8 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
in Khas
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

Anak-anak beraktivitas di Beranda Pustaka, Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026│Foto: Dok. Aghumi

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya yang tersembunyi, membuat banyak orang mungkin tak pernah menyadari bahwa di sana terdapat Perpustakaan Widya Kusuma. Padahal, selama lebih dari sebulan terakhir, ruang yang biasanya sepi itu menjelma menjadi salah satu titik temu paling hangat bagi buku, seni, dan percakapan.

Di tempat itulah Beranda Pustaka 2026 berlangsung. Bukan sekadar pameran buku dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, melainkan sebuah upaya menghidupkan kembali perpustakaan sebagai ruang publik yang terbuka bagi siapa saja. Selama 43 hari, sejak 13 Juni hingga 25 Juli 2026, perpustakaan yang sehari-hari lebih sering tertutup itu dipenuhi berbagai macam aktivitas. Orang datang bukan hanya untuk membeli buku, tetapi juga membaca, berdiskusi, mengikuti peluncuran buku, ataupun sekadar beristirahat dari riuhnya festival.

Keputusan memperpanjang penyelenggaraan menjadi lebih dari enam pekan ꟷ sedari perhelatan Pesta Kesenian Bali ke-48 ꟷ menjadi pembeda dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya berlangsung sekitar dua pekan.

Beranda Pustaka, Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026│Foto: Dok. Aghumi

 

Komunitas Aghumi, yang dipercaya mengelola Beranda Pustaka tahun ini, memang tidak menginginkan program tersebut sekadar sebagai agenda festival. Mereka ingin perpustakaan kembali menjalankan fungsi yang paling mendasar: menjadi ruang yang hidup.

“Beranda Pustaka kami hadirkan bukan sekadar sebagai pameran buku, melainkan sebagai upaya mengaktivasi Perpustakaan Widya Kusuma yang dibangun sejak tahun 1970-an sebagai ruang publik. Yang kami bangun adalah ruang yang mempertemukan buku, pembaca, penulis, penerbit, komunitas, dan masyarakat untuk membaca, berdiskusi, serta bertukar gagasan,” ujar Wulan Dewi Saraswati, Direktur Kreatif Komunitas Aghumi sekaligus penanggung jawab Beranda Pustaka 2026.

Bagi Wulan, teks tidak pernah berhenti sebagai deretan kata di atas kertas. Buku menjadi medium untuk membaca kehidupan, memahami kota, mengingat budaya, sekaligus merefleksikan kehidupan manusia.

Pandangan itu terasa nyata ketika memasuki ruang perpustakaan. Di salah satu sudut, sekelompok anak-anak duduk melingkar membaca buku cerita bergambar. Di meja lain, sekelompok remaja berdiskusi sembari membuka halaman demi halaman buku yang baru mereka temukan. Ada pula yang datang membawa tugas sekolah, memanfaatkan suasana tenang perpustakaan untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR).

Pengalaman itulah paling membekas bagi I Gusti Putu Oka Wikan Nanda, siswa berusia 16 tahun yang menjadi Koordinator Buku Beranda Pustaka 2026. Selama lebih dari satu bulan mendampingi kegiatan, ia menyaksikan sendiri bagaimana perpustakaan berubah menjadi ruang yang akrab bagi banyak orang.

“Selama jadi koordinator buku di Beranda Pustaka, saya senang bisa turut berkontribusi menghadirkan sebuah ruang temu antara literasi, buku, dan kesenian bersama Komunitas Aghumi. Selama 43 hari ini, banyak anak-anak yang sering mampir ke Beranda Pustaka untuk membaca buku dongeng, mengobrol, membuat PR, dan berbagai aktivitas lainnya. Tentu menjadi kebanggaan tersendiri bisa turut menciptakan tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk ‘memperlambat diri’ sejenak di tengah derasnya arus kehidupan saat ini,” tuturnya.

Ungkapan ‘memperlambat diri’ barangkali menjadi salah satu gambaran paling tepat tentang suasana Beranda Pustaka. Di tengah budaya digital serba cepat, membaca menuntut ritme yang berbeda. Orang harus berhenti sejenak, membuka halaman demi halaman, memberi waktu bagi pikiran untuk menyerap makna. Ruang seperti inilah yang perlahan mulai langka di kota-kota besar.

Beranda Pustaka, Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026│Foto: Dok. Aghumi

Karena itu, keberadaan Beranda Pustaka sesungguhnya melampaui fungsi festival. Ia menghadirkan pengalaman membaca sebagai aktivitas sosial. Buku bukan lagi benda yang diam di rak, melainkan alasan untuk bertemu, berbincang, saling bertukar rekomendasi, bahkan membangun komunitas baru.

Akademisi dan pengamat sastra, I Made Sujaya, menilai keberadaan Beranda Pustaka patut dipertahankan.

“Tahun ini, saya hanya dua kali hadir ke Beranda Pustaka, jadi memang tidak mengikuti secara intens. Tapi, Beranda Pustaka saya rasa tetap harus ada. Pengelolaannya terus diperbarui sehingga makin menarik orang untuk mampir. Beranda Pustaka makin baik, terutama keragaman kegiatan dan produksi konten di media sosial,” ujarnya.

Menurut Sujaya, pengembangan program tetap perlu dilakukan agar dampaknya semakin besar terhadap ekosistem literasi Bali. Salah satunya dengan memberi ruang yang lebih luas bagi karya-karya penulis lokal.

“Acara peluncuran dan diskusi buku perlu memberi ruang lebih banyak bagi buku-buku karya pengarang atau penulis lokal,” tambahnya.

Pandangan serupa turut disampaikan I Made Adnyana, akademisi sekaligus pengamat musik. Menurutnya, penyelenggaraan Beranda Pustaka tahun ini menunjukkan perkembangan yang cukup jelas.

“Beranda Pustaka tahun ini lebih rapi dan teratur. Ada upaya serius untuk mengabarkan keberadaannya kepada publik. Berbagai kegiatan pendukung yang dihadirkan pun menjadikan Beranda Pustaka lebih menarik dan lebih ramai,” kata penulis buku ‘Kènè Kèto Musik Bali’ itu.

Tentu masih ada tantangan yang harus dijawab. Letak perpustakaan yang tersembunyi membuat banyak pengunjung festival tidak menyadari keberadaan Beranda Pustaka. Ironisnya, perpustakaan yang nyaman dengan fasilitas memadai itu justru lebih sering tertutup pada hari-hari biasa. Kondisi ini memunculkan pertanyaan yang lebih mendasar: mengapa ruang publik yang dibangun untuk masyarakat belum benar-benar hadir dalam keseharian masyarakat?

Beranda Pustaka, Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026│Foto: Dok. Aghumi

Barangkali di situlah makna terpenting Beranda Pustaka. Program ini menunjukkan bahwa persoalan literasi bukan sekadar soal ketersediaan buku atau rendahnya minat baca, melainkan bagaimana menghadirkan ruang yang membuat orang ingin datang, membaca, berbincang, dan kembali lagi esok hari.

Harapan itu pula yang disampaikan Wulan Dewi Saraswati. Baginya, pengalaman selama 43 hari membuktikan bahwa ruang membaca masih dibutuhkan oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga lansia.

“Literasi bukan hanya milik dunia sastra, tetapi kebutuhan setiap orang,” ujarnya. Ia berharap Beranda Pustaka 2026 dapat menjadi awal lahirnya lebih banyak ruang baca dan aktivasi literasi yang terbuka, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga perpustakaan benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pada akhirnya, yang ditinggalkan Beranda Pustaka 2026 bukan sekadar deretan buku di rak atau panjangnya daftar acara yang terselenggara. Warisan sesungguhnya adalah jejak-jejak yang tumbuh selama enam pekan itu: anak-anak yang menemukan kegembiraan membaca, remaja yang menjadikan perpustakaan ruang berkumpul, pembaca yang dipertemukan dengan penulis, serta masyarakat yang kembali menyadari bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang yang menumbuhkan gagasan, percakapan, dan harapan. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Tags: BukuFestival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026Komunitas Aghumi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

DPRD Buleleng Gelar Rapat Gabungan Komisi Bersama Eksekutif: Soroti Evaluasi SiLPA dan Penguatan BUMD

Next Post

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails
Next Post
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ------Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”
Esai

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?
Khas

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

by tatkala
September 7, 2026
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten
Tualang

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia
Cerpen

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

by Nur Kamilia
September 6, 2026
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian
Puisi

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

by Salman Alade
September 6, 2026
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot
Esai

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

by Adwan SA
September 6, 2026
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam
Khas

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul
Khas

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
Ubud Art Collect: Antara Batas dan Persimpangan
Kritik Seni

Ubud Art Collect: Antara Batas dan Persimpangan

MULANYA saya kira peristiwa akbar semacam art fair hanya bisa dijangkau oleh orang-orang berduit, tentunya dari para kolektor yang siap...

by Made Chandra
September 6, 2026
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’
Opini

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co