TABANAN | TATKALA — Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu Vidya Pertiwi, diundang oleh kurator Ni Ketut Ayu Sri Wardani br. Girsang untuk berpartisipasi dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam” di Huta Art Space, Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Pameran yang mempertemukan para perupa muda ini akan dibuka pada 2 Oktober 2026, pukul 16.00–19.00 WIB. Kehadiran Bagus Sastra dan Ayu Vidya menarik karena keduanya berasal dari dua jenjang usia berbeda—SMA dan sekolah dasar—namun sama-sama mencoba membaca alam dan kebudayaan Toba melalui perspektif generasi muda Bali.
I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa, siswa kelas X SMA Negeri 1 Tabanan, menghadirkan karya berjudul “Harmoni Alam Toba”, 2026, cat akrilik di atas kanvas berukuran 50 × 100 cm.

Dalam karya tersebut, Bagus mempertemukan figur manusia Batak dengan bentang Danau Toba. Sosok manusia, perbukitan, air dan langit membentuk kesatuan visual yang berbicara mengenai hubungan manusia dengan lingkungan dan kebudayaan yang tumbuh di sekitarnya.
Bagi Bagus, Toba tidak hanya hadir sebagai lanskap, tetapi sebagai ruang kehidupan dan kebudayaan. Dari perspektif seorang remaja yang tumbuh di Bali, ia mencoba membaca Toba melalui nilai-nilai yang juga dekat dengan kehidupannya: penghormatan terhadap alam, manusia, tradisi, dan identitas budaya.
Bagus Sastra telah menekuni seni rupa sejak usia anak-anak. Salah satu pencapaian pentingnya adalah meraih Grand Prix Mitsubishi Asian Children’s Enikki Festa 2021–2022 di Jepang, melalui karya yang mengangkat pengalaman dan kebudayaan Bali.
Ayu Vidya Membaca Toba melalui Warna dan Imajinasi Anak
Sementara itu, Ni Kadek Ayu Vidya Pertiwi, siswa kelas V SD Negeri 1 Biaung, Penebel, Tabanan, menghadirkan dua karya dalam satu seri, yakni “Harmoni Alam Toba #1” dan “Harmoni Alam Toba #2”.
Kedua karya dibuat pada tahun 2026 menggunakan cat gouache di atas kanvas berukuran 50 × 100 cm.
Melalui permainan warna dan sapuan cat yang ekspresif, Ayu menghadirkan keindahan Danau Toba dan hubungan manusia dengan lingkungan sebagai bagian penting dari kehidupan dan kebudayaan masyarakat Toba.
Dalam pandangan Ayu, alam tidak sekadar menjadi pemandangan. Danau, perbukitan, langit dan vegetasi menjadi sebuah ruang kehidupan yang saling terhubung. Warna-warna yang hidup menghadirkan kesan kekayaan alam, suasana, sekaligus energi kehidupan di kawasan Toba.

Sebagai seorang anak yang melihat dan menafsirkan kebudayaan melalui pengalaman artistiknya sendiri, Ayu menghadirkan perspektif yang spontan dan segar. Karyanya menjadi refleksi sederhana tentang bagaimana alam, manusia dan budaya dapat hidup berdampingan dalam sebuah kesatuan yang harmonis.
Ayu Vidya telah mengenal aktivitas menggambar dan melukis sejak usia sekitar tiga tahun. Ia mengeksplorasi cat air, pensil warna, krayon dan karya digital, hingga kemudian mengembangkan ketertarikan pada cat gouache di atas kertas dan kanvas.
Dari Bali Membaca Toba melalui Seni
Keikutsertaan Bagus Sastra dan Ayu Vidya memperlihatkan bagaimana seni rupa dapat menjadi jembatan perjumpaan antargenerasi sekaligus antarbudaya.
Bagus, sebagai pelajar SMA, mulai membangun dialog antara figur manusia, identitas budaya dan lanskap. Sementara Ayu yang masih duduk di sekolah dasar menghadirkan keberanian warna, spontanitas dan imajinasi seorang anak.
Keduanya bertemu pada satu gagasan yang sama: alam bukan sekadar latar kehidupan manusia, melainkan bagian dari kebudayaan dan identitas yang perlu dikenali, dihargai dan dijaga.
Tema “Danau Toba: Manusia & Alam” memberi ruang kepada generasi muda untuk memandang Danau Toba lebih jauh daripada sekadar bentang alam. Toba hadir sebagai ruang hidup tempat alam, manusia, tradisi dan ingatan budaya tumbuh bersama.
Bagi Bagus Sastra dan Ayu Vidya, kesempatan ini sekaligus menjadi pengalaman pembelajaran lintas budaya. Dari Tabanan, Bali, keduanya mengenali Toba melalui proses artistik dan kemudian mempertemukan hasil pembacaan tersebut dengan karya-karya perupa muda lainnya di Sumatera Utara.
Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam” dikuratori oleh Ni Ketut Ayu Sri Wardani br. Girsang dan akan dibuka pada 2 Oktober 2026, pukul 16.00–19.00 WIB, bertempat di Huta Art Space, Kompleks Piltik Coffee, Jl. Sadar/Sipahutar No. 31, Lobusiregar 1, Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. [T]































