25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

Sugi Lanus by Sugi Lanus
August 4, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi ini menjadi simbol baru kehadiran pemerintah sekarang untuk membenahi Buleleng. Menjadi catatan: Momentum ini bukan sekadar penanda geografis atau pemanis wajah kota. Bersolek di depan Kantor Bupati ini harus dimaknai sebagai tonggak tanggung jawab yang berat bagi Bupati Buleleng untuk memulai pembaharuan di segala lini.

Masyarakat dan pejabat di Buleleng harus menyadari bahwa: Nol Kilometer yang dibiayai penataan dan beautifikasi itu bukanlah Nol Kilometer Kota Singaraja, melainkan Nol Kilometer Buleleng. Kita sedang bicara tentang sebuah kabupaten terluas di Pulau Bali, pemilik garis pesisir terpanjang, dengan jumlah penduduk paling besar di Bali.

Artinya, tanggung jawab bupati tidak boleh terkungkung di pusat kota saja. Nol Kilometer adalah titik start. Perjalanan panjang membangun Buleleng justru baru dimulai dari sana untuk menjangkau wilayahnya yang sangat cukup luas.

Tidak Terjebak Beautifikasi Kota

Pemerintah daerah tidak boleh terjebak dalam jebakan bersolek dan agenda beautifikasi semata. Menata taman dan mempercantik pusat kota memang penting, tetapi kebijakan tersebut tidak akan ada artinya jika tidak menyentuh akar rumput di pelosok-pelosok desa.

Tugas utama pemimpin Buleleng bukan hanya memperindah pandangan mata di sekitar kantornya, melainkan menyentuh, melindungi, dan mengangkat harkat serta martabat hidup masyarakatnya. Bupati harus bertanggung jawab penuh untuk mencari celah inovatif agar pertumbuhan pendapatan daerah naik, terutama pada dua sektor pondasi utama Buleleng:

  • Sektor Pertanian: Petani Buleleng membutuhkan pendampingan terintegrasi, mulai dari kepastian pasokan pupuk, teknologi modern, hingga solusi penanganan pasca-panen agar harga jual meningkat.
  • Sektor Nelayan: Sebagai daerah dengan pesisir terpanjang di Bali, para nelayan membutuhkan perhatian serius berupa bantuan armada, alat tangkap yang memadai, akses pasar yang adil, serta perlindungan wilayah tangkap guna mendongkrak kesejahteraan mereka.

Darurat Sampah: Sungai, Desa, dan Pesisir Wajib Diintervensi

Luasnya wilayah Buleleng juga membawa konsekuensi logistik yang besar, salah satunya adalah penanganan limbah. Kehadiran bupati sangat dinantikan untuk mengatasi masalah sampah yang kian mengepung pertahanan lingkungan kita:

  • Sampah di Sungai dan Pedesaan: Minimnya fasilitas penampungan dan sistem pengangkutan membuat sungai-sungai dan kawasan pedesaan kerap menjadi tempat pembuangan sampah liar. Pemerintah wajib hadir memberikan pendampingan infrastruktur pengelolaan sampah berbasis desa.
  • Krisis Sampah Pesisir: Sebagai kabupaten dengan garis pantai terpanjang, pesisir Buleleng menjadi korban utama kiriman sampah. Sektor ini membutuhkan edukasi masyarakat yang masif serta sinergi lintas sektor agar pariwisata, ekosistem laut, dan kesehatan warga pesisir tidak hancur.

Esensi Kehadiran Pemerintah di Sektor Fasilitas Publik

Sebagai kabupaten terluas dengan penduduk terbanyak, kehadiran nyata pemerintah juga sangat dinantikan pada fasilitas dasar:

  • Pendidikan: Bupati harus hadir langsung di sekolah-sekolah dan perpustakaan sekolah yang rusak guna memastikan ruang belajar yang aman dan layak bagi generasi muda.
  • Infrastruktur: Perbaikan jalan-jalan rusak yang selama ini menghambat mobilitas warga dan distribusi hasil bumi di wilayah luas Buleleng harus diprioritaskan.
  • Fasilitas Umum: Pasar-pasar tradisional yang jorok perlu ditata ulang agar menjadi pusat ekonomi warga yang bersih, sehat, dan nyaman. Pasar-pasar tradisional harus mengelola sampah organik yang berlimpah dan berujung menjadi pasokan pupuk taman kota dan petani desa yang berniat mengalihkan pertanian pupuk kimia ke organik.
  • Kesehatan: Puskesmas-puskesmas di pelosok harus naik kelas dalam hal mutu pelayanan untuk melayani populasi penduduk yang besar, bukan sekadar hadir sebagai formalitas.

Sorotan Publik: Darurat Sosial dan Keamanan

Harkat dan martabat warga Buleleng juga dipertaruhkan lewat penyelesaian berbagai persoalan sosial dan keamanan yang kerap terjadi akhir-akhir ini. Bupati harus hadir di garis depan untuk mengatasi masalah-masalah akut ini:

  • Kafe dan Hiburan Liar: Perlunya ketegasan tata ruang dan penegakan hukum dari pemda terhadap tempat hiburan malam yang melanggar izin dan memicu gesekan sosial. Catatan penting: Ini adalah “daya tolak” dan “daya bunuh” pariwisata Buleleng, bukan daya tarik kalau hiburan dan kafe yang muncul hanya gaaduh dan sekedar rusuh dengan polusi suara, tanpa kelas dan ketertiban malah menjadi daya usir wisatawan dan pengembang fasilitas wisata yang ingin ulur tangan membangun desa-desa sebagai destinasi.
  • Maraknya Kriminalitas Pencurian: Menuntut penguatan keamanan lingkungan serta program kesejahteraan ekonomi untuk menekan angka pencurian di tengah masyarakat. Buleleng harus berjuang serius salah satu desanya dicap sarang maling.
  • Kekerasan Seksual dan Pemerkosaan: Kasus pemerkosaan yang kerap menimpa pelajar dan mahasiswi di Buleleng merupakan noda moral yang harus dituntaskan melalui perlindungan hukum yang agresif, ruang aman bagi korban, dan edukasi sosial yang masif. Pendidikan budi pekerti dan ruang-ruang kegiatan seperti olah raga, sastra, dan kegiatan bagi pelajar yang positif mesti dikawal dengan anggaran yang jelas ditangani langsung oleh Bupati dan para pengambil kebijakan yang di bawahnya. Pendidikan yang berkelas dan punya mutu secara merata di pedesaan-pedesaan adalah kunci bagi Buleleng untuk bisa mengentaskan berbagai masalah Buleleng.

Harapan dan Semangat Bergerak Maju

Masyarakat secara luas mengapresiasi upaya penataan wajah kota, namun pembangunan fisik jangan sampai menjadi “kosmetik” belaka. Tantangan nyata Bupati dan para wakil rakyat Buleleng saat ini adalah menyembuhkan “bopeng-bopeng” pembangunan, menghentikan pencemaran lingkungan, menekan angka kriminalitas, serta meningkatkan pendapatan rakyatnya yang berjumlah besar.

Tugas berat ini hanya bisa diselesaikan dengan membawa anggaran yang berimbang, penegakan hukum yang tegas, serta kreativitas dalam menggenjot ekonomi rakyat.

Selamat berkeliling ke desa-desa, pasar, pesisir pantai, hingga pos-pos keamanan di pelosok Buleleng, Pak Bupati. Jangan sampai usaha baik ini hanya berhenti sebatas bersolek di depan kantor Pak Bupati saja. Teruslah melangkah dari titik Nol Kilometer ini untuk berbenah di segala lini, demi kedamaian, pendidikan yang bermutu, layanan kesehatan yang berkelas, kebersihan wilayah, pelestarian lingkungan, dan martabat seluruh masyarakat Buleleng. [T]

Penulis: Sugi Lanus, alumni SMAN 1 Singaraja & Pembaca Perpustakaan Kirtya

Tags: bulelengSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Next Post

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co