3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
in Panggung
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan para generasi muda mampu menenangkan pikiran dari rutinitas kehidupan yang serba cepat di zaman ini. Pedoman hidup kembali diingatkan, terutama untuk membedakan mana yang baik (dharma) dan mana yang buruk (adharma). Semua yang hadir juga diajak memahami sastra Bali yang menjadi akar kebudayaan Bali.

Itulah suasana yang terasa ketika menyaksikan berbagai lomba sastra dan budaya Bali dalam kegiatan Utsawa Dharmagita (UDG) XXXIII pada hari kedua, Sabtu, 12 September 2026. Dengan tema “Dharmagita Atmanam Dharma” yang bermakna Menuntun Jiwa Menuju Kesucian, kegiatan ini menghadirkan 11 bidang lomba sastra dengan total 37 kategori dan berlangsung pada 11–16 September 2026.

Di hari kedua ini, lomba yang digelar meliputi Membaca Sloka Anak-Anak Putra di Gedung Kriya, Dharmawacana Bahasa Inggris Dewasa Putri di Gedung Ksirarnawa, Membaca Palawakya Remaja Putra di Kalangan Angsoka, Membaca Kakawin Remaja Putra di Kalangan Ayodya, Menghafal Sloka Anak-Anak Putra di Wantilan, serta Dharmawacana Bahasa Bali Anak-Anak Putra di Kalangan Ratna Kanda.

Lomba membaca palawakya katagori remaja putra

Dari seluruh lomba tersebut, Membaca Palawakya Remaja Putra menjadi perhatian para pengunjung. Para peserta membawakan prosa Jawa Kuna/Kawi dengan suara yang tegas. Karakter vokal yang kuat, pembawaan, hingga pemaknaan dinilai mampu memberikan kesan tersendiri sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian sastra Bali. Para pengunjung seakan tidak percaya bahwa Palawakya tersebut dibawakan oleh generasi muda Bali.

Salah satu dewan juri, Nengah Medera, mengaku bangga dengan antusiasme generasi muda dalam mengikuti lomba Membaca Palawakya. Menurut dia, para peserta tampil dengan kualitas yang menunjukkan perkembangan cukup tinggi. “Itu barangkali karena para pembinanya sudah berpengalaman bertahun-tahun. Namun, masalahnya sekarang bagaimana kita selalu memotivasi anak-anak muda itu supaya senang dan mencintai warisan ini,” ucapnya.

Perkembangan para remaja tersebut memang masih memerlukan banyak pembinaan. Artinya, pembinaan tidak hanya untuk tampil dalam ajang Utsawa, tetapi juga bagaimana memotivasi mereka agar terus menekuni sastra sehingga menjadi aset bagi kebudayaan Bali. Sebab, tanpa memahami nilai-nilai yang bersumber dari ajaran suci, kebudayaan seolah-olah hanya dilihat sebagai sesuatu yang bersifat lahiriah. “Kalau kita berpikir tentang budaya Bali, sesungguhnya inilah yang menjadi akar dari apa yang diwarisi oleh para leluhur Bali,” tegasnya.

Lomba membaca sloka katagori anak putra ngawit

Medera menambahkan, jika direnungkan, susastra bersumber dari tattwa yang terdapat dalam kitab-kitab suci. Tattwa tersebut kemudian diformulasikan dan diturunkan menjadi sastra, lalu berkembang menjadi satua. Hal inilah yang dahulu dikuasai oleh para orang tua, sehingga dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. “Sampai pada pelaksanaan yang ke-33 ini, pemahaman para pembina, khususnya, sudah mulai kelihatan peningkatannya dibandingkan dengan awal lomba ini dimulai,” ujarnya.

Para pengunjung, utamanya anak-anak muda, juga meramaikan lomba Dharmawacana Bahasa Inggris kategori Dewasa Putri yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa. Kualitas para peserta dinilai sangat baik sehingga penampilan mereka terlihat ngelangenin (menawan hati). “Lomba Dharmawacana Bahasa Inggris mengalami perkembangan yang sangat baik setiap tahunnya. Hanya saja, secara kuantitas mengalami penurunan,” kata salah satu dewan juri, Ketut Sutama.

Hampir semua peserta memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik, termasuk dalam penguasaan materi. Mereka tampaknya antusias belajar dan mempersiapkan diri untuk bersaing agar mampu terpilih mewakili Bali di tingkat nasional. “Sayangnya, dari sembilan kabupaten/kota di Bali, hanya empat yang bisa kita seleksi untuk masuk ke tingkat nasional. Sebanyak empat peserta berasal dari Kabupaten Badung, Karangasem, Tabanan, dan Kota Denpasar. Maka, dari segi kuantitas memang menurun,” bebertnya.

Sementara itu, lomba Menghafal Sloka Anak-Anak Putra yang berlangsung di Wantilan juga memikat perhatian. Meski hanya diikuti empat peserta, yakni dari Kabupaten Gianyar, Badung, Karangasem, dan Kota Denpasar, lomba tersebut tetap memiliki daya tarik. Anak-anak mampu menghafal sloka secara utuh dengan baik. Mereka juga berani tampil dan tetap tenang ketika berada di atas panggung. “Persaingan di kategori putra ini cukup ketat, khususnya untuk juara satu dan dua,” ucap salah satu dewan juri, Jero Arum.

Lomba dharmawacana bahasa Inggris

Namun, yang menjadi catatan adalah pengucapan atau lafal. Karena dalam membaca sloka menggunakan bahasa Sanskerta, teknik pelafalannya harus benar. Salah dalam melafalkan dapat menyebabkan perubahan makna. Hal kedua adalah menerjemahkan sloka ke dalam bahasa Bali yang harus sesuai dengan aturan-aturan yang ada, seperti sor singgih basa, kata ganti orang, dan lainnya.

“Misalnya, kata ‘dia’ dalam bahasa Indonesia sangat umum, tetapi dalam bahasa Bali bisa menjadi ‘ida’, ‘dane’, atau ‘ipun’. Maka, dalam konsep menerjemahkan sloka ini perlu ada konteks makna dan etika kebahasaan dalam sor singgih basa. Di sini yang masih kurang,” sebutnya.

Jero Arum menegaskan, pembina perlu lebih jeli dalam memperhatikan proses penerjemahan. Bahasa Indonesia tidak bisa serta-merta langsung diterjemahkan ke dalam bahasa Bali karena bahasa Bali memiliki istilah-istilah tersendiri. “Misalnya, ‘membuka mata’ seharusnya diterjemahkan menjadi ‘ngedat’, bukan ‘ngeranjingan penyikakan’,” jelasnya.

Selain itu, dalam membaca sloka terdapat aturan wirama yang ditentukan oleh guru dan lagu. Menurut Jero Arum, dalam hal ini pembina perlu lebih jeli ketika memberikan wewiletan atau wirama agar tetap memperhatikan guru lagu. Hal tersebut berpengaruh terhadap ketepatan dalam membaca sloka.

Lomba Kakawin Remaja Putra Ngawit

“Secara umum, dalam lomba ini yang paling penting adalah keutuhan pembacaan dan ketepatan terjemahan, bukan kecepatan membaca. Kebanyakan anak-anak yang tampil terlalu cepat temponya, sehingga maknanya tidak jelas. Banyak pula yang salah dalam pengucapan dan akhirnya menjadi kelemahan bagi peserta,” ungkap Jero Aru. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: sastra baliUtsawa Dharma GitaUtsawa Dharma Gita 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

Next Post

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails
Next Post
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

STREET SOLACE ---Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co