6 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

Doni Sugiarto Wijaya by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
in Esai
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

Ilustrasi tatkala | Sumber: Canva

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini seharusnya atau bahan harus seperti ini karena ini adalah berdasarkan ideologi, paham dan keinginan yang dianut.

Sebagai contoh , ketika melakuan advokasi untuk kesejahteraan hewan, titik permulaannya sering kali berdasarkan pada aspirasi normatif seperti harus “bertindak etis terhadap hewan” dan “berbelas kasih pada hewan”. Aspirasi normatif tersebut tidak keliru. Namun ketika hal tersebut menjadi titik pangkal dan dasar kebijakan, patut  memeriksa dengan teliti dan cermat bahkan bersikap skeptis. Aspirasi normatif itu boleh jadi hanya slogan saja.

Oleh karena itu, yang harus menjadi titik pangkal adalah lima prinsip. Lima prinsip tersebut adalah:

  1. Daratan, lautan dan matahari serta organisme merupakan realitas materi. Ada kondisi materil yang mana manusia harus bertindak sesuai dengan kondisi tersebut. Sebagai contoh, adalah realitas materi bahwa tiap species hewan bahkan varietas hewan dalam satu spesies membutuhkan makanan yang tidak sama
  • Realitas materi tidak mentoleransi penipuan, delusi dan khayalan.  Niat, rasa percaya, hukum dan klaim tidak dapat melampaui realitas materi. Klaim dan kepercayaan yang keliru dapat bertahan lama, tapi konsekuensi material tak terelakkan membatasi apa yang dapat manusia capai.\
  • Untuk Menerapkan aturan dan hukum tertulis selalu membutuhkan sumber daya materi.  Setiap hukum yang tertulis membutuhkan gabungan dari manusia, waktu, pengetahuan, infrastructure, energi, uang, perlengkapan, administrasi, penegakkan , pemeliharaan dan biaya tak terduga. Penggunaan sumber daya materi yang tidak sesuai untuk penegakan hukum dan aturan dapat menjadikan hukum itu hanya tulisan di atas kertas jika masyarakat merasa hukum tidak berjalan atau membebani karena jumlah biaya materi yang dikeluarkan jauh lebih besar daripada hasil yang diharapkan. Penegakkan hukum pasti melibatkan aparat penegak hukum yang harus diberi kompensasi, tunjangan, bonus , infrastruktur jalan untuk mobil angkutan, energi listrik untuk operasi gedung, laboratorium dan energi bahan bakar untuk kendaraan.
  • Manusia adalah mahluk yang respons pada insentif dimana tindakan yang manusia lakukan itu terutama untuk mendapat sesuatu yang ia inginkan dan menghindari sesuatu yang ia inginkan. Insentif dapat berupa materi, fisik, ekonomi, sosial, politik, metafisika, psikologis , dan kehidupan setelah mati. Lembaga , organisasi dan lingkungan mempengaruhi perilaku dan sikap manusia sebagian dengan cara mengubah dan mengendalikan insentif diantara pilihan pilihan yang ada. Hukum memberikan insentif negative dimana jika manusia melanggar hukum ini akan mendapat sanksi hukum, materi bahkan sosial. Sikap masyarakat terhadap suatu hal merupakan faktor insentif juga karena jika sikap masyarakat menekankan pentingnya perlindungan hewan, orang punya insentif untuk mendapat pengakuan sosial dan keuntungan sosial dengan memperlakukan hewan dengan layak.
  • Setiap manusia hidup dalam ruang dan waktu. Maka dari itu manusia selalu punya orientasi jangka waktu. Entah itu pendek yaitu hari ini sampai lima tahun ke depan. Jangka menengah yaitu dari lima tahun sampai lima belas tahun mulai hari ini. Jangka panjang dimana dari lima belas tahun sampai tujuh puluh lima tahun dari sekarang . Jangka peradaban  yaitu tujuh puluh lima tahun sampai tiga ratus tahun dari moment pagi ini. Jangka ilaiah dan cosmos yaitu di luar estimasi manusia karena itu pada ranah metafisika dan kehidupan setelah mati

Di Indonesia Undang undang nomor 41 tahun 2014 pasal 66 mengatur lima asas kesejahteraan hewan :

  1. Bebas dari rasa lapar dan kekurangan gizi;
  2. Bebas dari ketidaknyamanan;
  3. Bebas dari rasa luka dan penyakit;
  4. Bebas dari rasa taju dan tertekan;
  5. Bebas untuk mengekspesikan pola perilaku normal.1

Ketika saya sering mendengar orang mengadvokasi kesejehteraan anjing, saya duduk dan berpikir sambil menikmati teh manis.Sambil menghilangkan haus , saya mengusulkan dua belas pertanyaan mengenai hal ini. Enam pertanyaan yang berasal dari prinsip satu dan enam pertanyaan lainnya berasal dari prinsip dua

Prinsip satu: Organisme adalah realitas materi

  1. Apakah anjing memperoleh akses ruang yang layak untuk berlari dan bermain
  2. Apakah ada tempat teduh yang layak untuk melindungi anjing dari panas matahari dan hujan badai
  3. Apakah anjing memperoleh akses terhadap air bersih untuk minum, menyegarkan dan memberishkan badannya
  4. Apakah   lingkungan fisik yang aning tempati bebas dari bahan kimia beracun, benda tajam, polusi dan penyakit rentan?
  5. Apakah anjing dapat sinar matahari cukup untuk menjaga siklus tidurnya dan peroleh cukup vitamin D dan makanan yang layak?
  6. Apakah permukaan tanah di mana anjing berjalan di atasnya aman bagi telapak kaki anjing tanpa menyebabkan cedera

Prinsip dua:  Realitas materi tidak mentoleransi penipuan, khalayan dan delusi

  • Apakah kita sedang memantau kesehatan anjing yang sesungguhnya atau hanya berhadap anjing tetap sehat?
  • Apakah anjing diberi makanan beradasarkan kesehatan dan fisik yang dibutuhkan dan cocok berdasarkan  kedokteran hewan yang terbukti ilmiah atau memberikan anjing makanan berdasarkan iklan dan keinginan manusia?
  • Apakah kita menangani kebutuhan biologis anjing yang sesungguhnya atau  memperlakukan anjing seperti manusia atau hewan lain?
  • Apakah pemilik dan perawat anjing menerima naluri alamiah anjing ali-alih menghukum anjing karena mengekspresikan perilaku normal anjing?
  • Apakah stamina fisik anjing telah diukur secara akurat melalui berat badan, energi yang dikonsumsi, dan ototnya?
  • Apakah kita memverifikasi bahwa anjing itu bebas dari rsa sakit dengan mengunakan pemeriksaan kedokteran hewan yang layak?

Jadi untuk mengadvokasi kesejahteraan hewan, niat, rasa iba dan sentimentalitas tidak cukup. Minimal harus mengetahui realitas materi dari hewan tersebut. Ini dapat menjadi suatu masukan bagi orang yang menyayangi hewan dan mengadvokasi hewan. Berlaku juga bagi yang menegakkan hukum mengenai perlindungan termasuk mencegah kekerasaan dan perlakuan tak pantas pada hewan.

Sumber:

  1. Aturan Hukum Pentingnya Memenuhi Standar Kesejahteraan Hewan Ternak. Animals Don’t Speak Human. September 3, 2022 https://animalsdontspeakhuman.org/hewan-diternak/aturan-hukum-pentingnya-memenuhi-standar-kesejahteraan-hewan-ternak/. Diakses tanggal 24 September 2026
Tags: faunahewan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

Next Post

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Doni Sugiarto Wijaya

Doni Sugiarto Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan ekonomi manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak tahun 2019 pertengahan bulan Oktober, Doni mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial dan satwa liar.

Related Posts

SARASWATI DI INDIA

by Sugi Lanus
November 6, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

Read moreDetails

Karman dan Wajah di Balik Gorden

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

Read moreDetails

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

Read moreDetails

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

Read moreDetails

LONTAR USADA KERALA

by Sugi Lanus
November 4, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 1 Nov 2026 * Kerala (sebuah negara bagian di India Selatan) memiliki kesamaan kultural yang...

Read moreDetails

Sastrawan di Seberang Lautan Tampak, Ada yang Tak Tampak di Pelupuk Mata

by Hartanto
November 4, 2026
0
Sastrawan di Seberang Lautan Tampak, Ada yang Tak Tampak di Pelupuk Mata

SILATURAHMI, sembari menghitung almanak yang tanggal demi tanggalnya bergerak seirama dengan perputaran jarum jam dan garis edar matahari, kami—saya, dr....

Read moreDetails

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
0
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

Read moreDetails

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
0
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

Read moreDetails

Musik, Agama dan Politik

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
0
Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

Read moreDetails

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails
Next Post
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co