23 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

Putu Intan Juliantika by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

Intan Juliantika

LINTANG PERAHU PEGAT

Dari perut bunda
Pertama kalinya aku hidup
Dari perut bunda
Pertama kali aku dipeluknya

Tak ingat apa yang terjadi sebelumnya
Tak tahu apa yang terjadi ke depannya
Itu semua rahasia waktu
Hanya waktu

Ada pesan dalam mimpi sang bunda
Laut lepas perbatasan Jawa Bali
Gelap…
Muncul secercah cahaya
Kaki bunda membelai lembut air
Mengkutinya hingga ke tepi

Lelah kaki bunda
Tak bisa pulang
Dua peri datang
Mengantar bunda pulang

Lalu terbuka mata bunda
Di lintang perahu pegat
Karna waktuku
Kelahiran itu datang

Tak mengerti banyak hal
Aku ragu
Tak menangis
Bak tenang potret air
Terlelap dalam tidur
Berwarna biru tua

Iba bunda…

Satu hari…
Aku di dalam kotak kehidupan
Tanpa bunda

Tiga hari…
Aku masih nyaman disana
Tanpa bunda

Tujuh hari…
Aku mencari kehidupan
Tanpa bunda

Satu bulan…
Kotak itu sudah aku anggap rumah
Tanpa bunda

Bunda berada dibalik jendela sambil berkata;
“Kau tak mau bertemu Bunda?”
Hatiku berbicara dalam bunga
Aku ingin bersama bunda

Dan hari itupun tiba
Air meluap dari mulutku
Pertama kalinya terdengar suara
Pertama kalinya mataku terbuka

Wanita berpakaian putih bahagia bersama bunda
Keluarga bersukacita bersama bunda
Dan aku hidup di dekapan bunda
Bunda namakan Intan
Jiwa yang bercahaya di tubuh biru tua

2026

LEMPUYANG

Bocah kecil berbaju kuning
Topi kepala gajah hitam biru
Melangkahi tangga kecil
Bersama kakek tua

Dingin merinding sejuk
Bersamanya naik puncak
Dengan alas bersuara
Bertemu para bhatara

Menepati sebuah sumpah
Di puncak ia berucap
Cucuku dapat berjalan
Langkah pertamanya untuk Lempuyang

2026

MARIA

Ini bukan tentang tuhan
Namun ini tentang bunda
Maria nama bundaku

Hatinya selembut bulu merak
Cintanya sedalam Khrisna
Pengetahuannya seluas Weda
Kasih sayangnya bagaikan bunda bernama Maria

Ini bukan tentang tuhan
Ini tentang bunda
Ibu dari semua tuhan

Baktiku pada bunda
Oh bunda yang berselimutkan hangatnya cinta
Aku bersedia menyumbangkan segalanya
Asal bersama bunda

2026

KEDAI ROMPYOK

Bagai takdir di aksara tuhan
Dulu ku berdiri di sebuah kedai kopi
Tampak sepi sunyi namun hangat
Menyuguhkan segelas kopi manis

Ku berjalan ke tengah
Burung hantu bertengger di ranting
Seorang lelaki dengan radio lama
Lukisan dinding yang menyimpan rasa
Beribu buku sastra
Dan kadang ada pertunjukan

Kamera on!
Siap!
Tiga dua satu action!
Kata Raka sang sutradara
Dengan kamera milik Bram
Rol film telah memulai perjalanannya

Sebenarnya Raka sedang buat proyek film Gus Dur, katanya
Krisna produsernya
MIPA satu krunya
Dan Okta sang bintang utama
Yang katanya akan dilengserkan
Bukan di kelas melainkan di film

Terdengar suara di balik layar
Tan, nanti kacamatanya pinjam ya?
Ucap sang aktor utama
Ini aku pinjamkan, kataku
Dia mulai memakai kacamata
Berlagak menjadi presiden keempat
Dan mumpung aku sedang baik
Aku doakan semoga kamu benar menjadi kepala negara

Dan tempat ini
Aku perhatikan tiap sisi
Daftar menunya unik
Namanya lucu
Mungkin untuk menarik pengunjung
Entah kenapa kelas kita memilih kedai itu?

Sepertinya ini tanda dari semesta
Tanpa berkata, tanpa aba-aba
Lagipula bisa saja kita disana sambil nongkrong
Terima kasih wahai kawan
Karna kalian, aku tahu tempat seru bernama Kedai Rompyok

2026

BUKAN KELAS UNGGULAN

Senin Selasa Rabu
Upacara bahasa Indonesia
Kamis
Upacara bahasa Bali
Jumat
Upacara bahasa Inggris

Memang tak ada yang terlihat santai
Tiap hari menurutku terasa hambar
Hanya berlalu begitu saja
Hingga hidupku disiplin

Hidup harus disiplin!
Kata seseorang
Namun nyatanya disiplin itu melelahkan
Hingga jiwaku merasa bosan
Tak bisa menopangnya
Sangat berat…

Jika tuhan berkehendak
Aku berharap sehari saja
Turunkan hujan agar membasahi lapangan
Aku juga berharap sekali saja
Kita menjadi bukan kelas unggulan

Aku ingin melihat kekonyolan kalian
Menjadikannya berjuta kenangan
Di genggaman kita
Yang terkenang di kala tua

2026

TAMATAN 23

Bunga-bunga mengembara
Dari tangan satu ke tangan lain
Mengantar sebuah pesan
Kita sudah tamat SMA

Sesi foto terakhir bersama kawan
Gaun indah
Medali kenangan
Namun akhirnya berpisah
Sungguh kisah tragis
Ku menahan tangis
See you on the top guys!

2026

Penulis: Putu Intan Juliantika
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mendengar Kembali Bunyi yang Terlupakan: Catatan atas Pertunjukan Gula Gending 2.0 di Taman Budaya NTB

Next Post

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

Putu Intan Juliantika

Putu Intan Juliantika

Bisa dipanggil Intan. Lahir di Negara-Bali Barat, 2005. Tinggal di Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Kini bergiat di Komunitas Mahima. Instagram @ntan_juliantika Facebook @Intan Juliantika

Related Posts

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails
Next Post
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co