22 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
in Panggung
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Jumpa pers Minikino Film Week 12 (MFW12) - Bali International Short Film Festival, bersiap untuk kembali digelar pada 11–18 September 2026

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus menjadi sebuah kebutuhan mendesak. Berangkat dari kesadaran tersebut, festival film pendek internasional tahunan, Minikino Film Week 12 (MFW12) – Bali International Short Film Festival, bersiap untuk kembali digelar pada 11–18 September 2026.

Kegiatan ini akan digelar di berbagai lokasi di Pulau Bali dengan pusat kegiatan di kota Denpasar. Edisi ke-12 festival yang digagas oleh Yayasan Kino Media ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan sinema, melainkan juga sebuah ikhtiar kolektif untuk membangun empati, mendobrak isolasi antar subjek, dan memperkuat ekosistem industri film pendek nasional dari akar rumput.

Edisi tahun ini dirancang tampil lebih segar, baik secara kuratorial maupun dari segi keterlibatan orang-orang di balik layarnya.

 “Kami percaya film pendek berfungsi sebagai jendela yang esensial. Gambar bisa menembus isolasi yang kita bangun di dalam diri kita sendiri,” ungkap Edo Wulia, Direktur Festival MFW12.

“Film-film ini tidak menjanjikan jawaban yang mudah, tetapi menawarkan kesadaran bahwa manusia adalah setara dengan kelebihan dan kekurangannya, dan kapasitas kita untuk berharap pada nilai kebaikan,” tambahnya.

Rekor Data dan Keragaman Kurasi

Secara skala, festival tahun ini menerima total 1.454 film pendek dari seluruh penjuru dunia melalui platform pendaftaran internasional. Setelah melalui proses kurasi berlapis oleh tim pra-seleksi dan program, akhirnya terpilih 122 film pendek sebagai Official Selection. Seleksi tahun ini mewakili 60 negara, termasuk Indonesia.

Selain program kompetisi internasional, MFW12 juga menghadirkan beragam program khusus. Di antaranya adalah pertukaran film nasional Indonesia Raja 2026, jaringan regional The Southeast Asia Networks, tiga program tamu, serta film pilihan dari kompetisi Begadang 10 Tahun. Secara keseluruhan, festival ini memproyeksikan 202 judul film pendek yang terbagi dalam 42 program penayangan. Program-program ini akan diputar secara berulang di beberapa lokasi untuk memperluas akses penonton.

Dari keseluruhan film yang diputar, data  menunjukkan dominasi karya fiksi sebesar 59,46%, disusul animasi sebesar 20,27%, dokumenter sebesar 9,91%, eksperimental sebesar 8,11%, dan dokufiksi sebesar 2,25%.

Press Conference Minikino Film Week 12 | Foto: Dok. Minikino

Empat Pilar Strategis Festival

Edisi ke-12 ini ditopang oleh empat pilar strategis yang mengintegrasikan aspek eksibisi, industri, pendidikan, dan kompetisi secara dinamis:

  1. Eksibisi dan Penayangan (Festival & Community Screenings): Pusat kegiatan festival berada di MASH Denpasar Art House Cinema, RTB-Rumah Tanjung Bungkak, dan Dharma Negara Alaya (DNA). Guna memperluas aksesibilitas, MFW12 kembali mengaktifkan program Community Screenings di berbagai titik, seperti Alliance Française Bali, SMAN Bali Mandara (Buleleng), Kedai Kopi DeKakiang – Singaraja Menonton (Singaraja), CushCush Gallery, Rumah Film Sang Karsa (Lovina), dan Noema Resort Pererenan. 
  2. Tahun ini, kembali hadir juga program khusus Sinema Inklusif yang menyediakan deskripsi audio (Audio Description) untuk penonton dengan gangguan penglihatan, dan takarir khusus untuk penonton dengan gangguan pendengaran (SDH). Semuanya dalam versi Bahasa Indonesia.
  3. Pengembangan Pasar Film Pendek (8th Short Film Market): Memasuki tahun kedelapan, Short Film Market (SFM) di MFW12 telah berkembang menjadi ruang temu profesional nasional dan global. Menghadirkan 25 kegiatan pasar film (short film market events), pilar ini memfasilitasi market screenings, pitching forum, talks, dan sesi berjejaring (Speed Dates) yang menghubungkan kreator dengan produser, kurator, serta lembaga pendanaan internasional.
  4. Pendidikan Berkelanjutan (MFW Education): Divisi pendidikan MFW12 secara konsisten mempromosikan literasi media dan berpikir kritis. Tahun ini, berkat dukungan fasilitas dari Dharma Negara Alaya, Denpasar Creative Agency (BKraf Denpasar),pemerintah kota Denpasar, pemutaran Short Films for Schools dilengkapi dengan Watch and Learn Guide (Panduan Nonton dan Belajar). Salah satu bentuk konkretnya adalah ko-produksi film pendek animasi stop-motion internasional KORINCO (Korea-Indonesia-Colombia).  KORINCO tahun ke-4 ini berkolaborasi intensif dengan SDN 5 Dauh Puri, Denpasar, guna melatih anak-anak usia 10-12 tahun membuat karya animasi, bersama rekan sebaya dari belahan dunia lain.
  5. Program Kompetisi dan Inkubasi: Selain kompetisi film nasional dan internasional, festival ini juga menjadi saksi ketatnya persaingan Begadang 10 Tahun. Kompetisi produksi film pendek dalam batasan 34 jam, tahun ini diikuti oleh 50 kelompok produksi dari seluruh Indonesia. Hanya 31 peserta yang berhasil menyelesaikan tantangannya. Dan sepuluh film pendek hasil kompetisi film Begadang 10 tahun terpilih untuk ditayangkan perdana di MFW12.
  6. Selain itu, program SHORTS UP 2026 hadir kembali untuk kali ke-3, masih dengan dukungan Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya (MTN Seni Budaya) untuk mendukung pengembangan naskah film talenta pembuat film Indonesia.

Jajaran Juri Internasional dan Juri Muda MFW12

Penentuan pemenang penghargaan bergengsi MFW12  tahun ini, dikawal oleh dewan juri lintas disiplin, gender, dan kebangsaan. Dewan Juri Internasional (Jury Board 2026) terdiri dari tiga nama berpengaruh di kancah seni dan sinema internasional:

  • Gie Sanjaya (kurator independen, peneliti, pendidik, dan pendiri Kids Biennale Indonesia);
  • Mélissa Bouchard (Direktur Program REGARD – Saguenay International Short Film Festival, Kanada); dan
  • Patrick Campos (akademisi film, programmer-kurator, dan profesor di University of the Philippines Film Institute, Filipina).

Mereka mengemban mandat untuk menentukan pemenang pada berbagai kategori utama, termasuk MFW Best Short Film of the Year Award 2026, serta penghargaan film pendek fiksi, dokumenter, animasi, eksperimental, anak-anak, Kompetisi Nasional, hingga kompetisi Begadang.

Selain itu, sebuah tradisi istimewa dihadirkan khusus untuk kompetisi produksi film pendek selama 34 jam – Begadang. MFW12 memperkenalkan Deru Ibnu Ghifari sebagai Juri Kehormatan untuk Begadang 10 Tahun. Juri Kehormatan Begadang adalah pemenang utama kompetisi tahun lalu.

Melanjutkan komitmen regenerasi, festival tahun ini juga kembali mengaktifkan Youth Jury Board 2026. Dewan juri muda ini beranggotakan para alumni program magang penulisan tahun lalu (Minikino Hybrid Internship for Film Festival Writers 2025), yaitu Audie Wang, Hilmi Reyhan, Rahmania Nerva, dan Hesty Nurul Kusumaningtyas. Mengandalkan kepekaan estetika dan perspektif khas generasi muda, mereka bertugas menyeleksi dan menentukan pemenang untuk penghargaan khusus Youth Jury Award 2026.

Energi Segar dan Humanis dari Balik Layar

Perbedaan paling mendasar yang membuat MFW12 terasa lebih segar tahun ini adalah penonjolan sudut pandang  kemanusiaan yang intim dari para kru pendukungnya, khususnya para kru magang dari berbagai daerah di Indonesia yang menggerakkan roda festival sehari-hari. 

Fransiska Prihadi, Direktur Program MFW12, menegaskan bahwa kehangatan film pendek tidak lepas dari cara tim di belakangnya bekerja. “Sifat film pendek yang sangat personal dan intim itu hanya bisa dihadirkan jika orang-orang yang mengerjakannya juga bekerja dengan rasa saling percaya. Kerja tim inilah yang menjadikan MFW12 bukan sekadar ajang selebrasi film, tetapi sebuah ruang perjumpaan yang humanis,” tuturnya.

Senada dengan hal itu, I Made Suarbawa, Travelling Cinema Director sekaligus ketua yayasan Kino Media, menambahkan dimensi lokal dari festival ini. “Dengan pop-up cinema yang bergerak ke desa-desa di seluruh Bali selama bertahun-tahun, kami percaya pada kekuatan film pendek untuk memperkuat rasa kebersamaan di dalam komunitas dan masyarakat luas,” ujarnya. “Minikino sebagai cikal bakal MFW, sejak awal digerakkan oleh sukarelawan (Volunteer), bahkan hingga saat ini. Rasa antusias pada film pendek dan gairah berjejaring yang kemudian menjadi nafas dari pelaksanaan MFW. Sehingga MFW menjadi festival yang terasa akrab dan egaliter”, ungkap I Made Suarbawa, Travelling Cinema Director sekaligus ketua yayasan Kino Media.

Napas segar festival kali ini benar-benar disuarakan oleh generasi muda di garda depan pelaksanaan. Salah satunya adalah Putu Mutya Dewi, mahasiswa DKV Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia yang sedang menjalani kerja praktik di kantor kreatif Minikino sebagai tim desain visual. “Sebagai anak Bali yang biasanya hanya bergaul di lingkaran lokal, di sini saya dipertemukan dengan teman-teman dari latar belakang daerah yang sangat beragam. Ini membuka cara pandang saya tentang kerja kolaboratif yang profesional namun tetap sangat hangat dan suportif,” kata Mutya.

Bagi Amin Taufik Ramadhan, kru magang asal Bogor sekaligus mahasiswa Film & Televisi Universitas Widyatama Bandung, MFW12 menjadi aplikasi nyata dari teori akademisnya. “Semua materi kuliah dan SKS teraplikasi penuh di sini, dari masalah teknis pemutaran hingga manajemen praproduksi. Lingkungan kerjanya sangat kompak, sehat, dan betul-betul memanusiakan kami sebagai pekerja kreatif,” ungkap Taufik.

Pengalaman emosional juga dirasakan oleh Abigail Florence Pattiselanno. Lulusan Arsitektur Universitas Sam Ratulangi yang berminat di bidang graphic design ini sempat menyimpan rasa cemas sebelum bergabung sebagai kru magang. “Awalnya saya takut, membayangkan dunia festival ini akan sangat menyeramkan dan kaku seperti korporat umum, terutama karena saya sempat trauma dengan pengalaman melamar kerja sebelumnya. Namun di sini, saya justru menemukan keluarga baru (found family). Kami dibimbing, dituntun, diajarkan toleransi yang sangat tinggi, dan diberi ruang untuk berkembang. Hal ini mengembalikan kepercayaan diri saya untuk berkomunikasi,” tutur kru yang akrab dipanggil Abbie ini.

Kombinasi energi anak muda antar daerah ini kian diperkuat oleh pandangan Dewi Retno Wulan Kusuma Ningrum selaku Market Screening Coordinator MFW12. Dalam mengoordinasikan program penayangan pasar film (Short Film Market), ia menaruh harapan besar terhadap jalinan kolaborasi tulus yang tercipta di ruang pemutaran. “Harapan kami, para peserta Short Film Market di MFW tahun ini mendapatkan networking yang lebih luas. MFW dan market screening ini harus terus menjadi jembatan kokoh yang mempertemukan mereka dengan orang-orang baru,” tuturnya.

Keberlanjutan ekosistem film pendek ini tentu membutuhkan sinergi lintas sektor. Hadirnya dukungan konkret dari Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menjadi angin segar sekaligus penguat langkah bagi partisipasi aktif filmmaker Indonesia di ajang internasional.

Nilai kemanusiaan MFW12 juga diwujudkan secara nyata melalui ruang tayang yang inklusif. Festival tahun ini menghadirkan program Sinema Inklusif yang memberikan aksesibilitas bagi penonton Tuli dan teman disabilitas netra. Melalui penyediaan takarir khusus (SDH) serta deskripsi audio (Audio Description) dalam Bahasa Indonesia, MFW12 berusaha mengalih wahanakan keindahan sinema pendek untuk dinikmati secara setara oleh seluruh lapisan masyarakat.

Melalui sinergi antara jejaring nasional dan internasional, integrasi pilar industri-pendidikan, serta kehangatan manusia di balik layarnya, Minikino Film Week 12 siap membuktikan bahwa film pendek adalah jembatan budaya yang penting untuk mempertemukan manusia. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana/Siaran Pers
Editor: Adnyana Ole

Tags: film pendekMinikinoMinikino Film WeekMinikino Film Week 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BALI DALAM “FENOMENA KUTUKAN ORANG BAIK”

Next Post

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co