13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
in Panggung
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan para generasi muda mampu menenangkan pikiran dari rutinitas kehidupan yang serba cepat di zaman ini. Pedoman hidup kembali diingatkan, terutama untuk membedakan mana yang baik (dharma) dan mana yang buruk (adharma). Semua yang hadir juga diajak memahami sastra Bali yang menjadi akar kebudayaan Bali.

Itulah suasana yang terasa ketika menyaksikan berbagai lomba sastra dan budaya Bali dalam kegiatan Utsawa Dharmagita (UDG) XXXIII pada hari kedua, Sabtu, 12 September 2026. Dengan tema “Dharmagita Atmanam Dharma” yang bermakna Menuntun Jiwa Menuju Kesucian, kegiatan ini menghadirkan 11 bidang lomba sastra dengan total 37 kategori dan berlangsung pada 11–16 September 2026.

Di hari kedua ini, lomba yang digelar meliputi Membaca Sloka Anak-Anak Putra di Gedung Kriya, Dharmawacana Bahasa Inggris Dewasa Putri di Gedung Ksirarnawa, Membaca Palawakya Remaja Putra di Kalangan Angsoka, Membaca Kakawin Remaja Putra di Kalangan Ayodya, Menghafal Sloka Anak-Anak Putra di Wantilan, serta Dharmawacana Bahasa Bali Anak-Anak Putra di Kalangan Ratna Kanda.

Lomba membaca palawakya katagori remaja putra

Dari seluruh lomba tersebut, Membaca Palawakya Remaja Putra menjadi perhatian para pengunjung. Para peserta membawakan prosa Jawa Kuna/Kawi dengan suara yang tegas. Karakter vokal yang kuat, pembawaan, hingga pemaknaan dinilai mampu memberikan kesan tersendiri sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian sastra Bali. Para pengunjung seakan tidak percaya bahwa Palawakya tersebut dibawakan oleh generasi muda Bali.

Salah satu dewan juri, Nengah Medera, mengaku bangga dengan antusiasme generasi muda dalam mengikuti lomba Membaca Palawakya. Menurut dia, para peserta tampil dengan kualitas yang menunjukkan perkembangan cukup tinggi. “Itu barangkali karena para pembinanya sudah berpengalaman bertahun-tahun. Namun, masalahnya sekarang bagaimana kita selalu memotivasi anak-anak muda itu supaya senang dan mencintai warisan ini,” ucapnya.

Perkembangan para remaja tersebut memang masih memerlukan banyak pembinaan. Artinya, pembinaan tidak hanya untuk tampil dalam ajang Utsawa, tetapi juga bagaimana memotivasi mereka agar terus menekuni sastra sehingga menjadi aset bagi kebudayaan Bali. Sebab, tanpa memahami nilai-nilai yang bersumber dari ajaran suci, kebudayaan seolah-olah hanya dilihat sebagai sesuatu yang bersifat lahiriah. “Kalau kita berpikir tentang budaya Bali, sesungguhnya inilah yang menjadi akar dari apa yang diwarisi oleh para leluhur Bali,” tegasnya.

Lomba membaca sloka katagori anak putra ngawit

Medera menambahkan, jika direnungkan, susastra bersumber dari tattwa yang terdapat dalam kitab-kitab suci. Tattwa tersebut kemudian diformulasikan dan diturunkan menjadi sastra, lalu berkembang menjadi satua. Hal inilah yang dahulu dikuasai oleh para orang tua, sehingga dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. “Sampai pada pelaksanaan yang ke-33 ini, pemahaman para pembina, khususnya, sudah mulai kelihatan peningkatannya dibandingkan dengan awal lomba ini dimulai,” ujarnya.

Para pengunjung, utamanya anak-anak muda, juga meramaikan lomba Dharmawacana Bahasa Inggris kategori Dewasa Putri yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa. Kualitas para peserta dinilai sangat baik sehingga penampilan mereka terlihat ngelangenin (menawan hati). “Lomba Dharmawacana Bahasa Inggris mengalami perkembangan yang sangat baik setiap tahunnya. Hanya saja, secara kuantitas mengalami penurunan,” kata salah satu dewan juri, Ketut Sutama.

Hampir semua peserta memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik, termasuk dalam penguasaan materi. Mereka tampaknya antusias belajar dan mempersiapkan diri untuk bersaing agar mampu terpilih mewakili Bali di tingkat nasional. “Sayangnya, dari sembilan kabupaten/kota di Bali, hanya empat yang bisa kita seleksi untuk masuk ke tingkat nasional. Sebanyak empat peserta berasal dari Kabupaten Badung, Karangasem, Tabanan, dan Kota Denpasar. Maka, dari segi kuantitas memang menurun,” bebertnya.

Sementara itu, lomba Menghafal Sloka Anak-Anak Putra yang berlangsung di Wantilan juga memikat perhatian. Meski hanya diikuti empat peserta, yakni dari Kabupaten Gianyar, Badung, Karangasem, dan Kota Denpasar, lomba tersebut tetap memiliki daya tarik. Anak-anak mampu menghafal sloka secara utuh dengan baik. Mereka juga berani tampil dan tetap tenang ketika berada di atas panggung. “Persaingan di kategori putra ini cukup ketat, khususnya untuk juara satu dan dua,” ucap salah satu dewan juri, Jero Arum.

Lomba dharmawacana bahasa Inggris

Namun, yang menjadi catatan adalah pengucapan atau lafal. Karena dalam membaca sloka menggunakan bahasa Sanskerta, teknik pelafalannya harus benar. Salah dalam melafalkan dapat menyebabkan perubahan makna. Hal kedua adalah menerjemahkan sloka ke dalam bahasa Bali yang harus sesuai dengan aturan-aturan yang ada, seperti sor singgih basa, kata ganti orang, dan lainnya.

“Misalnya, kata ‘dia’ dalam bahasa Indonesia sangat umum, tetapi dalam bahasa Bali bisa menjadi ‘ida’, ‘dane’, atau ‘ipun’. Maka, dalam konsep menerjemahkan sloka ini perlu ada konteks makna dan etika kebahasaan dalam sor singgih basa. Di sini yang masih kurang,” sebutnya.

Jero Arum menegaskan, pembina perlu lebih jeli dalam memperhatikan proses penerjemahan. Bahasa Indonesia tidak bisa serta-merta langsung diterjemahkan ke dalam bahasa Bali karena bahasa Bali memiliki istilah-istilah tersendiri. “Misalnya, ‘membuka mata’ seharusnya diterjemahkan menjadi ‘ngedat’, bukan ‘ngeranjingan penyikakan’,” jelasnya.

Selain itu, dalam membaca sloka terdapat aturan wirama yang ditentukan oleh guru dan lagu. Menurut Jero Arum, dalam hal ini pembina perlu lebih jeli ketika memberikan wewiletan atau wirama agar tetap memperhatikan guru lagu. Hal tersebut berpengaruh terhadap ketepatan dalam membaca sloka.

Lomba Kakawin Remaja Putra Ngawit

“Secara umum, dalam lomba ini yang paling penting adalah keutuhan pembacaan dan ketepatan terjemahan, bukan kecepatan membaca. Kebanyakan anak-anak yang tampil terlalu cepat temponya, sehingga maknanya tidak jelas. Banyak pula yang salah dalam pengucapan dan akhirnya menjadi kelemahan bagi peserta,” ungkap Jero Aru. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: sastra baliUtsawa Dharma GitaUtsawa Dharma Gita 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

Next Post

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails
Next Post
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

STREET SOLACE ---Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co