27 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

Putu Gangga Pradipta by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
in Kuliner
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

Lapak Nasi Cokot Fadillah di Jalan Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan Dewi Sartika sudah berdetak kencang. Di sela-sela deru mesin motor yang terburu-buru mengejar absen kantor dan klakson angkutan kota yang memecah hening, sebuah kesibukan kecil tampak di depan Jalan Jatayu, persis di samping Indomaret.

Di sana, sebuah meja kayu sederhana menjadi panggung bagi drama kehidupan pagi. Di atas meja itu, tertata rapi gundukan bungkus nasi berbentuk bulat mungil yang dibalut kertas minyak putih bersih. Sebuah papan menu berdiri tegak, memajang deretan nama masakan yang membuat perut keroncongan: Ayam Rendang, Ayam Kecap, Ayam Betutu, hingga Daging Mercon.

Itulah lapak Nasi Cokot Fadillah.

Seorang wanita paruh baya dengan hijab berwarna abu-abu tampak cekatan melayani pembeli. Senyumnya tak pernah lepas, meski peluh mulai nampak di pelipisnya. Di sampingnya, seorang pemuda dengan kaos biru muda yang tampak kontras dengan warna langit pagi yang masih pucat membantu dengan sigap. Ia adalah Fadillah, sang anak, yang namanya kini diabadikan menjadi doa dalam setiap suapan nasi yang terjual.

Kehangatan di Balik Kertas Putih

“Satu yang ayam betutu ya, Bu,” ujar saya, bergabung dalam antrean yang mulai mengular.

Sambil menunggu giliran, saya memperhatikan bagaimana Ibu Aminah (nama yang terasa pas untuk keramahtamahannya) bergerak. Tangannya yang terampil memasukkan nasi cokot ke dalam plastik putih tipis. “Nasi cokot itu sebenarnya nasi yang ukurannya pas satu genggaman, Nak. Dinamakan ‘cokot’ karena cara makannya praktis, tinggal digigit atau dalam bahasa Jawa dicokot sambil jalan pun bisa,” jelasnya lembut saat saya bertanya tentang asal-usul nama dagangannya.

Lapak Nasi Cokot Fadillah di Jalan Dewi Sartika Singaraja

Nasi Cokot Fadillah adalah pendatang baru di kuliner pagi Singaraja. Baru mulai menggelar lapak sejak Januari 2026 lalu, namun magnetnya luar biasa. Harganya yang hanya Rp5.000 per porsi menjadikannya idola baru bagi mahasiswa yang kantongnya sedang tipis, maupun pekerja yang tak sempat sarapan di rumah. Meski menyediakan nasi kuning dan nasi campur, primadonanya tetaplah si nasi bulat “cokot” ini.

Fadillah: Sebuah Nama, Sebuah Doa

Sambil menyerahkan uang pas, saya mencoba berbincang lebih dalam. Fadillah, sang anak, sesekali menyeka meja. Ia adalah seorang pelajar yang mendedikasikan waktu paginya untuk membantu sang ibu sebelum ia berangkat ke sekolah.

“Fadillah itu artinya keutamaan atau anugerah,” ujar Bu Aminah sambil melirik bangga ke arah putranya. “Usaha ini lahir karena kami ingin Fadillah tetap bisa sekolah tinggi. Bapaknya bekerja jadi buruh bangunan, kerjanya tidak menentu. Kadang ada proyek di luar kota, kadang di rumah saja menunggu panggilan. Jadi, nasi cokot inilah yang menyambung napas dapur kami.”

Cerita di balik Nasi Cokot Fadillah adalah potret perjuangan kelas pekerja di sudut utara Bali. Saat sektor konstruksi kadang tak memberikan kepastian, Bu Aminah memilih untuk tidak berpangku tangan. Dengan modal keberanian dan resep masakan rumahan yang otentik, ia turun ke jalanan Dewi Sartika.

Keputusan membuka lapak pada awal tahun 2026 bukan tanpa risiko. Persaingan kuliner pagi di Singaraja sangat ketat. Namun, Bu Aminah percaya pada satu hal: rasa dan ketulusan. “Saya masak bumbu betutu ini dari jam tiga subuh, Nak. Rempahnya harus berasa, supaya yang beli merasa puas meski harganya cuma lima ribu,” tambahnya.

Aroma yang Bicara

Saya akhirnya mendapatkan pesanan saya. Nasi cokot ayam betutu. Saat bungkusan putih itu saya buka, uap tipis mengepul membawa aroma base genep yang tajam dan menggugah selera. Nasinya pulen, membungkus suwiran ayam betutu yang basah oleh bumbu kuning kemerahan.

Setiap gigitan adalah perpaduan antara pedasnya cabai rawit, aroma kencur, dan gurihnya terasi yang menyatu sempurna. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kualitas rasa yang disajikan melampaui harga yang dibayarkan. Di dalam bungkusan kecil itu, ada dedikasi seorang ibu yang bangun sebelum fajar dan harapan seorang anak laki-laki yang rela tangannya berbau bumbu demi masa depan.

Lapak Nasi Cokot Fadillah di Jalan Dewi Sartika Singaraja

Keramaian di depan Jalan Jatayu pagi itu seolah membuktikan bahwa sesuatu yang dibuat dengan cinta akan selalu menemukan penikmatnya. Para pembeli mulai dari tukang ojek, pegawai bank, hingga mahasiswa yang masih bermata mengantuk setia menunggu giliran mereka. Mereka bukan hanya membeli sarapan, tapi juga menjadi bagian dari rantai harapan keluarga Bu Aminah.

Tentang Bertahan dan Berjalan

Matahari kini sudah lebih tinggi. Lapak Nasi Cokot Fadillah mulai terlihat lowong, tanda dagangan hampir ludes. Fadillah mulai merapikan kursi-kursi plastik, bersiap untuk perannya yang lain sebagai siswa. Sementara Bu Aminah, dengan hijab abunya yang kini sedikit basah oleh keringat, tetap tersenyum melayani pembeli terakhir.

Perjalanan Nasi Cokot Fadillah mungkin baru berjalan beberapa bulan. Namun, di atas meja sederhana di trotoar Dewi Sartika itu, kita belajar bahwa hidup adalah tentang terus bergerak. Bahwa lima ribu rupiah bisa menjadi jembatan menuju mimpi seorang anak sekolah, dan sepotong nasi cokot bisa menjadi penyemangat paling jujur untuk memulai hari yang berat.

Lapak Nasi Cokot Fadillah di Jalan Dewi Sartika Singaraja

Bagi Anda yang kebetulan melintasi Jalan Dewi Sartika di Singaraja saat mentari baru bangun, sempatkanlah menoleh ke arah Jalan Jatayu. Di sana, ada kehangatan yang dibungkus plastik putih, ada rasa yang tak berkhianat, dan ada perjuangan seorang ibu yang patut kita rayakan dengan satu gigitan besar. [T]

Reporter/Penulis: Putu Gangga Pradipta
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengkulinerSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Koperasi Merah Putih Harus Merah Putih

Next Post

Dari Asumsi ke Pembuktian: Telaah Logis atas Fenomena Rojali dan Rohana

Putu Gangga Pradipta

Putu Gangga Pradipta

Lahir di Surabaya, kini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja.

Related Posts

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails

Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

by Dede Putra Wiguna
January 11, 2026
0
Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

LANGIT masih gelap ketika aroma kayu bakar mulai menyelinap dari sebuah dapur sederhana di Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar. Matahari belum...

Read moreDetails

Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

by Ni Putu Vira Astri Agustini
December 21, 2025
0
Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

PAGI di Pasar Blahkiuh selalu dimulai dengan suara yang sama sejak puluhan tahun lalu. Bukan teriakan pedagang, bukan pula deru...

Read moreDetails
Next Post
Dari Asumsi ke Pembuktian: Telaah Logis atas Fenomena Rojali dan Rohana

Dari Asumsi ke Pembuktian: Telaah Logis atas Fenomena Rojali dan Rohana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co