14 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
in Panggung
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

Penampilan Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026│Foto: tatkala.co/Dede

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan musiknya. Di hadapan penonton yang sebagian besar menyimak dari jarak dekat, piano, kontrabas, dan drum membangun percakapan yang perlahan berkembang melalui melodi dan improvisasi.

Dodot Trio tampil pada hari penutupan festival, Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 19.40 WITA. Penonton tampak mengikuti permainan ketiga musisi itu dengan saksama. Sebagian penonton mancanegara terlihat mengangguk atau menggeleng mengikuti alur musik. Tepuk tangan sesekali terdengar ketika salah satu pemain menyelesaikan bagian improvisasinya.

Di atas panggung, Dodot Atmojo memainkan piano bersama Helmy Agustrian pada kontrabas dan Wisnu Priambodo pada drum. Mereka membawakan sejumlah karya dari album ‘The Story of White Piano’, album debut Dodot Atmojo yang baru dirilis setelah perjalanan panjangnya sebagai musisi.

Format yang mereka pilih adalah piano trio, salah satu format klasik dalam jazz. Komposisi orisinal bertemu dengan standar jazz, sementara ruang improvisasi memberi kesempatan bagi ketiga pemain untuk saling merespons. Musik tidak dibangun hanya dari permainan piano sebagai pusat, tetapi dari hubungan antara piano, kontrabas, dan drum.

Dodot Atmojo│Foto: tatkala.co/Dede

 

Penampilan Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Bagi Dodot, album tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan bermusiknya. Pianis yang bernama lengkap Dodot Soemantri Atmodjo, kelahiran Malang, Jawa Timur, itu telah lebih dari empat dekade berkiprah di skena jazz. Ia pindah ke Bali pada awal dekade 1980-an dan sejak itu pula ia menjalani aktivitas bermusik di berbagai hotel ternama di Bali.

Dalam perjalanan tersebut, Dodot terbiasa memainkan berbagai jenis musik, mulai dari standar jazz, Top 40, hingga lagu-lagu permintaan tamu. Pengalaman panjang sebagai solo pianis kemudian membentuk dirinya sebagai entertainer yang terbiasa membaca suasana dan kebutuhan panggung.

Namun, selama lebih dari empat dekade berkarya, Dodot tidak menyebut dirinya sebagai seniman. Ia memilih istilah ‘pekerja seni’ karena memandang aktivitas bermusik sebagai pekerjaan yang juga memiliki tanggung jawab untuk melayani.

Penampilan Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Keinginan untuk memiliki rekaman karya sendiri justru datang belakangan. Ada dorongan dari orang-orang di lingkar terdekat yang mempertanyakan posisinya sebagai musisi tanpa diskografi. Sebuah kalimat terus terngiang di telinganya: “kalau kamu seorang seniman, kamu harus punya karya”.

Kalimat tersebut mendorong Dodot masuk ke studio rekaman dan mulai mendokumentasikan musiknya. Ia kemudian menggarap ‘The Story of White Piano’ bersama Helmy Agustrian pada kontrabas dan Wisnu Priambodo pada drum. Produksi album dikerjakan bersama Anom Darsana (Co-founder SUVJF) di Antida Music Productions.

Album tersebut memuat enam track, terdiri atas tiga komposisi orisinal dan tiga standar jazz. Secara musikal, Dodot menempatkannya dalam koridor jazz dengan format piano trio. Komposisi-komposisi itu kemudian berkembang melalui improvisasi yang menjadi bagian penting dari permainan mereka.

Dari kiri ke kanan, Dodot Atmojo, Helmy Agustrian, dan Wisnu Priambodo│Foto: tatkala.co/Dede

 

Penampilan di SUVJF menjadi ruang untuk mempertemukan karya tersebut dengan penonton secara langsung. Dodot sendiri bukan nama baru dalam festival ini. Ia hampir setiap tahun terlibat dalam penyelenggaraan SUVJF dan melihat festival tersebut sebagai salah satu ruang penting bagi keberlangsungan musik jazz di Bali.

“Saya hampir setiap tahun terlibat di SUVJF. Harapan saya perhelatan ini agar selalu ada. Karena di sinilah kita bisa menemukan sesuatu yang benar-benar jazz. Jadi saya menghargai teman-teman SUVJF karena telah konsisten sampai saat ini,” ujar Dodot Atmojo.

Menurutnya, keberadaan festival juga berkaitan dengan regenerasi jazz. Ia melihat masih banyak musisi muda yang membutuhkan ruang untuk memainkan musik mereka dan bertemu pendengar.

“Dari sini banyak bermunculan regenerasi jazz. Karena mereka awalnya tidak punya wadah, dan SUVJF bisa menjadi wadah itu,” ungkap Dodot.

Dodot Trio menutup penampilannya di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Bagi Dodot, perjalanan bermusiknya belum berhenti pada album perdana. Ia masih ingin terus berkarya bersama rekan-rekannya dan berharap karya tersebut menemukan pendengar.

“Untuk seterusnya, saya akan terus berkarya bersama teman-teman. Dan yang paling penting, semoga ada yang mau mendengarkan dan menikmati karya-karya kami,” tandasnya.

Ia juga turut berpesan kepada para musisi jazz muda agar tetap konsisten menjalani apa yang telah dipilih, karena hasil tidak akan datang secara instan. Menurut Dodot, menjadi pekerja seni juga berarti mampu menikmati proses dan seni yang dijalani, bukan semata-mata mengejar kepentingan komersial.

Malam itu, Dodot Trio menutup penampilannya dengan cara yang sejalan dengan perjalanan Dodot selama puluhan tahun: bermain, mendengarkan, dan memberi ruang bagi musik untuk berinteraksi. Di tengah festival yang mempertemukan banyak warna jazz, penampilan tersebut menjadi bagian dari perjalanan seorang musisi yang baru mendokumentasikan karyanya setelah berpuluh tahun berada di blantika musik. Dan bagi Dodot, perjalanan itu masih berlanjut, dan akan terus berlanjut.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: festival musik jazzmusik jazzSthala Ubud Village Jazz FestivalSthala Ubud Village Jazz Festival 2026UbudUVJFUVJF 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

Next Post

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails
Next Post
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co