25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

Wahyu Mahaputra by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
in Khas
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba | Foto: Istimewa

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi krama mundut jauman dan pralingga Ida Batara dalam rangkaian karya ngusaba segara lan ngusaba nini yang bertepatan dengan Purnama Kalima. Iring-iringan itu menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer, dengan generasi muda turut mengambil bagian di antara para peserta.

Di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, upacara ini bukan hanya bagian dari kehidupan keagamaan masyarakat. Ngusaba segara lan ngusaba nini juga berkaitan dengan dua sumber penghidupan utama warga, yakni laut dan sawah. Makna tersebut diwariskan melalui rangkaian ritual yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk anak-anak muda yang kelak mengambil tanggung jawab dalam kehidupan desa adat.

Bupati Klungkung, I Made Satria, yang hadir dalam upacara tersebut, mengingatkan pentingnya peran generasi penerus. Didampingi Bendesa Adat Kusamba, AA Raka Swastika, ia mengapresiasi keterlibatan masyarakat sekaligus mendorong anak-anak muda untuk meneruskan tradisi leluhur.

“Generasi penerus harus mereplikasi (tradisi) ini semua dan meneruskan kearifan lokal yang adiluhung ini,” kata I Made Satria.

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba | Foto: Istimewa

Bagi Bendesa Adat Kusamba, AA Raka Swastika, keterlibatan generasi muda merupakan bagian penting dari keberlangsungan kehidupan desa adat. Karena itu, yowana maupun sekaa teruna dilibatkan sejak persiapan upacara, mulai dari ngayah membuat uparengga atau berbagai perlengkapan upacara, menyiapkan penjor, hingga mengikuti tradisi mapeed.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak muda berkesempatan memahami tahapan upacara sekaligus mengenal tanggung jawab yang menyertainya. Raka Swastika pun mengingatkan agar mereka tidak merasa malu menjalankan tradisi daerah sendiri.

“Pada akhirnya mau tidak mau generasi muda yang akan melanjutkan untuk merawat tradisi ngusaba segara lan ngusaba nini maupun nyepi segara di Desa Adat Kusamba ini. Intinya jangan malu melestarikan tradisi atau budaya kita, malah seharusnya bangga karena tidak semua orang atau daerah memiliki tradisi semacam ini,” kata Raka Swastika.

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba | Foto: Istimewa

Ia menilai, kebudayaan memiliki peran penting dalam membentuk daya tahan masyarakat ketika menghadapi berbagai tantangan. Ia mengajak generasi muda belajar dari bangsa lain tentang bagaimana budaya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, dengan mencontohkan Jepang dan Cina yang menurutnya mampu bangkit dan berkembang berkat kekuatan budayanya.

Semangat kebersamaan dalam upacara ini juga mendapat apresiasi dari Bupati I Made Satria. Menurutnya, gotong royong krama Desa Adat Kusamba yang ditopang delapan banjar adat merupakan modal kultural penting bagi masyarakat Bali dan turut membentuk taksu Bali. Dalam kesempatan tersebut, Satria menyerahkan dana punia yang diterima Bendesa Adat Kusamba.

Kebanggaan terhadap tradisi juga dirasakan Ketua Yowana Desa Adat Kusamba, I Dewa Agung Wahyu Arinatha. Ia menyebut ngusaba segara lan ngusaba nini serta nyepi segara sebagai kekhasan desa kelahirannya. Tradisi nyepi segara sendiri telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh pemerintah pusat pada 2024.

Dewa Wahyu mengapresiasi kesempatan yang diberikan desa adat kepada yowana untuk terlibat dalam rangkaian upacara. Baginya, pengalaman tersebut membuat generasi muda lebih memahami makna tradisi yang selama ini dijalankan masyarakat.

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba | Foto: Istimewa

“Dengan turut terlibat, kami jadi tahu makna tradisi ini dan kami bangga mewarisi tradisi ini. Kami mengajak rekan-rekan sesama generasi muda untuk bersama-sama menjaga warisan budaya kita ini,” kata Dewa Wahyu.

Pengalaman serupa dirasakan Kadek Ayu Martadiana dari Banjar Bingin dan I Putu Okta Pradipta Yoga dari Banjar Tengah. Keduanya mengaku senang dapat mengikuti ngusaba segara lan ngusaba nini. Bagi Ayu, kesempatan mengikuti mapeed menjadi salah satu cara untuk lebih dekat dengan tradisi yang digelar setahun sekali tersebut.

“Saya sangat senang karena ngusaba ini dilakukan setahun sekali. Harapan saya pemuda-pemudi di Kusamba supaya lebih terlibat dalam melestarikan budaya ini dengan ikut tradisi mapeed,” kata Ayu Martadiana.

Sementara itu, Okta Pradipta mengajak yowana Desa Adat Kusamba untuk menjalankan tradisi sesuai dengan pakemnya. Ia menilai, tidak semua desa memiliki upacara seperti ngusaba segara lan ngusaba nini, termasuk tradisi nyepi segara yang menjadi bagian dari rangkaian karya tersebut.

Sehari Tanpa Aktivitas di Laut

Sehari setelah pelaksanaan mapeed, masyarakat Kusamba menjalankan tradisi nyepi segara, Senin (26/10/2026). Selama pelaksanaan tradisi ini, aktivitas di laut dan kawasan pesisir Pantai Kusamba dihentikan mulai pukul 06.00 hingga 18.00 Wita. Nelayan tidak melaut, sementara aktivitas lain di laut maupun pesisir juga ditiadakan. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dikenai sanksi adat.

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba | Foto: Istimewa

Menurut Raka Swastika, nyepi segara merupakan ungkapan rasa syukur sekaligus bentuk penghormatan dan pemuliaan terhadap laut beserta segala isinya. Tradisi ini mengingatkan masyarakat bahwa laut bukan hanya ruang untuk mencari nafkah, tetapi juga bagian dari lingkungan yang menopang kehidupan mereka.

“Masyarakat kami di Kusamba umumnya hidup dari dua sumber penghidupan, yakni laut dan sawah. Ngusaba segara adalah bentuk penghormatan kepada karunia laut dan ngusaba nini sebagai penghormatan atas karunia segala hasil bumi di sawah,” kata Raka Swastika.

Hubungan masyarakat dengan kedua sumber penghidupan itu tercermin dalam pembagian makna upacara. Ngusaba segara menjadi ungkapan syukur atas karunia laut, sedangkan ngusaba nini ditujukan sebagai penghormatan atas hasil pertanian. Keduanya menempatkan alam sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat Kusamba.

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba | Foto: Istimewa

Ketua Panitia Karya, I Nengah Sumarnaya, menjelaskan bahwa eedan karya telah dimulai pada 8 Oktober 2026, diawali dengan ayah-ayahan krama desa. Upacara tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gde Oka Keniten dari Griya Anyar Kusamba.

“Ida Batara nyejer selama 11 hari hingga masineb 5 November 2026,” jelas Sumarnaya.

Di Kusamba, rangkaian upacara ini mempertemukan kehidupan keagamaan, kebersamaan warga, dan penghormatan terhadap sumber penghidupan. Bagi generasi muda yang turut terlibat, pengalaman mengikuti prosesi dan ngayah menjadi kesempatan untuk memahami tradisi melalui praktik langsung, bukan hanya dari cerita yang mereka dengar.[T]

Reporter/Penulis: Wahyu Mahaputra
Editor: Jaswanto

Tags: Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Wahyu Mahaputra

Wahyu Mahaputra

Bernama lengkap I Putu Wahyu Mahaputra, akrab dipanggil WM Putra, lahir di Gianyar, 14 Maret 2004. Masyarakat sipil biasa yang baru belajar menulis dan gemar mendengarkan nada-nada minor, sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha.

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co