7 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
in Panggung
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara pertama yang diperebutkan. Ajang seni dan budaya keagamaan Hindu tersebut resmi ditutup Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (16/9).

Badung menjadi daerah dengan perolehan gelar juara pertama terbanyak. Karangasem mengoleksi lima gelar, Gianyar empat, Denpasar tiga, sedangkan Bangli dan Tabanan masing-masing dua gelar.

UDG Bali XXXIII berlangsung pada 11-16 September 2026 dengan mengusung tema “Dharmagita Atmanam Dharma”, yang dimaknai sebagai “Menuntun Jiwa Menuju Kesucian”. Sebanyak 331 peserta ambil bagian dalam 37 kategori perlombaan yang terbagi ke dalam 11 bidang, mulai dari kelompok anak-anak, remaja hingga dewasa.

Keterlibatan lintas generasi menjadi salah satu hal yang disoroti Koster saat menutup kegiatan. Menurutnya, kehadiran peserta dari kelompok anak-anak hingga dewasa menunjukkan proses regenerasi budaya Bali masih berjalan.

“Jadi dari segi tingkat usia, anak-anak, remaja, dewasa, tiang melihat itu tidak ada yang putus dalam generasinya ini. Jadi kalau peminatnya cuma dewasa doang, berarti kita ada yang putus dan itu ancaman. Ini ada yang remaja, dan yang di hulunya lagi ada anak-anak,” ujar Koster.

Ia menilai keberadaan peserta dari berbagai kelompok usia penting karena keberlanjutan budaya tidak hanya ditentukan oleh materi yang diwariskan, tetapi juga oleh generasi yang mempelajari dan menjalankannya.

“Budaya itu syarat mutlak harus ada pelakunya. Siapa pelaku utamanya? Kita,” tegasnya.

Tiga Bahasa, dari Lokal hingga Global

Koster juga menyoroti penggunaan tiga bahasa dalam pelaksanaan UDG, yakni Bahasa Bali, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Menurut dia, penggunaan tiga bahasa menunjukkan bahwa peserta tidak hanya dituntut memahami kearifan lokal, tetapi juga memiliki kemampuan mengomunikasikannya dalam lingkup yang lebih luas.

“Jadi tiga bahasa Bali, Indonesia, Inggris. Ah, keren ini. Jadi lengkap, lokal, nasional, global,” kata Koster.

Ia menyebut Bahasa Bali sebagai akar budaya, sementara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris menjadi sarana untuk berinteraksi di lingkup nasional dan global.

Koster mengatakan perkembangan modernisasi dan teknologi digital tidak otomatis menghilangkan budaya Bali. Menurutnya, selama masyarakat tetap menjadi pelaku dan menjaga nilai-nilai yang diwariskan, budaya lokal tetap dapat hidup berdampingan dengan perkembangan zaman.

“Jadi karena itu, enggak perlu kita khawatir bahwa perkembangan dunia modernisasi global, dipercepat dengan teknologi digital, itu tidak akan pernah mematikan budaya kita di Bali,” ujarnya.

Ia menambahkan, fenomena global justru dapat berjalan berdampingan dengan kearifan lokal.

“Ketika berkembang fenomena global, apa dampaknya terhadap kearifan lokal kita, budaya kita di Bali? Ternyata tidak tergerus. Tetap hidup,” tutur Koster.

Koster Kritik Piala: Jangan Ribet

Selain mengapresiasi pelaksanaan UDG, Koster memberikan sejumlah catatan untuk penyelenggaraan berikutnya. Salah satunya menyangkut desain piala bagi para pemenang.

Koster meminta desain piala dibuat lebih sederhana, praktis, nyaman dipegang, tetapi tetap menarik dan berkualitas. Ia mengkritik penggunaan material kaca serta finishing piala yang dinilai belum memberikan kenyamanan bagi penerima.

“Jangan bikin piala yang ribet-ribet kayak gitu. Megangnya aja enggak nyaman. Mesti kaca, gores bedik bisa terluka. Sudah gitu belum finishing,” kritiknya.

Untuk pelaksanaan mendatang, ia meminta penghargaan menggunakan produk lokal Bali. Menurut Koster, piala tidak sekadar menjadi simbol penghargaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mengangkat produk daerah.

“Bikin yang simpel, yang menarik, yang praktis, tapi berkualitas. Produk lokal Bali,” ucapnya.

Hadiah Diminta Naik Tahun Depan

Koster juga meminta besaran hadiah bagi para pemenang UDG ditingkatkan pada pelaksanaan tahun depan.

Pada UDG Bali XXXIII, hadiah kategori tunggal ditetapkan Rp5 juta untuk juara pertama, Rp4 juta juara kedua dan Rp3 juta juara ketiga. Sementara kategori grup mendapatkan Rp15 juta untuk juara pertama, Rp14 juta juara kedua dan Rp13 juta juara ketiga.

Peserta yang meraih juara harapan tidak mendapatkan hadiah uang.

Koster meminta skema penghargaan tersebut dievaluasi agar kompetisi tahun berikutnya berlangsung lebih hidup sekaligus memberikan apresiasi yang lebih besar kepada peserta.

“Jadi karena itu, tahun depan kita akan selenggarakan lebih hidup lagi. Saya akan panggil Kadisnya supaya hadiahnya dinaikin. Hadiah yang utama, duit! Duit. Duit!” katanya.

Ia kemudian membandingkan besaran hadiah UDG dengan kegiatan Bulan Bung Karno yang disebutnya memberikan hadiah lebih besar dan berlangsung lebih meriah.

“Lebih meriah yang di Wredhi Budaya (Art Center) yang dilaksanakan oleh PDI Perjuangan, Bulan Bung Karno. Wah keren kalau itu, Rp20 juta, Rp10 juta. Gede dia, meriah, hidup sekali suasananya,” kata Koster.

Koster juga mengingatkan agar hadiah yang diterima pemenang tidak dipotong.

“Jangan pula ada potongan-potongan nanti. Jangan ada potongan-potongan. Nanti kalau sampai ada potongan-potongan, lapor,” tegasnya.

Dominasi Badung terlihat di sejumlah bidang perlombaan.

Pada Membaca Sloka, Badung meraih juara pertama kategori anak-anak putra, dewasa putri dan dewasa putra. Karangasem menjadi juara pertama anak-anak putri, Bangli juara pertama remaja putri dan Denpasar juara pertama remaja putra.

Di Membaca Palawakya, Badung menyapu bersih empat gelar juara pertama melalui kategori remaja putri, remaja putra, dewasa putra dan dewasa putri.

Pada Membaca Kakawin, Badung meraih dua juara pertama melalui kategori remaja putri dan dewasa putra. Gianyar meraih juara pertama remaja putra, sedangkan Bangli menjadi juara pertama dewasa putri.

Untuk Membaca Gaguritan, Badung kembali meraih dua gelar juara pertama melalui kategori anak-anak putri dan anak-anak putra.

Dominasi juga terlihat pada Dharmawacana Bahasa Bali. Badung meraih lima gelar juara pertama, yakni kategori anak-anak putri, anak-anak putra, remaja putri, dewasa putri dan dewasa putra. Sementara kategori remaja putra dimenangkan Denpasar.

Pada Dharmawacana Bahasa Inggris, Karangasem meraih tiga gelar juara pertama melalui kategori remaja putri, remaja putra dan dewasa putri. Badung meraih juara pertama kategori dewasa putra.

Sementara pada Menghafal Sloka, Badung meraih juara pertama anak-anak putri dan dewasa putra. Karangasem menjadi juara pertama anak-anak putra, Gianyar pada remaja putri, serta Tabanan pada remaja putra dan dewasa putri.

Pada Dharmawiwada, Badung menjadi juara pertama, disusul Jembrana dan Denpasar. Sedangkan pada Nyanyian Keagamaan Hindu, Badung kembali meraih juara pertama, diikuti Gianyar dan Tabanan.

Adapun pada Dharmacarita, Gianyar mendominasi dua kategori anak-anak, yakni anak-anak putri dan anak-anak putra.

Secara keseluruhan, dari 37 gelar juara pertama yang diperebutkan, Badung mengamankan 21 gelar, Karangasem lima, Gianyar empat, Denpasar tiga, serta Bangli dan Tabanan masing-masing dua gelar.

Perolehan tersebut menempatkan Badung sebagai juara umum UDG Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026. [T]

Tags: Utsawa Dharma GitaUtsawa Dharma Gita 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium

Next Post

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails
Next Post
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co