27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
in Panggung
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara pertama yang diperebutkan. Ajang seni dan budaya keagamaan Hindu tersebut resmi ditutup Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (16/9).

Badung menjadi daerah dengan perolehan gelar juara pertama terbanyak. Karangasem mengoleksi lima gelar, Gianyar empat, Denpasar tiga, sedangkan Bangli dan Tabanan masing-masing dua gelar.

UDG Bali XXXIII berlangsung pada 11-16 September 2026 dengan mengusung tema “Dharmagita Atmanam Dharma”, yang dimaknai sebagai “Menuntun Jiwa Menuju Kesucian”. Sebanyak 331 peserta ambil bagian dalam 37 kategori perlombaan yang terbagi ke dalam 11 bidang, mulai dari kelompok anak-anak, remaja hingga dewasa.

Keterlibatan lintas generasi menjadi salah satu hal yang disoroti Koster saat menutup kegiatan. Menurutnya, kehadiran peserta dari kelompok anak-anak hingga dewasa menunjukkan proses regenerasi budaya Bali masih berjalan.

“Jadi dari segi tingkat usia, anak-anak, remaja, dewasa, tiang melihat itu tidak ada yang putus dalam generasinya ini. Jadi kalau peminatnya cuma dewasa doang, berarti kita ada yang putus dan itu ancaman. Ini ada yang remaja, dan yang di hulunya lagi ada anak-anak,” ujar Koster.

Ia menilai keberadaan peserta dari berbagai kelompok usia penting karena keberlanjutan budaya tidak hanya ditentukan oleh materi yang diwariskan, tetapi juga oleh generasi yang mempelajari dan menjalankannya.

“Budaya itu syarat mutlak harus ada pelakunya. Siapa pelaku utamanya? Kita,” tegasnya.

Tiga Bahasa, dari Lokal hingga Global

Koster juga menyoroti penggunaan tiga bahasa dalam pelaksanaan UDG, yakni Bahasa Bali, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Menurut dia, penggunaan tiga bahasa menunjukkan bahwa peserta tidak hanya dituntut memahami kearifan lokal, tetapi juga memiliki kemampuan mengomunikasikannya dalam lingkup yang lebih luas.

“Jadi tiga bahasa Bali, Indonesia, Inggris. Ah, keren ini. Jadi lengkap, lokal, nasional, global,” kata Koster.

Ia menyebut Bahasa Bali sebagai akar budaya, sementara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris menjadi sarana untuk berinteraksi di lingkup nasional dan global.

Koster mengatakan perkembangan modernisasi dan teknologi digital tidak otomatis menghilangkan budaya Bali. Menurutnya, selama masyarakat tetap menjadi pelaku dan menjaga nilai-nilai yang diwariskan, budaya lokal tetap dapat hidup berdampingan dengan perkembangan zaman.

“Jadi karena itu, enggak perlu kita khawatir bahwa perkembangan dunia modernisasi global, dipercepat dengan teknologi digital, itu tidak akan pernah mematikan budaya kita di Bali,” ujarnya.

Ia menambahkan, fenomena global justru dapat berjalan berdampingan dengan kearifan lokal.

“Ketika berkembang fenomena global, apa dampaknya terhadap kearifan lokal kita, budaya kita di Bali? Ternyata tidak tergerus. Tetap hidup,” tutur Koster.

Koster Kritik Piala: Jangan Ribet

Selain mengapresiasi pelaksanaan UDG, Koster memberikan sejumlah catatan untuk penyelenggaraan berikutnya. Salah satunya menyangkut desain piala bagi para pemenang.

Koster meminta desain piala dibuat lebih sederhana, praktis, nyaman dipegang, tetapi tetap menarik dan berkualitas. Ia mengkritik penggunaan material kaca serta finishing piala yang dinilai belum memberikan kenyamanan bagi penerima.

“Jangan bikin piala yang ribet-ribet kayak gitu. Megangnya aja enggak nyaman. Mesti kaca, gores bedik bisa terluka. Sudah gitu belum finishing,” kritiknya.

Untuk pelaksanaan mendatang, ia meminta penghargaan menggunakan produk lokal Bali. Menurut Koster, piala tidak sekadar menjadi simbol penghargaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mengangkat produk daerah.

“Bikin yang simpel, yang menarik, yang praktis, tapi berkualitas. Produk lokal Bali,” ucapnya.

Hadiah Diminta Naik Tahun Depan

Koster juga meminta besaran hadiah bagi para pemenang UDG ditingkatkan pada pelaksanaan tahun depan.

Pada UDG Bali XXXIII, hadiah kategori tunggal ditetapkan Rp5 juta untuk juara pertama, Rp4 juta juara kedua dan Rp3 juta juara ketiga. Sementara kategori grup mendapatkan Rp15 juta untuk juara pertama, Rp14 juta juara kedua dan Rp13 juta juara ketiga.

Peserta yang meraih juara harapan tidak mendapatkan hadiah uang.

Koster meminta skema penghargaan tersebut dievaluasi agar kompetisi tahun berikutnya berlangsung lebih hidup sekaligus memberikan apresiasi yang lebih besar kepada peserta.

“Jadi karena itu, tahun depan kita akan selenggarakan lebih hidup lagi. Saya akan panggil Kadisnya supaya hadiahnya dinaikin. Hadiah yang utama, duit! Duit. Duit!” katanya.

Ia kemudian membandingkan besaran hadiah UDG dengan kegiatan Bulan Bung Karno yang disebutnya memberikan hadiah lebih besar dan berlangsung lebih meriah.

“Lebih meriah yang di Wredhi Budaya (Art Center) yang dilaksanakan oleh PDI Perjuangan, Bulan Bung Karno. Wah keren kalau itu, Rp20 juta, Rp10 juta. Gede dia, meriah, hidup sekali suasananya,” kata Koster.

Koster juga mengingatkan agar hadiah yang diterima pemenang tidak dipotong.

“Jangan pula ada potongan-potongan nanti. Jangan ada potongan-potongan. Nanti kalau sampai ada potongan-potongan, lapor,” tegasnya.

Dominasi Badung terlihat di sejumlah bidang perlombaan.

Pada Membaca Sloka, Badung meraih juara pertama kategori anak-anak putra, dewasa putri dan dewasa putra. Karangasem menjadi juara pertama anak-anak putri, Bangli juara pertama remaja putri dan Denpasar juara pertama remaja putra.

Di Membaca Palawakya, Badung menyapu bersih empat gelar juara pertama melalui kategori remaja putri, remaja putra, dewasa putra dan dewasa putri.

Pada Membaca Kakawin, Badung meraih dua juara pertama melalui kategori remaja putri dan dewasa putra. Gianyar meraih juara pertama remaja putra, sedangkan Bangli menjadi juara pertama dewasa putri.

Untuk Membaca Gaguritan, Badung kembali meraih dua gelar juara pertama melalui kategori anak-anak putri dan anak-anak putra.

Dominasi juga terlihat pada Dharmawacana Bahasa Bali. Badung meraih lima gelar juara pertama, yakni kategori anak-anak putri, anak-anak putra, remaja putri, dewasa putri dan dewasa putra. Sementara kategori remaja putra dimenangkan Denpasar.

Pada Dharmawacana Bahasa Inggris, Karangasem meraih tiga gelar juara pertama melalui kategori remaja putri, remaja putra dan dewasa putri. Badung meraih juara pertama kategori dewasa putra.

Sementara pada Menghafal Sloka, Badung meraih juara pertama anak-anak putri dan dewasa putra. Karangasem menjadi juara pertama anak-anak putra, Gianyar pada remaja putri, serta Tabanan pada remaja putra dan dewasa putri.

Pada Dharmawiwada, Badung menjadi juara pertama, disusul Jembrana dan Denpasar. Sedangkan pada Nyanyian Keagamaan Hindu, Badung kembali meraih juara pertama, diikuti Gianyar dan Tabanan.

Adapun pada Dharmacarita, Gianyar mendominasi dua kategori anak-anak, yakni anak-anak putri dan anak-anak putra.

Secara keseluruhan, dari 37 gelar juara pertama yang diperebutkan, Badung mengamankan 21 gelar, Karangasem lima, Gianyar empat, Denpasar tiga, serta Bangli dan Tabanan masing-masing dua gelar.

Perolehan tersebut menempatkan Badung sebagai juara umum UDG Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026. [T]

Tags: Utsawa Dharma GitaUtsawa Dharma Gita 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium

Next Post

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails
Next Post
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co