Lahir di Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah. Ia salah satu emerging writers MIWF 2014. Ia menulis puisi, cerpen, dan esai. Ia juga editor lepas di beberapa penerbitan dan menjadi ghost writer. Selain itu, Ama juga mengelola sebuah sekolah untuk anak tidak mampu di kotanya.
Ia bersama komunitasnya bergiat untuk kerja-kerja kemanusiaan di bidang sastra, literasi, pendidikan, dan kebudayaan. Salah satunya menyelenggarakan acara tahunan Festival Sastra Banggai dan Akademi Sastra Banggai.
Beberapa karya puisi, cerpen, dan esainya, terkumpul dalam karya-karya antologi bersama. Buku-buku tunggalnya yang telah terbit antara lain: Keterampilan Membaca Laut (GPU,2019), Lagu Tidur (GPU,2021). dan Pagar Rumahku Berubah Warna (GPU, 2025). Ia menjadi bagian dari peserta Laps Promotor Sastra Kementerian Kebudayaan pada tahun 2025.
ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...
Read moreDetailsPADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...
Read moreDetailsADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...
Read moreDetails

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...
KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...
SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...
TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....
KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co