14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

Sugi Lanus by Sugi Lanus
August 4, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi ini menjadi simbol baru kehadiran pemerintah sekarang untuk membenahi Buleleng. Menjadi catatan: Momentum ini bukan sekadar penanda geografis atau pemanis wajah kota. Bersolek di depan Kantor Bupati ini harus dimaknai sebagai tonggak tanggung jawab yang berat bagi Bupati Buleleng untuk memulai pembaharuan di segala lini.

Masyarakat dan pejabat di Buleleng harus menyadari bahwa: Nol Kilometer yang dibiayai penataan dan beautifikasi itu bukanlah Nol Kilometer Kota Singaraja, melainkan Nol Kilometer Buleleng. Kita sedang bicara tentang sebuah kabupaten terluas di Pulau Bali, pemilik garis pesisir terpanjang, dengan jumlah penduduk paling besar di Bali.

Artinya, tanggung jawab bupati tidak boleh terkungkung di pusat kota saja. Nol Kilometer adalah titik start. Perjalanan panjang membangun Buleleng justru baru dimulai dari sana untuk menjangkau wilayahnya yang sangat cukup luas.

Tidak Terjebak Beautifikasi Kota

Pemerintah daerah tidak boleh terjebak dalam jebakan bersolek dan agenda beautifikasi semata. Menata taman dan mempercantik pusat kota memang penting, tetapi kebijakan tersebut tidak akan ada artinya jika tidak menyentuh akar rumput di pelosok-pelosok desa.

Tugas utama pemimpin Buleleng bukan hanya memperindah pandangan mata di sekitar kantornya, melainkan menyentuh, melindungi, dan mengangkat harkat serta martabat hidup masyarakatnya. Bupati harus bertanggung jawab penuh untuk mencari celah inovatif agar pertumbuhan pendapatan daerah naik, terutama pada dua sektor pondasi utama Buleleng:

  • Sektor Pertanian: Petani Buleleng membutuhkan pendampingan terintegrasi, mulai dari kepastian pasokan pupuk, teknologi modern, hingga solusi penanganan pasca-panen agar harga jual meningkat.
  • Sektor Nelayan: Sebagai daerah dengan pesisir terpanjang di Bali, para nelayan membutuhkan perhatian serius berupa bantuan armada, alat tangkap yang memadai, akses pasar yang adil, serta perlindungan wilayah tangkap guna mendongkrak kesejahteraan mereka.

Darurat Sampah: Sungai, Desa, dan Pesisir Wajib Diintervensi

Luasnya wilayah Buleleng juga membawa konsekuensi logistik yang besar, salah satunya adalah penanganan limbah. Kehadiran bupati sangat dinantikan untuk mengatasi masalah sampah yang kian mengepung pertahanan lingkungan kita:

  • Sampah di Sungai dan Pedesaan: Minimnya fasilitas penampungan dan sistem pengangkutan membuat sungai-sungai dan kawasan pedesaan kerap menjadi tempat pembuangan sampah liar. Pemerintah wajib hadir memberikan pendampingan infrastruktur pengelolaan sampah berbasis desa.
  • Krisis Sampah Pesisir: Sebagai kabupaten dengan garis pantai terpanjang, pesisir Buleleng menjadi korban utama kiriman sampah. Sektor ini membutuhkan edukasi masyarakat yang masif serta sinergi lintas sektor agar pariwisata, ekosistem laut, dan kesehatan warga pesisir tidak hancur.

Esensi Kehadiran Pemerintah di Sektor Fasilitas Publik

Sebagai kabupaten terluas dengan penduduk terbanyak, kehadiran nyata pemerintah juga sangat dinantikan pada fasilitas dasar:

  • Pendidikan: Bupati harus hadir langsung di sekolah-sekolah dan perpustakaan sekolah yang rusak guna memastikan ruang belajar yang aman dan layak bagi generasi muda.
  • Infrastruktur: Perbaikan jalan-jalan rusak yang selama ini menghambat mobilitas warga dan distribusi hasil bumi di wilayah luas Buleleng harus diprioritaskan.
  • Fasilitas Umum: Pasar-pasar tradisional yang jorok perlu ditata ulang agar menjadi pusat ekonomi warga yang bersih, sehat, dan nyaman. Pasar-pasar tradisional harus mengelola sampah organik yang berlimpah dan berujung menjadi pasokan pupuk taman kota dan petani desa yang berniat mengalihkan pertanian pupuk kimia ke organik.
  • Kesehatan: Puskesmas-puskesmas di pelosok harus naik kelas dalam hal mutu pelayanan untuk melayani populasi penduduk yang besar, bukan sekadar hadir sebagai formalitas.

Sorotan Publik: Darurat Sosial dan Keamanan

Harkat dan martabat warga Buleleng juga dipertaruhkan lewat penyelesaian berbagai persoalan sosial dan keamanan yang kerap terjadi akhir-akhir ini. Bupati harus hadir di garis depan untuk mengatasi masalah-masalah akut ini:

  • Kafe dan Hiburan Liar: Perlunya ketegasan tata ruang dan penegakan hukum dari pemda terhadap tempat hiburan malam yang melanggar izin dan memicu gesekan sosial. Catatan penting: Ini adalah “daya tolak” dan “daya bunuh” pariwisata Buleleng, bukan daya tarik kalau hiburan dan kafe yang muncul hanya gaaduh dan sekedar rusuh dengan polusi suara, tanpa kelas dan ketertiban malah menjadi daya usir wisatawan dan pengembang fasilitas wisata yang ingin ulur tangan membangun desa-desa sebagai destinasi.
  • Maraknya Kriminalitas Pencurian: Menuntut penguatan keamanan lingkungan serta program kesejahteraan ekonomi untuk menekan angka pencurian di tengah masyarakat. Buleleng harus berjuang serius salah satu desanya dicap sarang maling.
  • Kekerasan Seksual dan Pemerkosaan: Kasus pemerkosaan yang kerap menimpa pelajar dan mahasiswi di Buleleng merupakan noda moral yang harus dituntaskan melalui perlindungan hukum yang agresif, ruang aman bagi korban, dan edukasi sosial yang masif. Pendidikan budi pekerti dan ruang-ruang kegiatan seperti olah raga, sastra, dan kegiatan bagi pelajar yang positif mesti dikawal dengan anggaran yang jelas ditangani langsung oleh Bupati dan para pengambil kebijakan yang di bawahnya. Pendidikan yang berkelas dan punya mutu secara merata di pedesaan-pedesaan adalah kunci bagi Buleleng untuk bisa mengentaskan berbagai masalah Buleleng.

Harapan dan Semangat Bergerak Maju

Masyarakat secara luas mengapresiasi upaya penataan wajah kota, namun pembangunan fisik jangan sampai menjadi “kosmetik” belaka. Tantangan nyata Bupati dan para wakil rakyat Buleleng saat ini adalah menyembuhkan “bopeng-bopeng” pembangunan, menghentikan pencemaran lingkungan, menekan angka kriminalitas, serta meningkatkan pendapatan rakyatnya yang berjumlah besar.

Tugas berat ini hanya bisa diselesaikan dengan membawa anggaran yang berimbang, penegakan hukum yang tegas, serta kreativitas dalam menggenjot ekonomi rakyat.

Selamat berkeliling ke desa-desa, pasar, pesisir pantai, hingga pos-pos keamanan di pelosok Buleleng, Pak Bupati. Jangan sampai usaha baik ini hanya berhenti sebatas bersolek di depan kantor Pak Bupati saja. Teruslah melangkah dari titik Nol Kilometer ini untuk berbenah di segala lini, demi kedamaian, pendidikan yang bermutu, layanan kesehatan yang berkelas, kebersihan wilayah, pelestarian lingkungan, dan martabat seluruh masyarakat Buleleng. [T]

Penulis: Sugi Lanus, alumni SMAN 1 Singaraja & Pembaca Perpustakaan Kirtya

Tags: bulelengSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Next Post

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails
Next Post
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co