18 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
in Khas
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

Para pelayang di Pelangi Tabanan Kite Festival 2026 yang digelar di Pantai Batu Tampih | Foto: tatkala.co/Budarsana

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu 27 September 2026. Ratusan kober, logo, dan lambang kelompok pelayang menghiasi area pantai. Di antara warna-warni kober tersebut, tampak pula bendera Merah Putih berkibar.

Kober dengan beragam warna, ukuran, dan bentuk gambar memenuhi kawasan pantai. Khusus di sisi kanan, kober-kober raksasa berukuran besar berkibar pada tiang-tiang kokoh. Sementara itu, masyarakat yang hadir didominasi busana adat Bali, lengkap dengan topi dan kacamata hitam.

Mereka lalu-lalang menarik tali, memasang guwang, memilih area, dan mempersiapkan layang-layang masing-masing. Suasana semakin semarak dengan aktivitas para rare angon—sebutan bagi pelayang di Bali—yang sejak pagi memadati kawasan pantai.

Suasana tersebut menjadi bagian dari Pelangi Tabanan Kite Festival 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Pantai Batu Tampih. Festival yang didukung Ciputra Beach Resort itu dibuka oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, yang mewakili Bupati Tabanan. Lomba layang-layang ini diikuti sebanyak 1.501 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Bali.

Berbagai bendera kelompok pelayang yang berkibar dalam Pelangi Tabanan Kite Festival 2026 yang digelar di Pantai Batu Tampih | Foto: tatkala.co/Budarsana

Sejak pagi, kawasan pantai berpasir putih tersebut telah dipenuhi rare angon. Anak-anak, remaja hingga orang dewasa turut meramaikan ajang budaya tersebut. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah itu, semakin memperkuat posisi Tabanan sebagai ruang pertemuan sekaligus wadah kebersamaan dalam melestarikan tradisi layang-layang Bali.

Suara gamelan baleganjur yang enerjik turut menyemangati para peserta. Dentingan dan tabuhan gamelan berpadu dengan suara riuh penonton serta deru angin pantai, menciptakan suasana khas festival layang-layang kali pertama itu.

Business Development Manager Ciputra Group, Que Marcell Aureole, didampingi General Manager Ciputra Beach Resort, Eddo Agustinus mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi terhadap masyarakat sekaligus upaya mendukung pelestarian budaya Bali.

“Event besar seperti ini sangat positif. Tidak hanya melibatkan wisatawan asing, tetapi ini bukti Ciputra berkontribusi kepada masyarakat sekitar dalam melestarikan budaya asli Bali. Ciputra Beach Resort hadir di sini tidak hanya untuk membangun dan berbisnis, tetapi berkontribusi untuk masyarakat sekitar dan Bali,” kata Marcell.

Layang-Layang Pecukan Membelah Langit

Sebelum dibuka secara resmi, Pelangi Tabanan Kite Festival diawali dengan penampilan para peserta kategori Seri 1A yang didominasi layang-layang pecukan. Sebagian kelompok berada di ujung areal sambil memegang layang-layang, sementara anggota kelompok lainnya memegang tali dan bersiap mengendalikan arah terbang. Ketika aba-aba dimulai, layang-layang dengan beragam warna tersebut melesat ke angkasa seperti busur anak panah.
Gemuruh suara guwang terdengar bersahutan, berpadu dengan irama gamelan baleganjur. Layang-layang menari di udara, bergerak ke kanan dan kiri mengikuti arah angin serta kendali para rare angon.

Layang-layang bernomor 116 sempat bertabrakan di udara hingga akhirnya jatuh. Setelah diperbaiki, layang-layang tersebut kembali diterbangkan dan melesat ke angkasa. Tidak semua layang-layang berhasil mengudara dengan sempurna. Ada yang kesulitan terbang karena tidak mendapatkan space atau ruang yang cukup, bahkan beberapa harus terhalang layang-layang lain yang lebih dahulu mengudara.

Gerakan layang-layang pun beragam. Ada yang menari atau ngegol ke kanan dan kiri. Goyangan yang cukup keras bahkan membuat beberapa tali terlilit dengan tali layang-layang lainnya.
Namun, sebagian besar peserta mampu mengendalikan layang-layang dengan baik. Satu per satu layang-layang berhasil mengudara dengan lancar sebelum akhirnya diturunkan dengan sempurna.

Para pelayang di Pelangi Tabanan Kite Festival 2026 yang digelar di Pantai Batu Tampih | Foto: tatkala.co/Budarsana

Suasana semakin riuh ketika layang-layang bernomor 63 tiba-tiba mendarat di depan panggung kehormatan yang ditempati para tamu undangan. Sorak-sorai penonton pun pecah. Layang-layang tersebut segera diambil dan dibawa ke pinggir arena.

Aksi menarik juga diperlihatkan layang-layang pecukan bernomor 98. Saat hendak diturunkan, layang-layang tersebut seolah “bermain-main”. Ketika peserta yang berada di sebelah kanan bersiap menangkapnya, layang-layang tiba-tiba meliuk ke kiri. Peserta pun sontak berlari mengejar arah gerak layang-layang.

Setelah digoyangkan beberapa kali, layang-layang tersebut akhirnya berhasil ditangkap. Sorak-sorai kelompok peserta pun kembali menggemai.

Marcell Aureole mengatakan, Ciputra Beach Resort ke depan akan terus mendukung berbagai kegiatan positif di Tabanan. Selain festival layang-layang, pihaknya juga menyebut akan ada kegiatan motorcross pada bulan berikutnya.

Menurutnya, sebuah kawasan baru tidak dapat berdiri sendiri tanpa kolaborasi dengan lingkungan sekitar, khususnya Pemerintah Kabupaten Tabanan dan masyarakat setempat.
“Ciputra Beach Resort sebagai sebuah kawasan baru untuk bisa berdiri sendiri harus berkolaborasi dengan lingkungan sekitar, terutama Kabupaten Tabanan, sehingga keberadaan Ciputra Beach Resort bisa memajukan Desa Pangkung Tibah dan Tabanan pada umumnya,” ujarnya.

Selain festival layang-layang, pada pagi hari sebelumnya juga digelar Pangkung Tibah Village Fun Run. Kegiatan tersebut dinilai sejalan dengan perkembangan sport tourism di Bali.

Marcell mengatakan kegiatan olahraga tersebut juga sesuai dengan visi dan misi Ciputra Beach Resort untuk mendukung Pangkung Tibah dan Tabanan sebagai kawasan wellness. “Artinya bukan saja lifestyle dan hunian, kami juga mempunyai central wellness di Tabanan,” ujarnya.

Pangkung Tibah Fun Run diikuti sekitar 756 peserta. Sekitar 20 persen di antaranya merupakan peserta asing. Kegiatan tersebut mengusung kategori lari 5K dan 10K dan turut menghidupkan suasana kawasan Pantai Pangkung Tibah.

Para pelayang di Pelangi Tabanan Kite Festival 2026 yang digelar di Pantai Batu Tampih | Foto: tatkala.co/Budarsana

Menurut Marcell, dukungan infrastruktur dan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dapat menjadi bagian dari promosi pariwisata Tabanan. “Kami berharap ini bisa menjadi ajang promosi pariwisata untuk mendukung pengembangan Tabanan menjadi destinasi unggulan,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya Bali, khususnya yang ada di Kabupaten Tabanan. “Kita ada event untuk memperkenalkan budaya Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan, sehingga kegiatan ini mampu meningkatkan pendapatan daerah,” ucapnya.

Tradisi Layang-Layang dan Potensi Pariwisata

Bupati Tabanan melalui Wakil Bupati I Made Dirga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menggagas kegiatan tersebut. Lomba layang-layang ini tidak hanya menjadi ruang untuk menyalurkan kreativitas masyarakat, tetapi juga memperkuat kebersamaan sekaligus membuka peluang promosi potensi wisata Desa Pangkung Tibah.

“Tradisi akan terus hidup apabila generasi muda mau mengenal, mencintai, dan mengembangkannya dengan kreativitas baru tanpa menghilangkan nilai jati diri,” kata Dirga.

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba, I Ketut Arsana Yasa, mengatakan pelaksanaan festival tersebut berawal dari dukungan Bupati Tabanan untuk menjadikan Tabanan sebagai titik kumpul berbagai komunitas. “Beliau berpesan, tidak ada tempat selain Tabanan. Cari tempat yang baik untuk melaksanakan festival layang-layang,” ungkapnya.

Menurut Arsana Yasa, festival tersebut dibangun dengan semangat gotong royong dan kebersamaan. “Selain menjadi ajang berkumpulnya para komunitas pelayang dari berbagai wilayah di Bali, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menjaga sekaligus melestarikan seni dan budaya layang-layang di Tabanan dan Bali,” paparnya.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Desa Pangkung TibahPantai Batu TampihPelangi Tabanan Kite Festival 2026Rare Angontabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

Next Post

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, "Pasihan", dan Peluang Diskusi Setelahnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali
Khas

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

by Ingga Adelia
October 18, 2026
BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali
Pameran

BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

Empat seniman dari Bali dan Korea Selatan menggelar pameran kolaboratif bertajuk BURU-JIWA-BUMI di Nata-Citta Art Space (N-CAS), Institut Seni Indonesia...

by Nyoman Budarsana
October 18, 2026
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara
Persona

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar
Esai

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

SUASANA di sekitar Lapangan Puputan padat seperti biasa ketika saya dan rekan-rekan tim lainnya mengakhiri tugas di salah satu kawasan...

by Pande Susan
October 17, 2026
Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali
Esai

Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

Ada yang berbeda dari jalanan Denpasar pada pertengahan Oktober ini. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi sepeda motor dan mobil terlihat lebih...

by Angga Wijaya
October 17, 2026
Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir
Buku Tatkala

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir

Judul: Panduan Lumut -- Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putri Wijaya ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM
Esai

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

by I Wayan Artika
October 16, 2026
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow
Esai

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan
Esai

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali
Bahasa

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

by I Made Sudiana
October 16, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
Hukum Tanah Air Bali
Buku Tatkala

Hukum Tanah Air Bali

Judul: Hukum Tanah Air Bali Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Made Pria Dharsana ISBN: Masih dalam proses Tebal:...

by Buku Tatkala
October 17, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co