10 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
in Panggung
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Persiapan Utsawa Dharma Gita 2026

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026 menghadirkan warna baru melalui Dharmacarita yang dikemas dalam bentuk storytelling untuk mendekatkan tradisi sastra dan budaya Bali kepada generasi muda.

UDG XXXIII akan digelar pada 11–16 September 2026 di UPTD Taman Budaya Provinsi Bali. Selain lantunan sloka, kakawin, kidung, dan dharmawacana, ajang ini menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk mengenali sekaligus menceritakan kembali kekayaan budaya yang tumbuh di daerah masing-masing.

Melalui Dharmacarita, anak-anak tidak sekadar tampil sebagai peserta. Mereka terlebih dahulu diajak mengenali dan memahami budaya, tradisi, sejarah, maupun berbagai aktivitas yang hidup di lingkungan mereka, sebelum mengemasnya menjadi cerita yang menarik.

UDG XXXIII mengusung tema “Dharmagita Atmanam Dharma” dan dijadwalkan dibuka Gubernur Bali Wayan Koster pada Jumat, 11 September 2026. “Kehadiran Dharmacarita menjadi salah satu inovasi dalam pelaksanaan UDG tahun ini,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, S.Ag., M.Si., didampingi Kurator UDG Prof. Dr. Nyoman Suarka dan Prof. Dr. Made Surada, di sela-sela gladi bersih di Gedung Ksirarnawa, Kamis, 11 September 2026.

Menurut Alit Suryana, selain Dharma Acana berbahasa Inggris, tahun ini anak-anak memperoleh ruang baru untuk menyampaikan cerita tentang daerahnya melalui kemampuan bertutur. “Dharmacarita itu kalau kita bilang storytelling. Bagaimana anak-anak peserta ini bisa bercerita tentang budaya-budaya dan kegiatan yang ada di masing-masing wilayahnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep Dharmacarita memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perlombaan. Anak-anak secara tidak langsung didorong untuk mengenal daerahnya sendiri, mengetahui cerita yang berkembang, memahami tradisi, kemudian menyampaikannya kembali dalam bentuk cerita.

“Di samping mereka mengikuti kegiatan ini, mereka juga peduli dengan wilayahnya, memahami wilayahnya, mungkin cerita apa yang ada di wilayah itu. Itu mereka pahami, kemudian kita lombakan lewat Dharmacarita,” harapnya.

Jadi Ruang Belajar

Menariknya, UDG XXXIII juga dirancang sebagai ruang pembelajaran dengan melibatkan anak-anak sekolah. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar untuk menghadirkan anak-anak dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Kehadiran mereka diharapkan tidak sekadar untuk menyaksikan perlombaan. Anak-anak dapat melihat langsung bagaimana sastra keagamaan dan budaya Bali dipraktikkan oleh peserta terbaik yang merupakan utusan dari masing-masing kabupaten/kota. “Ini agar anak-anak mendapatkan pemahaman. Kegiatan ini juga banyak diajarkan di sekolah-sekolah, kemudian di banjar-banjar dan desa adat,” jelas Alit Suryana.

Peserta UDG tingkat provinsi, jelasnya merupakan hasil pembinaan dan seleksi dari masing-masing kabupaten/kota. Karena itu, kualitas peserta yang tampil diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus sumber pembelajaran bagi anak-anak yang hadir. “Di sini mereka dapat belajar. Ada contoh langsung di sana, oh ini ilustrasi yang baik. Jadi mereka dapat juga belajar tentang Dharma Gita lewat kegiatan lomba Dharma Gita,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, UDG tidak hanya menjadi panggung bagi peserta lomba. Anak-anak yang hadir juga mendapatkan pengalaman belajar dari apa yang mereka lihat dan dengar secara langsung. “Dharmacarita menjadi menarik karena menempatkan anak-anak sebagai pencerita sekaligus pengenalnya sendiri terhadap budaya daerah,” tegasnya.

Menurut Alit Suryana, cerita yang dibawakan peserta dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Bali yang selama ini tumbuh di desa, banjar, maupun lingkungan keluarga.

Di tengah perubahan zaman dan semakin kuatnya pengaruh budaya global, pendekatan melalui cerita dinilai lebih dekat dengan dunia anak-anak. Mereka tidak hanya diminta menghafal materi, tetapi diajak mencari cerita, memahami maknanya, kemudian menyampaikannya dengan bahasa dan gaya yang mereka kuasai.

Dari proses tersebut, diharapkan tumbuh rasa ingin tahu sekaligus kepedulian terhadap lingkungan budaya sendiri.

11 Bidang Lomba, 37 Kategori

11 Bidang Lomba, 37 Katagori

UDG XXXIII tahun 2026 menghadirkan 11 bidang lomba dengan 37 kategori. Materinya antara lain membaca sloka, palawakya, kakawin, kidung, nyanyian keagamaan Hindu, gaguritan, dharmawacana Bahasa Bali, dharmawacana Bahasa Inggris, menghafal sloka, dharmawiwada, hingga dharmacarita.

Pesertanya berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, baik pelajar maupun masyarakat umum. Itu karena tujuan utama UDG XXXIII bukan semata-mata menghasilkan juara. Yang jauh lebih penting adalah memastikan pembinaan dharmagita terus berlanjut setelah perlombaan berakhir.

“Nah, yang jauh lebih penting adalah bagaimana pembinaan dharmagita terus berlanjut setelah perlombaan selesai. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik, sangat luar biasa. Bagaimanapun, kita di Bali, kegiatan ini memang salah satu aktivitas kita berkaitan dengan kesusastraan kita di Bali,” bebernya.
Menurutnya, sastra memiliki posisi penting dalam kehidupan budaya Bali. Berbagai nilai hidup dan berkembang dalam aktivitas masyarakat melalui sastra. Bahkan, sastra menjadi sumber dari berbagai kegiatan budaya yang dilaksanakan di Bali.

Karena itu, perlombaan dalam UDG hanya menjadi salah satu cara untuk menjaga agar tradisi tersebut tetap mendapatkan ruang. “Tujuan kita bukan hanya lomba, tetapi bagaimana kita membina keberlanjutan daripada Dharma Gita ini setelah lomba. Lomba ini kan sebagai yang kecil,” tegasnya.

Keberlanjutan tersebut, kata Alit, sebenarnya telah terlihat dalam kehidupan masyarakat Bali. Di banyak desa, dharmagita masih menjadi bagian dari pelaksanaan upacara adat dan keagamaan. Tradisi tersebut tetap hidup bukan sekadar karena dipertontonkan, melainkan karena dilakukan dan diwariskan secara turun-temurun.

Melalui UDG, proses regenerasi itu kembali diperkuat. Anak-anak sekolah diperkenalkan dengan dharmagita, sementara melalui Dharmacarita mereka diberikan ruang untuk mengenali dan menceritakan kembali budaya yang hidup di daerahnya.

Dengan demikian, panggung UDG diharapkan tidak hanya menghasilkan pemenang lomba, tetapi juga melahirkan generasi muda yang mengenal dan memahami akar budayanya sendiri.

Sasolahan dan Seminar

Pembukaan UDG XXXIII akan dimeriahkan sasolahan dari Sanggar Seni KOKAR berjudul “Sandyagita Jaratkaru”. Sementara itu, pada 15 September, sasolahan kembali digelar dalam rangkaian penutupan melalui kolaborasi dengan UPTD Taman Budaya Provinsi Bali. Pertunjukan tersebut memadukan drama, tari klasik Bali, dan gamelan.

Pada hari yang sama juga digelar seminar dharmagita yang melibatkan sekitar 300 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, pendidik, dan masyarakat umum. Seminar tersebut menjadi ruang untuk membahas nilai, perkembangan, serta strategi pelestarian dharmagita agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Seluruh rangkaian UDG XXXIII akan ditutup pada 16 September 2026 dengan penyerahan penghargaan kepada para juara. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Utsawa Dharma GitaUtsawa Dharma Gita 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 28, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas
Pendidikan

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

SEBANYAK 490 mahasiswa baru Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali memulai kehidupan kampus melalui Malam Kreativitas Kampus dan Pembukaan Pengenalan...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”
Pop

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Tubuh yang Saya Suruh Begadang
Esai

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

by Angga Wijaya
September 9, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

by Chusmeru
September 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co