3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
in Panggung
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

Penampilan Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026│Foto: tatkala.co/Dede

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan musiknya. Di hadapan penonton yang sebagian besar menyimak dari jarak dekat, piano, kontrabas, dan drum membangun percakapan yang perlahan berkembang melalui melodi dan improvisasi.

Dodot Trio tampil pada hari penutupan festival, Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 19.40 WITA. Penonton tampak mengikuti permainan ketiga musisi itu dengan saksama. Sebagian penonton mancanegara terlihat mengangguk atau menggeleng mengikuti alur musik. Tepuk tangan sesekali terdengar ketika salah satu pemain menyelesaikan bagian improvisasinya.

Di atas panggung, Dodot Atmojo memainkan piano bersama Helmy Agustrian pada kontrabas dan Wisnu Priambodo pada drum. Mereka membawakan sejumlah karya dari album ‘The Story of White Piano’, album debut Dodot Atmojo yang baru dirilis setelah perjalanan panjangnya sebagai musisi.

Format yang mereka pilih adalah piano trio, salah satu format klasik dalam jazz. Komposisi orisinal bertemu dengan standar jazz, sementara ruang improvisasi memberi kesempatan bagi ketiga pemain untuk saling merespons. Musik tidak dibangun hanya dari permainan piano sebagai pusat, tetapi dari hubungan antara piano, kontrabas, dan drum.

Dodot Atmojo│Foto: tatkala.co/Dede

 

Penampilan Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Bagi Dodot, album tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan bermusiknya. Pianis yang bernama lengkap Dodot Soemantri Atmodjo, kelahiran Malang, Jawa Timur, itu telah lebih dari empat dekade berkiprah di skena jazz. Ia pindah ke Bali pada awal dekade 1980-an dan sejak itu pula ia menjalani aktivitas bermusik di berbagai hotel ternama di Bali.

Dalam perjalanan tersebut, Dodot terbiasa memainkan berbagai jenis musik, mulai dari standar jazz, Top 40, hingga lagu-lagu permintaan tamu. Pengalaman panjang sebagai solo pianis kemudian membentuk dirinya sebagai entertainer yang terbiasa membaca suasana dan kebutuhan panggung.

Namun, selama lebih dari empat dekade berkarya, Dodot tidak menyebut dirinya sebagai seniman. Ia memilih istilah ‘pekerja seni’ karena memandang aktivitas bermusik sebagai pekerjaan yang juga memiliki tanggung jawab untuk melayani.

Penampilan Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Keinginan untuk memiliki rekaman karya sendiri justru datang belakangan. Ada dorongan dari orang-orang di lingkar terdekat yang mempertanyakan posisinya sebagai musisi tanpa diskografi. Sebuah kalimat terus terngiang di telinganya: “kalau kamu seorang seniman, kamu harus punya karya”.

Kalimat tersebut mendorong Dodot masuk ke studio rekaman dan mulai mendokumentasikan musiknya. Ia kemudian menggarap ‘The Story of White Piano’ bersama Helmy Agustrian pada kontrabas dan Wisnu Priambodo pada drum. Produksi album dikerjakan bersama Anom Darsana (Co-founder SUVJF) di Antida Music Productions.

Album tersebut memuat enam track, terdiri atas tiga komposisi orisinal dan tiga standar jazz. Secara musikal, Dodot menempatkannya dalam koridor jazz dengan format piano trio. Komposisi-komposisi itu kemudian berkembang melalui improvisasi yang menjadi bagian penting dari permainan mereka.

Dari kiri ke kanan, Dodot Atmojo, Helmy Agustrian, dan Wisnu Priambodo│Foto: tatkala.co/Dede

 

Penampilan di SUVJF menjadi ruang untuk mempertemukan karya tersebut dengan penonton secara langsung. Dodot sendiri bukan nama baru dalam festival ini. Ia hampir setiap tahun terlibat dalam penyelenggaraan SUVJF dan melihat festival tersebut sebagai salah satu ruang penting bagi keberlangsungan musik jazz di Bali.

“Saya hampir setiap tahun terlibat di SUVJF. Harapan saya perhelatan ini agar selalu ada. Karena di sinilah kita bisa menemukan sesuatu yang benar-benar jazz. Jadi saya menghargai teman-teman SUVJF karena telah konsisten sampai saat ini,” ujar Dodot Atmojo.

Menurutnya, keberadaan festival juga berkaitan dengan regenerasi jazz. Ia melihat masih banyak musisi muda yang membutuhkan ruang untuk memainkan musik mereka dan bertemu pendengar.

“Dari sini banyak bermunculan regenerasi jazz. Karena mereka awalnya tidak punya wadah, dan SUVJF bisa menjadi wadah itu,” ungkap Dodot.

Dodot Trio menutup penampilannya di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Bagi Dodot, perjalanan bermusiknya belum berhenti pada album perdana. Ia masih ingin terus berkarya bersama rekan-rekannya dan berharap karya tersebut menemukan pendengar.

“Untuk seterusnya, saya akan terus berkarya bersama teman-teman. Dan yang paling penting, semoga ada yang mau mendengarkan dan menikmati karya-karya kami,” tandasnya.

Ia juga turut berpesan kepada para musisi jazz muda agar tetap konsisten menjalani apa yang telah dipilih, karena hasil tidak akan datang secara instan. Menurut Dodot, menjadi pekerja seni juga berarti mampu menikmati proses dan seni yang dijalani, bukan semata-mata mengejar kepentingan komersial.

Malam itu, Dodot Trio menutup penampilannya dengan cara yang sejalan dengan perjalanan Dodot selama puluhan tahun: bermain, mendengarkan, dan memberi ruang bagi musik untuk berinteraksi. Di tengah festival yang mempertemukan banyak warna jazz, penampilan tersebut menjadi bagian dari perjalanan seorang musisi yang baru mendokumentasikan karyanya setelah berpuluh tahun berada di blantika musik. Dan bagi Dodot, perjalanan itu masih berlanjut, dan akan terus berlanjut.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: festival musik jazzmusik jazzSthala Ubud Village Jazz FestivalSthala Ubud Village Jazz Festival 2026UbudUVJFUVJF 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

Next Post

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

by tatkala
November 1, 2026
0
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

Read moreDetails

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

Read moreDetails

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

Read moreDetails

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

Read moreDetails

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

Read moreDetails

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

by tatkala
October 28, 2026
0
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

Read moreDetails

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails
Next Post
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba
Pendidikan

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba

TIGA bendera kecil terangkat hampir bersamaan. Pertanyaan demi pertanyaan menguji ketangkasan para peserta. Ada yang sigap menjawab, ada pula yang...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam
Esai

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Pendidikan

Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Teknologi ini menawarkan kemudahan dalam belajar dan berkarya. Namun,...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026
Pendidikan

Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026

FAKTA bisa menjadi cerita yang menggugah ketika berada di tangan yang tepat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Pekan Jurnalistik Universitas...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co