1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
in Panggung
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Persiapan Utsawa Dharma Gita 2026

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026 menghadirkan warna baru melalui Dharmacarita yang dikemas dalam bentuk storytelling untuk mendekatkan tradisi sastra dan budaya Bali kepada generasi muda.

UDG XXXIII akan digelar pada 11–16 September 2026 di UPTD Taman Budaya Provinsi Bali. Selain lantunan sloka, kakawin, kidung, dan dharmawacana, ajang ini menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk mengenali sekaligus menceritakan kembali kekayaan budaya yang tumbuh di daerah masing-masing.

Melalui Dharmacarita, anak-anak tidak sekadar tampil sebagai peserta. Mereka terlebih dahulu diajak mengenali dan memahami budaya, tradisi, sejarah, maupun berbagai aktivitas yang hidup di lingkungan mereka, sebelum mengemasnya menjadi cerita yang menarik.

UDG XXXIII mengusung tema “Dharmagita Atmanam Dharma” dan dijadwalkan dibuka Gubernur Bali Wayan Koster pada Jumat, 11 September 2026. “Kehadiran Dharmacarita menjadi salah satu inovasi dalam pelaksanaan UDG tahun ini,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, S.Ag., M.Si., didampingi Kurator UDG Prof. Dr. Nyoman Suarka dan Prof. Dr. Made Surada, di sela-sela gladi bersih di Gedung Ksirarnawa, Kamis, 11 September 2026.

Menurut Alit Suryana, selain Dharma Acana berbahasa Inggris, tahun ini anak-anak memperoleh ruang baru untuk menyampaikan cerita tentang daerahnya melalui kemampuan bertutur. “Dharmacarita itu kalau kita bilang storytelling. Bagaimana anak-anak peserta ini bisa bercerita tentang budaya-budaya dan kegiatan yang ada di masing-masing wilayahnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep Dharmacarita memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perlombaan. Anak-anak secara tidak langsung didorong untuk mengenal daerahnya sendiri, mengetahui cerita yang berkembang, memahami tradisi, kemudian menyampaikannya kembali dalam bentuk cerita.

“Di samping mereka mengikuti kegiatan ini, mereka juga peduli dengan wilayahnya, memahami wilayahnya, mungkin cerita apa yang ada di wilayah itu. Itu mereka pahami, kemudian kita lombakan lewat Dharmacarita,” harapnya.

Jadi Ruang Belajar

Menariknya, UDG XXXIII juga dirancang sebagai ruang pembelajaran dengan melibatkan anak-anak sekolah. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar untuk menghadirkan anak-anak dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Kehadiran mereka diharapkan tidak sekadar untuk menyaksikan perlombaan. Anak-anak dapat melihat langsung bagaimana sastra keagamaan dan budaya Bali dipraktikkan oleh peserta terbaik yang merupakan utusan dari masing-masing kabupaten/kota. “Ini agar anak-anak mendapatkan pemahaman. Kegiatan ini juga banyak diajarkan di sekolah-sekolah, kemudian di banjar-banjar dan desa adat,” jelas Alit Suryana.

Peserta UDG tingkat provinsi, jelasnya merupakan hasil pembinaan dan seleksi dari masing-masing kabupaten/kota. Karena itu, kualitas peserta yang tampil diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus sumber pembelajaran bagi anak-anak yang hadir. “Di sini mereka dapat belajar. Ada contoh langsung di sana, oh ini ilustrasi yang baik. Jadi mereka dapat juga belajar tentang Dharma Gita lewat kegiatan lomba Dharma Gita,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, UDG tidak hanya menjadi panggung bagi peserta lomba. Anak-anak yang hadir juga mendapatkan pengalaman belajar dari apa yang mereka lihat dan dengar secara langsung. “Dharmacarita menjadi menarik karena menempatkan anak-anak sebagai pencerita sekaligus pengenalnya sendiri terhadap budaya daerah,” tegasnya.

Menurut Alit Suryana, cerita yang dibawakan peserta dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Bali yang selama ini tumbuh di desa, banjar, maupun lingkungan keluarga.

Di tengah perubahan zaman dan semakin kuatnya pengaruh budaya global, pendekatan melalui cerita dinilai lebih dekat dengan dunia anak-anak. Mereka tidak hanya diminta menghafal materi, tetapi diajak mencari cerita, memahami maknanya, kemudian menyampaikannya dengan bahasa dan gaya yang mereka kuasai.

Dari proses tersebut, diharapkan tumbuh rasa ingin tahu sekaligus kepedulian terhadap lingkungan budaya sendiri.

11 Bidang Lomba, 37 Kategori

11 Bidang Lomba, 37 Katagori

UDG XXXIII tahun 2026 menghadirkan 11 bidang lomba dengan 37 kategori. Materinya antara lain membaca sloka, palawakya, kakawin, kidung, nyanyian keagamaan Hindu, gaguritan, dharmawacana Bahasa Bali, dharmawacana Bahasa Inggris, menghafal sloka, dharmawiwada, hingga dharmacarita.

Pesertanya berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, baik pelajar maupun masyarakat umum. Itu karena tujuan utama UDG XXXIII bukan semata-mata menghasilkan juara. Yang jauh lebih penting adalah memastikan pembinaan dharmagita terus berlanjut setelah perlombaan berakhir.

“Nah, yang jauh lebih penting adalah bagaimana pembinaan dharmagita terus berlanjut setelah perlombaan selesai. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik, sangat luar biasa. Bagaimanapun, kita di Bali, kegiatan ini memang salah satu aktivitas kita berkaitan dengan kesusastraan kita di Bali,” bebernya.
Menurutnya, sastra memiliki posisi penting dalam kehidupan budaya Bali. Berbagai nilai hidup dan berkembang dalam aktivitas masyarakat melalui sastra. Bahkan, sastra menjadi sumber dari berbagai kegiatan budaya yang dilaksanakan di Bali.

Karena itu, perlombaan dalam UDG hanya menjadi salah satu cara untuk menjaga agar tradisi tersebut tetap mendapatkan ruang. “Tujuan kita bukan hanya lomba, tetapi bagaimana kita membina keberlanjutan daripada Dharma Gita ini setelah lomba. Lomba ini kan sebagai yang kecil,” tegasnya.

Keberlanjutan tersebut, kata Alit, sebenarnya telah terlihat dalam kehidupan masyarakat Bali. Di banyak desa, dharmagita masih menjadi bagian dari pelaksanaan upacara adat dan keagamaan. Tradisi tersebut tetap hidup bukan sekadar karena dipertontonkan, melainkan karena dilakukan dan diwariskan secara turun-temurun.

Melalui UDG, proses regenerasi itu kembali diperkuat. Anak-anak sekolah diperkenalkan dengan dharmagita, sementara melalui Dharmacarita mereka diberikan ruang untuk mengenali dan menceritakan kembali budaya yang hidup di daerahnya.

Dengan demikian, panggung UDG diharapkan tidak hanya menghasilkan pemenang lomba, tetapi juga melahirkan generasi muda yang mengenal dan memahami akar budayanya sendiri.

Sasolahan dan Seminar

Pembukaan UDG XXXIII akan dimeriahkan sasolahan dari Sanggar Seni KOKAR berjudul “Sandyagita Jaratkaru”. Sementara itu, pada 15 September, sasolahan kembali digelar dalam rangkaian penutupan melalui kolaborasi dengan UPTD Taman Budaya Provinsi Bali. Pertunjukan tersebut memadukan drama, tari klasik Bali, dan gamelan.

Pada hari yang sama juga digelar seminar dharmagita yang melibatkan sekitar 300 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, pendidik, dan masyarakat umum. Seminar tersebut menjadi ruang untuk membahas nilai, perkembangan, serta strategi pelestarian dharmagita agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Seluruh rangkaian UDG XXXIII akan ditutup pada 16 September 2026 dengan penyerahan penghargaan kepada para juara. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Utsawa Dharma GitaUtsawa Dharma Gita 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

Next Post

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails
Next Post
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co