5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
in Panggung
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

Pagelaran Tanah Lot Art & Food Festival | Foto: Istimewa

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang bakal digelar selama tiga hari, 28–30 Agustus 2026, ini tidak sekadar menawarkan hiburan bagi wisatawan, tetapi juga menghadirkan kembali kekayaan budaya masyarakat Tabanan melalui pertunjukan seni, parade gebogan, kuliner tradisional, serta produk kerajinan lokal.

Tanah Lot Art & Food Festival dalam pelaksanaan ke-7 ini mengusung tema “Samudrasakti Raksanam Jagat Samyana”. Festival tahun ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan kekuatan tradisi dengan dinamika pariwisata. Dalam pelaksanaan 2026 ini, berbagai sajian dihadirkan, dan Parade Gebogan menjadi salah satu daya tarik utama yang berlangsung setiap hari.

Jro Bendesa Adat Beraban, I Ketut Sujana, dalam konferensi pers di Natya Hotel Tanah Lot, Senin, 24 Agustus 2026, mengatakan pelaksanaan parade gebogan tahun ini memiliki konsep berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya melibatkan desa-desa se-Kecamatan Kediri, kali ini parade secara khusus melibatkan masyarakat Desa Adat Beraban. “Sebanyak 15 banjar adat di Desa Beraban yang akan terlibat,” katanya.

Setiap hari, ada lima banjar yang akan bergantian menampilkan parade dengan melibatkan masing-masing 20 peserta pilihan dari Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Beraban. Para peserta mengenakan busana seragam yang manis dan membawa gebogan dengan bentuk yang telah ditentukan.

Gebogan disusun bertingkat tiga dengan ukuran tinggi yang sama. Buah dan jajan yang menghiasinya menggunakan nuansa tridatu, yakni merah, putih, dan hitam. Keseragaman tersebut bukan semata untuk menciptakan tampilan visual yang menarik, tetapi juga memberikan identitas khas dalam parade budaya masyarakat Beraban. “Bentuk gebogan itu sama, termasuk sampiannya juga sama,” ucap Jro Bendesa Sujana.

Barisan perempuan pembawa gebogan tersebut akan berjalan diiringi gamelan beleganjur. Gerak langkah, bunyi gamelan, serta susunan gebogan menciptakan sebuah pertunjukan yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memperlihatkan bagaimana tradisi Bali tetap hidup melalui keterlibatan masyarakat.

Konferensi pers Tanah Lot Art & Food Festival ke-7 di Natya Hotel Tanah Lot, Senin, 24 Agustus 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Keterlibatan masyarakat tersebut sejalan dengan arah festival yang tetap menempatkan budaya lokal sebagai bagian penting dari keseluruhan acara. Ketua Panitia Tanah Lot Festival ke-7, Manik Tenaya, mengatakan konsep tahun ini tetap berpijak pada seni budaya dan kuliner khas Tabanan, meski terdapat sejumlah perubahan dalam desain dan rangkaian acaranya. Paling menarik, festival ini juga menjadi ruang bagi seni lokal untuk tampil lebih dekat dengan wisatawan. “Tanah Lot Festival akan tetap menjadi festival yang paling ditunggu. Penuh hiburan, kuliner, dan menata desain photoshoot untuk media sosial dengan konsep all in one,” ujarnya.

Manik Tenaya menambahkan, semangat I Love Local menjadi salah satu dasar dalam penyusunan program pertunjukan. Seniman-seniman lokal Bali mendapatkan ruang untuk memperkenalkan karya mereka kepada wisatawan dan masyarakat.

Pertunjukan dibagi menjadi dua segmen. Sunset in Paradise berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 18.30 WITA dan menyasar wisatawan yang datang ke Tanah Lot hingga menikmati panorama matahari terbenam. Setelah itu, mulai pukul 18.30 hingga 22.00 WITA, panggung beralih pada pertunjukan musik dan bebonderesan yang lebih ditujukan bagi masyarakat umum. Namun, kekuatan festival tidak berhenti pada seni pertunjukan. Kuliner menjadi bagian penting dari upaya memperkenalkan kembali cita rasa lokal Tabanan.

Puluhan stan kuliner menghadirkan makanan yang bersumber dari kearifan lokal, berdampingan dengan produk-produk kerajinan masyarakat. Salah satu program yang menarik adalah Ikon Kuliner, yang menggantikan konsep Klinik Kuliner pada pelaksanaan sebelumnya.

Program ini dibuat lebih sederhana dengan mengangkat kuliner tradisional Tabanan yang mulai jarang ditemui. Wisatawan tidak hanya dapat mencicipinya, tetapi juga menyaksikan proses pembuatannya melalui sesi tutorial. Hasil masakan kemudian dibagikan secara gratis kepada wisatawan dan masyarakat.

Tanah Lot, Tabanan, Bali | Foto: Istimewa

Pilihan untuk mengangkat makanan yang mulai jarang ditemui membuat kuliner tidak sekadar menjadi pelengkap festival. Di dalamnya terdapat pengetahuan tentang bahan, cara mengolah, resep, dan cita rasa yang tumbuh dari kehidupan masyarakat Tabanan.

Beragam kuliner otentik yang dapat ditemukan antara lain Jukut Gonda, Lindung Metunu Sambal Bejek, Kakul Suna Cekuh, Pesan Testes, Kuah Kakul, Rujak Bir, Jaje Uli Tape, Rujak Tibah (mengkudu), dan Loloh Cem Cem.

Setelah sajian kuliner dan berbagai pertunjukan berlangsung sejak siang, kemeriahan berlanjut hingga malam melalui Evening Market di sekitar Panggung Utama. Area ini menghadirkan beragam pilihan, mulai dari kuliner urban, produk fashion, stan sponsor, hingga area bermain anak. “Konsep tersebut merupakan pengembangan dari uji coba pada festival tahun sebelumnya yang mendapat respons positif dan mampu mendatangkan banyak pengunjung, terutama pada hari terakhir,” ucap Manik.

Manager Operasional Daya Tarik Wisata Tanah Lot, I Wayan Sudiana, mengatakan festival tahun ini melibatkan 40 stan Industri Kecil Menengah (IKM) dan 26 stan Night Market. Pengelola menargetkan sekitar 10 ribu kunjungan selama festival berlangsung. Di tengah meningkatnya aktivitas wisata, aspek kebersihan juga menjadi perhatian. Sebanyak 129 petugas disiapkan untuk menjaga kebersihan kawasan sejak pukul 07.00 WITA.

Pengelolaan sampah dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga serta DLHK Kabupaten Tabanan, dengan tujuh kontainer disiapkan sebagai tempat penampungan.

Pengelolaan festival yang melibatkan banyak unsur tersebut tidak terlepas dari upaya Pemerintah Kabupaten Tabanan menjadikan kegiatan budaya sebagai bagian dari penguatan destinasi. Bagi pemerintah daerah, keberlanjutan acara menjadi penting agar promosi tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan.

Pagelaran Tanah Lot Art & Food Festival | Foto: Istimewa

Sekda Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, yang hadir mewakili Bupati Tabanan, menegaskan bahwa festival sebagai ruang promosi perlu terus dilaksanakan secara berkelanjutan. “Festival ini sebagai ajang promosi, maka ini harus dilanjutkan tak mesti harus besar,” ucapnya.

Tanah Lot memang telah lama dikenal hingga mancanegara. Namun, daya tarik sebuah destinasi tidak hanya bertumpu pada panorama alam. Selalu ada alasan bagi wisatawan untuk kembali ketika sebuah tempat mampu menghadirkan pengalaman baru.

Di Tanah Lot, pengalaman tersebut hadir melalui perjumpaan dengan masyarakat, tradisi, seni, dan kuliner. Keindahan alam berpadu dengan keramahan masyarakat serta hidangan yang lahir dari kehidupan agraris Tabanan, termasuk sajian ulam carik, menu yang berkaitan dengan hasil dari persawahan.

Tanah Lot Art & Food Festival 2026 memperlihatkan bahwa tradisi tidak harus ditempatkan sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan masa kini. Gebogan yang diusung perempuan Beraban, gamelan beleganjur yang mengiringi langkah, hingga makanan tradisional yang mulai jarang ditemukan menjadi bagian dari kebudayaan yang terus hidup ketika diberi ruang untuk tampil, dinikmati, dan diwariskan.

Di tengah gemerlap pariwisata Tanah Lot, festival ini memperlihatkan bahwa kekuatan sebuah destinasi bukan hanya terletak pada apa yang indah untuk dilihat, tetapi juga pada budaya yang masih hidup dan masyarakat yang terus menjaganya.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: GebogantabananTanah LotTanah Lot Art & Food FestivalTanah Lot Art & Food Festival 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

Next Post

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails
Next Post
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co