19 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

Ahmad Hirzan Anwari by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
in Esai
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

Latihan kader bela negara yang diadakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali atas perintah dari Kementrian Pertahanan RI

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang diadakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali atas perintah dari Kementrian Pertahanan RI.

Pertama kali membaca informasi itu, saya langsung skeptis dan pikiran saya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan. Mengapa program bernuansa militer ini kembali diadakan dengan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, ormas, dan komunitas lainnya, setelah kegiatan retreat militer bagi kepala daerah dan manajer Koperasi Desa Merah Putih? Apakah ini sebagai bentuk doktrin militerisme untuk  masyarakat sipil? Apa maksud dari bela negara dalam kegaiatan ini? Apakah membela setiap kebijakan pemerintah, atau bagaimana? Atau, jangan-jangan, kita jadi buzzer pemerintah?

Daripada pertanyaan-pertanyaan itu liar begitu saja tanpa jawaban, jari saya mengklik link pendaftaran, dan saya resmi menjadi peserta latihan kader bela negara, yang diselenggarakan di  Rindam IX/Udayana, Tabanan. Selama tiga hari, 21–24 September 2026, berbagai unsur masyarakat se-Provinsi Bali yang telah resmi menjadi peserta, digembleng ala militer. Tak pandang usia. Muda dan tua, dihadapan Komandan Kompi, semua sama.

Jam 04.00 Wita, mereka harus bangun dari tempat tidur di barak, untuk mengikuti senam pagi, setelah itu, sarapan, baris berbaris, apel, upacara, menerima materi, berjemur, lari keliling lapangan, dan jaga serambi secara bergantian saat waktu tidur malam. Demikian siklus kegiatan kami selama tiga hari.

Bela Negara dari Berbagai Aspek

Penyelenggara menghadirkan beberapa pemateri untuk membahas materi tentang bela negara sesuai dengan kapasitas dan background-nyamasing-masing. Mereka terdiri dari Badan Cadangan Nasional di Bawah Kemenhan RI, BPBD Provinsi Bali, Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, dan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali.

Brigjen TNI Luhut Marpaung, Kepala Pusat Bela Negara sekaligus pemateri pertama, menekankan akan bahaya perang hibrida. Perang hibrida adalah strategi perang modern yang memadukan antara kekuatan militer konvensional, strategi non-militer, dan perang siber secara bersamaan.

Selain itu, yang turut menjadi ancaman sangat berbahaya bagi negara ini adalah perang kognitif, suatu strategi memanipulasi publik tanpa konfrontasi fisik untuk melemahkan ketahanan masyarakat. Perang kognitif merupakan bentuk peperangan modern yang menargetkan pikiran, emosi, dan cara berpikir manusia.    

Menurut I Gusti Ayu Sukmawati, Pranata Humas Ahli Madya Diskominfos Bali, ada tiga tindakan yang harus diambil oleh kader bela negara. Pertama, menguatkan mental dan ideologi dengan berpegangan teguh terhadap Pancasila. Kedua, bangun kontra-narasi, melawan disinformasi dengan data valid, fakta, dan narasi pemersatu. Ketiga, terapkan skeptisisme sehat, jangan mudah terpancing judul konten yang bombastis atau clickbait yang memecah belah.

Sementara  Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, I.G.A.K Kartika Jaya Seputra, dalam pemateriannya ia menekankan agar Desa Adat dapat menjadi penjaga nilai-nilai kearifan lokal  di tengah tantangan perubahan ancaman global untuk mendukung stabilitas nasional.

Menurutnya, unsur pokok Desa Adat terdiri atas Parahyangan, Pawongan, dan Palehmahan yang merupakan perwujudan dari filosofi Tri Hita Karana yang berasal dari nilai-nilai Sad Kerthi. Parahyangan adalah rasa Bhakti Krama kepada Hyang Widhi Wasa/Tuhan yang Maha Esa. Pawongan adalah kebersamaan, kepedulian, dan kesetiakawanan/punia antara krama dengan sesama. Dan Palemahan adalah keserasian, keselarasan, serta welas-asih terhadap alam dan lingkungan.

Kearifan lokal, menurutnya, bisa memperkuat modal sosial yang dapat mengelola perubahan dengan baik dan memperkecil kerentanan terhadap konflik, disinformasi, fragmentasi, dan hilangnya identitas. Sosial yang kuat akan menjadi salah satu unsur pembentukkan ketahanan nasional.

Selain itu, materi yang tak kalah penting dalam menguatkan pondasi bela negara adalah tanggap darurat bencana. BPBD Bali mengutus dua orang menjadi pemateri. Masing-masing memberikan waktu selama dua sesi. Sesi pertama, pemateri memaparkan macam-macam bencana.

Bencana terbagi menjadi tiga, yaitu bencana alam, non-alam, dan sosial. Bencana bisa terjadi secara alamiah, seperti gempa bumi, tsunami, dan gunung merapi. Dan bencana bisa terjadi karena ulah manusia, seperti banjir, kegagalan teknologi, konflik social, dan lain sebagainya.

Pada sesi kedua, pemateri menyampaikan fase manajemen bencana, yaitu pra-bencana, saat bencana, dan pasca-bencana. Pra-bencana berkaitan dengan perencanaan, pencegahan, pengurangan risiko, Pendidikan, pelatihan, penelitian, dan penataan tata ruang. Saat bencana berkaitan dengan kaji cepat, status keadaan darurat, penyelamatan dan evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, dan pemulihan. Dan pasca-bencana berkaitan dengan rehabilitasi dan rekontruksi.

Bela Negara Sesuai Kapasitas

Setelah menerima materi selama tiga hari, kader bela negara mengemban amanah untuk mentransformasikan nilai-nilai bela negara ke lingkungannya masing-masing, dengan pendekatan yang sesuai dengan kapasitas dan lingkungan sekitarnya. Misalnya, tokoh agama. Ia bisa menyampaikan nilai-nilai bela negara saat kegiatan keagamaan. Dan seterusnya.

Yang perlu digarisbawahi, bela negara adalah sikap pembelaan terhadap hal-hal yang mendukung stabilitas negara. Apabila ada pihak yang mencoba meretakkan pondasi negara, baik warga negara asing maupun warga negara Indonesia, maka kita wajib untuk melawannya, sekalipun aktor pelaku yang merusak negara ini adalah dari pejabat pemerintah.

Kegiatan Latihan kader bela negara ini menjadi momentum bagi tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, ormas, dan komunitas lainnya untuk menguatkan nilai-nilai bela negara. Sehingga mereka bisa menjadi tonggak untuk menanamkan nilai-nilai bela negara kepada berbagai elemen masyarakat. Dengan demikian, masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga negara dan ikut serta mengontrol stabilitas negara.[T]

Penulis: Ahmad Hirzan Anwari
Editor: Jaswanto

Tags: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Balibela negaraKementrian Pertahanan RI
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

Next Post

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

Ahmad Hirzan Anwari

Ahmad Hirzan Anwari

Mahasiswa Pascasarjana UIN Malang asal Buleleng

Related Posts

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

Read moreDetails

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

by Angga Wijaya
October 18, 2026
0
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

Read moreDetails

Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

by IGA Darma Putra
October 18, 2026
0
Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

ARTIKEL I Made Sudiana, “Terminologi ‘Selam’ dan ‘Nyelam’ dalam Tradisi Bali” (NusaBali.com. 18/10/2029) mengangkat persoalan yang menarik: bagaimana kata-kata menyimpan...

Read moreDetails

Cara Kerja Kekuasaan Meredam Kritik Publik

by Teddy Chrisprimanata Putra
October 18, 2026
0
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta

“No Rocky, No Party” BARANGKALI jargon tersebut masih sangat relate hingga hari ini. Pasalnya, nama Rocky Gerung kembali menjadi diskursus...

Read moreDetails

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

by Pande Susan
October 17, 2026
0
Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

SUASANA di sekitar Lapangan Puputan padat seperti biasa ketika saya dan rekan-rekan tim lainnya mengakhiri tugas di salah satu kawasan...

Read moreDetails

Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

by Angga Wijaya
October 17, 2026
0
Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

Ada yang berbeda dari jalanan Denpasar pada pertengahan Oktober ini. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi sepeda motor dan mobil terlihat lebih...

Read moreDetails
Next Post
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU
Esai

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta
Ulas Rupa

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

by Emi Suy
October 19, 2026
Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental
Olahraga

Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental

KETIKA musik mulai diputar, tangan para peserta terangkat di atas kepala. Mereka bertepuk tangan mengikuti irama lagu “Gemu Fa Mi...

by Nyoman Budarsana
October 19, 2026
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata
Esai

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

by Angga Wijaya
October 19, 2026
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra
Esai

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya
Ulas Musik

Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya

ADA masa ketika malam adalah malam. Setelah matahari tenggelam, kehidupan perlahan menurunkan volumenya. Warung mulai menutup pintu, pasar berhenti berisik,...

by Ahmad Sihabudin
October 19, 2026
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media
Esai

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

by Angga Wijaya
October 18, 2026
Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana
Esai

Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

ARTIKEL I Made Sudiana, “Terminologi ‘Selam’ dan ‘Nyelam’ dalam Tradisi Bali” (NusaBali.com. 18/10/2029) mengangkat persoalan yang menarik: bagaimana kata-kata menyimpan...

by IGA Darma Putra
October 18, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co