4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

Sugi Lanus by Sugi Lanus
August 4, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi ini menjadi simbol baru kehadiran pemerintah sekarang untuk membenahi Buleleng. Menjadi catatan: Momentum ini bukan sekadar penanda geografis atau pemanis wajah kota. Bersolek di depan Kantor Bupati ini harus dimaknai sebagai tonggak tanggung jawab yang berat bagi Bupati Buleleng untuk memulai pembaharuan di segala lini.

Masyarakat dan pejabat di Buleleng harus menyadari bahwa: Nol Kilometer yang dibiayai penataan dan beautifikasi itu bukanlah Nol Kilometer Kota Singaraja, melainkan Nol Kilometer Buleleng. Kita sedang bicara tentang sebuah kabupaten terluas di Pulau Bali, pemilik garis pesisir terpanjang, dengan jumlah penduduk paling besar di Bali.

Artinya, tanggung jawab bupati tidak boleh terkungkung di pusat kota saja. Nol Kilometer adalah titik start. Perjalanan panjang membangun Buleleng justru baru dimulai dari sana untuk menjangkau wilayahnya yang sangat cukup luas.

Tidak Terjebak Beautifikasi Kota

Pemerintah daerah tidak boleh terjebak dalam jebakan bersolek dan agenda beautifikasi semata. Menata taman dan mempercantik pusat kota memang penting, tetapi kebijakan tersebut tidak akan ada artinya jika tidak menyentuh akar rumput di pelosok-pelosok desa.

Tugas utama pemimpin Buleleng bukan hanya memperindah pandangan mata di sekitar kantornya, melainkan menyentuh, melindungi, dan mengangkat harkat serta martabat hidup masyarakatnya. Bupati harus bertanggung jawab penuh untuk mencari celah inovatif agar pertumbuhan pendapatan daerah naik, terutama pada dua sektor pondasi utama Buleleng:

  • Sektor Pertanian: Petani Buleleng membutuhkan pendampingan terintegrasi, mulai dari kepastian pasokan pupuk, teknologi modern, hingga solusi penanganan pasca-panen agar harga jual meningkat.
  • Sektor Nelayan: Sebagai daerah dengan pesisir terpanjang di Bali, para nelayan membutuhkan perhatian serius berupa bantuan armada, alat tangkap yang memadai, akses pasar yang adil, serta perlindungan wilayah tangkap guna mendongkrak kesejahteraan mereka.

Darurat Sampah: Sungai, Desa, dan Pesisir Wajib Diintervensi

Luasnya wilayah Buleleng juga membawa konsekuensi logistik yang besar, salah satunya adalah penanganan limbah. Kehadiran bupati sangat dinantikan untuk mengatasi masalah sampah yang kian mengepung pertahanan lingkungan kita:

  • Sampah di Sungai dan Pedesaan: Minimnya fasilitas penampungan dan sistem pengangkutan membuat sungai-sungai dan kawasan pedesaan kerap menjadi tempat pembuangan sampah liar. Pemerintah wajib hadir memberikan pendampingan infrastruktur pengelolaan sampah berbasis desa.
  • Krisis Sampah Pesisir: Sebagai kabupaten dengan garis pantai terpanjang, pesisir Buleleng menjadi korban utama kiriman sampah. Sektor ini membutuhkan edukasi masyarakat yang masif serta sinergi lintas sektor agar pariwisata, ekosistem laut, dan kesehatan warga pesisir tidak hancur.

Esensi Kehadiran Pemerintah di Sektor Fasilitas Publik

Sebagai kabupaten terluas dengan penduduk terbanyak, kehadiran nyata pemerintah juga sangat dinantikan pada fasilitas dasar:

  • Pendidikan: Bupati harus hadir langsung di sekolah-sekolah dan perpustakaan sekolah yang rusak guna memastikan ruang belajar yang aman dan layak bagi generasi muda.
  • Infrastruktur: Perbaikan jalan-jalan rusak yang selama ini menghambat mobilitas warga dan distribusi hasil bumi di wilayah luas Buleleng harus diprioritaskan.
  • Fasilitas Umum: Pasar-pasar tradisional yang jorok perlu ditata ulang agar menjadi pusat ekonomi warga yang bersih, sehat, dan nyaman. Pasar-pasar tradisional harus mengelola sampah organik yang berlimpah dan berujung menjadi pasokan pupuk taman kota dan petani desa yang berniat mengalihkan pertanian pupuk kimia ke organik.
  • Kesehatan: Puskesmas-puskesmas di pelosok harus naik kelas dalam hal mutu pelayanan untuk melayani populasi penduduk yang besar, bukan sekadar hadir sebagai formalitas.

Sorotan Publik: Darurat Sosial dan Keamanan

Harkat dan martabat warga Buleleng juga dipertaruhkan lewat penyelesaian berbagai persoalan sosial dan keamanan yang kerap terjadi akhir-akhir ini. Bupati harus hadir di garis depan untuk mengatasi masalah-masalah akut ini:

  • Kafe dan Hiburan Liar: Perlunya ketegasan tata ruang dan penegakan hukum dari pemda terhadap tempat hiburan malam yang melanggar izin dan memicu gesekan sosial. Catatan penting: Ini adalah “daya tolak” dan “daya bunuh” pariwisata Buleleng, bukan daya tarik kalau hiburan dan kafe yang muncul hanya gaaduh dan sekedar rusuh dengan polusi suara, tanpa kelas dan ketertiban malah menjadi daya usir wisatawan dan pengembang fasilitas wisata yang ingin ulur tangan membangun desa-desa sebagai destinasi.
  • Maraknya Kriminalitas Pencurian: Menuntut penguatan keamanan lingkungan serta program kesejahteraan ekonomi untuk menekan angka pencurian di tengah masyarakat. Buleleng harus berjuang serius salah satu desanya dicap sarang maling.
  • Kekerasan Seksual dan Pemerkosaan: Kasus pemerkosaan yang kerap menimpa pelajar dan mahasiswi di Buleleng merupakan noda moral yang harus dituntaskan melalui perlindungan hukum yang agresif, ruang aman bagi korban, dan edukasi sosial yang masif. Pendidikan budi pekerti dan ruang-ruang kegiatan seperti olah raga, sastra, dan kegiatan bagi pelajar yang positif mesti dikawal dengan anggaran yang jelas ditangani langsung oleh Bupati dan para pengambil kebijakan yang di bawahnya. Pendidikan yang berkelas dan punya mutu secara merata di pedesaan-pedesaan adalah kunci bagi Buleleng untuk bisa mengentaskan berbagai masalah Buleleng.

Harapan dan Semangat Bergerak Maju

Masyarakat secara luas mengapresiasi upaya penataan wajah kota, namun pembangunan fisik jangan sampai menjadi “kosmetik” belaka. Tantangan nyata Bupati dan para wakil rakyat Buleleng saat ini adalah menyembuhkan “bopeng-bopeng” pembangunan, menghentikan pencemaran lingkungan, menekan angka kriminalitas, serta meningkatkan pendapatan rakyatnya yang berjumlah besar.

Tugas berat ini hanya bisa diselesaikan dengan membawa anggaran yang berimbang, penegakan hukum yang tegas, serta kreativitas dalam menggenjot ekonomi rakyat.

Selamat berkeliling ke desa-desa, pasar, pesisir pantai, hingga pos-pos keamanan di pelosok Buleleng, Pak Bupati. Jangan sampai usaha baik ini hanya berhenti sebatas bersolek di depan kantor Pak Bupati saja. Teruslah melangkah dari titik Nol Kilometer ini untuk berbenah di segala lini, demi kedamaian, pendidikan yang bermutu, layanan kesehatan yang berkelas, kebersihan wilayah, pelestarian lingkungan, dan martabat seluruh masyarakat Buleleng. [T]

Penulis: Sugi Lanus, alumni SMAN 1 Singaraja & Pembaca Perpustakaan Kirtya

Tags: bulelengSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Next Post

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails
Next Post
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co