6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
in Budaya
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 | Foto: Istimewa

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali mendapat ruang di tengah kehidupan masyarakat Bali. Ajang budaya ini tidak sekadar menjadi perlombaan, tetapi juga ruang pelestarian tradisi lisan sekaligus penguatan nilai agama, seni, sastra, dan karakter generasi muda. UDG XXXIII berlangsung pada 11–16 September 2026 di UPTD Taman Budaya Provinsi Bali.

Dalam kehidupan keagamaan umat Hindu di Bali, dharmagita memiliki kedudukan penting. Nyanyian suci ini kerap hadir dalam berbagai pelaksanaan upacara yadnya, sekaligus menjadi sarana kirtanam atau memuja dan mengagungkan Tuhan melalui lantunan suara. Di dalamnya terkandung nilai etika, sradha, bhakti, serta ajaran moral yang diwariskan melalui sastra keagamaan.

Karena itu, dharmagita juga memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan nilai budaya Bali. Kemampuan melantunkan tembang secara tepat hanyalah salah satu bagian. Lebih jauh, tradisi ini menjadi salah satu cara masyarakat Bali mewariskan pengetahuan, nilai spiritual, dan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya. “Semangat tersebut menjadi salah satu dasar penyelenggaraan UDG XXXIII,” ucapnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan penjelasan Kurator UDG XXXIII, Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum., Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Ia menegaskan bahwa UDG merupakan bagian dari upaya penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali. “UDG tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi menjadi ruang pelestarian tradisi lisan sekaligus penguatan nilai agama, seni, sastra, dan karakter generasi muda,” jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, S.Ag., M.Si., | Foto: Istimewa

Kegiatan tersebut, lanjut Prof. Suarka, sejalan dengan amanat Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali, yang memberikan perhatian terhadap berbagai bentuk warisan budaya seperti sloka, palawakya, gaguritan, kakawin, kidung, dan dharmawacana.

Tidak Sekadar Lomba

Ruang yang dibangun melalui UDG juga terlihat dari peserta yang terlibat. Alit Suryana mengatakan, UDG XXXIII melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, baik dari kalangan pelajar maupun masyarakat umum. Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk berkompetisi, tetapi juga mengikuti proses pembinaan dan latihan agar mampu memahami isi serta makna dharmagita yang dibawakan.

Tahun ini, UDG XXXIII menyajikan 11 bidang lomba dengan 37 kategori. Materi yang dilombakan antara lain membaca sloka, palawakya, kakawin, kidung, nyanyian keagamaan Hindu, gaguritan, dharmawacana Bahasa Bali, dharmawacana Bahasa Inggris, menghafal sloka, dharmawiwada, dan dharmacarita.

Keragaman kategori tersebut memperlihatkan luasnya tradisi dharmagita sekaligus memberikan ruang bagi berbagai kelompok usia untuk terlibat. Anak-anak dapat mulai mengenal sastra dan nyanyian keagamaan sejak dini, sementara remaja dan orang dewasa mendapat kesempatan mengembangkan kemampuan sekaligus memperdalam pemahaman terhadap tradisi yang mereka warisi.

“Proses penilaian dilakukan oleh dewan juri dengan mengedepankan objektivitas dan ketentuan yang telah ditetapkan. Para pemenang selanjutnya dipersiapkan menjadi wakil Provinsi Bali pada Utsawa Dharmagita tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 2027 di Palu, Sulawesi Tengah.”

Menghidupkan Tradisi di Ruang Publik

Perjumpaan antarpeserta dari berbagai daerah di Bali akan berlangsung di UPTD Taman Budaya Provinsi Bali. Tempat ini dipilih karena memiliki posisi penting sebagai salah satu ruang kegiatan seni dan budaya di Bali. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadikan Taman Budaya bukan hanya arena perlombaan, tetapi juga ruang perjumpaan antargenerasi dan komunitas budaya.

UDG XXXIII akan dibuka pada 11 September 2026 oleh Gubernur Bali dengan menyajikan sasolahan yang dipersembahkan Sanggar Seni KOKAR. Pertunjukan ini memberikan warna tersendiri sekaligus menegaskan bahwa UDG tidak berdiri sendiri sebagai kegiatan perlombaan, tetapi berada dalam ekosistem seni dan budaya Bali yang lebih luas.

Rangkaian sasolahan kembali hadir pada 15 September melalui kolaborasi dengan UPTD Taman Budaya Provinsi Bali. Pertunjukan dikemas dalam perpaduan drama, tari klasik Bali, dan iringan tabuh atau gamelan Bali.

Perpaduan tersebut menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan kreativitas pertunjukan. Sasolahan tidak hanya menjadi hiburan bagi peserta, pendamping, dan masyarakat, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan seni Bali yang bersumber dari sastra tradisional.

Seminar, Membuka Ruang Dialog

Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 | Foto: Istimewa

Selain perlombaan dan pertunjukan, UDG XXXIII juga menghadirkan ruang untuk membicarakan dharmagita. Salah satu hal baru dalam pelaksanaan tahun ini adalah penyelenggaraan seminar dharmagita pada 15 September 2026. Kegiatan ini menjadi inovasi yang membedakan pelaksanaan UDG tahun ini dari penyelenggaraan sebelumnya.

Seminar menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang dharmagita untuk membahas nilai, perkembangan, serta upaya pelestarian tradisi lisan tersebut. Sekitar 300 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, pendidik, dan masyarakat umum dijadwalkan mengikuti kegiatan ini.

Kehadiran seminar memperluas ruang UDG dari sekadar kompetisi menjadi ruang pertukaran pengetahuan. Dharmagita tidak hanya didengar dan dilombakan, tetapi juga dibicarakan, dipahami, dan dikaji agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Langkah tersebut penting di tengah perubahan pola kehidupan masyarakat. Pelestarian tradisi tidak cukup hanya dengan mempertahankan bentuknya, tetapi juga membutuhkan pemahaman terhadap makna dan nilai yang dikandungnya.

Dharmagita dan Atma Kerthi

“UDG XXXIII mengusung tema “Dharmagita Atmanam Dharma”, yang menempatkan dharmagita bukan hanya sebagai seni melantunkan tembang atau sastra keagamaan, tetapi juga sebagai media untuk memahami, menghayati, dan menjalankan nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, S.Ag., M.Si., didampingi Kepala Bidang Dokumentasi dan Sejarah, I Made Dana Tenaya, S.E., M.M., Minggu, 23 Agustus 2026.

Gagasan tersebut kemudian bertemu dengan tema “Dharmagita Atmanam Dharma” yang memiliki keterkaitan dengan semangat Atma Kerthi dalam pembangunan kebudayaan Bali. Keduanya menempatkan manusia sebagai bagian penting dari proses pembangunan dan pemuliaan kehidupan.

Melalui dharmagita, nilai-nilai yang bersumber dari sastra keagamaan disampaikan dalam bentuk nyanyian suci yang memiliki kekuatan estetika sekaligus spiritual. Nilai moral, etika, sradha, dan bhakti yang terkandung di dalamnya diharapkan mampu membentuk kesadaran diri serta karakter masyarakat.

Dalam konteks tersebut, UDG XXXIII tidak hanya berbicara tentang kemampuan seseorang membaca sloka atau melantunkan kakawin. Di balik kompetisi tersebut terdapat upaya untuk membangun manusia Bali yang memahami akar budayanya, memiliki keyakinan dan karakter, serta mampu membawa nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari.

Pelestarian dharmagita dengan demikian tidak berhenti pada upaya menjaga sebuah bentuk kesenian. Di dalamnya terdapat pengetahuan, sastra, nilai spiritual, dan identitas budaya yang selama ini diwariskan dari generasi ke generasi. Ketika tradisi tersebut dipelajari oleh anak-anak dan generasi muda, proses pewarisan itu terus berlangsung.

Rangkaian UDG XXXIII ditutup pada 16 September 2026. Para juara dari setiap kategori akan menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan dedikasi mereka. Penghargaan tersebut direncanakan diserahkan oleh Gubernur Bali bersama Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Dari panggung perlombaan hingga ruang seminar, dari lantunan sloka hingga sasolahan, UDG XXXIII mempertemukan tradisi yang diwariskan dengan generasi yang akan meneruskannya. Di tengah perubahan kehidupan masyarakat Bali, ruang-ruang semacam ini menjadi penting agar dharmagita tetap terdengar, dipahami, dan dipraktikkan, bukan hanya sebagai peninggalan masa lalu, tetapi sebagai bagian dari kehidupan Bali hari ini dan kelak.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Provinsi BaliUtsawa DharmagitaUtsawa Dharmagita 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

Next Post

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

by tatkala
July 25, 2026
0
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

Read moreDetails
Next Post
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co