24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
in Panggung
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan para generasi muda mampu menenangkan pikiran dari rutinitas kehidupan yang serba cepat di zaman ini. Pedoman hidup kembali diingatkan, terutama untuk membedakan mana yang baik (dharma) dan mana yang buruk (adharma). Semua yang hadir juga diajak memahami sastra Bali yang menjadi akar kebudayaan Bali.

Itulah suasana yang terasa ketika menyaksikan berbagai lomba sastra dan budaya Bali dalam kegiatan Utsawa Dharmagita (UDG) XXXIII pada hari kedua, Sabtu, 12 September 2026. Dengan tema “Dharmagita Atmanam Dharma” yang bermakna Menuntun Jiwa Menuju Kesucian, kegiatan ini menghadirkan 11 bidang lomba sastra dengan total 37 kategori dan berlangsung pada 11–16 September 2026.

Di hari kedua ini, lomba yang digelar meliputi Membaca Sloka Anak-Anak Putra di Gedung Kriya, Dharmawacana Bahasa Inggris Dewasa Putri di Gedung Ksirarnawa, Membaca Palawakya Remaja Putra di Kalangan Angsoka, Membaca Kakawin Remaja Putra di Kalangan Ayodya, Menghafal Sloka Anak-Anak Putra di Wantilan, serta Dharmawacana Bahasa Bali Anak-Anak Putra di Kalangan Ratna Kanda.

Lomba membaca palawakya katagori remaja putra

Dari seluruh lomba tersebut, Membaca Palawakya Remaja Putra menjadi perhatian para pengunjung. Para peserta membawakan prosa Jawa Kuna/Kawi dengan suara yang tegas. Karakter vokal yang kuat, pembawaan, hingga pemaknaan dinilai mampu memberikan kesan tersendiri sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian sastra Bali. Para pengunjung seakan tidak percaya bahwa Palawakya tersebut dibawakan oleh generasi muda Bali.

Salah satu dewan juri, Nengah Medera, mengaku bangga dengan antusiasme generasi muda dalam mengikuti lomba Membaca Palawakya. Menurut dia, para peserta tampil dengan kualitas yang menunjukkan perkembangan cukup tinggi. “Itu barangkali karena para pembinanya sudah berpengalaman bertahun-tahun. Namun, masalahnya sekarang bagaimana kita selalu memotivasi anak-anak muda itu supaya senang dan mencintai warisan ini,” ucapnya.

Perkembangan para remaja tersebut memang masih memerlukan banyak pembinaan. Artinya, pembinaan tidak hanya untuk tampil dalam ajang Utsawa, tetapi juga bagaimana memotivasi mereka agar terus menekuni sastra sehingga menjadi aset bagi kebudayaan Bali. Sebab, tanpa memahami nilai-nilai yang bersumber dari ajaran suci, kebudayaan seolah-olah hanya dilihat sebagai sesuatu yang bersifat lahiriah. “Kalau kita berpikir tentang budaya Bali, sesungguhnya inilah yang menjadi akar dari apa yang diwarisi oleh para leluhur Bali,” tegasnya.

Lomba membaca sloka katagori anak putra ngawit

Medera menambahkan, jika direnungkan, susastra bersumber dari tattwa yang terdapat dalam kitab-kitab suci. Tattwa tersebut kemudian diformulasikan dan diturunkan menjadi sastra, lalu berkembang menjadi satua. Hal inilah yang dahulu dikuasai oleh para orang tua, sehingga dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. “Sampai pada pelaksanaan yang ke-33 ini, pemahaman para pembina, khususnya, sudah mulai kelihatan peningkatannya dibandingkan dengan awal lomba ini dimulai,” ujarnya.

Para pengunjung, utamanya anak-anak muda, juga meramaikan lomba Dharmawacana Bahasa Inggris kategori Dewasa Putri yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa. Kualitas para peserta dinilai sangat baik sehingga penampilan mereka terlihat ngelangenin (menawan hati). “Lomba Dharmawacana Bahasa Inggris mengalami perkembangan yang sangat baik setiap tahunnya. Hanya saja, secara kuantitas mengalami penurunan,” kata salah satu dewan juri, Ketut Sutama.

Hampir semua peserta memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik, termasuk dalam penguasaan materi. Mereka tampaknya antusias belajar dan mempersiapkan diri untuk bersaing agar mampu terpilih mewakili Bali di tingkat nasional. “Sayangnya, dari sembilan kabupaten/kota di Bali, hanya empat yang bisa kita seleksi untuk masuk ke tingkat nasional. Sebanyak empat peserta berasal dari Kabupaten Badung, Karangasem, Tabanan, dan Kota Denpasar. Maka, dari segi kuantitas memang menurun,” bebertnya.

Sementara itu, lomba Menghafal Sloka Anak-Anak Putra yang berlangsung di Wantilan juga memikat perhatian. Meski hanya diikuti empat peserta, yakni dari Kabupaten Gianyar, Badung, Karangasem, dan Kota Denpasar, lomba tersebut tetap memiliki daya tarik. Anak-anak mampu menghafal sloka secara utuh dengan baik. Mereka juga berani tampil dan tetap tenang ketika berada di atas panggung. “Persaingan di kategori putra ini cukup ketat, khususnya untuk juara satu dan dua,” ucap salah satu dewan juri, Jero Arum.

Lomba dharmawacana bahasa Inggris

Namun, yang menjadi catatan adalah pengucapan atau lafal. Karena dalam membaca sloka menggunakan bahasa Sanskerta, teknik pelafalannya harus benar. Salah dalam melafalkan dapat menyebabkan perubahan makna. Hal kedua adalah menerjemahkan sloka ke dalam bahasa Bali yang harus sesuai dengan aturan-aturan yang ada, seperti sor singgih basa, kata ganti orang, dan lainnya.

“Misalnya, kata ‘dia’ dalam bahasa Indonesia sangat umum, tetapi dalam bahasa Bali bisa menjadi ‘ida’, ‘dane’, atau ‘ipun’. Maka, dalam konsep menerjemahkan sloka ini perlu ada konteks makna dan etika kebahasaan dalam sor singgih basa. Di sini yang masih kurang,” sebutnya.

Jero Arum menegaskan, pembina perlu lebih jeli dalam memperhatikan proses penerjemahan. Bahasa Indonesia tidak bisa serta-merta langsung diterjemahkan ke dalam bahasa Bali karena bahasa Bali memiliki istilah-istilah tersendiri. “Misalnya, ‘membuka mata’ seharusnya diterjemahkan menjadi ‘ngedat’, bukan ‘ngeranjingan penyikakan’,” jelasnya.

Selain itu, dalam membaca sloka terdapat aturan wirama yang ditentukan oleh guru dan lagu. Menurut Jero Arum, dalam hal ini pembina perlu lebih jeli ketika memberikan wewiletan atau wirama agar tetap memperhatikan guru lagu. Hal tersebut berpengaruh terhadap ketepatan dalam membaca sloka.

Lomba Kakawin Remaja Putra Ngawit

“Secara umum, dalam lomba ini yang paling penting adalah keutuhan pembacaan dan ketepatan terjemahan, bukan kecepatan membaca. Kebanyakan anak-anak yang tampil terlalu cepat temponya, sehingga maknanya tidak jelas. Banyak pula yang salah dalam pengucapan dan akhirnya menjadi kelemahan bagi peserta,” ungkap Jero Aru. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: sastra baliUtsawa Dharma GitaUtsawa Dharma Gita 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

Next Post

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

STREET SOLACE ---Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co