1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
in Panggung
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

Diskusi buku “Rumah” karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026│Foto: Dok. SLF

 “Rumah itu sebenarnya apa?”

Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026. Saya datang sebagai pembedah dengan bekal pembacaan terhadap novel tersebut. Namun, selama diskusi berlangsung, percakapan berkembang jauh melampaui pembahasan sastra. Rumah dibicarakan dari berbagai perspektif ꟷ sebagai ruang luka, tempat pengampunan, sekaligus perjalanan manusia untuk pulang.

Pagi itu, Minggu, 5 Juli 2026, halaman timur Gedong Kirtya dipenuhi pembaca, pegiat literasi, akademisi, dan masyarakat umum yang ingin mendengar langsung kisah di balik lahirnya novel Rumah. Bersama J.S. Khairen selaku penulis dan Puja Savitri sebagai moderator, kami membincangkan sebuah novel yang dekat dengan kehidupan banyak orang: keluarga, trauma, pengampunan, pencarian jati diri, hingga perjalanan spiritual.

Novel Rumah berangkat dari kisah Ria, seorang luxury travel planner yang telah menjelajahi berbagai belahan dunia, tetapi tak pernah benar-benar menemukan tempat untuk pulang. Di balik karier yang gemilang, ia membawa luka masa kecil akibat relasi yang retak dengan kedua orang tuanya. Pengalaman itulah yang membuat kata ‘rumah’ tidak menghadirkan rasa aman, melainkan kenangan yang ingin dijauhi.

J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026│Foto: Dok. SLF

 

Dalam kesempatan tersebut, saya menyampaikan bahwa kekuatan terbesar novel ini justru terletak pada cara J.S. Khairen menggeser makna pulang. Rumah tidak berhenti sebagai bangunan fisik, tetapi berkembang menjadi tempat seseorang berdamai dengan diri sendiri, keluarga, masa lalu, bahkan dengan Tuhan. Pergeseran makna itu membuat Rumah bergerak melampaui kisah keluarga biasa dan menjelma menjadi perjalanan batin yang relevan bagi banyak pembaca.

Menurut saya, novel ini berhasil menghindari kecenderungan banyak cerita bertema keluarga yang tergopoh-gopoh menyelesaikan konflik. J.S. Khairen membiarkan sejumlah pertanyaan tetap terbuka hingga halaman-halaman terakhir. Alih-alih melemahkan cerita, pilihan tersebut justru membuat novel terasa lebih dekat. Sebab, hidup memang tidak selalu menghadirkan jawaban yang lengkap. Ada ruang yang harus dimaknai sendiri oleh pembacanya.

Ketika mendapat kesempatan berbicara, J.S. Khairen mengisahkan proses kreatif di balik penulisan novel tersebut. Ia mengatakan bahwa gagasan tentang pulang lahir melalui riset panjang. Ketika diundang ke sejumlah pesantren, ia berbincang dengan banyak santri yang datang dengan latar belakang berbeda. Ada yang memilih pesantren atas keinginan sendiri, ada pula yang datang karena dorongan orang tua. Pengalaman-pengalaman itulah yang kemudian dipadukan dengan pengalaman pribadinya saat menunaikan ibadah umrah.

Diskusi buku “Rumah” karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026│Foto: Dok. SLF

Jombang Santani Khairen atau yang lebih dikenal sebagai J.S. Khairen merupakan penulis kelahiran Padang yang produktif. Nama dan karya-karyanya telah dikenal luas, terutama di kalangan pembaca remaja hingga dewasa. Ia telah menerbitkan puluhan judul buku. Sejumlah novelnya yang populer antara lain Melangkah, Kado Terbaik, Dompet Ayah Sepatu Ibu, Bungkam Suara, serta Rumah yang menjadi bahan perbincangan dalam forum tersebut.

Bagi J.S. Khairen, setiap orang memiliki perjalanan pulangnya masing-masing. “Rumah bisa berarti banyak hal. Bisa keluarga, bisa tempat kita dibesarkan, atau bahkan perjalanan kembali kepada Tuhan,” ujarnya. Gagasan itulah yang kemudian menjadi salah satu benang merah dalam novel Rumah.

Diskusi semakin hidup ketika Director sekaligus Founder Singaraja Literary Festival, Sonia Piscayanti, turut memberikan tanggapan. Menurutnya, kekuatan Rumah terletak pada kemampuannya menyentuh pembaca tanpa terasa menghakimi.

“Saya membacanya sebagai seorang ibu. Banyak bagian yang membuat saya berhenti sejenak dan melihat kembali hubungan antara orang tua dan anak,” katanya.

Momen paling berkesan ketika Sonia membacakan beberapa penggalan novel dengan penghayatan yang kuat. Kalimat-kalimat yang sebelumnya hanya hadir sebagai teks memperoleh daya hidup berbeda. J.S. Khairen tampak tersenyum sambil menggeleng pelan. Ia mengaku baru menyadari bahwa kalimat-kalimat yang ditulisnya dapat menghadirkan daya emosional berbeda ketika dihidupkan melalui pembacaan yang tepat.

Diskusi buku “Rumah” karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026│Foto: Dok. SLF

Sepanjang diskusi, pembicaraan berulang kali kembali pada relasi anak dan orang tua. Novel Rumah tidak menggambarkan keluarga sebagai ruang yang selalu menghadirkan kehangatan. Sebaliknya, keluarga juga dapat menjadi sumber luka yang membentuk perjalanan hidup seseorang. Namun, luka bukan akhir dari segalanya. Novel ini memperlihatkan bahwa memaafkan tidak identik dengan melupakan, melainkan membuka kemungkinan untuk melihat masa lalu dari sudut pandang berbeda. Tema-tema itulah yang sedari awal menjadi pokok pembahasan dalam diskusi buku tersebut.

Dalam pembacaan saya terhadap novel tersebut, salah satu bagian yang paling menarik adalah keberanian J.S. Khairen menghadirkan pertanyaan yang jarang diucapkan secara terbuka: “Kalau ada anak durhaka, mengapa tidak ada orang tua durhaka?”. Pertanyaan itu tidak dimaksudkan untuk menghakimi salah satu pihak. Sebaliknya, ia mengajak pembaca melihat relasi dalam keluarga secara lebih adil dan manusiawi. Novel ini memperlihatkan bahwa setiap orang pasti membawa luka dan pergulatannya masing-masing.

Sesi foto bersama pada diskusi buku “Rumah” karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026│Foto: Dok. SLF

Selama hampir satu setengah jam, percakapan terus bergerak dari sastra menuju kehidupan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peserta tidak lagi berhenti pada tokoh, alur, atau teknik penceritaan. Banyak di antaranya berbagi pengalaman tentang keluarga, tentang rumah yang dirindukan, juga rumah yang ingin mereka tinggalkan. Pada titik itu, novel tidak lagi sekadar menjadi bahan diskusi, tetapi menjadi jembatan untuk mempercakapkan pengalaman-pengalaman yang acap kali sulit diungkapkan.

Sebagai pembedah, saya datang untuk membicarakan sebuah karya sastra. Namun, diskusi pagi itu memperlihatkan bahwa yang dibicarakan sesungguhnya bukan hanya sebuah novel. Yang hadir dalam percakapan adalah pengalaman banyak orang tentang keluarga, luka, pengampunan, dan kerinduan untuk pulang.

Barangkali itulah yang membuat Rumah terasa dekat dengan banyak pembaca. Sebab, hampir setiap orang pernah mencari tempat untuk kembali. Hanya saja, tidak semua sedang mencari alamat yang sama. Ada yang ingin pulang kepada keluarganya. Ada yang sedang berdamai dengan masa lalunya. Ada pula yang sedang menempuh perjalanan pulang kepada Tuhan.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: JS KhairennovelSastra IndonesiaSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’

Next Post

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co