SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini seharusnya atau bahan harus seperti ini karena ini adalah berdasarkan ideologi, paham dan keinginan yang dianut.
Sebagai contoh , ketika melakuan advokasi untuk kesejahteraan hewan, titik permulaannya sering kali berdasarkan pada aspirasi normatif seperti harus “bertindak etis terhadap hewan” dan “berbelas kasih pada hewan”. Aspirasi normatif tersebut tidak keliru. Namun ketika hal tersebut menjadi titik pangkal dan dasar kebijakan, patut memeriksa dengan teliti dan cermat bahkan bersikap skeptis. Aspirasi normatif itu boleh jadi hanya slogan saja.
Oleh karena itu, yang harus menjadi titik pangkal adalah lima prinsip. Lima prinsip tersebut adalah:
- Daratan, lautan dan matahari serta organisme merupakan realitas materi. Ada kondisi materil yang mana manusia harus bertindak sesuai dengan kondisi tersebut. Sebagai contoh, adalah realitas materi bahwa tiap species hewan bahkan varietas hewan dalam satu spesies membutuhkan makanan yang tidak sama
- Realitas materi tidak mentoleransi penipuan, delusi dan khayalan. Niat, rasa percaya, hukum dan klaim tidak dapat melampaui realitas materi. Klaim dan kepercayaan yang keliru dapat bertahan lama, tapi konsekuensi material tak terelakkan membatasi apa yang dapat manusia capai.\
- Untuk Menerapkan aturan dan hukum tertulis selalu membutuhkan sumber daya materi. Setiap hukum yang tertulis membutuhkan gabungan dari manusia, waktu, pengetahuan, infrastructure, energi, uang, perlengkapan, administrasi, penegakkan , pemeliharaan dan biaya tak terduga. Penggunaan sumber daya materi yang tidak sesuai untuk penegakan hukum dan aturan dapat menjadikan hukum itu hanya tulisan di atas kertas jika masyarakat merasa hukum tidak berjalan atau membebani karena jumlah biaya materi yang dikeluarkan jauh lebih besar daripada hasil yang diharapkan. Penegakkan hukum pasti melibatkan aparat penegak hukum yang harus diberi kompensasi, tunjangan, bonus , infrastruktur jalan untuk mobil angkutan, energi listrik untuk operasi gedung, laboratorium dan energi bahan bakar untuk kendaraan.
- Manusia adalah mahluk yang respons pada insentif dimana tindakan yang manusia lakukan itu terutama untuk mendapat sesuatu yang ia inginkan dan menghindari sesuatu yang ia inginkan. Insentif dapat berupa materi, fisik, ekonomi, sosial, politik, metafisika, psikologis , dan kehidupan setelah mati. Lembaga , organisasi dan lingkungan mempengaruhi perilaku dan sikap manusia sebagian dengan cara mengubah dan mengendalikan insentif diantara pilihan pilihan yang ada. Hukum memberikan insentif negative dimana jika manusia melanggar hukum ini akan mendapat sanksi hukum, materi bahkan sosial. Sikap masyarakat terhadap suatu hal merupakan faktor insentif juga karena jika sikap masyarakat menekankan pentingnya perlindungan hewan, orang punya insentif untuk mendapat pengakuan sosial dan keuntungan sosial dengan memperlakukan hewan dengan layak.
- Setiap manusia hidup dalam ruang dan waktu. Maka dari itu manusia selalu punya orientasi jangka waktu. Entah itu pendek yaitu hari ini sampai lima tahun ke depan. Jangka menengah yaitu dari lima tahun sampai lima belas tahun mulai hari ini. Jangka panjang dimana dari lima belas tahun sampai tujuh puluh lima tahun dari sekarang . Jangka peradaban yaitu tujuh puluh lima tahun sampai tiga ratus tahun dari moment pagi ini. Jangka ilaiah dan cosmos yaitu di luar estimasi manusia karena itu pada ranah metafisika dan kehidupan setelah mati
Di Indonesia Undang undang nomor 41 tahun 2014 pasal 66 mengatur lima asas kesejahteraan hewan :
- Bebas dari rasa lapar dan kekurangan gizi;
- Bebas dari ketidaknyamanan;
- Bebas dari rasa luka dan penyakit;
- Bebas dari rasa taju dan tertekan;
- Bebas untuk mengekspesikan pola perilaku normal.1
Ketika saya sering mendengar orang mengadvokasi kesejehteraan anjing, saya duduk dan berpikir sambil menikmati teh manis.Sambil menghilangkan haus , saya mengusulkan dua belas pertanyaan mengenai hal ini. Enam pertanyaan yang berasal dari prinsip satu dan enam pertanyaan lainnya berasal dari prinsip dua
Prinsip satu: Organisme adalah realitas materi
- Apakah anjing memperoleh akses ruang yang layak untuk berlari dan bermain
- Apakah ada tempat teduh yang layak untuk melindungi anjing dari panas matahari dan hujan badai
- Apakah anjing memperoleh akses terhadap air bersih untuk minum, menyegarkan dan memberishkan badannya
- Apakah lingkungan fisik yang aning tempati bebas dari bahan kimia beracun, benda tajam, polusi dan penyakit rentan?
- Apakah anjing dapat sinar matahari cukup untuk menjaga siklus tidurnya dan peroleh cukup vitamin D dan makanan yang layak?
- Apakah permukaan tanah di mana anjing berjalan di atasnya aman bagi telapak kaki anjing tanpa menyebabkan cedera
Prinsip dua: Realitas materi tidak mentoleransi penipuan, khalayan dan delusi
- Apakah kita sedang memantau kesehatan anjing yang sesungguhnya atau hanya berhadap anjing tetap sehat?
- Apakah anjing diberi makanan beradasarkan kesehatan dan fisik yang dibutuhkan dan cocok berdasarkan kedokteran hewan yang terbukti ilmiah atau memberikan anjing makanan berdasarkan iklan dan keinginan manusia?
- Apakah kita menangani kebutuhan biologis anjing yang sesungguhnya atau memperlakukan anjing seperti manusia atau hewan lain?
- Apakah pemilik dan perawat anjing menerima naluri alamiah anjing ali-alih menghukum anjing karena mengekspresikan perilaku normal anjing?
- Apakah stamina fisik anjing telah diukur secara akurat melalui berat badan, energi yang dikonsumsi, dan ototnya?
- Apakah kita memverifikasi bahwa anjing itu bebas dari rsa sakit dengan mengunakan pemeriksaan kedokteran hewan yang layak?
Jadi untuk mengadvokasi kesejahteraan hewan, niat, rasa iba dan sentimentalitas tidak cukup. Minimal harus mengetahui realitas materi dari hewan tersebut. Ini dapat menjadi suatu masukan bagi orang yang menyayangi hewan dan mengadvokasi hewan. Berlaku juga bagi yang menegakkan hukum mengenai perlindungan termasuk mencegah kekerasaan dan perlakuan tak pantas pada hewan.
Sumber:
- Aturan Hukum Pentingnya Memenuhi Standar Kesejahteraan Hewan Ternak. Animals Don’t Speak Human. September 3, 2022 https://animalsdontspeakhuman.org/hewan-diternak/aturan-hukum-pentingnya-memenuhi-standar-kesejahteraan-hewan-ternak/. Diakses tanggal 24 September 2026



























