18 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
in Khas
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

Anak-anak beraktivitas di Beranda Pustaka, Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026│Foto: Dok. Aghumi

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya yang tersembunyi, membuat banyak orang mungkin tak pernah menyadari bahwa di sana terdapat Perpustakaan Widya Kusuma. Padahal, selama lebih dari sebulan terakhir, ruang yang biasanya sepi itu menjelma menjadi salah satu titik temu paling hangat bagi buku, seni, dan percakapan.

Di tempat itulah Beranda Pustaka 2026 berlangsung. Bukan sekadar pameran buku dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, melainkan sebuah upaya menghidupkan kembali perpustakaan sebagai ruang publik yang terbuka bagi siapa saja. Selama 43 hari, sejak 13 Juni hingga 25 Juli 2026, perpustakaan yang sehari-hari lebih sering tertutup itu dipenuhi berbagai macam aktivitas. Orang datang bukan hanya untuk membeli buku, tetapi juga membaca, berdiskusi, mengikuti peluncuran buku, ataupun sekadar beristirahat dari riuhnya festival.

Keputusan memperpanjang penyelenggaraan menjadi lebih dari enam pekan ꟷ sedari perhelatan Pesta Kesenian Bali ke-48 ꟷ menjadi pembeda dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya berlangsung sekitar dua pekan.

Beranda Pustaka, Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026│Foto: Dok. Aghumi

 

Komunitas Aghumi, yang dipercaya mengelola Beranda Pustaka tahun ini, memang tidak menginginkan program tersebut sekadar sebagai agenda festival. Mereka ingin perpustakaan kembali menjalankan fungsi yang paling mendasar: menjadi ruang yang hidup.

“Beranda Pustaka kami hadirkan bukan sekadar sebagai pameran buku, melainkan sebagai upaya mengaktivasi Perpustakaan Widya Kusuma yang dibangun sejak tahun 1970-an sebagai ruang publik. Yang kami bangun adalah ruang yang mempertemukan buku, pembaca, penulis, penerbit, komunitas, dan masyarakat untuk membaca, berdiskusi, serta bertukar gagasan,” ujar Wulan Dewi Saraswati, Direktur Kreatif Komunitas Aghumi sekaligus penanggung jawab Beranda Pustaka 2026.

Bagi Wulan, teks tidak pernah berhenti sebagai deretan kata di atas kertas. Buku menjadi medium untuk membaca kehidupan, memahami kota, mengingat budaya, sekaligus merefleksikan kehidupan manusia.

Pandangan itu terasa nyata ketika memasuki ruang perpustakaan. Di salah satu sudut, sekelompok anak-anak duduk melingkar membaca buku cerita bergambar. Di meja lain, sekelompok remaja berdiskusi sembari membuka halaman demi halaman buku yang baru mereka temukan. Ada pula yang datang membawa tugas sekolah, memanfaatkan suasana tenang perpustakaan untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR).

Pengalaman itulah paling membekas bagi I Gusti Putu Oka Wikan Nanda, siswa berusia 16 tahun yang menjadi Koordinator Buku Beranda Pustaka 2026. Selama lebih dari satu bulan mendampingi kegiatan, ia menyaksikan sendiri bagaimana perpustakaan berubah menjadi ruang yang akrab bagi banyak orang.

“Selama jadi koordinator buku di Beranda Pustaka, saya senang bisa turut berkontribusi menghadirkan sebuah ruang temu antara literasi, buku, dan kesenian bersama Komunitas Aghumi. Selama 43 hari ini, banyak anak-anak yang sering mampir ke Beranda Pustaka untuk membaca buku dongeng, mengobrol, membuat PR, dan berbagai aktivitas lainnya. Tentu menjadi kebanggaan tersendiri bisa turut menciptakan tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk ‘memperlambat diri’ sejenak di tengah derasnya arus kehidupan saat ini,” tuturnya.

Ungkapan ‘memperlambat diri’ barangkali menjadi salah satu gambaran paling tepat tentang suasana Beranda Pustaka. Di tengah budaya digital serba cepat, membaca menuntut ritme yang berbeda. Orang harus berhenti sejenak, membuka halaman demi halaman, memberi waktu bagi pikiran untuk menyerap makna. Ruang seperti inilah yang perlahan mulai langka di kota-kota besar.

Beranda Pustaka, Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026│Foto: Dok. Aghumi

Karena itu, keberadaan Beranda Pustaka sesungguhnya melampaui fungsi festival. Ia menghadirkan pengalaman membaca sebagai aktivitas sosial. Buku bukan lagi benda yang diam di rak, melainkan alasan untuk bertemu, berbincang, saling bertukar rekomendasi, bahkan membangun komunitas baru.

Akademisi dan pengamat sastra, I Made Sujaya, menilai keberadaan Beranda Pustaka patut dipertahankan.

“Tahun ini, saya hanya dua kali hadir ke Beranda Pustaka, jadi memang tidak mengikuti secara intens. Tapi, Beranda Pustaka saya rasa tetap harus ada. Pengelolaannya terus diperbarui sehingga makin menarik orang untuk mampir. Beranda Pustaka makin baik, terutama keragaman kegiatan dan produksi konten di media sosial,” ujarnya.

Menurut Sujaya, pengembangan program tetap perlu dilakukan agar dampaknya semakin besar terhadap ekosistem literasi Bali. Salah satunya dengan memberi ruang yang lebih luas bagi karya-karya penulis lokal.

“Acara peluncuran dan diskusi buku perlu memberi ruang lebih banyak bagi buku-buku karya pengarang atau penulis lokal,” tambahnya.

Pandangan serupa turut disampaikan I Made Adnyana, akademisi sekaligus pengamat musik. Menurutnya, penyelenggaraan Beranda Pustaka tahun ini menunjukkan perkembangan yang cukup jelas.

“Beranda Pustaka tahun ini lebih rapi dan teratur. Ada upaya serius untuk mengabarkan keberadaannya kepada publik. Berbagai kegiatan pendukung yang dihadirkan pun menjadikan Beranda Pustaka lebih menarik dan lebih ramai,” kata penulis buku ‘Kènè Kèto Musik Bali’ itu.

Tentu masih ada tantangan yang harus dijawab. Letak perpustakaan yang tersembunyi membuat banyak pengunjung festival tidak menyadari keberadaan Beranda Pustaka. Ironisnya, perpustakaan yang nyaman dengan fasilitas memadai itu justru lebih sering tertutup pada hari-hari biasa. Kondisi ini memunculkan pertanyaan yang lebih mendasar: mengapa ruang publik yang dibangun untuk masyarakat belum benar-benar hadir dalam keseharian masyarakat?

Beranda Pustaka, Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026│Foto: Dok. Aghumi

Barangkali di situlah makna terpenting Beranda Pustaka. Program ini menunjukkan bahwa persoalan literasi bukan sekadar soal ketersediaan buku atau rendahnya minat baca, melainkan bagaimana menghadirkan ruang yang membuat orang ingin datang, membaca, berbincang, dan kembali lagi esok hari.

Harapan itu pula yang disampaikan Wulan Dewi Saraswati. Baginya, pengalaman selama 43 hari membuktikan bahwa ruang membaca masih dibutuhkan oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga lansia.

“Literasi bukan hanya milik dunia sastra, tetapi kebutuhan setiap orang,” ujarnya. Ia berharap Beranda Pustaka 2026 dapat menjadi awal lahirnya lebih banyak ruang baca dan aktivasi literasi yang terbuka, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga perpustakaan benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pada akhirnya, yang ditinggalkan Beranda Pustaka 2026 bukan sekadar deretan buku di rak atau panjangnya daftar acara yang terselenggara. Warisan sesungguhnya adalah jejak-jejak yang tumbuh selama enam pekan itu: anak-anak yang menemukan kegembiraan membaca, remaja yang menjadikan perpustakaan ruang berkumpul, pembaca yang dipertemukan dengan penulis, serta masyarakat yang kembali menyadari bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang yang menumbuhkan gagasan, percakapan, dan harapan. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Tags: BukuFestival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026Komunitas Aghumi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

DPRD Buleleng Gelar Rapat Gabungan Komisi Bersama Eksekutif: Soroti Evaluasi SiLPA dan Penguatan BUMD

Next Post

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
0
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

Read moreDetails

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
0
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

Read moreDetails

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
0
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

Read moreDetails

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails
Next Post
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ------Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika
Panggung

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng
Esai

Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng

BAGI petani durian di Desa Pucaksari, masa panen seharusnya menjadi waktu yang paling dinanti. Setelah berbulan-bulan merawat pohon, menjaga kesuburan...

by I Ketut Suar Adnyana
August 17, 2026
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan
Panggung

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari
Panggung

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
Toko Modern sebagai “Terminal” Urban
Esai

Toko Modern sebagai “Terminal” Urban

KEHADIRAN berbagai toko modern di banyak kota di Indonesia, tidak melulu negatif. Saya kini melihat toko modern menjelma sebagai sebuah...

by Angga Wijaya
August 17, 2026
UMKM Naik Kelas: Bicara, Jual, Cuan!
Ekonomi

UMKM Naik Kelas: Bicara, Jual, Cuan!

PROGRAM Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar workshop “UMKM...

by Deanda Dewindaru
August 17, 2026
Bangunan Tinggi di Bali: Kritik terhadap Solusi yang Terlalu Sederhana
Esai

Bangunan Tinggi di Bali: Kritik terhadap Solusi yang Terlalu Sederhana

KONVERSI lahan pertanian di Bali telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Dalam beberapa dekade terakhir, tekanan pembangunan semakin kuat, terutama di...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 17, 2026
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati
Pameran

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian
Panggung

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

by Asmaran Dani
August 16, 2026
Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan
Ulas Rupa

Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

SAYA berkesempatan menyaksikan pameran tunggal Sutjipto Adi (Mas Adi) yang dibuka pada malam 14 Agustus 2026, di Maya Sanur, Denpasar....

by I Wayan Sujana Suklu
August 16, 2026
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu
Ulas Musik

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

by I Made Kartawan
August 16, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co