25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

Sugi Lanus by Sugi Lanus
August 4, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi ini menjadi simbol baru kehadiran pemerintah sekarang untuk membenahi Buleleng. Menjadi catatan: Momentum ini bukan sekadar penanda geografis atau pemanis wajah kota. Bersolek di depan Kantor Bupati ini harus dimaknai sebagai tonggak tanggung jawab yang berat bagi Bupati Buleleng untuk memulai pembaharuan di segala lini.

Masyarakat dan pejabat di Buleleng harus menyadari bahwa: Nol Kilometer yang dibiayai penataan dan beautifikasi itu bukanlah Nol Kilometer Kota Singaraja, melainkan Nol Kilometer Buleleng. Kita sedang bicara tentang sebuah kabupaten terluas di Pulau Bali, pemilik garis pesisir terpanjang, dengan jumlah penduduk paling besar di Bali.

Artinya, tanggung jawab bupati tidak boleh terkungkung di pusat kota saja. Nol Kilometer adalah titik start. Perjalanan panjang membangun Buleleng justru baru dimulai dari sana untuk menjangkau wilayahnya yang sangat cukup luas.

Tidak Terjebak Beautifikasi Kota

Pemerintah daerah tidak boleh terjebak dalam jebakan bersolek dan agenda beautifikasi semata. Menata taman dan mempercantik pusat kota memang penting, tetapi kebijakan tersebut tidak akan ada artinya jika tidak menyentuh akar rumput di pelosok-pelosok desa.

Tugas utama pemimpin Buleleng bukan hanya memperindah pandangan mata di sekitar kantornya, melainkan menyentuh, melindungi, dan mengangkat harkat serta martabat hidup masyarakatnya. Bupati harus bertanggung jawab penuh untuk mencari celah inovatif agar pertumbuhan pendapatan daerah naik, terutama pada dua sektor pondasi utama Buleleng:

  • Sektor Pertanian: Petani Buleleng membutuhkan pendampingan terintegrasi, mulai dari kepastian pasokan pupuk, teknologi modern, hingga solusi penanganan pasca-panen agar harga jual meningkat.
  • Sektor Nelayan: Sebagai daerah dengan pesisir terpanjang di Bali, para nelayan membutuhkan perhatian serius berupa bantuan armada, alat tangkap yang memadai, akses pasar yang adil, serta perlindungan wilayah tangkap guna mendongkrak kesejahteraan mereka.

Darurat Sampah: Sungai, Desa, dan Pesisir Wajib Diintervensi

Luasnya wilayah Buleleng juga membawa konsekuensi logistik yang besar, salah satunya adalah penanganan limbah. Kehadiran bupati sangat dinantikan untuk mengatasi masalah sampah yang kian mengepung pertahanan lingkungan kita:

  • Sampah di Sungai dan Pedesaan: Minimnya fasilitas penampungan dan sistem pengangkutan membuat sungai-sungai dan kawasan pedesaan kerap menjadi tempat pembuangan sampah liar. Pemerintah wajib hadir memberikan pendampingan infrastruktur pengelolaan sampah berbasis desa.
  • Krisis Sampah Pesisir: Sebagai kabupaten dengan garis pantai terpanjang, pesisir Buleleng menjadi korban utama kiriman sampah. Sektor ini membutuhkan edukasi masyarakat yang masif serta sinergi lintas sektor agar pariwisata, ekosistem laut, dan kesehatan warga pesisir tidak hancur.

Esensi Kehadiran Pemerintah di Sektor Fasilitas Publik

Sebagai kabupaten terluas dengan penduduk terbanyak, kehadiran nyata pemerintah juga sangat dinantikan pada fasilitas dasar:

  • Pendidikan: Bupati harus hadir langsung di sekolah-sekolah dan perpustakaan sekolah yang rusak guna memastikan ruang belajar yang aman dan layak bagi generasi muda.
  • Infrastruktur: Perbaikan jalan-jalan rusak yang selama ini menghambat mobilitas warga dan distribusi hasil bumi di wilayah luas Buleleng harus diprioritaskan.
  • Fasilitas Umum: Pasar-pasar tradisional yang jorok perlu ditata ulang agar menjadi pusat ekonomi warga yang bersih, sehat, dan nyaman. Pasar-pasar tradisional harus mengelola sampah organik yang berlimpah dan berujung menjadi pasokan pupuk taman kota dan petani desa yang berniat mengalihkan pertanian pupuk kimia ke organik.
  • Kesehatan: Puskesmas-puskesmas di pelosok harus naik kelas dalam hal mutu pelayanan untuk melayani populasi penduduk yang besar, bukan sekadar hadir sebagai formalitas.

Sorotan Publik: Darurat Sosial dan Keamanan

Harkat dan martabat warga Buleleng juga dipertaruhkan lewat penyelesaian berbagai persoalan sosial dan keamanan yang kerap terjadi akhir-akhir ini. Bupati harus hadir di garis depan untuk mengatasi masalah-masalah akut ini:

  • Kafe dan Hiburan Liar: Perlunya ketegasan tata ruang dan penegakan hukum dari pemda terhadap tempat hiburan malam yang melanggar izin dan memicu gesekan sosial. Catatan penting: Ini adalah “daya tolak” dan “daya bunuh” pariwisata Buleleng, bukan daya tarik kalau hiburan dan kafe yang muncul hanya gaaduh dan sekedar rusuh dengan polusi suara, tanpa kelas dan ketertiban malah menjadi daya usir wisatawan dan pengembang fasilitas wisata yang ingin ulur tangan membangun desa-desa sebagai destinasi.
  • Maraknya Kriminalitas Pencurian: Menuntut penguatan keamanan lingkungan serta program kesejahteraan ekonomi untuk menekan angka pencurian di tengah masyarakat. Buleleng harus berjuang serius salah satu desanya dicap sarang maling.
  • Kekerasan Seksual dan Pemerkosaan: Kasus pemerkosaan yang kerap menimpa pelajar dan mahasiswi di Buleleng merupakan noda moral yang harus dituntaskan melalui perlindungan hukum yang agresif, ruang aman bagi korban, dan edukasi sosial yang masif. Pendidikan budi pekerti dan ruang-ruang kegiatan seperti olah raga, sastra, dan kegiatan bagi pelajar yang positif mesti dikawal dengan anggaran yang jelas ditangani langsung oleh Bupati dan para pengambil kebijakan yang di bawahnya. Pendidikan yang berkelas dan punya mutu secara merata di pedesaan-pedesaan adalah kunci bagi Buleleng untuk bisa mengentaskan berbagai masalah Buleleng.

Harapan dan Semangat Bergerak Maju

Masyarakat secara luas mengapresiasi upaya penataan wajah kota, namun pembangunan fisik jangan sampai menjadi “kosmetik” belaka. Tantangan nyata Bupati dan para wakil rakyat Buleleng saat ini adalah menyembuhkan “bopeng-bopeng” pembangunan, menghentikan pencemaran lingkungan, menekan angka kriminalitas, serta meningkatkan pendapatan rakyatnya yang berjumlah besar.

Tugas berat ini hanya bisa diselesaikan dengan membawa anggaran yang berimbang, penegakan hukum yang tegas, serta kreativitas dalam menggenjot ekonomi rakyat.

Selamat berkeliling ke desa-desa, pasar, pesisir pantai, hingga pos-pos keamanan di pelosok Buleleng, Pak Bupati. Jangan sampai usaha baik ini hanya berhenti sebatas bersolek di depan kantor Pak Bupati saja. Teruslah melangkah dari titik Nol Kilometer ini untuk berbenah di segala lini, demi kedamaian, pendidikan yang bermutu, layanan kesehatan yang berkelas, kebersihan wilayah, pelestarian lingkungan, dan martabat seluruh masyarakat Buleleng. [T]

Penulis: Sugi Lanus, alumni SMAN 1 Singaraja & Pembaca Perpustakaan Kirtya

Tags: bulelengSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Next Post

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Karnaval dan Kemacetan Sosial

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
0
Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

Read moreDetails

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
0
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

Read moreDetails

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

by Angga Wijaya
August 24, 2026
0
Telenovela

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

Read moreDetails

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails
Next Post
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co