29 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
in Khas
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

Anak-anak beraktivitas di Beranda Pustaka, Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026│Foto: Dok. Aghumi

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya yang tersembunyi, membuat banyak orang mungkin tak pernah menyadari bahwa di sana terdapat Perpustakaan Widya Kusuma. Padahal, selama lebih dari sebulan terakhir, ruang yang biasanya sepi itu menjelma menjadi salah satu titik temu paling hangat bagi buku, seni, dan percakapan.

Di tempat itulah Beranda Pustaka 2026 berlangsung. Bukan sekadar pameran buku dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, melainkan sebuah upaya menghidupkan kembali perpustakaan sebagai ruang publik yang terbuka bagi siapa saja. Selama 43 hari, sejak 13 Juni hingga 25 Juli 2026, perpustakaan yang sehari-hari lebih sering tertutup itu dipenuhi berbagai macam aktivitas. Orang datang bukan hanya untuk membeli buku, tetapi juga membaca, berdiskusi, mengikuti peluncuran buku, ataupun sekadar beristirahat dari riuhnya festival.

Keputusan memperpanjang penyelenggaraan menjadi lebih dari enam pekan ꟷ sedari perhelatan Pesta Kesenian Bali ke-48 ꟷ menjadi pembeda dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya berlangsung sekitar dua pekan.

Beranda Pustaka, Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026│Foto: Dok. Aghumi

 

Komunitas Aghumi, yang dipercaya mengelola Beranda Pustaka tahun ini, memang tidak menginginkan program tersebut sekadar sebagai agenda festival. Mereka ingin perpustakaan kembali menjalankan fungsi yang paling mendasar: menjadi ruang yang hidup.

“Beranda Pustaka kami hadirkan bukan sekadar sebagai pameran buku, melainkan sebagai upaya mengaktivasi Perpustakaan Widya Kusuma yang dibangun sejak tahun 1970-an sebagai ruang publik. Yang kami bangun adalah ruang yang mempertemukan buku, pembaca, penulis, penerbit, komunitas, dan masyarakat untuk membaca, berdiskusi, serta bertukar gagasan,” ujar Wulan Dewi Saraswati, Direktur Kreatif Komunitas Aghumi sekaligus penanggung jawab Beranda Pustaka 2026.

Bagi Wulan, teks tidak pernah berhenti sebagai deretan kata di atas kertas. Buku menjadi medium untuk membaca kehidupan, memahami kota, mengingat budaya, sekaligus merefleksikan kehidupan manusia.

Pandangan itu terasa nyata ketika memasuki ruang perpustakaan. Di salah satu sudut, sekelompok anak-anak duduk melingkar membaca buku cerita bergambar. Di meja lain, sekelompok remaja berdiskusi sembari membuka halaman demi halaman buku yang baru mereka temukan. Ada pula yang datang membawa tugas sekolah, memanfaatkan suasana tenang perpustakaan untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR).

Pengalaman itulah paling membekas bagi I Gusti Putu Oka Wikan Nanda, siswa berusia 16 tahun yang menjadi Koordinator Buku Beranda Pustaka 2026. Selama lebih dari satu bulan mendampingi kegiatan, ia menyaksikan sendiri bagaimana perpustakaan berubah menjadi ruang yang akrab bagi banyak orang.

“Selama jadi koordinator buku di Beranda Pustaka, saya senang bisa turut berkontribusi menghadirkan sebuah ruang temu antara literasi, buku, dan kesenian bersama Komunitas Aghumi. Selama 43 hari ini, banyak anak-anak yang sering mampir ke Beranda Pustaka untuk membaca buku dongeng, mengobrol, membuat PR, dan berbagai aktivitas lainnya. Tentu menjadi kebanggaan tersendiri bisa turut menciptakan tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk ‘memperlambat diri’ sejenak di tengah derasnya arus kehidupan saat ini,” tuturnya.

Ungkapan ‘memperlambat diri’ barangkali menjadi salah satu gambaran paling tepat tentang suasana Beranda Pustaka. Di tengah budaya digital serba cepat, membaca menuntut ritme yang berbeda. Orang harus berhenti sejenak, membuka halaman demi halaman, memberi waktu bagi pikiran untuk menyerap makna. Ruang seperti inilah yang perlahan mulai langka di kota-kota besar.

Beranda Pustaka, Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026│Foto: Dok. Aghumi

Karena itu, keberadaan Beranda Pustaka sesungguhnya melampaui fungsi festival. Ia menghadirkan pengalaman membaca sebagai aktivitas sosial. Buku bukan lagi benda yang diam di rak, melainkan alasan untuk bertemu, berbincang, saling bertukar rekomendasi, bahkan membangun komunitas baru.

Akademisi dan pengamat sastra, I Made Sujaya, menilai keberadaan Beranda Pustaka patut dipertahankan.

“Tahun ini, saya hanya dua kali hadir ke Beranda Pustaka, jadi memang tidak mengikuti secara intens. Tapi, Beranda Pustaka saya rasa tetap harus ada. Pengelolaannya terus diperbarui sehingga makin menarik orang untuk mampir. Beranda Pustaka makin baik, terutama keragaman kegiatan dan produksi konten di media sosial,” ujarnya.

Menurut Sujaya, pengembangan program tetap perlu dilakukan agar dampaknya semakin besar terhadap ekosistem literasi Bali. Salah satunya dengan memberi ruang yang lebih luas bagi karya-karya penulis lokal.

“Acara peluncuran dan diskusi buku perlu memberi ruang lebih banyak bagi buku-buku karya pengarang atau penulis lokal,” tambahnya.

Pandangan serupa turut disampaikan I Made Adnyana, akademisi sekaligus pengamat musik. Menurutnya, penyelenggaraan Beranda Pustaka tahun ini menunjukkan perkembangan yang cukup jelas.

“Beranda Pustaka tahun ini lebih rapi dan teratur. Ada upaya serius untuk mengabarkan keberadaannya kepada publik. Berbagai kegiatan pendukung yang dihadirkan pun menjadikan Beranda Pustaka lebih menarik dan lebih ramai,” kata penulis buku ‘Kènè Kèto Musik Bali’ itu.

Tentu masih ada tantangan yang harus dijawab. Letak perpustakaan yang tersembunyi membuat banyak pengunjung festival tidak menyadari keberadaan Beranda Pustaka. Ironisnya, perpustakaan yang nyaman dengan fasilitas memadai itu justru lebih sering tertutup pada hari-hari biasa. Kondisi ini memunculkan pertanyaan yang lebih mendasar: mengapa ruang publik yang dibangun untuk masyarakat belum benar-benar hadir dalam keseharian masyarakat?

Beranda Pustaka, Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026│Foto: Dok. Aghumi

Barangkali di situlah makna terpenting Beranda Pustaka. Program ini menunjukkan bahwa persoalan literasi bukan sekadar soal ketersediaan buku atau rendahnya minat baca, melainkan bagaimana menghadirkan ruang yang membuat orang ingin datang, membaca, berbincang, dan kembali lagi esok hari.

Harapan itu pula yang disampaikan Wulan Dewi Saraswati. Baginya, pengalaman selama 43 hari membuktikan bahwa ruang membaca masih dibutuhkan oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga lansia.

“Literasi bukan hanya milik dunia sastra, tetapi kebutuhan setiap orang,” ujarnya. Ia berharap Beranda Pustaka 2026 dapat menjadi awal lahirnya lebih banyak ruang baca dan aktivasi literasi yang terbuka, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga perpustakaan benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pada akhirnya, yang ditinggalkan Beranda Pustaka 2026 bukan sekadar deretan buku di rak atau panjangnya daftar acara yang terselenggara. Warisan sesungguhnya adalah jejak-jejak yang tumbuh selama enam pekan itu: anak-anak yang menemukan kegembiraan membaca, remaja yang menjadikan perpustakaan ruang berkumpul, pembaca yang dipertemukan dengan penulis, serta masyarakat yang kembali menyadari bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang yang menumbuhkan gagasan, percakapan, dan harapan. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Tags: BukuFestival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026Komunitas Aghumi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

DPRD Buleleng Gelar Rapat Gabungan Komisi Bersama Eksekutif: Soroti Evaluasi SiLPA dan Penguatan BUMD

Next Post

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails
Next Post
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ------Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 29, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya
Esai

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang
Khas

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta
Cerpen

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

by Chusmeru
September 27, 2026
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival
Panggung

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda
Esai

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

by Angga Wijaya
September 27, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co