2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Nyoman Mariyana by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
in Khas
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Latihan dan penuangan Gending Gambang Plugon bersama Sekaa Gambang Kapal. Dokumentasi Tim Pengabdian, 2026.

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal

SUARA bilah-bilah bambu yang dipukul berirama kembali terdengar dari Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Di bawah bale tradisional, para penabuh duduk berhadapan dengan barungan Gambang, memainkan pola-pola nada yang sempat lama menghilang dari kehidupan musikal masyarakat setempat. Momen itu menjadi penanda penting: Gamelan Gambang Kapal kembali dihidupkan melalui program revitalisasi Gending Gambang Plugon.

Bagi masyarakat Kapal, kembalinya suara Gambang bukan sekadar kegiatan latihan musik. Ia merupakan upaya memulihkan mata rantai pengetahuan budaya yang sempat terputus selama puluhan tahun. Berdasarkan data yang dihimpun dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Gambang Kapal terakhir kali dimainkan dalam Upacara Pengabenan Pekak Abrik pada 1971. Setelah itu, perangkat gamelan tersebut mengalami kevakuman dan tidak lagi dimainkan secara intensif dalam kehidupan adat masyarakat.

Dari Lumbung Penyimpanan Menuju Ruang Latihan

Sebelum revitalisasi dilakukan, kondisi Gambang Kapal berada dalam situasi yang memprihatinkan. Regenerasi penabuh tidak berjalan, penguasaan repertoar semakin terbatas, dan dokumentasi musikal masih minim. Barungan Gambang bahkan lebih banyak tersimpan di lumbung daripada digunakan dalam kegiatan seni maupun ritual.

Situasi tersebut membuat pengetahuan mengenai teknik gegebug, struktur gending, pola melodi, tempo, hingga cara membangun kekompakan antarpemain berisiko ikut hilang bersama generasi penabuh terdahulu. Tradisi Gambang memang tidak cukup dipelajari hanya dengan membaca notasi. Banyak pengetahuan musikalnya hidup melalui pendengaran, pengamatan, peniruan, pengulangan, dan pengalaman tubuh ketika memainkan instrumen.

Jejak sejarah Gambang Kapal

Dalam penelusuran sejarah lokal, keberadaan Gambang di Kapal memiliki konteks yang khas. Berdasarkan wawancara dengan Anak Agung Gede Sudarma pada 12 Juli 2026, Gambang Kapal diperkirakan mulai muncul sekitar 1894–1895, setelah berdirinya Puri Wirasaba pada masa pemerintahan Anak Agung Made Debot sekitar 1892.

“Sebelum adanya Puri Wirasaba belum ada Gambang di Kapal. Setelah Puri Wirasaba berdiri, barulah Gambang dibuat. Gambang itu diperkirakan ada sekitar tahun 1894 sampai 1895.”

Keterangan tersebut memperlihatkan bahwa sejarah Gambang Kapal memiliki perjalanan lokal yang berbeda dari wilayah Bali lainnya. Gambang berkembang dalam hubungan dengan dinamika sosial, budaya, pemerintahan tradisional, dan kehidupan keagamaan masyarakat Kapal pada penghujung abad ke-19.

Sekaa Gambang Kapal memainkan Gambang dalam lingkungan Desa Adat Kapal tahun 1971 | Dokumentasi Tim Pengabdian, 2026

Menyelamatkan Gending Plugon Melalui Praktik Langsung

Revitalisasi difokuskan pada Gending Gambang Plugon. Prosesnya dimulai dengan mengidentifikasi sumber repertoar melalui wawancara, penelusuran dokumentasi lama, pencatatan pola tabuhan yang masih diingat, dan pengamatan terhadap gaya permainan yang masih bertahan.

Tahap berikutnya adalah merekonstruksi struktur gending. Bagian-bagian musikal disusun kembali, mulai dari gineman, kawitan, kaping kalih, kaping tiga, hingga penyuwud. Pola pokok, kotekan, hubungan antarinstrumen, dan ornamentasi diperiksa agar materi yang dituangkan tetap memiliki karakter musikal yang menjadi rujukan.

Dalam proses pembelajaran, materi kemudian diadaptasi agar dapat dipahami oleh penabuh yang sebagian masih tergolong pemula. Salah satu strategi yang digunakan adalah mengalihaksarakan materi ke dalam notasi dingdong. Bagian-bagian yang sulit dipecah menjadi segmen yang lebih kecil, kemudian dipelajari melalui pengulangan hingga permainan menjadi stabil.

Catatan/notasi Gending Plugon yang menjadi salah satu sumber penting dalam proses revitalisasi

“Meguru Kuping” dan Alih Aksara Lahirnya Kembali Regenerasi

Metode pembelajaran yang digunakan banyak bertumpu pada tradisi “meguru kuping”—belajar melalui pendengaran. Pelatih memainkan satu motif atau bagian gending, kemudian penabuh mendengarkan, mengamati, menirukan, dan mengulanginya bersama-sama. Cara ini dianggap penting karena karakter Gambang sangat erat dengan kepekaan terhadap pola melodi, ritme, artikulasi, dan hubungan permainan antarpemain.

Selain metode di atas, pembacaan notasi yang sudah di alih aksara juga digunakan dalam latihan yang dilakukan secara bertahap. Notasi gending Gambang aslinya ditranskripsi ke notasi dingdong. Motif dipelajari satu per satu, kemudian dirangkai menjadi frase, bagian gending, hingga keseluruhan komposisi. Pengulangan tidak hanya berfungsi menghafal nada, tetapi juga membangun memori gerak sehingga teknik memegang panggul, ketepatan pukulan, tempo, dan kekompakan dapat terbentuk.

Proses pengajaran teknik Gambang kepada anggota Sekaa | Dokumentasi Tim Pengabdian, 2026

Revitalisasi Gambang Kapal tidak berhenti pada kemampuan memainkan satu repertoar. Program ini diarahkan untuk membangun kembali ekosistem pengetahuan: ada pemain yang belajar, pemain senior yang menjadi sumber pengetahuan, repertoar yang didokumentasikan, serta komunitas yang kembali memiliki ruang untuk mempraktikkan Gambang.

Dalam prosesnya, sejumlah tantangan masih ditemukan. Kemampuan teknis anggota berbeda-beda, pengalaman memainkan repertoar Gambang klasik masih terbatas, beberapa pola membutuhkan waktu untuk diingat, sementara dokumentasi repertoar lama juga sangat terbatas. Di sisi lain, jumlah maestro yang menguasai repertoar lama semakin sedikit dan minat generasi muda terhadap musik tradisional menghadapi persaingan dengan bentuk hiburan modern.

Namun, latihan rutin, komunikasi antara pelatih dan penabuh, praktik bersama, serta dokumentasi proses menjadi strategi untuk mengatasi hambatan tersebut. Keterlibatan langsung masyarakat juga membuat proses revitalisasi tidak terasa sebagai program yang datang dari luar, melainkan sebagai upaya bersama untuk menghidupkan kembali warisan budaya milik masyarakat Kapal.

Aktivitas Sekaa Gambang Kapal dalam konteks kehidupan adat dan budaya Desa Adat Kapal | Dokumentasi Tim Pengabdian, 2026

Gambang dalam kehidupan masyarakat Bali memiliki hubungan kuat dengan konteks ritual, termasuk Pitra Yadnya. Karena itu, keberlanjutan Gambang tidak hanya menyangkut keberadaan sebuah jenis musik, tetapi juga keberlanjutan pengetahuan budaya yang berhubungan dengan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Kembalinya Gambang Kapal setelah lebih dari lima dekade menjadi momentum penting bagi generasi baru. Perangkat yang dahulu tersimpan kini kembali disentuh, dimainkan, dan dipelajari. Gending yang semula hanya tersimpan dalam ingatan mulai dituangkan menjadi pengetahuan yang dapat diwariskan.

Ke depan, keberlanjutan program membutuhkan latihan rutin, dokumentasi dan digitalisasi repertoar, pengembangan materi pembelajaran bagi generasi muda, serta kolaborasi antara Sekaa Gambang Kapal, Desa Adat Kapal, pemerintah daerah, lembaga kebudayaan, sekolah, sanggar, dan perguruan tinggi.

Revitalisasi Gending Gambang Plugon dengan demikian dapat dipandang sebagai langkah awal untuk membangun kembali rantai pewarisan Gambang Kapal. Ukuran keberhasilannya bukan hanya ketika penabuh mampu memainkan gending, tetapi ketika Gambang kembali menjadi bagian dari kehidupan masyarakat—dimainkan, dipahami, dirawat, dan diwariskan.

Suara Gambang yang kembali terdengar dari Kapal menjadi pesan bahwa tradisi yang sempat terdiam belum tentu hilang. Selama masih ada ingatan, pelaku, ruang belajar, dan kemauan masyarakat untuk merawatnya, sebuah warisan budaya masih memiliki kesempatan untuk hidup kembali. [T]

Tags: Desa Kapalgamelan gambangkesenian baliseni karawitan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Next Post

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

Nyoman Mariyana

Nyoman Mariyana

I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn. Lahir di Sempidi, 08 Maret 1985. Kini dosen Seni Karawitan di Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar. Penulis buku Gamelan Gender Wayang (Mahima, 2021)

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co