4 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

Putu Intan Juliantika by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

Intan Juliantika

LINTANG PERAHU PEGAT

Dari perut bunda
Pertama kalinya aku hidup
Dari perut bunda
Pertama kali aku dipeluknya

Tak ingat apa yang terjadi sebelumnya
Tak tahu apa yang terjadi ke depannya
Itu semua rahasia waktu
Hanya waktu

Ada pesan dalam mimpi sang bunda
Laut lepas perbatasan Jawa Bali
Gelap…
Muncul secercah cahaya
Kaki bunda membelai lembut air
Mengkutinya hingga ke tepi

Lelah kaki bunda
Tak bisa pulang
Dua peri datang
Mengantar bunda pulang

Lalu terbuka mata bunda
Di lintang perahu pegat
Karna waktuku
Kelahiran itu datang

Tak mengerti banyak hal
Aku ragu
Tak menangis
Bak tenang potret air
Terlelap dalam tidur
Berwarna biru tua

Iba bunda…

Satu hari…
Aku di dalam kotak kehidupan
Tanpa bunda

Tiga hari…
Aku masih nyaman disana
Tanpa bunda

Tujuh hari…
Aku mencari kehidupan
Tanpa bunda

Satu bulan…
Kotak itu sudah aku anggap rumah
Tanpa bunda

Bunda berada dibalik jendela sambil berkata;
“Kau tak mau bertemu Bunda?”
Hatiku berbicara dalam bunga
Aku ingin bersama bunda

Dan hari itupun tiba
Air meluap dari mulutku
Pertama kalinya terdengar suara
Pertama kalinya mataku terbuka

Wanita berpakaian putih bahagia bersama bunda
Keluarga bersukacita bersama bunda
Dan aku hidup di dekapan bunda
Bunda namakan Intan
Jiwa yang bercahaya di tubuh biru tua

2026

LEMPUYANG

Bocah kecil berbaju kuning
Topi kepala gajah hitam biru
Melangkahi tangga kecil
Bersama kakek tua

Dingin merinding sejuk
Bersamanya naik puncak
Dengan alas bersuara
Bertemu para bhatara

Menepati sebuah sumpah
Di puncak ia berucap
Cucuku dapat berjalan
Langkah pertamanya untuk Lempuyang

2026

MARIA

Ini bukan tentang tuhan
Namun ini tentang bunda
Maria nama bundaku

Hatinya selembut bulu merak
Cintanya sedalam Khrisna
Pengetahuannya seluas Weda
Kasih sayangnya bagaikan bunda bernama Maria

Ini bukan tentang tuhan
Ini tentang bunda
Ibu dari semua tuhan

Baktiku pada bunda
Oh bunda yang berselimutkan hangatnya cinta
Aku bersedia menyumbangkan segalanya
Asal bersama bunda

2026

KEDAI ROMPYOK

Bagai takdir di aksara tuhan
Dulu ku berdiri di sebuah kedai kopi
Tampak sepi sunyi namun hangat
Menyuguhkan segelas kopi manis

Ku berjalan ke tengah
Burung hantu bertengger di ranting
Seorang lelaki dengan radio lama
Lukisan dinding yang menyimpan rasa
Beribu buku sastra
Dan kadang ada pertunjukan

Kamera on!
Siap!
Tiga dua satu action!
Kata Raka sang sutradara
Dengan kamera milik Bram
Rol film telah memulai perjalanannya

Sebenarnya Raka sedang buat proyek film Gus Dur, katanya
Krisna produsernya
MIPA satu krunya
Dan Okta sang bintang utama
Yang katanya akan dilengserkan
Bukan di kelas melainkan di film

Terdengar suara di balik layar
Tan, nanti kacamatanya pinjam ya?
Ucap sang aktor utama
Ini aku pinjamkan, kataku
Dia mulai memakai kacamata
Berlagak menjadi presiden keempat
Dan mumpung aku sedang baik
Aku doakan semoga kamu benar menjadi kepala negara

Dan tempat ini
Aku perhatikan tiap sisi
Daftar menunya unik
Namanya lucu
Mungkin untuk menarik pengunjung
Entah kenapa kelas kita memilih kedai itu?

Sepertinya ini tanda dari semesta
Tanpa berkata, tanpa aba-aba
Lagipula bisa saja kita disana sambil nongkrong
Terima kasih wahai kawan
Karna kalian, aku tahu tempat seru bernama Kedai Rompyok

2026

BUKAN KELAS UNGGULAN

Senin Selasa Rabu
Upacara bahasa Indonesia
Kamis
Upacara bahasa Bali
Jumat
Upacara bahasa Inggris

Memang tak ada yang terlihat santai
Tiap hari menurutku terasa hambar
Hanya berlalu begitu saja
Hingga hidupku disiplin

Hidup harus disiplin!
Kata seseorang
Namun nyatanya disiplin itu melelahkan
Hingga jiwaku merasa bosan
Tak bisa menopangnya
Sangat berat…

Jika tuhan berkehendak
Aku berharap sehari saja
Turunkan hujan agar membasahi lapangan
Aku juga berharap sekali saja
Kita menjadi bukan kelas unggulan

Aku ingin melihat kekonyolan kalian
Menjadikannya berjuta kenangan
Di genggaman kita
Yang terkenang di kala tua

2026

TAMATAN 23

Bunga-bunga mengembara
Dari tangan satu ke tangan lain
Mengantar sebuah pesan
Kita sudah tamat SMA

Sesi foto terakhir bersama kawan
Gaun indah
Medali kenangan
Namun akhirnya berpisah
Sungguh kisah tragis
Ku menahan tangis
See you on the top guys!

2026

Penulis: Putu Intan Juliantika
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mendengar Kembali Bunyi yang Terlupakan: Catatan atas Pertunjukan Gula Gending 2.0 di Taman Budaya NTB

Next Post

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

Putu Intan Juliantika

Putu Intan Juliantika

Bisa dipanggil Intan. Lahir di Negara-Bali Barat, 2005. Tinggal di Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Kini bergiat di Komunitas Mahima. Instagram @ntan_juliantika Facebook @Intan Juliantika

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails
Next Post
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti...

by Nyoman Budarsana
July 4, 2026
Singaraja Literary Festival 2026, Mengaktivasi Warisan Lontar Melalui Stri Sasana
Khas

Singaraja Literary Festival 2026, Mengaktivasi Warisan Lontar Melalui Stri Sasana

SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai...

by Komang Puja Savitri
July 4, 2026
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana
Ulas Buku

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

by I Nyoman Darma Putra
July 4, 2026
Unconditional Love: Cinta Tanpa Syarat
Ulas Rupa

Unconditional Love: Cinta Tanpa Syarat

PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni...

by Hartanto
July 4, 2026
“Let Them Cook”: Saat Klinik Seni Taxu Hadir Mengacak-ngacak Arena Percaturan Seni Rupa Bali.
Kritik Seni

“Let Them Cook”: Saat Klinik Seni Taxu Hadir Mengacak-ngacak Arena Percaturan Seni Rupa Bali.

DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai,  segerombol anak muda yang menyebut diri mereka...

by Made Chandra
July 4, 2026
Di Mana Penciptaan Berlangsung: Sebuah Refleksi tentang Kehadiran, Waktu, dan Lahirnya Karya
Kritik Seni

Di Mana Penciptaan Berlangsung: Sebuah Refleksi tentang Kehadiran, Waktu, dan Lahirnya Karya

MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara. Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah...

by Wayan Gde Yudane
July 4, 2026
Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen
Ulas Buku

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

Judul             : Rumah Penulis          : JS Khairen Penerbit        : PT Elex Media Komputindo Editor             : Trian Lesmana dan Dion Rahman...

by Dede Putra Wiguna
July 3, 2026
Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali
Panggung

Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali

Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian...

by Nyoman Budarsana
July 3, 2026
Bali Sedang Menghancurkan Dirinya Sendiri? —Refleksi tentang Pembangunan, Kesadaran, dan Masa Depan Pulau Dewata
Esai

Bali Sedang Menghancurkan Dirinya Sendiri? —Refleksi tentang Pembangunan, Kesadaran, dan Masa Depan Pulau Dewata

Sebuah Slide yang Mengusik Kesadaran TERKADANG, inspirasi lahir bukan dari buku tebal atau hasil penelitian yang rumit, melainkan dari sebuah...

by Agung Sudarsa
July 3, 2026
Etika Lingkungan: Bayang-bayang Kebertahanan Pangan di Tengah Masifnya Konversi Lahan
Esai

Etika Lingkungan: Bayang-bayang Kebertahanan Pangan di Tengah Masifnya Konversi Lahan

ETIKA lingkungan merupakan suatu perspektif moral yang menempatkan alam sebagai entitas yang memiliki nilai intrinsik, bukan sekadar objek eksploitasi untuk...

by IM Gede Nesa Saputra
July 2, 2026
Kisah Anak Kucing Penakut dan Lukisan di Atas Batu dari Festival Cerita Rasa 0.4
Panggung

Kisah Anak Kucing Penakut dan Lukisan di Atas Batu dari Festival Cerita Rasa 0.4

SETELAH sempat absen pada tahun 2025, Festival Cerita Rasa di Desa Tukadaya, Jembrana kembali hadir dengan membubuhkan angka 0.4, pada...

by I Komang Sutirtayasa
July 2, 2026
Lokalisme dalam Revitalisasi Cerita Rakyat Pedawa
Esai

Lokalisme dalam Revitalisasi Cerita Rakyat Pedawa

PERJALANAN nasib hidup dan mati cerita rakyat ditentukan oleh sikap pemiliknya. Cerita rakyat pun dengan beberapa alasan dikubur. Hal ini...

by I Wayan Artika
July 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co