3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

Putu Intan Juliantika by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

Intan Juliantika

LINTANG PERAHU PEGAT

Dari perut bunda
Pertama kalinya aku hidup
Dari perut bunda
Pertama kali aku dipeluknya

Tak ingat apa yang terjadi sebelumnya
Tak tahu apa yang terjadi ke depannya
Itu semua rahasia waktu
Hanya waktu

Ada pesan dalam mimpi sang bunda
Laut lepas perbatasan Jawa Bali
Gelap…
Muncul secercah cahaya
Kaki bunda membelai lembut air
Mengkutinya hingga ke tepi

Lelah kaki bunda
Tak bisa pulang
Dua peri datang
Mengantar bunda pulang

Lalu terbuka mata bunda
Di lintang perahu pegat
Karna waktuku
Kelahiran itu datang

Tak mengerti banyak hal
Aku ragu
Tak menangis
Bak tenang potret air
Terlelap dalam tidur
Berwarna biru tua

Iba bunda…

Satu hari…
Aku di dalam kotak kehidupan
Tanpa bunda

Tiga hari…
Aku masih nyaman disana
Tanpa bunda

Tujuh hari…
Aku mencari kehidupan
Tanpa bunda

Satu bulan…
Kotak itu sudah aku anggap rumah
Tanpa bunda

Bunda berada dibalik jendela sambil berkata;
“Kau tak mau bertemu Bunda?”
Hatiku berbicara dalam bunga
Aku ingin bersama bunda

Dan hari itupun tiba
Air meluap dari mulutku
Pertama kalinya terdengar suara
Pertama kalinya mataku terbuka

Wanita berpakaian putih bahagia bersama bunda
Keluarga bersukacita bersama bunda
Dan aku hidup di dekapan bunda
Bunda namakan Intan
Jiwa yang bercahaya di tubuh biru tua

2026

LEMPUYANG

Bocah kecil berbaju kuning
Topi kepala gajah hitam biru
Melangkahi tangga kecil
Bersama kakek tua

Dingin merinding sejuk
Bersamanya naik puncak
Dengan alas bersuara
Bertemu para bhatara

Menepati sebuah sumpah
Di puncak ia berucap
Cucuku dapat berjalan
Langkah pertamanya untuk Lempuyang

2026

MARIA

Ini bukan tentang tuhan
Namun ini tentang bunda
Maria nama bundaku

Hatinya selembut bulu merak
Cintanya sedalam Khrisna
Pengetahuannya seluas Weda
Kasih sayangnya bagaikan bunda bernama Maria

Ini bukan tentang tuhan
Ini tentang bunda
Ibu dari semua tuhan

Baktiku pada bunda
Oh bunda yang berselimutkan hangatnya cinta
Aku bersedia menyumbangkan segalanya
Asal bersama bunda

2026

KEDAI ROMPYOK

Bagai takdir di aksara tuhan
Dulu ku berdiri di sebuah kedai kopi
Tampak sepi sunyi namun hangat
Menyuguhkan segelas kopi manis

Ku berjalan ke tengah
Burung hantu bertengger di ranting
Seorang lelaki dengan radio lama
Lukisan dinding yang menyimpan rasa
Beribu buku sastra
Dan kadang ada pertunjukan

Kamera on!
Siap!
Tiga dua satu action!
Kata Raka sang sutradara
Dengan kamera milik Bram
Rol film telah memulai perjalanannya

Sebenarnya Raka sedang buat proyek film Gus Dur, katanya
Krisna produsernya
MIPA satu krunya
Dan Okta sang bintang utama
Yang katanya akan dilengserkan
Bukan di kelas melainkan di film

Terdengar suara di balik layar
Tan, nanti kacamatanya pinjam ya?
Ucap sang aktor utama
Ini aku pinjamkan, kataku
Dia mulai memakai kacamata
Berlagak menjadi presiden keempat
Dan mumpung aku sedang baik
Aku doakan semoga kamu benar menjadi kepala negara

Dan tempat ini
Aku perhatikan tiap sisi
Daftar menunya unik
Namanya lucu
Mungkin untuk menarik pengunjung
Entah kenapa kelas kita memilih kedai itu?

Sepertinya ini tanda dari semesta
Tanpa berkata, tanpa aba-aba
Lagipula bisa saja kita disana sambil nongkrong
Terima kasih wahai kawan
Karna kalian, aku tahu tempat seru bernama Kedai Rompyok

2026

BUKAN KELAS UNGGULAN

Senin Selasa Rabu
Upacara bahasa Indonesia
Kamis
Upacara bahasa Bali
Jumat
Upacara bahasa Inggris

Memang tak ada yang terlihat santai
Tiap hari menurutku terasa hambar
Hanya berlalu begitu saja
Hingga hidupku disiplin

Hidup harus disiplin!
Kata seseorang
Namun nyatanya disiplin itu melelahkan
Hingga jiwaku merasa bosan
Tak bisa menopangnya
Sangat berat…

Jika tuhan berkehendak
Aku berharap sehari saja
Turunkan hujan agar membasahi lapangan
Aku juga berharap sekali saja
Kita menjadi bukan kelas unggulan

Aku ingin melihat kekonyolan kalian
Menjadikannya berjuta kenangan
Di genggaman kita
Yang terkenang di kala tua

2026

TAMATAN 23

Bunga-bunga mengembara
Dari tangan satu ke tangan lain
Mengantar sebuah pesan
Kita sudah tamat SMA

Sesi foto terakhir bersama kawan
Gaun indah
Medali kenangan
Namun akhirnya berpisah
Sungguh kisah tragis
Ku menahan tangis
See you on the top guys!

2026

Penulis: Putu Intan Juliantika
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mendengar Kembali Bunyi yang Terlupakan: Catatan atas Pertunjukan Gula Gending 2.0 di Taman Budaya NTB

Next Post

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

Putu Intan Juliantika

Putu Intan Juliantika

Bisa dipanggil Intan. Lahir di Negara-Bali Barat, 2005. Tinggal di Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Kini bergiat di Komunitas Mahima. Instagram @ntan_juliantika Facebook @Intan Juliantika

Related Posts

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
0
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails
Next Post
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba
Pendidikan

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba

TIGA bendera kecil terangkat hampir bersamaan. Pertanyaan demi pertanyaan menguji ketangkasan para peserta. Ada yang sigap menjawab, ada pula yang...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam
Esai

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Pendidikan

Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Teknologi ini menawarkan kemudahan dalam belajar dan berkarya. Namun,...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026
Pendidikan

Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026

FAKTA bisa menjadi cerita yang menggugah ketika berada di tangan yang tepat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Pekan Jurnalistik Universitas...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co