selama ini banyak orang menganggap sebuah karya baru harus menghadirkan ide yang belum pernah ada sebelumnya. Andi justru melihatnya dari sudut yang berbeda.

“Orisinalitas bukan berarti menemukan ide yang sama sekali baru. Yang dicari editor adalah sudut pandang baru terhadap tema yang sudah jamak.”

Ia kemudian mengajak peserta membayangkan rak toko buku yang dipenuhi judul-judul serupa. “Kalau naskah ini ditaruh di sebelah lima buku sejenis, apa yang membuatnya berbeda?” tanyanya.

Pertanyaan itu menjadi ukuran apakah sebuah naskah memiliki identitas yang cukup kuat untuk bersaing dengan karya lain. Orisinalitas, menurutnya, lahir dari cara penulis memandang persoalan, menggabungkan berbagai unsur, serta menghadirkan gaya bertutur yang khas. 

Setelah membahas bagaimana editor menilai sebuah naskah, Andi mengajak peserta melihat apa yang sebenarnya dikerjakan editor. Selama ini, profesi editor sering dipersempit hanya sebagai orang yang memperbaiki salah ketik.

“Penyuntingan bukan hanya memperbaiki salah ketik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penyuntingan berlangsung dalam tiga lapis. Penyuntingan substansi membedah struktur besar naskah, memastikan alur cerita maupun argumen tersusun logis dan tidak saling mengulang. Setelah itu dilakukan copyediting untuk memperbaiki kalimat, diksi, ejaan, serta konsistensi istilah sesuai gaya selingkung penerbit. Tahap terakhir adalah proofreading, yakni pemeriksaan detail sebelum naskah naik cetak agar tidak ada lagi kesalahan teknis yang tersisa.

Dari kiri ke kanan, Dede Putra Wiguna (saya), Wulan Dewi Saraswati (panitia, pegiat seni pertunjukan), Andi Tarigan (narasumber)│Foto: Dok. Beranda Pustaka & FSBJ 2026

Agar penjelasannya lebih konkret, Andi memberikan sejumlah contoh. Sebuah tema yang sama bisa terasa segar ketika ditulis dari sudut pandang yang tidak biasa. Kisah pekerja migran, misalnya, dapat menjadi lebih menyentuh ketika diceritakan melalui mata anak yang ditinggalkan di kampung halaman. Begitu pula buku sejarah atau politik akan terasa lebih hidup ketika menghadirkan tokoh-tokoh yang selama ini berada di balik layar, bukan hanya tokoh besar yang sudah sering dibahas. Bagi editor, pengalaman yang autentik dan kedekatan penulis dengan tema menjadi kekuatan yang sukar ditiru. 

Salah satu bagian yang memancing pertanyaan peserta adalah alasan sebuah naskah ditolak penerbit. Andi menjawabnya dengan lugas.

Menurutnya, naskah sering kali gagal karena premisnya terlalu umum, belum melalui swasunting, target pembacanya tidak jelas, atau bab-bab awal belum cukup kuat untuk membuat editor terus membaca. Tidak sedikit pula penulis yang mengabaikan pentingnya sinopsis, surat pengantar, maupun riset terhadap buku-buku pembanding yang telah beredar di pasaran. 

Menjelang akhir sesi, Andi memberikan bekal praktis bagi siapa pun yang ingin menerbitkan buku.

“Pastikan naskah sudah selesai, riset penerbit yang sesuai, susun sinopsis yang tajam, poles bab-bab awal, ikuti pedoman pengiriman, lalu bersabar. Terus menulis dan jangan berhenti pada satu naskah.”

Pesan itu merangkum keseluruhan proses yang telah dipaparkannya sepanjang diskusi. Menerbitkan buku bukan perkara keberuntungan, melainkan perjalanan yang membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan kemauan untuk terus memperbaiki karya. 

Ketika diskusi usai, saya memandang kembali layar yang perlahan dipadamkan. Diskusi sore itu tidak hanya memperkenalkan dunia editorial, tetapi juga mengubah cara pandang saya terhadap sebuah buku. Selama ini perhatian pembaca sering berhenti pada nama penulis yang tercetak di sampul. Padahal, di balik setiap buku yang baik, ada editor yang membaca lebih teliti, mempertanyakan lebih kritis, dan membantu penulis menemukan bentuk terbaik dari gagasannya.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Tags: Andi TariganFestival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

Next Post

Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
0
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

Read moreDetails

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

by Emi Suy
November 1, 2026
0
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

Read moreDetails

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
0
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

Read moreDetails

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
0
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

Read moreDetails

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

Read moreDetails

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails
Next Post
Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co